Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.137-Bab.9(Kamu cemburu?)


__ADS_3

King meregangkan tubuhnya saat kesadarannya mulai pulih. Entah berapa lama ia tertidur, tapi ia merasa lebih baik setelah bangun. King melihat ke sekeliling ruangan, dan tidak menemukan Niana di kamar itu.


Akhirnya ia memutuskan untuk turun kelantai bawah. Terlihat Jihan sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil menikmati tehnya. King melangkah medekati Ibu mertuanya itu.


"Onty, Niana mana?" tanya King saat sudah duduk di hadapan Jihan.


"Niana pergi ke kampusnya, tadi dia mau mengajak kamu, tapi kamu ketiduran," ujar Jihan.


"Nia menyetir sendiri?" tanya King.


"Oh tidak, tadi pak cik Rom yang mengantarnya, paling sebentar lagi, pak cik pergi menjemput Nia," jawab Jihan lalu meminum teh herbalnya.


King terdiam sesaat, entah apa yang ia pikirkan, rencananya King ingin melihat tempat Niana menibah ilmu. Tapi Niana sudah pergi terlebih dulu. Ia berpikir tidak ada salahnya kan, jika ia yang pergi menjemput Niana.


"Onty, aku saja yang pergi menjemput Nia," pinta King.


"Boleh, malah lebih bagus ... tapi kamu tahu jalan?" tanya Jihan balik.


"Gampang onty, kan ada google map," jawab King dengan percaya diri.


"Baiklah kalau begitu, minta kunci mobil pada pak cik Rom ya."


King langsung berdiri dari posisinya lalu berjalan menuju halaman depan. Pak cik Rom sudah menghidupkan mesin mobil dan hendak pergi, melihat itu, King langsung berjalan setengah berlari mengahampiri pak cik.


"Pak cik!" seru king pada pak cik Rom yang sudah hendak pergi.


Pak cik Rom, adalah supir pribadi Niana, sejak Niana masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga saat ini Niana sudah hampir menyelesaikan kuliahnya, Pak cik Rom masih setia menjadi supir Niana. Entah bagaimana nasib pak cik nanti, jika Niana menetapkan di Indonesia. Tapi yakinlah Ben dan Jihan tidak akan memecat seorang yang sudah lama mengabdi pada mereka.


Untung saja suara King di dengar oleh pak cik. Mesin mobil kembali di matikan, pak cik keluar dari dalam mobil, dan menghapiri king.


"Ada apa tuan?"


"Pak cik, saya saja yang pergi menjemput Nia," pinta King.


"Baik tuan, kampus nona, tidak jauh dari sini, ikuti saja jalan keluar dari perumahan ini, lalu belok kanan, nanti ada tulisan National University of Singapore, itulah tempatnya," tutur pak cik.

__ADS_1


"Oh begitu, baiklah pak, terimakasih."


Pak cik memberikan kunci mobil kepada King. King.melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil dan melaju pergi. King berpikir ini adalah salah satu kesempatannya untuk bersenang-senang. Ia tidak sabar melihat ekspresi wajah Niana saat melihatnya nanti.


~~


Niana sedang berada di salah satu ruangan dosen pembimbingnya. Raut wajah Niana amat tegang saat sang dosen memeriksa hasil dari skripsi yang ia persiapkan beberapa bulan belakangan.


Namun terbalik dengan ekspresi wajah Niana, sang dosen malah terlihat puas dengan proposal skripsi buatan Niana. Ia beberapa kali terseyum saat membaca proposal itu.


"Ini sangat bagus, setelah kamu menyelesaikan bab akhir, kamu bisa ikut seminar bulan depan," ujar sang dosen.


"Terimakasih cik gu ... saya akan pergi ke Indonesia besok, apa tidak apa-apa jika saya menghubungi cik gu, dan mengirimkan bab akhir skripsi saya lewat email saja," pinta Niana ragu-ragu.


"Ah itu, tenang lah Niana, Daddy kamu sudah memberitahu saya masalah ke berangkatan kamu ke Indonesia, kamu bisa mengirimkannya lewat email saja," jelas Sang dosen.


"Terimakasih cik gu ... kalau begitu saya undur diri dulu," ucap Niana.


"Ah iya, silahkan."


Pintu lift terbuka dan Niana langsung keluar. Ia heran melihat orang-orang yang lebih mendominasi wanita, sedang berkerumun di halaman kampus, karena merasa penasaran, Niana melangkahkan kakinya, mendekat, membela kerumunan orang itu.


Ternyata oh ternyata, gadis-gadis itu mengerumuni King. Meskipun King adalah aktor dalam negeri, ternyata filmnya yang berjudul love from heart terkenal di Singapura, dan penggemar kebanyakan dari kalangan anak muda Singapura dan salah satu mahasiswa dan mahasiswi di National University of Singapore.


King sedang asik berfoto dengan para gadis-gadis yang kini menempel padanya. Niat hati ingin menjemput Niana, sekarang malah menjadi jumpa fans dadakan. Niana hanya diam terpaku saat melihat gadis-gadis itu menempel pada king, yang membuatnya kesal, karena King terlihat sangat senang meladeni gadis-gadis itu.


Mau saja dia, di pegang-pegang seperti itu" Batin Niana.


King langsung terseyum saat mendapati Niana sudah sedang berdiri tak jauh darinya. Ia melambaikan tangannya kepada Niana dan memanggil Niana, "Nia, kemarilah."


Para gadis-gadis itu beralih fokus kepada Niana, mereka bertanya-tanya, kenapa King bisa mengenal Niana, apa King adalah pacar Niana. King meninggalkan gadis-gadis itu dan mengahampiri Niana yang masih berdiri di posisinya.


"Wah kamu tahu, aku bahkan sangat terkenal di kampus mu," ucap King dengan bangganya.


"Kenapa kamu bisa kemari?" tanya Niana.

__ADS_1


"Tentu saja untuk menjemput kamu," jawab King.


"Kalau begitu, ayo pulang," ajak Niana, sambil menarik tangan King agar berjalan mengikutinya.


King nampak kaget saat Niana menarik tangan, karena itu untuk pertama kalinya Niana melakukan itu. Sesampainya di depan mobil, Niana langsung masuk mendahului King. Sementara King sendiri menyempatkan diri untuk melambaikan tangan kepada para gadis-gadis itu.


"Bye, bye semuanya," ucap King sambil melambaikan tangannya.


Para gadis-gadis itu berteriak histeris, karena King melambaikan tangan kepada mereka, mereka juga iri kepada Niana yang di jemput oleh seorang aktor terkenal dari negeri tetangga.


~


Sepanjang perjalanan, Niana hanya diam tanpa bicara apapun. King menjadi bingung, karena ini di luar ekspektasinya. Tadinya ia pikir, Niana akan senang jika ia datang menjemputnya ternyata dugaannya salah.


"Kamu tidak senang, aku datang menjemput?" tanya King yang masih fokus melihat jalanan.


"Untuk apa aku senang," hardik Niana kesal.


"Oh begitu, aku berusaha baik padamu tapi kamu malah seperti ini!" sahut king tak kalah kesalnya.


"Kamu itu datang menjemput ku, atau sedang mengadakan jumpa fans, pakai acara foto-foto segala dengan gadis-gadis itu," tutur Niana kesal.


"Aku juga tidak tahu jika mereka mengenali aku ... tunggu, kamu cemburu?" tanya King penuh selidik.


Niana beralih menatap King dengan tajam, ia tidak terima jika rasa kesalnya itu di sebut cemburu, "Siapa yang cemburu, aku hanya tidak suka melihat seorang laki-laki yang di kelilingi banyak wanita seperti itu, di pegang, dicubit, wah kamu juga terima-terima saja." Niana kembali keposisinya lalu membuang muka kearah jendela.


"Aku ini seorang publik figur, wajar jika aku sedekat itu dengan para fans. Kalau kamu cemburu bilang saja, apa kita perlu merubah perjanjian kita," goda King pada Niana.


"Apa yang harus di rubah, aku malah berharap ini semua segera berakhir," hardik Niana kesal.


Niana adalah tipe wanita yang cuek, tapi beberapa hari ini, ia seakan bersikap di luar kebiasaannya, dan ia sadar akan hal itu. Jika memang hal itu karena kehadiran King dalam hidupnya, Niana berharap hari cepat berlalu, ia ingin kembali kepada dirinya sendiri yang selalu tenang tanpa memikirkan hal yang membuat pikiran dan hatinya menjadi kacau.


King tidak lagi menanggapi ucapan Niana, King merasa ucapan Niana tadi mengingatkannya kembali, bahwa cepat atau lambat, mereka akan sampai di titik akhir perjanjian mereka.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊😍


__ADS_2