Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.106(Ada apa dengan Raya?)


__ADS_3

Manusia tidak ada yang sempurna,semua punya kelebihan dan kekurangannya,baik dan buruk,benar dan salah,semua sudah pada porsinya masing-masing,Setiap kesalahan yang pernah kita lakukan akan ada penyesalan setelahnya,maka hargailah waktu,hargai orang-orang yang mencintaimu, jangan terlalu larut dengan ego Sendiri, karena saat jatuh kamu membutuhkan pegangan untuk kembali bangkit.


_______________________________________________


Raya dan Reyhan baru saja tiba di kediaman Hardiansyah, Reyhan mengerutkan keningnya saat mendapati ayahnya berjalan keluar dari rumah bersama pak mus dengan pakaian Rapi.


Reyhan bersama dengan Raya langsung menghampiri Anwar, bermaksud untuk menanyakan kemana ayahnya itu akan pergi, karena belakangan ini kondisi kesehatan anwar menurun dan mengharuskannya untuk beristirahat di rumah.


"Ayah mau kemana?"Tanya reyhan


"Ke makam ibumu"Ucap Anwar lirih


Reyhan dan Raya saling menatap, mengisyaratkan mereka satu pemikiran.


"Ayah apa boleh kami ikut"Ucap Raya


"Aku dan Raya sudah lama tidak mengunjungi ibu"Ucap Reyhan


"Tadinya Ayah ingin bicara berdua saja dengan ibumu,tapi jika kalian ingin ikut,ayah tidak masalah"Ucap Anwar lalu melebarkan senyumnya


Akhir-akhir ini Anwar lebih banyak mengenang istrinya,di usianya yang sudah tidak muda lagi ia habiskan untuk melihat foto pernikahan mereka dan beberapa kenangan lainnya,semua sudah lama berlalu Namun ia baru menyadari kesalahannya pada istrinya, kesalahan yang ia sesali hingga saat ini.


Tak butuh waktu lama untuk sampai di pemakaman, karena jarak yang cukup dekat, Reyhan dan Raya menuntun Anwar memasuki area pemakaman.


Sesampainya di depan pusara sang istri Anwar di bantu Reyhan dan Raya duduk bersimpuh di samping makam istrinya, Begitu pula dengan Raya dan Reyhan.


Mereka larut dalam Fikiran mereka masing-masing, menatap nanar ke arah Nisan yang sedikit berdebu, Reyhan mengusap batu nisan Ibunya,hatinya Kembali bergetar karena mengenang ibunya, selalu seperti itu dan akan terus begitu.


"Aku ingat semasa ku kecil, setiap kali ada orang menyakitiku maka ibu selalu membelaku. Waktu berlalu, aku pun sudah dewasa.


Saat ini aku didampingi seorang wanita sehebat ibu,Dia cantik seperti cita-cita ku saat kecil ingin mempunyai istri secantik ibu,lucu bila Mengingat kata-kata ku itu,Namun semakin aku dewasa aku semakin mengerti jika ada yang lebih berharga dari paras yang cantik, yaitu Hati yang baik,dan wanita yang sekarang mendampingiku ini memiliki keduanya"Batin Reyhan


"Aku tahu aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi seorang ibu di hati anaknya,Namun izinkan aku menjadi bagian dari anak ibu, mendampinginya sampai maut memisahkan kami"Batin Raya menatap nanar ke arah nisan sang ibu mertua


"Sayang,Anak kita sudah dewasa dan sudah menikah,hanya aku yang kini sudah renta untuk menyesali kesalahan ku padamu,aku tahu waktu tidak bisa di putar kembali namun apa aku masih boleh mengatakan jika aku mencintaimu, Menyayangimu,dan merindukanmu"Batin Anwar,Matanya berkaca-kaca namun tertutupi oleh kacamata hitam yang ia pakai saat ini.


Matahari semakin tenggelam dengan cahaya jingga mewarnai langit di kala senja menyapa, Reyhan dan Raya menuntun Anwar untuk pulang, Kembali meninggalkan pusara sang ibu yang sudah beristirahat dalam damai.


~

__ADS_1


Dalam perjalanan,Raya dan Reyhan menceritakan tentang perjalanan bulan madu mereka kepada Anwar,membuat Anwar kembali tertawa mendengar cerita lucu yang di ceritakan Raya padanya.


"Dan apa ayah tahu, Reyhan sangat payah mengendarai sepeda,aku memboncengnya mengelilingi pantai"Ucap Raya sembari menahan tawanya


"Yah ayah tahu dia memang payah soal Seperti itu..Haha"Kekeh Anwar


"Hey setidaknya aku tidak menghacurkan mobil karena terlalu payah dalam menyetir"Balas Reyhan membuat Raya membulatkan matanya


"Sayang, kenapa kamu membahas itu sih,Kan malu sama ayah"Ucap Raya kepada Reyhan yang sedang fokus menyetir.


"Kamu yang mulai ya.."Ledek Reyhan


"Sudah-sudah,kalian ini kenapa malah bertengkar.."Ucap Anwar kemudian kembali mengembangkan senyumnya.


Sesampainya di kediaman Hardiansyah,Raya turun dari mobil bersamaan dengan Reyhan dan Anwar,Tiba-tiba Raya merasa kepalanya pusing.


"Kamu kenapa?"Tanya Reyhan


"Ah aku tidak apa-apa"Ucap Raya


"Kamu pergi lah beristirahat,ayah dan Reyhan akan ke ruangan kerja Ayah dulu"Ucap Anwar


"Baik ayah, Sayang aku duluan ya"Ucap Raya


Raya naik kelantai atas, Sementara Reyhan mengikuti Ayahnya pergi ke Ruang kerja karena ada beberapa dokumen yang akan Anwar berikan kepada Reyhan.


Raya membuka pintu masuk kedalam kamar, kepalanya semakin terasa pusing,dan ia merasakan mual yang tiba-tiba menyerang,ia berlari ke kamar mandi Menuju wastafel dan memuntahkan semua isi perutnya.


"Apa aku masuk angin ya..."Ucap Raya lemas


Raya berjalan menuju Ranjang dan membaringkan tubuhnya yang terasa lelah,Ia bahkan Tak sanggup untuk mandi karena terlalu lemas.


Setelah satu jam lebih berada di Ruang Kerja ayahnya, Akhirnya Reyhan kembali ke kamar untuk menemui Raya,ia Membuka pintu dan menemukan Raya Terbaring di atas Ranjang masih dengan pakaian yang sama yang ia pakai saat pergi tadi.


Reyhan berjalan menghampiri Raya lalu duduk di pinggiran ranjang"Sayang,kamu tidak mandi,ini sudah malam"Ucap Reyhan


"Kepala ku terasa pusing sayang,aku mau beristirahat dulu"Ucap Raya


"Apa kamu demam?" Tanya Reyhan sambil meletakkan telapak tangannya di atas dahi Raya

__ADS_1


"Tidak panas"Ucap Reyhan


"Mungkin aku kelelahan saja sayang,Kamu tidak usah Khwatir ya,aku hanya butuh istirahat saja"Ucap Raya lemah


"Baiklah,kamu beristirahat lah,aku mau mandi dulu ya,jika butuh sesuatu telpon saja pak mus"Ucap Reyhan


"Iya sayang.."Ucap Raya


Reyhan beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Sementara Raya Mencoba memejamkan matanya dan mulai terlelap.


Sehabis mandi Reyhan keluar dari kamar Mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya,ia memandang ke Arah Raya yang sedang tertidur,ia pun melanjutkan langkahnya untuk Memakai pakaian di ruangan yang memang khusus untuk lemari-lemari yang berisi Semua Pakaian, aksesoris,sepatu,tas milik Raya dan Reyhan.


Selang beberapa saat Raya Terbangun,ia mencoba untuk bangkit Namun pandangannya serasa berputar-putar,ia kembali merasakan mual yang teramat sangat,ia berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi, setelah sampai di dalam kamar mandi ia kembali memuntahkan isi perutnya hingga berulang-ulang kali, hingga ia bersandar lemas di dinding kamar mandi, nafasnya tersengal-sengal Seperti orang yang baru saja melakukan kegiatan olahraga, ditambah keringat dingin yang mulai bercucuran.


Raya Mencoba meraih gagang pintu untuk keluar dari Kamar mandi,Namun pandangannya kembali berputar-putar,terasa gelap Lalu sedetik kemudian,ia sudah jatuh pingsan di dekat wastafel.


Reyhan keluar dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang masih terasa basah,ia melihat kearah Ranjang yang Sudah kosong,ia menggedarkan pandanganya ke sekeliling kamar, namun tak menemukan istrinya.


Ia mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi, kalau saja Raya berada si dalam sana.


"Sayang,Apa kamu di dalam"Ucap Reyhan seraya terus mengetuk pintu kamar mandi


karena tidak ada jawaban, Reyhan Membuka pintu kamar mandi pelahan,bisa di bayangkan bagaimana ekspresi wajah Panik Reyhan saat mendapati istrinya dalam kondisi tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG 💓


Besok lanjut lagi ya..

__ADS_1


Jangan lupa like+komen+vote nya ya


agar author makin semangat Up-nya..🙏🙏


__ADS_2