
Ben belok masuk ke sebuah Lorong , Sementara reyhan yang duduk di kursi belakang sedang sibuk melihat isi kotak yang berupa kalung di dalamnya,ia Berfikir bagaimana Cara memberikanya Nanti.
Bagaimana cara memberikanya Haruskah aku berlutut...Ah tidak itu terlalu memalukan,Apa yang harus aku lakukan, kenapa aku jadi gugup Begini"batin Reyhan
Tiba-tiba ben Berhenti mendadak, Membuat Reyhan Kaget.
"Hey, Kenapa kau berhenti mendadak begitu,Apa kau ingin Membuat ku serangan jantung"
"Maaf tuan,Tapi sepertinya yang sedang berjalan itu adalah Raya" Ben Menunjuk ke Arah belakang
"Benarkah"Reyhan melihat ke arah belakang dan benar saja itu adalah Raya, Sepertinya Raya baru saja habis berbelanja.
Reyhan memasang topi, Kacamata dan Maskernya.
Raya berjalan melewati Mobil itu Tanpa Rasa Curiga, karena memang mobil yang di pakai Reyhan sekarang, Bukan lah mobil yang biasa ia pakai untuk bekerja.
Setelah Raya melewati mobil itu, Reyhan turun dari mobil lalu menepuk pundak Raya dari belakang, Membuat Raya terperanjat Kaget.
Raya berbalik, Matanya langsung membulat ketika melihat sosok pria memakai masker, kacamata dan juga topi,ia Langsung berasumsi jika orang itu adalah Perampok karena penampilan dan ditambah lagi jalanan itu memang sedang sepi.
"Siapa Kamu, Jangan macam-macam ya,"
Reyhan tak menjawab Lalu melangkah mendekati Raya,Raya yang semakin Panik mengeluarkan sebuah timun dari dalam Katong belanjaannya,Dan mengarahkannya kepada Reyhan.
"Jangan Mendekat atau saya teriak"
Mendengar itu Reyhan malah meraih Timun yang ada di Tangan Raya.
__ADS_1
"Aaaaaaa....Tolong Rampokk"Teriak Raya
Karena teriakan yang cukup keras,Reyhan Membekap mulut Raya dengan Tangannya.
"Jangan berteriak,Aku bukan Rampok"
Raya yang tadi berusaha melepaskan diri , sekarang Diam tanpa perlawanan Karena Mengenali Suara itu.
Karena merasa Raya sudah Lebih Tenang Reyhan melepaskan Raya dari bekapannya.
"Apa ini benar Anda Tuan?"Tanya Raya
"Tentu Saja ini aku, Bagaimana bisa kau berteriak Rampok kepada orang Seperti ku...kau ini benar-benar"oceh Reyhan Sambil membuka masker dan kacamatanya
Ben Yang ada di dalam mobil tertawa kecil melihat perdebatan Reyhan Dan Raya
"Aku ini lebih terkenal dari selebriti,Jika ada yang melihat atau mengenali aku berkeliaran di tempat seperti ini, itu akan menjadi sebuah berita"ujar Reyhan
"Ya baik lah,Tuan muda yang terhormat,Tapi ada urusan Apa anda sampai ke tempat kumuh seperti ini"tanya Raya mengejek
"Apa,a aku...aku ingin bicara sesuatu padamu"
"Bicara Lah,Saya mendengarkan?"ucap Raya Sambil berpangku tangan
"Hey Kau..kenapa Kau bicara seperti itu, tidak sopan sama sekali"
"Maaf tuan,ini diluar Jam kerja saya,jadi saya bisa berbicara sesuka saya"
__ADS_1
"Kau ini memang luar biasa,Apa kau bersikap seperti ini karena Marah Kepada ku"
Raya yang kaget mendengar ucapan Reyhan menjadi salah tingkah sendiri.
"Apa,,ti tidak,beginilah diri saya yang sebenarnya"
"Sudah lah Jangan mengelak lagi, Semuanya tergambar jelas di wajahmu itu"
"Sudah lah,Apa yang ingin anda bicarakan,Saya Sangat sibuk sekarang"
Reyhan kembali merasa gugup dan bingung karena tidak tahu harus berkata apa,ia berfikir Bagaimana Cara menjelaskan perasaannya kepada Raya tanpa harus menjatuhkan harga dirinya di hadapan Raya.
Dua menit berlalu Tapi Reyhan belum mengatakan apapun,hal itu membuat Raya menjadi kesal.
"Saya Rasa anda tidak ingin mengatakan apapun,kalau begitu saya permisi"ucap Raya lalu menundukkan kepalanya
Raya berbalik membelakangi Reyhan lalu melangkahkan kakinya pergi.
Baru beberapa langkah Raya berjalan,Reyhan tiba-tiba mengeluarkan Suara.
"Aku minta Maaf"ucap Reyhan
Raya Kaget mendengar ucapan Reyhan,ia membalikkan badannya dan menatap Reyhan.
"Aku tidak pernah bermaksud untuk mempermainkan perasaan mu, Perhatian dan perlakuan yang aku tunjukkan itu semua menunjukkan persaan ku kepadamu,jadi kamu tidak salah paham, Karena itu benar"Ucap Reyhan lagi
Raya menjatuhkan katong belanjaannya karena kaget,ia diam mematung berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar.
__ADS_1
Apa dia sedang menyatakan perasaannya kepada ku,Apa ini adalah Mimpi,kalau ia aku berharap aku segera bangun dari mimpi yang konyol ini,"batin Raya