
Raya sedang duduk di halte menunggu bus untuk pulang ke rumah,ia nampak Tidak bersemangat hari ini, Ponselnya terus berdering Tanda panggilan Masuk dari Reyhan Tapi tidak ia hiraukan sama sekali,ia Hanya terus Larut dalam Lamunannya.
Di tengah Lamunannya, Tiba-tiba dari seberang jalan terdengar Suara klason mobil Mengangetkannya,ia Menatap lurus kedepan dan melihat seorang pria Tampan sedang melambaikan Tangan sambil tersenyum kepadanya, Pria itu adalah Reyhan.
Raya yang mengetahui itu adalah Reyhan, dengan cepat mengalihkan pandangannya ke tempat lain, bersikap seolah Tak mengenali sosok pria itu.
Merasa tidak di hiraukan Oleh Raya, Reyhan segera menyebrang jalan untuk menghampiri Raya.
"kenapa kamu berpura-pura tidak melihat ku"Ucap Reyhan
"Pergilah Aku sedang tidak ingin bicara dengan mu sekarang"Ucap Raya tanpa menoleh kepada Reyhan
Reyhan menarik nafas lalu menghembuskannya, dengan cepat ia menarik tangan Raya untuk menyeberang jalan menuju mobilnya.
Raya yang nampak kaget berusaha melepaskan tangannya "Lepaskan tangan ku sekarang"Ucap Raya
"Aku hanya ingin mengantarkan kamu pulang jadi diamlah bukanya kamu tidak ingin bicara dengan ku"Ucap Reyhan sambil terus menarik tangan Raya
Akhirnya Raya pasrah,Melawan hanya akan Membuang-buang Tenaga Saja, Reyhan membukakan pintu mobil untuk Raya, dengan terpaksa Raya masuk kedalam mobil.
Di perjalanan Tak ada yang bersuara Baik itu Reyhan Ataupun Raya, Reyhan fokus menyetir sedangkan Raya terus melihat Kearah jendela mobil.
Setelah dua puluh menit perjalanan, Mobil Reyhan sampai di depan Rumah Raya, dengan cepat Raya keluar dari mobil di ikuti oleh Reyhan yang juga ikut Turun.
"Terimakasih sudah mengantarkan aku Pulang,Lain kali kamu tidak perlu repot-repot"Ucap Raya
"Aku tidak merasa di repotkan"Ucap Reyhan
"Kamu sudah pulang Raya"Ucap paman Raya yang tiba-tiba muncul dari Balik pintu
"Paman,Iya Raya baru saja Tiba"Ucap Raya
"Siapa Kamu?"Tanya Paman sambil melihat Reyhan
"Perkenalkan Saya Reyhan Paman"Ucap Reyhan sambil mengulurkan tangannya
Uluran Tangan Reyhan langsung di sambut oleh Paman Raya "Saya Pamanya Raya, Apa nak Reyhan pacarnya Raya"Tanya Paman
Raya Membulatkan kedua Matanya,ia Kaget Mendengar pertanyaan Pamanya, Sebelum Reyhan menjawab, dengan cepat Raya angkat bicara lebih dulu.
"Bukan..Paman, Tuan Reyhan ini adalah bos Raya"Ucap Raya
"Owh begitu...Paman kira kalian Pacaran, Maafkan paman ya Nak Reyhan"Ucap Paman lalu tersenyum kepada Reyhan
__ADS_1
"Tidak apa-apa Paman,Paman tidak salah Saya memang menyukai Keponakan paman"Ucap Reyhan lalu melirik ke arah Raya
Raya Langsung menepuk jidatnya karena mendengar perkataan Reyhan.
"Sebaiknya Tuan pulang dulu, Bukannya anda ada Rapat sore ini"Ucap Raya sambil menarik tangan Reyhan menuju mobil Reyhan
Raya dan Reyhan berbicara sambil membelakangi Paman, Sementara Paman Raya menatap bingung, Melihat tingkah Raya dan Reyhan.
"Tolong pulang lah,"Ucap Raya berbisik
"Baiklah,Tapi kamu harus berjanji besok pulang kerja kamu akan pulang dengan ku"Ucap Reyhan berbisik
"Iya baiklah, Pulanglah sekarang"Ucap Raya berbisik
Reyhan tersenyum puas,ia berpamitan kepada paman Raya Lalu masuk kedalam mobil dan melaju pergi.
Raya Menghembuskan Nafas lega karena Reyhan sudah pergi.
"Sebenarnya Hubungan Kalian Apa?"Tanya Paman Raya
"Nanti-nanti saja Raya Ceritakan, sekarang Raya ingin beristirahat dulu"Ucap Raya lalu melangkah masuk ke dalam Rumah.
~
"Selamat sore Tuan muda"Ucap pak mus
"selamat sore, Kalian boleh Kembali bekerja"Ucap Reyhan
Reyhan melangkah masuk kedalam rumah Lalu melangkah menaiki Tangga menuju lantai Atas.
Sesampainya di kamar Reyhan Membuka jasnya dan mengendurkan dasinya,Tak lama suara ketukan pintu terdengar.
"Tuan,Apa saya boleh masuk?"Ucap Ben Dari balik pintu
"Ya masuklah"Ucap Reyhan
Ben membuka pintu lalu melangkah mendekati Reyhan.
"Apa benar Raya bekerja di Kantor cabang?"Tanya Ben
"Dari mana kamu Tahu?" Tanya Reyhan balik
"Jihan yang mengatakannya kepada saya"Ucap Ben
__ADS_1
"Dasar Anak itu"Gerutu Reyhan
"Jadi semua itu benar.. Apa Akhir-akhir ini Tuan muda ingin menyetir sendiri karena ingin menemuinya?"Tanya Ben
"Kalau iya kenapa,"Ucap Reyhan
"Tuan,Anda sudah bertunangan,Jika tuan besar mengetahui semuanya, Bukan hanya anda Tuan Tapi Raya juga akan Menanggung akibatnya"Ucap Ben
"Maka dari itu, Jangan beritahu Ayahku..Ben Kamu Tahu kan,Aku sangat mencintainya, Aku sudah berusaha melepaskan dia, Tapi aku benar-benar tidak bisa,Aku akan berusaha melindungi dia,jadi tolong bantu aku"Ucap Reyhan
Ben menghembuskannya nafasnya perlahan "Baiklah Tuan,Saya Mengerti dan saya tidak akan memberitahukan ini kepada Tuan besar"Ucap Ben
~~
Niko sedang berada di Apartemennya, ia duduk di Ruang Tamu sambil meminum Bir, Ucapan Reyhan Siang Tadi benar-benar membuatnya kesal.
Dulu sewaktu remaja Niko dan Reyhan berteman sangat Akrab,Tapi karena kesalahpahaman yang Terus berlanjut Membuat pertemanan mereka berubah menjadi permusuhan,di Tambah lagi mereka sedang menyukai gadis yang Sama.
Kaleng-kaleng Bir berserakan di atas Meja,Niko sudah benar-benar mabuk sekarang,ia mengambil ponselnya lalu dengan setengah sadar ia menelpon Raya,Tak butuh waktu lama Suara Raya langsung terdengar dari balik telepon.
Raya: Hallo Kak Niko,Ada Apa?
Niko yang mendekatkan ponselnya di dekat telinga,Hanya diam sambil mendengarkan Raya bicara
Raya:Hallo Kak..kak Niko dengar Aku bicara,Kalau kak Niko tidak ingin bicara apapun,Aku tutup dulu
Niko:Raya..
Raya:Iya kak
Niko: Tidak bisakah kamu datang kepadaku dan melupakan brensek itu.
Raya: Maksud kakak?
Niko:Apa kamu benar-benar tidak Tahu atau kamu hanya pura-pura tidak tahu,Tapi aku tidak perduli apapun itu,Apa kamu Tahu Siang Tadi aku bertemu dengan Reyhan,Dia Bilang kalau dia masih mencintai kamu..dia ingin kamu kembali ke sisinya..Dan itu membuat aku sangat kesal,Rasanya aku ingin langsung menghajarnya,Kenapa karena aku mencintai kamu,Selama ini aku memendam perasaan ini karena kamu mencintai dia,Apa Kamu Tahu betapa aku sangat senang saat kamu bilang putus dengan Reyhan, Rasanya aku ingin langsung menyatakan perasaan ku, Tapi aku mengurungkan niatku dan menunggu waktu yang tepat, Tapi kenapa dia ingin kembali lagi,bukan kah dia terlalu serakah...Raya jangan kembali kepadanya, Mengerti.
Setelah mengatakan itu Niko langsung tertidur di atas sofa Tanpa mematikan Panggilan teleponya.
Karena Mabuk Niko tanpa sadar mengucapkan Semua isi hatinya,ia melampiaskan semua yang ia pendam selama ini,Niko yang biasanya terlihat Cool penuh Wibawa tapi Kali ini Sisi Rapuh seorang Niko keluar karena Mencintai seorang Wanita.
Raya:Hallo kak..Hallo
Karena merasa tidak ada respon Raya Mematikan Panggilan telepon itu,Raya yang sedang berdiri di teras Rumahnya hanya diam terpaku ia tidak percaya dengan Apa yang baru saja ia dengar,Ia baru sadar betapa perhatian Niko Selama ini mengisyaratkan bahwa Niko Menyukainya.
__ADS_1