
Sedingin apapun sifat seorang lelaki, pasti akan luluh juga dengan yang namanya Jatuh cinta, kadang ia sampai melakukan hal di luar kebiasaannya, karena otak dan hati kadang tak satu frekuensi.
________________________________________________
Langit yang tadinya berwarna jingga kini berganti kelabu,seolah bulan mengatakan pada matahari jika tugasnya hari ini telah selesai dan malam ini gilirannya terjaga.
Mobil Albert sudah berhenti di depan villa milik reyhan,Ya dia mengantarkan jihan pulang, Hari ini mereka lewati dengan bercerita seolah bernostalgia saat masa sekolah, Mereka Hanya teman tanpa lebih dari itu,Namun dari balik jendela kamar,sorot mata Seorang pria yang terbakar cemburu tak berkedip sedikit pun.
Jihan sudah turun di susul oleh Albert "Kamu benar tidak mau mampir?"Tanya jihan pada Albert
"Iya..Aku harus segera kembali ke villa Teman ku..o iya Jangan Terlalu lama membuatnya cemburu,tanpa sadar kamu menyiksanya",Ujar Albert
"Haha..iya Sebentar lagi.."Kekeh jihan
"Kalau begitu aku pamit, Terimakasih untuk hari ini"Ucap Albert lalu masuk kedalam mobilnya
"Bye...."Jihan melambaikan sebelah tangannya kepada Albert
Jihan memasuki pintu utama,ia menatap ke arah sofa ruang tamu, Nampak Reyhan Sedang duduk bersantai bersama Raya, sambil memakan buah-buahan yang sudah di sediakan oleh para pelayan di villa itu.
"Selamat malam...Kalian sedang apa,Tumben sekali duduk di sini,bukannya di kamar"Jihan beranjak duduk di sofa berhadapan dengan Reyhan dan Raya.
"Kami menunggu mu,kamu dari mana saja!"Tegas Reyhan
"Sayang.. Jangan seperti itu"Raya Mencoba menenangkannya Reyhan
"Aku baru saja bertemu dengan teman kuliah ku,dia sedang berlibur juga di pulau ini",Ucap jihan lalu mengambil sepotong buah dengan garpu dan langsung melahapnya
"Teman mu seorang pria?"Tanya Reyhan
"Hm iya.."jawab Jihan
"Jadi karena itu ben datang dengan wajah cemberut"Ujar Reyhan
"Kak Ben juga baru saja pulang,Raut wajahnya sangat menakutkan,kami bahkan tidak di ajaknya Bicara,dia langsung pergi ke kamarnya"Ujar Raya
"Kalau kalian ingin bertengkar, sebaiknya pulang saja"Gumam Reyhan
"Sayang diamlah.."tegur Raya
"Jihan.. sebaiknya kamu pergi menemui kak Ben"Ucap Raya
"Iya...Temui dia sana,"Ucap Reyhan
"Iya..iya..aku mau mandi dulu, setelah itu aku akan menemuinya"Jihan beranjak dari tempat duduknya Lalu melangkah menuju lantai atas tempat kamar Ben berada.
Raya memandangi kepergian Jihan,ia sebenarnya begitu penasaran namun ia tak berani bertanya karena ini adalah masalah mereka dan Raya tidak ingin terlalu ikut campur.
"Sayang..Jihan itu sudah menyukai kak ben Sejak lama kan tapi sebenarnya kak Ben itu benar-benar serius atau tidak dengan Jihan?,"Tanya Raya sambil menatap Reyhan
"Kalau dia hanya main-main,Aku sudah mematahkan tangannya sejak lama,Ben memang sangat Cuek, tapi jika dia menyukai seseorang dia akan serius dan fokus pada orang itu...kamu tahu, Sewaktu aku kecil,dia sangat menyukai ibu ku, karena ia sudah menganggap ibu ku seperti ibu kandungnya sendiri,Saat ibu ku meninggal,aku kira aku adalah orang yang paling sedih di kediaman Hardiansyah, Tapi ternyata aku salah,Ben lah yang paling merasa kehilangan... hampir setiap hari ia menghilang seharian,hanya untuk berziarah ke makam ibu.. "Ujar Reyhan
__ADS_1
"Aku jadi penasaran seperti apa sosok ibu mu sayang... Sepertinya ia sosok yang baik sekali, Sampai kak ben sangat merasa kehilangan"Ucap Raya
"Hmm...ibu adalah tipe wanita yang berpandangan luas,ia tidak menyukai kemewahan,di saat wanita lain menghamburkan uang Dengan barang-barang mewah,ia memilih untuk menyalurkan bantuan ke panti asuhan,dan di situlah ibu pertama kali bertemu Ben, seorang anak yatim piatu namun sangat cerdas dalam berfikir untuk anak seusianya, untuk itulah ayah dan ibu membawanya pulang ke rumah, karena mereka yakin Ben adalah orang yang cocok untuk mendampingi aku memimpin perusahaan kelak"Ujar Reyhan
"Aku jadi termotivasi dengan sosok ibu..aku jadi ingin Sepertinya"Ucap Raya
"Jika kamu ingin seperti ibu,kamu harus menjadi seorang ibu dulu sayang"Ucapreyhan lalu tersenyum penuh arti
"Menjadi seorang ibu?? maksud kamu hamil"Ucap Raya sambil mengelus perutnya
"Iya sayang.. tepat sekali, bagaimana kalau kita mulai Saja..."Ucap Reyhan yang semakin mendekat
"Disini...???"Tanya Raya merasa panik
"Tentu saja di kamar sayang...Ayo"Reyhan megengam tangan Raya dan mengajak Raya untuk pergi ke kamar mereka.
Raya hanya bisa diam dan menuruti permintaan suaminya, perkataan Reyhan Memang ada benarnya, sebelum menjadi seorang ibu adalah usaha keras di baliknya.
~~
Jihan diam mematung tepat di depan pintu kamar Ben,ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu,namun ia urungkan lagi.
Sampai akhirnya ia memutuskan untuk tidak jadi menemui Ben, Saat ia berbalik untuk pergi tiba-tiba pintu kamar Ben terbuka.
Cklek
"Kamu... kenapa kemari?"Tanya Ben yang sedang berdiri di ambang pintu
"Masuklah..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan"Ajak ben lalu menarik Tangan jihan masuk kedalam kamarnya
Ben mengajak jihan untuk duduk di sebuah sofa yang ada di kamar itu, tatapan mata Ben saat ini benar-benar menakutkan,jihan sampai tak berani menatap matanya.
"Kamu seharian ini keluar bersama teman kuliah kamu itu, Kalian Terlihat akrab sekali"Ucap Ben sambil berpangku tangan.
"Hmm..iya dia banyak membantu ku saat kuliah,dia salah satu teman yang berasal di dari negara yang sama dengan ku saat itu...dan kami berencana untuk bertemu lagi besok"Ujar jihan berbohong ia mulai melancarkan aksinya untuk melihat tingkat kecemburuan Ben
"Tidak boleh"Tegas Ben
Yes.. umpannya dimakan juga"Batin Jihan
"Kenapa tidak boleh..dia hanya teman ku?"Tanya jihan
"aku mau mengajak kamu jalan-jalan besok"Ucao Ben
"Kalau begitu lusa saja"Ucao jihan
"Tetap tidak boleh"tegas ben
"kak ben kenapa sih..besok tidak boleh,lusa juga tidak boleh,"Ucap Jihan
"Kamu cuma boleh pergi kemanapun dengan aku,aku tidak suka kamu bertemu Dengan pria lain"Ujar Ben
__ADS_1
"Kak Ben cemburu??"Tanya jihan berusaha menahan tawanya
"Apa!... cemburu, tidak aku tidak cemburu"Ucap Ben yang mulai salah tingkah,ia bahkan tak berani bersitatap dengan Jihan saat Bicara
"Ayolah kak mengaku saja,kita kan pacaran,jadi cemburu itu wahai, Kenapa susah sekali mengakuinya...iya kan kak Ben cemburu,hehe",Kekeh jihan
"Aku bilang tidak..ya tidak"Tegas Ben
"Haha..kak Ben ketahuan bohongnya..Cie yang lagi cemburu.. Cemburu kan.. cemburu kan..Ayo mengaku saja"Jihan terus saja meledek Ben sampai pada akhirnya Ben tidak bisa menahan semuanya dan
Bugh
Ben menindih tubuh Jihan yang kini sudah terbaring di atas sofa, jihan membulatkan kedua matanya diam membisu karena posisi mereka yang begitu dekat hingga menyisakan jarak sepersekian centimeter saja.
Deg deg deg
Detak jantung Jihan saat ini sudah tidak beraturan Lagi, sepertinya jantung jihan akan lompat dari rongga dadanya.
Ben menatap jihan lekat "Iya aku cemburu,kamu hanya boleh terseyum dan tertawa saat bersama ku bukan laki-laki lain,Kamu milikku Jihan"Ucap Ben
Ben mendekatkan bibirnya,jihan mencengkeram erat baju tidurnya,ia memajamkan matanya seolah mengetahui apa yang akan terjadi setelah ini dan....
Truuuttt... Truuuttt
Bunyi getar Ponsel Ben menghacurkan suasana romantis yang telah tercipta.
Ben bangkit dari posisinya dan mengambil ponselnya,ia melihat layar ponselnya yang tertera Panggilan masuk dari kepala staf HRD.
"Aku angkat telepon dulu ya...kamu bisa kembali kemarmu untuk tidur"Ben langsung mengangkat telepon itu sambil berjalan menuju balkon kamarnya,agar mendapat kebi banyak signal
Jihan mendengus kesal,"Lagi-lagi gagal, padahal tadi hampir saja"gumam Jihan kesal
Sudah lama sejak terakhir ben men*ium Jihan, karena kesibukan mereka yang tidak punya waktu berdua dan ben memang membentengi dirinya sampai jihan benar-benar Menjadi miliknya seutuhnya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
besok lanjut lagi...
Jangan lupa like+komen+vote ya readers..
__ADS_1