Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.171-Bab.42 (Panggilan baru)


__ADS_3

Tepat di samping Niana King duduk, mamandangi sang istri yang tertidur sangat lelap. Penuturan Rachel tadi membuatnya kembali menekuk wajahnya dalam. Andai saja sejak awal ia tidak mengajukan persyaratan konyol yang kini ia sesali, mungkin semua tidak akan menjadi rumit seperti ini.


King melangkahkan kakinya keluar, semilir angin malam begitu terasa di balkon kamar itu. King terdiam sesaat, memikirkan tindakan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Ia mencoba menghubungi Joshua, hingga beberapa kali baru lah panggilan suara itu tersambung.


[Hallo, Jo]


[Kenapa? tidak biasanya kamu menelpon jam segini]


[Atur jadwal di acara talk show itu besok siang]


[Tapi ...]


Belum sempat Joshua melanjutkan ucapannya King sudah mengakhiri panggilan telepon itu. King berbalik masuk kedalam kamar, di lihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.


Dengan perlahan ia menepuk pundak Niana, "Nia ... Nia, ayo bangun kamu belum makan malam."


Niana hanya mengeluh pelan tanpa membuka matanya. King tertawa kecil melihat tingkah lucu Niana, ia mencubit kedua sisi pipi Niana sampai akhirnya Niana terbangun karena merasakan sakit di bagian pipinya.


"Aaw sakit tau," ucap Niana yang kini sudah membuka matanya.


"Ternyata kamu sudah bangun," kata King.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Niana kecuali ekpresi cemberut dengan tatapan netra hitam yang sangat tajam. Ia menutup wajahnya dengan selimut agar tidak lagi melihat wajah King yang terus saja memandanginya sejak tadi. Ngambeknya seorang istri selalu saja begitu, mau benar atau salah, ia tetap ingin dibujuk dengan penuh kemanjaan.


"Kamu kenapa?" tanya King.


Niana tak bergeming, ia tetap pada posisinya di bawah selimut, tanpa memberikan respon apapun.


Tanpa menunda waktu, King mengubah posisinya berbaring di samping Niana, ia membuka selimut yang menutupi tubuh Niana, hingga selimut itu terjatuh kelantai. Langsung saja ia memeluknya dari belakang, menyesap pelan tekuk leher Niana, dan menenggelamkan wajahnya di sana.


Niana men*esah pelan, merasakan tubuhnya yang kembali meremang untuk yang kesekian kalinya, ia mencoba melepaskan pelukan King darinya, namun ia kalah tenaga, tubuhnya tubuhnya terlalu kecil untuk King yang kekar berotot.


"Jika kamu tidak mau menjelaskan pada ku, aku tidak akan berhenti," ucap King yang menghentikan aktivitasnya sejenak.


"Menjelaskan apa, aku tidak kenapa-kenapa," ucap Niana pelan.


Sepertinya King harus berusaha lebih keras, agar Niana menyerah, andai saja si bulan sudah pergi dari diri Niana, pasti King tanpa ragu akan melakukan hal yang sudah lama ia dambakan.

__ADS_1


King kembali menenggelamkan wajahnya di leher Niana menyesapnya pelan, lalu beralih ke pundak. Kedua tangannya pun tak tinggal diam ia meremas apapun yang sempat ia raih dari tubuh Niana.


"Hentikan, a-aku akan menjelaskannya," ucap Niana terbatabata.


Akhirnya King menghentikan aktivitasnya, ia mengubah posisi Niana agar berbalik ke arahnya, netra mereka saling beradu, King hanya tersenyum saat melihat wajah niana yang kini memerah padam.


"Huh, lagi-lagi aku harus tersiksa, hanya demi kamu," ucap King.


"Maaf, aku hanya...."


"Hanya ngambek," sahut King tiba-tiba.


"Ti-tidak juga." Niana kembali menundukkan pandangannya, agar King tidak melihat jika ia sedang berbohong, tapi meskipun begitu King tetap tau jika Niana tidak jujur padanya.


King membawa Niana kedalam dekapannya, mencium pucuk kepala Niana dengan lembut, "Sebenarnya aku sudah tau dari Rachel, kenapa tiba-tiba kamu murung, sedih dan marah seperti ini ... jika benar karena status pernikahan kita yang masih rahasia menjadi penyebabnya, aku ingin bertanya sama kamu. Apa kamu benar-benar sudah siap jika aku mempublikasikan status hubungan kita ke publik?" tanya King yang masih setia memeluk sang istri.


Niana terdiam sesaat, namun sedetik kemudian ia mengangguk pelan, pertanda jika ia sudah siap untuk segala kemungkinan. Kemungkinan yang di maksud itu sangat banyak, mengingat King adalah seorang aktor, tentu saja para fans setia yang sudah menunggu klarifikasi dari King akan memberikan respon yang beragam saat King mengklarifikasi jika ia sudah menikah secara tertutup beberapa bulan yang lalu.


Respon dari fans tentu saja tidak akan sama, mungkin banyak yang akan mendukung sekaligus ikut bahagia dengan pernikahan mereka, tapi pasti ada saja yang tidak suka, merasa di khianati, di tipu, dan sebagainya. Padahal King bukanlah pacar mereka, hmm ... ini contoh fans halu.


Niana mendongakkan kepalanya, " Memangnya apa yang akan kamu lakukan?"


"Emm ... aku juga memikirkannya, apa kamu punya ide?" tanya King basa-basi, padahal ia sudah punya rencananya sendiri.


Niana hanya menggelengkan kepalanya pelan pertanda jika ia tidak memiliki ide apapun yang terlintas di kepalanya.


"Kamu tahu usah memikirkan apapun, berat ... biar aku saja," ucap King.


Niana akhirnya kembali tertawa saat mendengar ucapan sang suami. ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya itu.


"Nia ...."


"hm, apa?"


"Coba panggil aku Kak King, aku ingin mendengarnya," pinta King.


Seketika Niana langsung mengeser tubuhnya agar bisa melihat wajah King dengan jelas, "Kenapa harus begitu?"

__ADS_1


"Aku kan lebih tua dari kamu, Joshua saja kamu panggil Kak Jo, sementara aku hanya King," protes King.


Niana tertawa kecil mendengar keluhan suaminya, lagi pula ucapan King ada benarnya. Tapi Niana sendiri sudah punya panggilan sendiri untuk King, hanya saja dia masih malu untuk mengatakannya.


"Kenapa kamu malah ketawa?"


"Kamu lucu sekali, haha," ucap Niana sambil terkekeh geli.


King terlihat kesal, ia berbaring memunggungi Niana yang masih saja tidak tertawa sendiri. Entah sejak kapan ia cemburu saat Niana memanggil Joshua dengan panggilan kakak.


Niana mulai menormalkan dirinya, perutnya sampai sakit karena terlalu banyak tertawa. Ia bahkan sudah lupa, jika beberapa menit yang lalu ia sedang murung.


Sekarang giliran Niana yang terberingsut memeluk King dari belakang. Tidak ada respon apapun dari King, ia hanya diam membisu.


"Sayang, kamu marah," ucap Niana tiba-tiba.


Mata King langsung terbelalak, dengan gerakan cepat ia langsung mengubah posisinya menghadap ke Niana.


"Coba ulang, kamu tadi bilang apa?" tanya King memastikan kembali.


"Sayang, kamu marah ya?" ucap Niana lagi.


Bisa di bayangkan bagaimana ekspresi wajah seorang King Raysaka Hardiansyah saat ini, ada rasa senang, malu, dan juga tak menyangka, ini benar-benar di luar ekspektasi.


Cup.


King mengecup bibir Niana sebentar kemudian kembali memeluknya, "Sepertinya pangilan sayang lebih bagus, kenapa aku tidak kepikiran."


Niana merasa sangat senang, karena kebahagiaan yang saat ini ia rasakan benar-benar nyata. bukan hanya ilusi tak bertepi seperti yang ia rasakan satu bulan yang lalu saat dirinya jauh dari King.


King melepaskan pelukannya dan langsung beranjak turun dari tempat tidur, membuat Niana mengeryit heran.


"Ayo makan malam, mama dan Rachel pasti sudah menunggu.


Bersambung 💓


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2