
Aruni masih meraba-raba di mana ruang rapat di lantai lima di dekat Pantry yang di maksud Ben tadi, ingin rasanya bertanya pada orang yang berlalu lalang namun orang-orang itu melihatnya asing, maklum pegawai baru, ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya dan memilih untuk mencari sendiri. Di tengah kebingungannya tiba-tiba di lihatnya jihan sedang keluar dari pintu yang bertuliskan ruang manager keuangan.
Meski tak dekat, setidaknya mereka sering bertemu di kediaman Hardiansyah. Aruni berjalan cepat untuk menghampiri jihan.
"Nona!" sapa aruni
Jihan langsung berbalik melihat siapa orang yang memanggil namanya, Senyumannya mengembang saat mendapati ternyata orang itu adalah Aruni.
"Aruni ... benarkan?" Tanya jihan memperjelas
"Ah iya nona, saya aruni, supir pribadi nona muda, sekarang saya ..." Ucap Aruni menggatung karena jihan langsung bersuara
"Iya saya tahu, sekarang kamu jadi asisten Sekertaris Ben kan?" tanya jihan
"Hehe iya nona, saya di tugaskan tuan ben untuk pergi keruangan rapat di lantai lima, tapi saya kebingungan, kalau tidak salah nona jihan yang memimpin rapat?" tanya aruni balik
"Iya memang saya, ayo ... saya juga akan kesana." Ucap jihan
"Baik nona, terimakasih." Ucap Aruni
Aruni berjalan beriringan dengan jihan, sesekali ia melirik jihan yang berjalan di sampingnya, ramah, baik, dan cantik pikirnya.
Pantas jika tuan Ben terpukau olehnya." batin aruni
~
Reyhan baru saja masuk ke ruangannya, ia hanya mengambil berkas lalu kemudian keluar lagi untuk menghampiri ben yang juga sedang sibuk di belakang meja.
"Bagaimana apa semua dokumen sudah siap?" tanya reyhan pada ben.
"Sudah tuan." jawabnya
"Berapa orang perwakilan dari king group yang datang?" tanyanya lagi
"Empat orang tuan, mereka sudah meunggu di ruang rapat di lantai tujuh." Ujar ben
Reyhan Melirik jam di tangannya, benar saja, jam rapat sudah lewat beberapa menit, tidak biasanya ia terlambat Seperti ini, tapi tidak apa ini semua demi menyenangkan sang istri dan calon buah hati.
Reyhan melangkah dengan cepat di ikuti ben di sampingnya. Setelah sampai di ruang rapat, reyhan dan Ben langsung menempati posisinya masing-masing. Reyhan berdiri di hadapan para peserta rapat.
"Maaf untuk keterlambatannya, saya selaku Chief Executive Officer HRY group mengucapkan selamat datang, saya berharap di rapat kali ini kita bisa mencapai kesepakatan bersama, agar nantinya kerjasama sama antara King group dan HRY group berjalan lancar. Baiklah langsung kita mulai saja," reyhan melihat kearah Ben untuk memberi instruksi untuk langka selanjutnya.
~~
Kediaman hardiyanyah.
Raya baru saja bangun dari tidurnya, di lihatnya jam menunjukkan pukul satu siang dan ia bahkan belum mandi sama sekali, kenapa ia bisa tidur selelap itu pikirnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Raya keluar dari kamar untuk turun kelantai Bawah,matanya menangkap sosok ayah mertuanya yang sudah rapi dengan setelan santai dengan alat pancing di tangannya.
"Ayah!" seru raya dan langsung bergegas menghampiri anwar yang sudah berdiri di depan tangga.
"Ayah, mau kemana?" tanya Raya
__ADS_1
"Oh ini, sewaktu kamu masuk rumah sakit, ayah Mengobrol dengan paman kamu, dan kebetulan kami mempunyai hobi yang sama, jadi hari ini kami janjian pergi ke pemancingan, lumayan untuk mengisi waktu." ujar Anwar
"Memancing? .... sepertinya seru sekali, ingin rasanya ikut dengan ayah dan paman tapi sore ini aku dan reyhan ada janji dengan dokter kandungan." Ucap raya penuh penyesalan
"Lain kali saja ... sekarang kamu fokus pada kehamilan kamu saja." Ucap anwar
"Baiklah ayah."Ucap raya
"Kamu di antar Aruni?" tanya anwar
"Aruni sekarang bekerja sebagai asisten Sekertaris ben, reyhan akan datang menjemput nanti." Jawabnya
"Itu akan lama ... nanti ayah akan meminta salah satu pengawal ayah untuk mengantarkan kamu, hubungi reyhan, katakan jika kalian bertemu di rumah sakit saja." Ujar anwar
"Iya ayah, Terimakasih"Ucap raya sambil tersenyum kepada Anwar
"ayo turun bersama"Ajak Anwar
Raya berjalan beriringan dengan anwar, semakin hari ia dan ayah mertuanya semakin akrab, tak ada lagi rasa canggung seperti saat pertama kali menyandang status menantu Anwar Hardiansyah.
~~
Siang menjelang sore, reyhan keluar dari gedung utama HRY group, ia bergegas untuk pergi menuju rumah sakit, menemani raya yang akan melakukan cek up rutin, demi menghemat waktu ia dan raya berjanji untuk bertemu di rumah sakit saja. Sementara ben masih berada di kantor bersama dengan Aruni untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Aku berangkat sekarang ... iya kita bertemu di rumah sakit saja, hati-hati di jalan sayang." ucap Reyhan pada raya di balik telepon
Setelah mengakhiri panggilan,ia masuk kedalam mobil dan melaju pergi bersama pak supir.
"Apa perlu kita terus mengikutinya seharian." Ucap Haikal yang sedang fokus mengemudikan mobil
"Tentu saja ... aku ingin tahu seperti apa kehidupan bocah sialan itu sekarang, ini hanya awal saja. Sebelum rencana kita di mulai." Ujar miska menatap penuh kebencian. Tak ada lagi masa depan yang ingin ia impikan sekarang, yang tersisa hanya rasa kecewa,benci dan dendam yang menyesakkan dada, setidaknya jika ia hancur keluarga hardiyanyah juga harus hancur.
~
Mobil reyhan memasuki basemen rumah sakit, sepertinya ia tepat waktu karena Raya yang di antar oleh salah satu pengawal anwar baru saja tiba.
"Sayang!" Seru reyhan pada istrinya yang baru saj turun dari mobil.
Raya langsung berhambur memeluk sang suami.
"Eh Tumben meluk tiba-tiba." Ucap reyhan yang merasa heran dengan istrinya yang semakin manja
"Tidak boleh?" Ucap Raya sambil memanyunkan bibirnya
"Ya boleh lah ... ayo kita masuk." ajak Reyhan. Mereka berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam.
~~
Ruangan dokter spesialis kandungan.
Selamat datang Tuan dan nona, bagaimana apa ada keluhan selama trimester pertama ini?" Tanya dokter Natasha
"Awal-awal saya suka muntah di pagi hari dok, dan saya suka mual saat Mencium bau-bau yang menyengat, tapi sekarang sudah tidak lagi dok." Ujar Raya
__ADS_1
"Iya nona, hal seperti itu memang biasa terjadi di masa trimester pertama Seperti ini" ujar dokter Natasha
"Tapi istri saya sekarang lebih suka meminta hal-hal aneh dok, apa itu wajar?" tanya reyhan tiba-tiba
"Sayang, kamu ... " Raya mendelik tajam
"Itu juga biasa terjadi pada ibu hamil tuan." Ucap dokter Natasha yang berusaha menahan tawanya.
"Tuh dengar." Ucap Raya kesal Sementara reyhan hanya melemparkan senyuman kepadanya.
"Mari nona, kita USG dulu untuk melihat perkembangan janinnya." ucap dokter Natasha. Asisten dokter natasha memandu raya untuk berbaring di ranjang pemeriksaan, mulai mengoleskan gel yang terasa dingin di atas perut Raya, barulah kemudian dokter natasha memulai pemeriksaan.
"Bisa di lihat di layar tuan, janinnya masih sangat kecil sekali .... " Ucap dokter Natasha, ia terus menjelaskan setiap detail per detail. Reyhan Memperhatikan layar sambil menggenggam erat tangan sang istri,ada rasa haru yang menyeruak saat melihat calon buah hati mereka, meski masih sangat dini.
~~
Setelah selesai, Reyhan dan raya keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Syukurlah, calon bayi kita sehat sayang." Ucap Reyhan
" Iya sayang ... tapi kenapa kamu tadi bilang ke dokter kalau aku manja san suka minta aneh-aneh, kan aku jadi malu sama dokternya " Protes Raya
"Maaf sayang, aku hanya memastikan itu wajar atau tidak ... hehe." ucap reyhan sambil membelai pucuk kepala raya
"Ayo kita pulang ... eh sebelum pulang kamu mau makan sesuatu?" Tanya Reyhan.
"Emm ... nanti aku pikirkan di jalan" Ucap raya.
"Tapi jangan yang aneh-aneh ya." Ucap Reyhan.
"Tidak janji ya ... hehe" kekeh Raya.
mereka berjalan saling bergandengan tangan, Sementara di balik tembok, semua pembicaraan mereka terekam jelas di telinga Miska yang mengikuti mereka sejak masuk kedalam rumah sakit tadi.
Jadi wanita Pelayan itu sudah hamil ... kalian akan memiliki bayi, Sementara aku baru saja kehilangan bayiku, tidak akan aku biarkan" Batin miska, ia tersenyum licik, menatap benci kepergian raya dan Reyhan .
.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
Jangan lupa like+komen+votenya readers 🙏😊
kalian adalah mood booster ku ❤️😘
__ADS_1