
Setelah melewati pagi yang penuh drama Akhirnya Reyhan setuju untuk keluar dari kamar,Raya Sampai kehabisan ide karena reyhan hanya ingin berada di kamar saja, bahkan pagi ini mereka sarapan di dalam kamar padahal Ben dan jihan sudah menunggu mereka di meja makan.
Setelah mandi dan berpakaian Raya dan Reyhan beranjak turun kelantai Bawah, Mereka langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang berdiri tepat di samping tangga.
"Selamat siang Tuan dan Nona,Apa ada yang bisa kami bantu"Ucap Pelayan itu
"Dimana Jihan dan Ben?"Tanya Reyhan
"Setelah sarapan pagi, Tuan ben kembali ke kamarnya Sementara Nona jihan Sedang pergi bersama temannya Tuan"Ucap Pelayan itu
"Apa!..Teman,Siapa temanya yang berada di pulau ini"Ucap Reyhan bingung
"Nona Jihan bilang dia pergi bersama temannya sewaktu nona kuliah di luar negeri"Ujar Pelayan itu
"Mungkin temannya itu sedang berlibur juga di sini,kamu tidak usah Khwatir "Ucap Raya
"Baiklah kalau begitu"Ucap Reyhan
"Kami akan jalan-jalan ke pantai,Apa di sini ada sepeda??"Tanya Raya pada seorang pelayan wanita
"Tentu Nona,di Garasi ada lima buah sepeda, Nona bisa memilih akan menggunakan yang mana"Ucap Pelayan itu
Reyhan mengerutkan keningnya "Maksud kamu kita akan naik sepeda??"Tanyanya
"Ya iyalah sayang...Saat jalan-jalan kepantai paling seru jika menggunakan sepeda.. Kenapa kamu tidak mau??"Ucap Raya sambil Cemberut
"Bukan begitu aku hanya...."
"Hanya apa??"Raya menatap Reyhan penasaran namun reyhan masih diam Dan tak bergeming
"Ya sudahlah...Ayo kita ambil sepedanya di garasi"Raya meraih tangan Reyhan agar berjalan mengikutinya
~
Sudah ada sebuah sepeda di hadapan mereka , namun ucapan Reyhan mampu membuat Raya terperangah karena tak percaya.
"Jadi kamu benar-benar tidak bisa mengendarai sepeda?Kamu tidak bercanda kan sayang???"Tanya Raya
"Aku serius sayang...Sejak kecil aku hanya di antar supir kemana-mana,jadi aku tidak bisa mengendarai sepeda"Ujar reyhan merasa malu
Raya menghela nafas beratnya,Ia sudah merencanakan ini semua saat masih berada di dalam pesawat namun saat yang ia harapkan sudah di depan mata, reyhan malah memberikan pengakuan yang membuatnya tak habis pikir, bagaimana bisa seorang CEO HRY Group,menggendarai sepeda saja tidak bisa.
Raya mulai berfikir keras, rencananya hari ini tidak boleh gagal, apapun yang terjadi ia harus naik sepeda mengelilingi pantai ini.
"Begini saja,Aku yang akan membonceng mu, Bagaimana sayang"Ucap Raya
__ADS_1
"Apa!..Tidak,pria macam apa yang di bonceng seorang wanita...Aku tidak bisa sayang,Kita naik mobil Saja,di garasi ada mobil dengan atap terbuka,itu lebih baik"Ujat Reyhan
"Tidak.. tidak mau,aku mau naik sepeda sayang, Ayolah..kamu bilang akan menuruti aku hari ini!"Ucap Raya manja
Reyhan tidak punya pilihan lain lagi,jika ini yang bisa membuat istrinya senang maka "Baiklah,Ayo"Ucap Reyhan
Raya sudah naik di kursi kemudi sepeda itu,Namun Reyhan masih diam mematung di tempatnya.
"Sayang kenapa diam,ayo naik,Aku kuat kok.."Ucap Raya
dengan berat hati,Reyhan duduk di belakang Raya "Haha..sayang pegangan nanti kamu jatuh lagi"Raya terkekeh karena melihat ekspresi wajah Reyhan yang menurutnya sangat lucu.
Raya mengayuh sepedanya mengelilingi pantai dengan laut biru dan pasir yang berwarna merah muda.
"Indahnya...sayang Terimakasih karena sudah membawaku kemari,"Ucap Raya sambil terus mengayuh sepedanya
"Iya sayang... apapun yang kamu inginkan aku akan kabulkan , tapi nanti malam kamu yang harus mengabulkan semua keinginan ku"Ucap Reyhan sambil tersenyum.
Raya tak menjawab,jika mengingat malam tadi,ia bahkan tidak sempat memejamkan mata karena Reyhan tak ada puasnya.
Huh..lagi, malam tadi saja aku di bantainya habis-habisan"Batin Raya
~~
Jihan dan Billy Sudah duduk dan memesan makan ringan dan minuman.
"Bagaimana kabar jane,kenapa kamu tidak mengajaknya liburan?"Tanya jihan pada Billy
"Dia sedang menyelesaikan skripsinya, setelah itu aku berencana untuk melamarnya"Ucap Billy
"Serius... semoga semuanya berjalan lancar ya bil.."Ucap jihan merasa senang
"Iya Terimakasih..Kamu sendiri bagaimana?,Bukan kah pria yang tadi malam itu adalah pria yang selalu kamu ceritakan pada ku saat kuliah dulu"Tanya Billy
"Kamu masih Ingat saja..."Ucap Jihan
"Ck Tentu saja aku ingat.. hampir setiap hari aku mendengar kamu menyebut namanya"Ucap Billy
"Aku juga tidak Tahu,aku ingin bertanya kapan dia akan melamar ku tapi aku takut dia malah merasa tidak nyaman"Ucap jihan
"Dia tahu kamu pergi kemari?"Tanya billy
"Tahu..sepertinya dia cemburu tapi aku sengaja memanas-manasinya kalau aku akan bertemu kamu.."Ucap jihan lalu meminum Minumannya
"What.. kalau dia mendatangi ku bagaimana"Billy merasa panik
__ADS_1
"Tenanglah,dia bukan tipe pria yang seperti itu,Aku Hanya ingin Tahu sejauh apa dia bisa menahan rasa cemburunya,di balik sikap dinginnya itu.."Ujar Jihan
"Haha... Rencana mu bagus juga,aku bisa melihat kalau dia sangat mencintai mu Jihan, kalian sangat serasi sekali"Ucap Billy
"Tentu saja...sangat susah untuk mendapatkan hatinya tau.."Ucap Jihan
Jihan dan Billy sedang asyik mengobrol sambil tertawa senang, Mereka tidak sadar jika sejak tadi,ada yang memperhatikan mereka dari balik batang kelapa.
Siapa Lagi kalau bukan Ben, dengan penyamaran yang sempurna ia mengikuti jihan dan Billy.
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan,apa aku harus lebih dekat, agar bisa mendengar percakapan mereka... Tidak, bagaimana jika aku ketahuan,pasti akan memalukan sekali"Pikir Ben
~~
Siang berganti sore,kini Raya dan reyhan sedang duduk di pinggir Pantai beralaskan pasir pantai,Raya menyadarkan kepalanya di bahu Reyhan, Mereka menikmati pemandangan Matahari tenggelam bersama.
"Aku selalu memimpikan ini dulu, mengelilingi pantai dengan menggunakan sepeda dan menikmati sunset dengan seseorang yang aku cintai dan Mencintai ku,Aku kadang berfikir ini mungkin hanya mimpi, duduk di samping kamu yang dulu aku yakin tidak mungkin bagiku"Ujar Raya
"Takdir melakukan tugasnya dengan baik,Aku sudah lama mencari sosok wanita seperti mu yang begitu tulus, penghalang cinta kita amat berat tapi aku tidak goyah, karena kalau memang jodoh tak akan kemana"Ujar Reyhan
"Apa kamu pernah berfikir,jika aku terlalu lemah untuk bertahan dan memperjuangkan hubungan kita"Ucap Raya
"Tidak...aku mengerti posisimu lah yang paling di pojokan dalam hubungan kita"Ucap Reyhan
"Jangan lagi mengenang sesuatu yang menyakitkan, Yang harus kamu ingat hanya aku yang akan terus Mencintai kamu baik itu dulu, sekarang,dan selamanya"Ujar Reyhan
Raya menoleh melihat Reyhan dan begitu pula sebaliknya, Sekarang mereka saling menatap satu sama lain, Reyhan meraih tengkuk leher Raya lalu menyatukan bibir mereka,Raya memejamkan matanya, merasakan sentuhan lembut itu untuk yang kesekian kalinya, matahari terbenam menjadi Saksi bisu,sepasang anak manusia yang Sedang mabuk cinta.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG 💓
Besok Up Lagi ya...
Jangan lupa like+komen+votenya ya readers...
Biar aku makin semangat untuk berkarya.. Terimakasih 🙏🙂
__ADS_1