Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.47(Kembalilah,Ku mohon)


__ADS_3

Reyhan duduk bersandar di kursi belakang mobil yang sedang di kendarai oleh Ben,ia menatap kearah jendela mobil, Banyangan Raya tiba-tiba saja kembali muncul di kepalanya.


Bagaimana bisa Raya bekerja di kantor Cabang kira-kira itu lah yang Reyhan Fikiran Saat ini,Reyhan berusaha untuk tidak perduli Tapi otak dan hatinya sedang tidak sejalan.


"Batalkan Rapat Sore ini,Aku harus pergi ke suatu tempat"Ucap Reyhan kepada Ben yang sedang menyetir


"Baik Tuan,memang anda akan Kemana?"Tanya Ben dengan tetap fokus menyetir


"Apakah semuanya harus kamu Tahu,aku juga punya privasi,"Ucap Reyhan


"Maaf Tuan"Ucap Ben


~


Gedung utama HRY group


Reyhan berjalan menuju Ruang kerjanya di ikuti oleh Ben di belakang, Sesampainya di dalam Ruang kerjanya, Reyhan dan Ben kaget melihat Milen yang sedang duduk di sofa.


"Kenapa kamu bisa masuk kedalam Ruangan ku"Tanya Reyhan


Milen beranjak dari duduknya,ia berjalan menghampiri Reyhan.


"Aku adalah Tunangan mu,jadi kenapa harus heran begitu"Jawab Milen


Reyhan Menghembuskan nafasnya kasar "Ada urusan apa kamu kemari?"Tanya Reyhan lagi


"Kamu tidak menjawab telepon dari ku, bahkan Chat pun tidak kamu balas, Bagaimana bisa aku diam Saja"jawab Milen


"Pulanglah Aku sedang sibuk,"Ucap Reyhan


"Apa kamu sedang mengabaikan Tunangan mu sendiri, Kamu sungguh kejam"Ucap Milen


"Seharusnya dari awal kamu tahu konsekuensi saat bertunangan dengan orang yang tidak mencintai mu"Ucap Reyhan


Milen mengepalkan kedua tangannya karena kesal "Baiklah, Aku akan pulang sekarang,Tapi kalau kamu mengabaikan telepon dan pesan dari ku lagi,Aku akan melaporkannya kepada Ayahmu, Mengerti!"Ucap Milen Lalu melangkah pergi meninggalkan Ruang kerja Reyhan


Reyhan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar,ia duduk di sofa sambil mengusap wajahnya dengan kasar lalu menghentakkan kedua tangannya ke meja, Kehadiran Milen dalam hidupnya malah semakin memperburuk keadaan.


Ben Menatap Reyhan dengan tatapan sendu, Ternyata kehidupan Orang Kaya tidak seperti yang ada di bayangannya waktu kecil dulu.


Sewaktu kecil Ben yang Hidup di panti asuhan, selalu beranggapan jika Orang kaya itu selalu Hidup senang dan Tanpa Masalah Tapi nyatanya Kehidupan mereka Tak seindah itu, Mereka selalu di kekang,Tak bisa mengatur hidup mereka sendiri,penuh sorotan dari publik dan bahkan untuk urusan Hati mereka tidak berhak,Uang dan kekuasaan adalah Hukum yang berlaku di Sini.


~~


Siang berganti sore,jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Reyhan mengendarai Mobilnya dengan kecepatan penuh, sesekali ia melirik jam tangannya, Sebenarnya kemana ia akan pergi.

__ADS_1


Mungkin siapa pun akan menjawab sama,Ya Reyhan akan pergi ke Kantor cabang HRY group tempat Raya bekerja.


Rasa penasaran menghantui pikirannya,ia ingin menemui Raya dan bertanya kepadanya langsung.


Sesampainya di sana Kantor sudah Nampak sepi,Hanya ada Cleaning servis yang sedang membersihkan jendela dan Satpam yang sedang berjaga


"Apa semua karyawan sudah pulang?"Ucap Reyhan Satpam


"Saya kurang yakin Tuan, Tapi mungkin masih ada karyawan yang bekerja lembur"Ucap Satpam itu


Reyhan berlari menuju Lift, Karena Terlalu lama Reyhan Memutuskan untuk Naik melalui tangga darurat menuju lantai dua Kantor itu.


sesampainya di Atas Reyhan kembali berlari menuju Ruangan Staf keuangan, dengan Nafas yang tersengal-sengal, Reyhan berdiri di depan pintu Ruangan itu, ia mencoba mengatur nafas dan bersikap setenang mungkin.


Perlahan ia membuka pintu itu dan benar saja Raya masih berada di Sana, sibuk bergelut dengan komputer dan kertas.


Reyhan Masuk dan melangkah mendekati Raya, Raya yang menyadari jika seseorang sedang Mendekatinya malah Menyangka jika itu adalah Bobby.


"Kenapa balik lagi Bob,ada yang ketinggalan"Ucap Raya tanpa menoleh,sibuk memperhatikan layar komputer


Reyhan hanya diam dan terus menatap Raya,Karena tak mendapat jawaban Raya menoleh dan Melihat sosok pria bertubuh tinggi itu,Raya Terperanjat kaget ia langsung berdiri dari posisinya dan mundur beberapa langkah.


"Ka..kamu..se sedang apa kamu di Sini"Ucap Raya


"Harusnya aku yang bertanya apa yang Kamu lakukan di kantor ku, Bagaimana Kamu bisa bekerja disini?"Tanya Reyhan


"Apa itu penting sekarang.. Kenapa kamu selalu membuat aku khwatir dan selalu memikirkan mu"Ucap Reyhan


"Tidak bisakah kamu tidak menggangu kehidupan ku lagi.....kehidupan ku sudah sangat sulit, aku tidak minta banyak,aku hanya ingin hidup dan bekerja dengan tenang, sehingga kehidupan ku dan pamanku bisa terjamin,itu saja yang aku minta, Apa sesulit itu"Ucap Raya menggebu-gebu dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca


"Baiklah,Mulai besok keluar dari perusahaan"Ucap Reyhan


"Apa?"Ucap Raya


"Apakah kau tidak mau berhenti?, Apakah kau ingin tetap bekerja di sini?, Kalau memang begitu,, mulai sekarang kembali lah ke sisiku,kau harus kembali mencintai ku sepenuh hati mu.... Karena aku masih sangat mencintai mu"Ucap Reyhan


Raya masih diam sambil menatap Reyhan,ia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar, ia tidak mampu lagi berkata apa-apa, karena jauh di lubuk ia masih sangat mencintai Reyhan.


"Mulai sekarang,Aku akan mencampuri urusan pekerjaan mu, dan Aku akan masuk ke dalam kehidupan pribadi mu, Mengerti?"Tanya Reyhan lagi


"Apakah kamu tidak punya kerjaan lain?.. Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya,Jadi pergilah"Ucap Raya


"Kamu sudah mendengarnya,Jadi tidak bisa berpura-pura kalau tidak mendengarnya"Ucap Reyhan


"Aku harus kembali bekerja, pergilah sebelum ada yang melihat"Ucap Raya

__ADS_1


"Jawab aku dulu"Ucap Reyhan


Raya Hanya diam,ia menatap Reyhan dengan tatapan yang susah untuk di artikan,dan Reyhan juga menatap Raya dengan tatapan penuh harapan dan tiba-tiba ponsel Raya berdering tanda telepon masuk,Raya melihat layar ponselnya dan Ternyata Panggilan telepon dari Jihan.


Baru saja Raya ingin menerima telepon itu Tapi Reyhan langsung mencegahnya.


"Jagan di jawab"Ucap Reyhan sambil memegang pergelangan Tangan Raya


"Ini dari Jihan,dia Atasan ku sekarang"Ucap Raya


"Aku bilang Jangan di Jawab"Ucap Reyhan


"Mungkin kamu bisa tidak menjawabnya,Tapi Aku harus menjawabnya, Itulah perbedaan antara kamu dan aku"Ucap Raya


Reyhan merebut Ponsel yang ada di tangan Raya, kemudian ia menjawab panggilan telepon itu.


"Jihan,ini Aku,Kami sedang membicarakan sesuatu yang penting, kamu bisa menghubunginya kembali nanti"Ucap Reyhan kepada Jihan lalu memutuskan pangilan telepon


"Apa yang kamu lakukan, Kembalikan Ponselku"Ucap Raya kesal


"Jawablah aku dulu"Ucap Reyhan


"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan"Ucap Raya dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Baiklah aku Akan mengulanginya....Kamu harus kembali mencintaiku lagi mulai sekarang, Karena aku masih sangat mencintai kamu, Melebihi siapapun"Ucap Reyhan


"Kembalikan ponselku"Ucap Raya


"akan ku kembalikan setelah kamu menjawab pertanyaan ku"Ucap Reyhan


"Tolong kembalikan ponselku,bagiku itu adalah barang yang sangat Mahal,aku harus menggunakannya untuk memberi kabar kepada pamanku, Aku menggunakannya untuk berkomunikasi di tempat kerja, Cepat Kembalikan Ponselku!"Ucap Raya Sambil terisak


Reyhan terdiam sejenak, menatap wajah cantik yang sudah berlinang air mata,ia tidak bermaksud membuat Raya menagis,ia hanya ingin Raya kembali kepadanya.


"Kalau sekarang aku ingin memeluk mu, apakah kamu akan menganggap aku gila"Ucap Reyhan


"Jangan Mendekat, Atau aku akan membunuhmu!"Teriak Raya


Reyhan meraih Tangan Raya lalu menariknya,membawa Raya kedalam pelukannya, Reyhan Memeluk Raya Erat.


Sementara Raya hanya diam tanpa membalas pelukan Reyhan,air matanya terus mengalir membasahi pipinya.


"Jangan menangis, Jangan menyuruh aku untuk pergi,Katakan bahwa kamu akan mempertimbangkan hal ini,Aku mohon"Ucap Reyhan sambil mempererat pelukannya


~~

__ADS_1


Di sebuah apartement ,Jihan masih menatap layar ponselnya dengan bingung.


Tadi itu benar-benar suara kak Rey kan, Tapi bagaimana bisa dia bersama Raya sekarang... Raya?dia berteman dengan Kak Niko dan sekarang Kak Rey??.. Sebenarnya Raya itu Siapa"Batin Jihan


__ADS_2