Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps. 126 (Happy ending part.3-Welcome to the world baby King)


__ADS_3

Pagi ini jihan dan Ben sedang dalam perjalanan menuju kediaman hardiansyah, Johan pagi tadi menelpon Ben untuk datang karena ada pesta kecil-kecilan untuk mereka.


Sepanjang jalan Ben tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Jihan, Jihan sampai tersipu malu karena tindakan Ben yang menurutnya sangat romantis.


Sesampainya di kediaman hardiansyah, Jihan dan Ben sudah di sambut oleh pak mus dan para dua orang pelayan lainnya.


"Dimana yang lainnya?" tanya Ben kepada pak mus.


"Semua sudah berkumpul di taman belakang tuan," ucap pak mus.


"Baiklah terimakasih pak," ucap Ben.


Ben dan Jihan, di temani pak Mus pergi ke area taman belakang. Sesampainya di sana, Jihan dan Ben terpana melihat taman yang sudah di dekorasi ala pesta barbeque, terlihat Aruni dan Haris yang juga ikut bergabung di sana.


"Pengantin baru sudah datang," ucap Paman raya saat melihat kedatangan Jihan dan Ben.


Raya dan yang lainnya langsung menoleh kebelakang, melihat Jihan dan ben yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Kemari lah, kenapa masih berdiri di situ!"seru Reyhan.


Raya langsung bangkit dari posisi duduknya, ia menghampiri Jihan dan langsung memeluk adik iparnya itu. Ia merasa sangat senang karena pada akhirnya Jihan adalah pelabuhan terakhir Ben.


"bagaimana malam pertamanya," bisik Raya di telinga Jihan.


"Nanti akan aku ceritakan," bisik Jihan.


Kini jihan dan Ben sudah ikut bergabung di pesta barbeque itu, semuanya nampak sangat senang, tak ada guratan kesedihan yang tergambar di wajah mereka.


Setelah beberapa saat mengobrol Ben berinisiatif untuk menggambil alih panggangan, sebagai bentuk terimakasihnya kepada semua orang yang telah mensukseskan acara pernikahannya dan Jihan.


"Semuanya cukup diam saja, biar aku yang memanggang daging ini," ucap Ben.


"Aku ragu, bagaimana jika dagingnya gosong, haha," ucap Haris.


"Sayang kenapa berkata seperti itu," tegur Aruni.


"Baiklah, aku akan membantu suami ku," ucap Jihan lalu beranjak menghapiri Ben.


"Hey Jihan, nanti dagingnya malah akan benar-benar gosong," ledek Reyhan.


"Sudah-sudah jangan menggoda mereka terus, Ben sangat ahli memanggang daging, aku sudah sering mencicipinya," ujar Anwar.


"Tuh dengar," ucap Jihan.


"Ya baiklah, kalau begitu ayo panggang dagingnya aku sudah lapar," ucap Haris.


Ben mulai memanggang daging, namun sepertinya saus barbeque tidak ada, Ben mulai mencari namun tidak ketemu juga.


"Kak ben mencari apa?" tanya Jihan.


"Saos barbequenya tidak ada," jawab Ben


"Aku tanya Raya dulu ya," ucap Jihan.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Ben.


Jihan melangkahkan kakinya mendekati Raya yang sedang mengobrol dengan Aruni.


"Raya apa kamu tahu Saos barbequenya dimana, aku dan kak Ben sudah mencari namun tidak ketemu" ucap Jihan.


Raya melihat ke sekeliling taman tapi tak ada satupun pelayan yang bisa di mintai tolong, hanya ada para pengawal yang sedang berjaga, akhirnya Raya memutuskan untuk pergi ke dapur.


"Kamu tunggu saja disini, aku yang akan mengambilnya," ucap Raya.


"Benar tidak apa-apa?" tanya Jihan khawatir, mengingat kandungannya yang sudah memasuki bulan ke sembilan.


"Iya tidak apa-apa," ucap Raya.


Raya melangkahkan kakinya masuk kedalam, ia berjalan menuju dapur, ternyata para pelayan sedang sibuk menyiapkan hidangan penutup untuk mereka.


Raya langsung menghampiri Ayu yang sedang memotong buah bersama pelayan lain.


"Yu, apa kamu melihat saos barbeque?" tanya Raya.


"Ya ampun, saya lupa nona, maaf ya ... tunggu sebentar saya ambil di kulkas," ucap ayu lalu berjalan dengan cepat menuju kulkas dan mengambil saos barbequenya.


"Ini Nona," ucap Ayu sambil memberikan Saos barbeque itu kepada Raya.


"Oke terimakasih," ucap Raya lalu beranjak pergi dari dapur.


Raya sudah sampai di ambang pintu belakang, namun tiba-tiba, ia merasakan nyeri yang teramat sangat di bagian perutnya, saking sakitnya, ia sampai menjatuhkan botol saos itu ke lantai hingga botol itu pecah.


"Kamu kenapa?" tanya Reyhan yang kini sudah menyandarkan Raya di dadanya.


"perutku sakit sekali," ucap Raya.


Reyhan menjadi panik, begitu pula dengan Anwar, Ben, Jihan, Aruni, Haris, dan juga paman Raya.


Mereka semakin di buat terkejut saat tiba-tiba keluar cairan dari bagian bawah Raya.


"Sayang, kamu buang air kecil," ucap Reyhan saat melihat cairan yang keluar seperti air seni.


"Kak Rey ini bagaimana, jelas-jelas itu air ketuban raya yang pecah," pekik Jihan kesal.


"Mana aku tahu," ucap Reyhan pada Jihan.


"Sudah-sudah, jangan bertengkar, lihat Raya sudah semakin lemas ... kita harus segera membawanya ke rumah sakit," ucap Haris.


"Cepat siapkan mobil," ucap Anwar Kepada pak mus.


Reyhan menggedong tubuh Raya hingga ke halaman depan, untung saja mobil sudah siap, Reyhan membaringkan Raya dalam pangkuannya. Ben dan Jihan yang akan mengantarkan mereka ke rumah sakit. sebagai pengemudi yang sudah sangat ahli, di situasi seperti ini, Reyhan hanya bisa mempercayai Ben yang mengendarai mobil.


Sepanjang perjalanan, Reyhan terus mencium kepala sang istri, Raya masih dalam kondisi sadar namun terlihat lemas.


"Bertahanlah sayang, sebentar lagi kita sampai," ucap Reyhan.


Sesampainya di rumah sakit, sudah ada petugas yang menunggu mereka di sana, Haris yang juga sudah tiba, membatu Reyhan mengeluarkan Raya dari mobil.

__ADS_1


Sekarang Raya sudah berada di atas brankar, para petugas mendorong Raya masuk, tentunya Reyhan selalu setia menemani istrinya. Sesampainya di depan ruang persalinan, Haris mencagah Reyhan untuk ikut masuk.


"Percayakan semuanya kepada mereka," ucap Haris.


"Tapi aku tidak bisa membiarkannya berjuang sendiri," ucap Reyhan.


" Tenanglah Rey, semua dokter yang menangani Raya adalah dokter spesialis terbaik yang ada di negara ini," ucap Haris.


"Dokter haris benar, kamu tenang lah," ucap paman Raya.


"Ayo duduk lah, tenangkan diri mu," ucap Anwar.


Jihan mengajak Reyhan untuk duduk di kursi tunggu, Jihan menepuk pundak Reyhan, berusaha menenangkan sang kakak, agar tidak gelisah.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter Clara keluar, melihat hal itu Reyhan langsung bergegas menghampiri dokter Clara.


"Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?" tanya Reyhan.


"Selamat tuan, anak anda lahir dengan selamat, Nona Raya juga dalam kondisi stabil" ucap dokter Clara.


Semuanya mengucap syukur karena semuanya berjalan dengan lancar. Tak lama Raya keluar dari ruang bersalin dalam posisi berbaring di atas brankar. Raya akan di pindahkan ke ruangan perawatan.


Sementara itu, bayi Raya dan Reyhan masih di tangani oleh dokter, sebelum di antarkan kepada keluarganya.


Di dalam ruangan perawatan semuanya sudah berkumpul untuk melihat kondisi Raya, meski masih terlihat lemas, Raya sudah bisa di ajak berkomunikasi.


"Sayang, apa masih sakit," tanya Reyhan.


Raya menggelengkan kepalanya, " Tidak."


Tak lama dua orang perawat mendorong box bayi, masuk kedalam ruangan perawatan Raya, Semuanya langsung mengerumuni box bayi itu, Reyhan begitu terpana, saat melihat bayi laki-lakinya yang sangat lucu di dalam box sedang tertidur.


"Apa boleh saya gendong?" tanya Reyhan pada perawat itu.


"Tentu tuan," ucap salah satu perawat.


Dua orang perawat itu membantu Reyhan untuk mebawa bayinya kedalam gendongannya. saat sudah dalam gendongan, Reyhan mengecup lembut pipi gembul bayinya, kemudian berjalan menghampiri Raya yang masih terbaring di atas ranjang perawatan.


"Aku mau melihat bayi kita," ucap Raya.


Reyhan meletakkan bayinya, di samping Raya, air mata haru menyeruak keluar dari mata Raya. setelah sembilan bulan akhirnya ia dan bayinya bisa bertemu juga. bukan hanya raya, Reyhan dan yang lainnya pun ikut terharu.


"Siapa nama anak kamu Rey?" tanya Anwar.


"Aku memberinya nama KING RAYSAKA HARDIANSYAH," tegas Reyhan.


Hy readers ... akhirnya season ke dua sudah selesai.


Terimakasih untuk kalian yang selalu setia mensuport karya aku ini.🙏🙏😊😊😊


Aku masih bimbang antara lanjut untuk season ke tiga atau tidak, yang pasti sudah sampai ke tahap ini pun aku sudah sangat bersyukur.


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2