Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.129-bab3 (perjanjian jari kelingking)


__ADS_3

Niana mengikuti langkah King, tapi semakin lama Niana semakin bingung, sebenarnya mereka akan pergi kemana, dari lantai dua, lalu masuk ke perpustakaan dan naik tangga lagi.


"Kita mau kemana?" tanya Niana yang berjalan di belakang King.


"Ikut saja," ucap King tanpa menoleh kebelakang.


Niana kembali diam dan terus mengikuti langkah King. Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di atas. Niana menggedarkan pandangannya melihat ke sekeliling, ternyata King mengajaknya ke Rooftop.


King menghentikan langkahnya saat sudah sampai di depan besi pembatas, ia berdiri sambil menikmati udara malam yang cukup dingin malam ini. Dengan ragu-ragu Niana mendekati king, kini mereka saling berdampingan.


Niana merasa tidak nyaman karena King masih saja diam tanpa bicara apapun. Padahal King lah yang mengajaknya ke tempat itu. Dengan seluruh keberaniannya, akhirnya Niana mulai angkat bicara.


"Untuk apa kamu mengajak aku kemari, Jika kamu hanya diam," ujar Niana.


"Aku bingung, harus berbicara seperti apa pada mu," ujar King tanpa menoleh kepada Niana.


What, apa dia sedang mengejekku, memangnya aku anak kecil yang tidak akan mengerti saat dia bicara," Batin Niana.


"Katakan saja, kenapa harus bingung," tutur Niana.


"Maaf tapi aku tidak bisa menikah dengan kamu," ucap King sambil menoleh ke samping, tempat di mana Niana berada.


"Kamu pikir aku mau," ucap Niana kesal. Entah kenapa dia kesal tapi King berbicara seolah Niana menginginkan pernikahan ini.


King mengeryitkan dahinya, saat mendengar pernyataan Niana. Baru kali ini ada wanita yang berbicara seperti ini padanya. Maklum saja King terbiasa mendengar pujian dari para fans bahkan rekan seprofesinya.


"Jadi kamu juga tidak menginginkan perjodohan ini?" tanya King memastikan.


Niana menoleh kearah King lalu mengagungkan kepalanya dengan mantap, " Iya, lebih tepatnya aku tidak mau menikah dengan kamu." Johan menyunggingkan senyumnya, sebenarnya bagus jika Niana berkata seperti itu, tapi King merasa jika ia benar-benar baru saja di tolak. Seumur hidupnya ia tidak pernah merasakan yang namanya di tolak, yang ada dia yang selalu menolak para wanita.

__ADS_1


Gadis cupu ini sedang menolak ku, haha, dia pasti tidak tahu seterkenal apa seorang King di negeri ini" batin King.


"Jadi apa rencana kamu, untuk membatalkan pernikahan ini?" tanya king pada Niana.


Niana kembali menatap kedepan, ia menghembuskan nafasnya dengan berat. Membatalkan perjodohan ini bukanlah hal yang mudah, tapi menjalaninya pun tak juga mudah. Ini sama saja dengan mundur kena, maju juga kena.


"Perjodohan ini akan tetap berlangsung meskipun kita tidak mau ... tapi aku punya satu ide yang mungkin akan kamu setujui," tutur King.


" Apa itu?" tanya Niana yang kini sudah menoleh pada king.


"Kita akan tetap menikah tapi pernikahan ini hanya akan berlangsung selama enam bulan saja. Selama enam bulan kita akan tinggal di apartment ku, tidur di kamar terpisah, tidak ada sentuhan fisik dan dilarang mencampuri urusan satu sama lain. Setelah enam bulan kita akan bercerai dengan alasan ketidak cocokan," tutur King pada Niana.


"Dan satu lagi, saat kita kembali kedalam nanti, aku dan kamu akan bicara di depan kedua orang tua kita, bahwa kita setuju untuk menikah tapi pernikahan ini tidak boleh di publikasikan, hanya kita sekeluarga saja yang tahu," ujar Johan lagi.


Niana berpikir sejenak, rencana yang King jabarkan tidak buruk, toh ini hanya akan berlangsung selama enam bulan. dan tidak akan ada yang tahu tentang pernikahan ini. Selama itu, Niana bisa berkonsentrasi menyelesaikan skripsinya di Indonesia. Sekarang kan jaman serbah canggih, jika ada kesulitan ia tinggal mengirimkan email kepada dosennya di Singapura, semua bisa di atur.


"Baiklah aku setuju," ucap Niana pada akhirnya.


"Apa kita perlu membuat surat kontrak untuk pernikahan ini?" tanya Niana.


" Haha ... tidak perlu, kamu bisa memegang ucapan ku. Surat kontrak kita adalah janji kita sendiri, tidak perlu ada tinta di atas kertas," ujar King dengan percaya dirinya yang sangat besar.


Mana mungkin, aku akan jatuh cinta dengan wanita cupu seperti kamu, haha," batin King.


"Oke, aku pegang janji kamu, berjanjilah," ucap Niana sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


Dengan cepat King menyatukan jari kelingking mereka. terlihat lucu dan kekanak-kanakan, tapi baik King ataupun Niana, sudah meyakinkan diri mereka masing-masing jika selama pernikahan ini tidak akan pernah melibatkan perasaan apalagi sentuhan fisik.


~

__ADS_1


Ruang keluarga kediaman Hardiansyah.


King dan Niana sedang duduk berhadapan dengan para orang tua mereka. Sesuai permintaan para pelayan dan kepala pelayan tidak berdiri di sana seperti biasanya. hanya ada Reyhan, Ben, Jihan, Raya dan tentunya King dan Niana.


"Apa akhirnya kalian sudah memutuskan?" tanya Reyhan kepada King dan Niana.


King dan Niana saling berpandangan sejenak, lalu kembali melihat ke arah Reyhan. Sesuai perjanjian, King yang akan menjelaskan syarat yang mereka inginkan.


"Iya kami sudah sepakat untuk menerima perjodohan ini," ujar Niana.


Raya dan Jihan nampak sangat senang, mereka saling berpelukan saking senangnya. Baik Jihan ataupun Raya, mereka tidak menyangka jika di masa depan mereka akan menjadi besan. Sepertinya Raya dan Jihan harus menahan kegembiraan mereka. Karena King kembali bersuara.


"Tapi, kami punya satu syarat," ujar King tiba-tiba.


Semuanya kembali diam, suasana kembali menjadi tegang, Ben yang tadinya sudah merasa lega karena King dan Niana setuju. Sekarang ia harus merasakan kembali ketegangan yang tadinya sudah hilang. Ben kembali melihat Niana dan King dengan serius. Bukan hanya Ben, namun, Reyhan, Raya dan Jihan juga merasakan hal yang sama.


"Katakanlah syarat apa yang kalian berdua inginkan?" tanya Ben kepada King dan Niana.


"Kami berdua menginginkan agar, pernikahan ini tidak di publikasikan untuk sementara, hanya orang terdekat saja yang tahu, jika papa mama, uncle dan onty setuju, maka kami akan menerima perjodohan ini," tutur King.


Suasana kembali menjadi hening. Reyhan dan Raya sebenarnya merasa keberatan, bagaimana bisa putra satu-satunya, hanya menikah secara sederhana dan di gelar secara rahasia. Begitu juga dengan Ben dan Jihan, Niana adalah anak satu-satunya yang mereka miliki, pesta mewah yang sudah di rencanakan sepertinya harus di batalkan untuk sementara waktu.


Reyhan melihat kearah Ben, Jihan, dan Raya seolah meminta persetujuan. Mereka hanya bisa mengangguk tanda setuju, setidaknya King dan Niana harus menikah dulu. Masalah pesta resepsi dan publikasi akan di pikirkan belakangan.


"Baiklah, kami setuju," ucap Reyhan kepada King dan Niana.


King dan Niana saling berpandangan, dengan Senyuman yang terukir di wajah keduanya. Akhirnya apa yang mereka rencanakan berjalan dengan lancar. Meskipun baik King dan Niana tetap saja merasa bersalah karena telah berbohong kepada kedua orang tua mereka masing-masing.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊.


Besok lanjut lagi ya, insyaallah 2 bab perharinya. Terimakasih karena sudah mendukung saya sejauh ini .... 😢🙏


__ADS_2