Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.107 (Kehebohan Menjadi kebahagiaan)


__ADS_3

Sempurnanya seorang Wanita saat ia menikah dengan seorang laki-laki yang di takdirkan untuknya,lalu mengandung dan melahirkan buah Cinta mereka.


______________________________________________


Reyhan menggedong tubuh istrinya ala bridal style turun ke lantai bawah,ia sesekali menatap Raya yang sudah tidak sadarkan diri di gendongannya,Rasa Khwatir yang kini teramat sangat di rasakan Reyhan,Apa ini karena Raya belajar mengemudi dan ada luka dalam yang membuatnya pingsan Seperti saat ini pikir Reyhan yang menerka-nerka penyebab Raya pingsan.


"Pelayan!!!!" Teriak Reyhan yang semakin panik


Suara Reyhan menggema di setiap sudut Ruangan,semua pelayan yang mendengar teriakkan Reyhan berhamburan memdekati Reyhan,tak terkecuali pak mus dan supir pribadinya


"Apa yang terjadi dengan Nona muda Tuan?"Tanya pak mus bingung


"Jangan banyak tanya!,Cepat siapkan mobil,kita harus kerumah Sakit sekarang"Tegas Reyhan


"Baik Tuan.."Ucap supir Reyhan yang segera beranjak untuk menyiapkan mobil


" Kalian Segera ke kamar Tuan muda untuk mempersiapkan pakaian nona yang harus di bawa kerumah Sakit"Ucap pak mus Kepada Tika dan Ayu


Tika dan ayu pun bergegas naik kelantai dua dengan Rasa Khwatir yang juga sama besarnya,mau bagaimanapun Raya bukan Hanya majikan mereka,namun bagi Tika dan ayu sudah seperti saudara mereka sendiri.


Malam ini di iringi Hujan Rintik dengan langit yang semakin hitam pekat,Ben baru saja tiba di rumah setelah mengantarkan Aruni pulang,ia kaget saat masuk,mendapati reyhan menggendong Raya dalam keadaan tak sadarkan diri,ia langsung menjatuhkan tasnya ke lantai,lalu berjalan dengan cepat mendekati Reyhan.


"Ada apa dengan Nona Tuan,Kenapa ia sampai tak sadarkan diri?"Tanya Ben bingung


"Aku juga tidak Tahu,Aku menemukannya pingsan di kamar mandi"Ucap Reyhan dengan Raut wajah cemasnya


"Tuan muda,Mobil sudah siap"Ucap supir pribadi Reyhan


Reyhan Langsung berjalan dengan cepat, Menuju halaman depan di Ikuti dengan ben dan pak Mus.


"Saya ikut akan ikut bersama anda Tuan"Ucap Ben


Reyhan tak menjawab, bahkan mungkin tak lagi mendengar ucapan Ben, karena kini ia hanya fokus pada istrinya.


Anwar baru saja turun ke Lantai bawah setelah Mendengar kegaduhan yang terjadi,ia menghampiri pak mus dan menanyakan apa yang sedang terjadi,pak mus pun menceritakan semuanya Kepada Anwar,Anwar nampak kanget sekaligus cemas mendengar penuturan Pak mus.


"Jadi Reyhan membawa Raya kerumah Sakit sekarang?"Tanya Anwar


"Iya Tuan"Ucap pak mus


"Siapkan mobil kita susul Mereka sekarang dan jangan lupa Hubungi paman Raya katakan padanya jika Raya sedang dalam perjalanan kerumah Sakit"Ujat Anwar


"Baik Tuan"Ucap pak mus seraya menundukkan kepalanya


~


Sepanjang perjalanan, Reyhan mengengam tangan Raya,men*ium tangan dan kepala raya berulang kali,Matanya berkaca-kaca karena fikiran negatif yang mulai menderanya.

__ADS_1


Sesampainya di depan UGD Rumah sakit, Dokter haris dan beberapa perawat sudah menunggunya di sana, Sebelum ke mari,Pak mus juga sudah menghubungi dokter Haris Dan menceritakan kondisi Raya sebelum di bawa ke rumah sakit,Raya langsung di bawa ke ruang pemeriksaan.


"Kamu tunggu di sini saja Rey,Aku harus memeriksa keadaan istrimu dulu"Ucap dokter haris


"Tapi aku ingin berada di samping istri ku,Aku harus masuk"Ucap Reyhan memberontak saat haris menahannya untuk masuk namun ia bersikeras untuk masuk


"Baiklah,Tapi aku mau kamu tenang,Ben kamu ikut masuk dengannya"Ujar Dokter Haris


Tanpa aba-aba, Reyhan menerobos masuk kedalam di ikuti Ben dan juga Dokteran haris, reyhan memposisikan diri di samping Raya, menggenggam erat tangan istrinya.


Dokter haris mulai memeriksa keadaan Raya,Namun konsentrasinya terganggu karena Reyhan yang tidak mau berhenti bicara,Suami dengan tingkat kecemasan di luar batas pikir Dokter Haris.


"Bagaimana keadaan istri ku,Apa kita perlu melakukan CT scan atau kita bawa istriku ke rumah sakit di luar negeri...Ben cepat siapkan pesawat, sekarang!"Ucap Reyhan dengan kepanikan yang tak terkendali


Ben Memijat-mijat keningnya karena permintaan Reyhan padanya"Maaf Taun muda,tenangkan diri anda"Ucap Ben


"Bagaimana aku bisa tenang, Sementara istriku tidak sadarkan diri seperti ini,Kamu harusnya Menikah biar Mengerti perasaan seorang suami"Ucap Reyhan pada Ben, lagi-lagi Ben yang terkena imbasnya.


Saya berharap saat saya menjadi seorang suami saya tidak akan sebucin anda Tuan.."Batin Ben


"Hey tenanglah,Istrimu baik-baik saja,dia hanya kelelahan dan tekanan darahnya sangat rendah ini sudah biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil"Ucap Dokter haris yang sudah berbalik menatap Reyhan.


"a apa..Hamil,Jadi istriku pingsan bukan karena ia mengidap suatu penyakit,tapi dia sedang hamil,Begitu"Ucap Reyhan yang masih tak percaya dengan ucapan Dokter haris


"Iya istrimu sedang hamil,Jadi tenangkanlah dirimu,Kau ini seorang CEO perusahaan besar tapi kamu baru saja bertingkah seperti anak kecil"Dokter haris menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.


"Iya Tuan muda,saya ucapkan selamat atas kehamilan nona muda"Ucap ben kemudian melebarkan senyumnya.


"Aku harap anaknya nanti tidak mirip dengan ayahnya"Guman Dokter haris sembari melihat sahabatnya itu tak henti-hentinya bertikah di luar kebiasaannya.


Ben tertawa kecil mendengar ucapan Dokter haris,Sikap Reyhan saat ini benar-benar berlawanan dengan sikap dinginnya yang biasa ia tunjukkan saat berada di kantor.


~~


Raya mulai Membuka matanya perlahan, Cahaya lampu begitu menyilaukan matanya,suara samar-samar ia dengar sedang memanggil namanya,ia melirik ke arah sumber suara yang ternyata suara pamannya.


"Raya kamu sudah sadar nak"Ucap paman yang saat ini berada di samping Raya


Jihan, Anwar,Ben dan Reyhan berhamburan menghampiri Raya yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Sayang kamu sudah sadar"Ucap Reyhan


"Syukurlah"Ucap Anwar


"Raya,apa kamu mendengar ku?"Tanya jihan


"Aku dimana?"Ucap Raya yang masih lemah

__ADS_1


"Kita sedang di rumah sakit sayang,kamu tidak ingat,Tadi kamu pingsan di kamar mandi


Raya menggelengkan kepalanya "Aku hanya ingat kepalaku pusing sekali dan aku terjatuh di lantai kamar mandi"Ucap Raya


"Sayang, Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu"Ucap Reyhan dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Maksudnya,Aku hamil"Ucap Raya tak percaya


"Iya sayang kamu hamil"Ucap Reyhan seraya


menggenggam tangan Raya


"Dan kami berdua akan segera menjadi kakek"Ucap Anwar sambil merangkul Paman Raya


"Jadi Benar aku hamil,Sayang aku tidak bermimpi kan?"Tanya Raya pada Reyhan seraya meneteskan air mata


"tentu saja Sayang"Ucap Reyhan membelai lembut kepala istrinya


"Hey jangan lupakan aku dan kak ben akan segera menjadi Uncle dan aunty nya"Ucap jihan sambil menggandeng tangan ben namun dengan cepat Ben menepis tangan jihan karena merasa malu kepada Paman Raya dan Juga Anwar.


"Iya jika dia mau mengakui kamu Sebagai aunty nya,Haha"Ledek Reyhan pada jihan


"Ih kak Rey,dia pasti akan bangga mempunyai aunty secantik aku"Ucap Jihan kesal


Suasana di ruangan itu menjadi haru sekaligus gembira karena kabar bahagia yang datang dari reyhan dan Raya, Akhirnya setelah beberapa bulan menunggu akhirnya calon bayi mereka hadir di dalam hadir di dalam rahim Raya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung πŸ’“


Besok lanjut lagi..πŸ–οΈβ˜ΊοΈ


jangan lupa like+komen+votenya ya readers


Karena dari jari-jari kalian lah, semangat Up ku bertambah... Happy Reading πŸ™πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ

__ADS_1


__ADS_2