
Ben masuk ke perpustakaan pribadi Reyhan dengan tergesa-gesa,
"Ada Apa?" Tanya Reyhan yang sedang duduk di Sofa yang ada di ruangan itu.
"Maaf tuan,Tapi saya sudah menemukan Saksi kunci kecelakaan ibu anda"Ucap Ben
"Apa..dimana dia sekarang?" Ucap Reyhan
"Saya sudah mengamankan dia di tempat yang aman"Ucap Ben
"Kalau begitu bawa aku menemukannya"Ucap Reyhan
"Maaf Tuan,Tapi anda ada Rapat penting hari ini,Saya akan membawa anda menemuinya besok"Ucap Ben
"Ya baiklah, Pastikan dia tidak kabur"Ucap Reyhan
"Baik Tuan muda"Ucap Ben
~~
Minggu pagi Raya sedang memasak di dapur, Sementara pamannya sedang menonton TV di Ruang Tamu.
Paman Raya nampak sangat serius Menonton Berita yang di siarkan di TV.
"Raya Cepat kesini"Ucap paman
Raya yang sedang memotong sayuran lantas menghentikan aktivitasnya lalu pergi kedepan untuk menghampiri pamanya.
"Ada apa paman?"Tanya Raya
"Itu lihat di TV, Bukannya itu Reyhan,apa benar dia akan segera menikah?"Tanya paman
"Ya mungkin Saja"Ucap Raya Ragu-ragu
"Paman kira kalian punya Hubungan yang spesial, Sampai dia menjemput dan mengantarkan mu pulang,dia juga mengatakan jika dia menyukai mu.. tapi Ternyata dia sudah bertunangan dan akan segera menikah,jadi kamu menjalin hubungan dengan Pria yang sudah bertunangan"Ucap paman merasa kecewa
"Bukan begitu Paman..."Ucap raya terpotong
"Jangan menjelaskan apa-apa lagi,Paman minta jangan dekat dengannya lagi,kita memang orang Miskin Tapi kita punya harga diri,Jauhi dia atau berhenti bekerja dari perusahaan itu"Ucao paman tegas
Raya Hanya bisa menunduk tanpa bisa berkata-kata lagi, Pamanya pergi masuk kedalam kamar meninggalkan Raya sendiri di ruang Tamu.
Tidak biasanya Paman semarah ini, sepertinya paman benar-benar kecewa"Batin Raya
~~
Malam telah tiba,Raya sedang berbaring di kamarnya, Setelah makan malam paman Raya pergi untuk menginap di pabrik.
Raya melihat Layar Ponselnya yang penuh dengan pesan masuk dari Reyhan,Raya hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya.
Maaf Tapi aku butuh waktu sendiri"Batin Raya
~~
Reyhan baru saja selesai menghadiri Rapat, Sekarang ia sedang dalam perjalanan pulang , Reyhan mengemudi sendiri karena Ben ia tugaskan untuk menghadiri suatu acara untuk mewakili perusahaan, Meski hari libur Jadwal Reyhan sangatlah padat.
Reyhan Melihat layar ponselnya, ia Mulai gelisah karena Raya tidak membalas pesan darinya.
Reyhan pun memutuskan untuk memutar arah menuju Rumah Raya.
Saat akan memutar arah, Reyhan Melihat Dari kaca spion,Mobil hitam yang sedang mengikutinya,ya orang suruhan Ayah Reyhan.
Reyhan lupa jika ia masih saja di ikuti oleh orang suruhan ayahnya.
__ADS_1
Reyhan Menghentikan mobil,Mobil di belakangnya pun ikut berhenti.
"Brensekkk, Sampai kapan aku akan di ikuti oleh mereka,"
Reyhan sudah benar-benar marah,ia menghampiri mobil yang ada di belakangnya.
"Turun!!"Teriak Reyhan
Seorang pria bertubuh kekar turun dari mobil..Buuukkk, Reyhan menghajar Pria itu.
Pria bertubuh kekar itu pun membalas dengan melayangkan tinjunya ke wajah Reyhan hingga sudut bibir Reyhan mengeluarkan darah
"Sampai kapan kamu akan terus mengikuti ku"Ucap Reyhan dengan kesal
"Maaf Tuan muda saya hanya di perintahkan oleh Tuan besar,Saya tidak akan segan-segan melawan jika anda memberontak"Ucap pria itu sambil memegang pipinya yang membiru
"Kamu Fikir aku Takut"Ucap Reyhan
Reyhan kembali menyerang pria itu dengan pukulan ,pria itu tidak sempat melawan karena Reyhan menyerangnya secara bertubi-tubi, Sampai Akhirnya Pria itu tersungkur ke aspal dan tak sadarkan diri.
Reyhan Kembali masuk kedalam mobilnya,ia pun melanjutkan perjalanan menuju Rumah Raya.
~
Raya masih belum dapat memejamkan matanya, Kepalanya masih di penuhi dengan Reyhan.
ia berbaring sambil memandang layar ponselnya.
Tiba-tiba ponselnya berdering tanda Panggilan masuk,Raya Terperanjat Kaget melihat Nama yang tertera di layar ponselnya.
Ya Panggilan telepon itu dari Reyhan,Raya nampak Ragu di awal,Tapi Akhirnya ia memutuskan untuk menerima Panggilan telepon itu.
Raya:Hallo
Raya langsung membulat Matanya,ia tidak Menyangka Reyhan akan menemuinya.
Raya:Apa..Ya baiklah aku akan segera keluar
Raya mengambil Jaketnya lalu dengan cepat keluar dari kamarnya.
Saat membuka pintu Rumah,Raya Kembali di buat kaget karena Reyhan tepat berdiri di hadapannya,Tapi Raya lebi kaget lagi melihat Wajah Reyhan yang terdapat luka memar dan berdarah.
"Ada apa dengan Wajahmu"Ucap Raya Khwatir
"O ini hanya luka kecil"Ucap Reyhan
"Apa Luka kecil,Ini memar dan berdarah,Ayo ikut aku,Aku akan mengobati lukamu"Ucap Raya
Raya Menarik tangan Reyhan untuk masuk kedalam Rumah, Reyhan hanya diam dan mengikuti langkah Raya.
Di ruang tamu.
"Duduklah dulu,Aku akan mengambil kotak p3k dulu"Ucap Raya
"Di mana paman mu?"Tanya Reyhan
"Paman sedang berjaga di pabrik"Ucap Raya
Reyhan duduk di kursi yang ada di ruang tamu, Sementara Raya pergi kebelakang untuk mengambil kotak p3k.
Tak lama Raya muncul dengan kotak kecil yang ada di tangannya,ia pun langsung mengambil kursi Lalu duduk berhadapan dengan Reyhan.
"mungkin akan terasa sedikit perih, Jadi tolong tahan sebentar"Ucap Raya
__ADS_1
Raya mulai membersihkan luka Reyhan.
"Aw.. sakit"Ucap Reyhan
"Apa kamu Habis berkelahi dengan seseorang?" Tanya Raya yang masih sibuk mengobati luka Reyhan
"Hm.. Seseorang tidak membalas pesan dari ku,Aku ingin menemuinya, jadi Aku berkelahi dengan orang suruhan Ayah,dia terus mengikuti ku,dan itu membuat aku Kesal, "Ucap Reyhan
Raya Hanya diam dan tidak menggubris perkataan Reyhan,ia hanya terus mengobati Luka Reyhan.
"Maafkan aku"ucap Reyhan lirih
Raya Menghentikan aktivitas,ia pun langsung menatap Reyhan yang ada di hadapannya
"Maaf.. untuk Apa?" Tanya Raya
"Kenapa di hadapanku kamu harus berpura-pura baik-baik saja saat hati mu terluka karena ku"Ucap Reyhan
Raya menundukkan pandangannya.
"Tinggal Sebentar lagi, percayalah kepadaku."Ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Raya
Raya kembali menatap Reyhan yang ada di hadapannya lalu Tersenyum manis kepada reyhan.
"Iya aku percaya,maaf karena aku sempat goyah,tapi percayalah aki akan tetap bertahan "Ucap Raya
Reyhan Menarik Tangan Raya lalu memposisikan Raya duduk di pangkuannya,
"Aku sangat merindukanmu"Ucap Reyhan
"Aku juga"Ucap Raya
Tatapan mata mereka saling bertemu dengan jarak sekian centimeter.
Reyhan mendaratkan ciuman di bibir tipis Raya,Raya pun hanya bisa memejamkan matanya.
Ciuman itu semakin dalam dan penuh gairah,Raya yang masih duduk menyamping di pangkuan Reyhan mulai terbuai,ia melingkarkan tangannya di leher Reyhan Sementara Reyhan melingkarkan tangannya ke pinggang Raya.
setelah beberapa saat Reyhan mengakhiri Ciuman panas itu karena ia mulai merasa hasratnya semakin memuncak,ia tidak ingin melakukan hal yang lebih dari itu.
Dahi mereka saling bertumpu dengan nafas yang memburu,
"Kenapa kamu semakin pintar berciuman,kamu hampir membuat ku...."Reyhan tidak melanjutkan kata-katanya
Raya beranjak turun dari pangkuan Reyhan.
"Ehmm..Lebih baik kamu segera pulang,ini sudah larut malam"Ucap Raya yang mulai merasa canggung,ia mengerti maksud perkataan Reyhan
"Sepertinya aku memang harus pulang sekarang"Ucap Reyhan
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG 💓
__ADS_1