
Pagi ini raya sedang bersiap-siap untuk pergi ke pabrik pamannya, ia sedang meridukan momen saat ia makan berdua saja dengan pamanya, untuk itu pagi-pagi sekali Raya di bantu oleh para koki memasak menu kesukaan sang paman, meski para koki di kediaman Hardiansyah sudah melarang nona muda mereka itu untuk ikut memasak, namun raya tetap keukeuh jika ia akan ikut memasak.
Reyhan merasa lega karena pagi ini di lewati tanpa drama, ngidam dadakan yang biasa raya alami setiap bangun tidur, ia turun ke lantai bawah bersamaan dengan sang istri yang juga akan Segera berangkat.
Sebelum berangkat, Raya dan Reyhan menyempatkan diri untuk sarapan bersama dengan Anwar.
Di Ruang makan.
"Kamu jadi pergi ke pabrik paman mu?" tanya Anwar
"Iya ayah ... jika ayah mau ikut berkunjung, paman pasti akan sangat senang," ucap Raya
"Ayah sangat ingin ... tapi hari ini ayah harus pergi ke rumah sakit, untuk cek up rutin" ujar Anwar
"Ayah benar, tidak ingin aku temani ke rumah sakit?" tanya Reyhan
"Tidak perlu ... sudah ada dokter Haris," ucap Anwar
"Baiklah ayah," ucap Reyhan
~
Raya sedang dalam perjalanan menuju pabrik pamanya, rasanya ia sudah tidak sabar untuk mengobrol banyak hal dengan pamanya.
Semenjak menikah, semua terasa berubah, ada yang hilang dari hari-harinya, teriakan pamanya saat ia susah bangun, masakan pamanya yang terasa sangat asin, dan suasana saat mereka makan malam bersama.
Saat ini fokus raya selain menjalani kehidupan bahagia dengan Reyhan, adalah untuk menjadikan masa tua pamanya bahagia.
~
Akhirnya Raya sampai ke tempat tujuan, para pekerja pabrik sedang bergelut dengan pekerjaan mereka masing-masing, sang paman
sudah menunggunya sejak tadi, ia duduk sambil mengawasi para pekerja yang sedang berada di lapangan.
Dengan di bantu oleh pak dimas, supir pribadi Anwar yang mengatakan ia kemari, raya membawa masuk semua makanan bawaannya.
Sekitar ada dua ratus nasi kotak yang ia akan bagikan untuk para pekerja di sana, sementara khusus untuk ia dan pamanya, raya memasaknya sendiri.
"Kenapa banyak sekali?" Tanya paman
"Untuk para pekerja paman," Jawab raya
"Pekerja paman hanya ada seratus orang, tapi makanan yang kamu bawa Sepertinya jumlahnya lebih dari itu," ujar paman
"Untuk sarapan dan makan siang Paman," ujar raya
"Baiklah kalau begitu Terimakasih."
"Udin! ... tolong, bantu pak dimas membawa makanan ini kedalam, bagikan untuk semua pekerja," ucap paman pada salah satu pekerjanya yang sedang berkerja tak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
"Baik pak."
Raya dan pamanya berajak pergi menuju ruang kerja, yang berjarak dua puluh meter dari tempatnya berdiri tadi.
~
Pagi ini Ben dan Aruni sudah di sibukkan dengan berbagai macam pekerjaan, untunglah aruni santai Cekatan sekali, sehingga ben tidak kewalahan.
Reyhan sedang memeriksa berkas pengajuan kontrak untuk bulan ini dan bulan depan, di tambah lagi beberapa berkas lain yang tersusun menumpuk di atas meja kerjanya, entah kapan ini akan selesai.
Di tengah kesibukan Ben dan Aruni, pintu tiba-tiba saja terbuka.
Ckrekk
Seorang pria berkacamata masuk dengan tas hitam di tangannya, Ben langsung menghentikan aktivitasnya dan menghampiri pria itu.
"Dokter Haris ... tidak biasanya," Ucap ben heran
"Ah aku ada keperluan dengan Reyhan apa dia ada di ruangannya?" Tanya dokter Haris
"Tuan muda ada di ruangannya ... Aruni, kamu tolong antarkan dokter haris ke ruangan tuan muda," ujar Ben
Aruni yang tadinya fokus menatap layar laptopnya, kini sudah beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan menghampiri ben dan dokter haris.
"Mari tuan ... saya antar keruangan tuan muda," ucap Aruni lalu melebarkan senyumnya kepada haris.
Haris langsung Terpana sesaat, wanita ini begitu asing, namun tiba-tiba hatinya berdesir hebat saat aruni melemparkan senyum padanya.
Aruni mengetuk pintu ruang kerja Reyhan, sampai Reyhan Memberi respon dan mempersilahkan masuk.
"Maaf tuan ... dokter haris ingin bertemu dengan anda," ujar aruni
"Selamat siang tuan muda," ucap haris dengan nada suara meledek
Reyhan langsung menghentikan aktivitasnya, "Kamu boleh keluar," ucap Reyhan yang kini menoleh pada Aruni.
"Baik tuan," ucap aruni sambil menundukkan kepalanya.
Haris masih saja memandangi kepergian aruni sampai aruni menghilang dari balik pintu. Reti beranjak dari duduknya untuk menghampiri haris yang masih diam di tempat.
"Ada perlu apa kamu kemari?" tanya Reyhan
Haris langsung berbalik untuk melihat Reyhan, " Ah ini ... aku datang untuk memberikan hasil pemeriksaan ayah kamu tadi pagi," ujar haris
Reyhan mengerutkan keningnya, " Tumben sekali."
Setiap Anwar pergi ke rumah sakit untuk cek up rutin, Reyhan meminta haris untuk memberikan hasil pemeriksaan ayahnya, ia tahu ayahnya hanya akan bekata jika ia baik-baik saja, meski sebenarnya tidak begitu, penyakit komplikasi yang di derita Anwar membuat kesehatannya sedikit demi sedikit menurun.
Tidak seperti biasanya saat hasil pemeriksaan keluar, haris akan menugaskan asistennya untuk mengirimkan data tersebut kepada reyhan, karena suatu alasan sang asisten izin untuk cuti, jadi lah haris sendiri yang pergi untuk menemui Reyhan. Namun sepertinya ia menemukan sesuatu yang berbeda di ruangan sahabatnya itu, Aruni asisten ben, benar-benar mencuri perhatiannya.
__ADS_1
Reyhan mempersilahkan haris untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya. Haris langsung mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya.
"Ini hasil pemeriksaan ayah kamu," ucap haris sambil menyerahkan amplop besar itu kepada Reyhan.
Reyhan membuka amplop itu dan Mengeluarkan selembar kertas berisi hasil pemeriksaan.
"Kondisi ayah kamu terpantau stabil, tetap jaga pola makan dan jangan sampai beliau stres," ujar haris
"Syukurlah ... mungkin karena kabar kehamilan Raya, kondisi kesehatan ayah jadi membaik," ucap Reyhan lalu kemudian kembali memasukkan kertas itu kedalam amplop.
"Oh iya ... yang duduk di depan Ben itu siapa, pegawai baru?" Tanya haris yang mulai penasaran
"Maksud kamu Aruni?" tanya Reyhan
"Oh ... namanya Aruni," ucap haris sembari mengangguk-angguk.
"Dia dulunya supir pribadi istriku ... karena potensinya, sekarang ia jadi asistennya Ben," ujar Reyhan
"Dia cantik juga, Senyumannya itu manis sekali ... apa dia sudah punya pacar?" tanya haris
" Mana aku tahu ...tanya sana sama orangnya langsung," pekik Reyhan Membuat haris terperanjat kaget.
~~
Hari menjelang sore, Raya pamit untuk pulang kepada pamanya, Para pekerja di sana menyapa Raya dengan ramah, para pekerja di pabrik itu tidak menyangka jika bos mereka mempunyai keponakan yang sangat cantik dan baik hati.
"Paman aku pulang dulu ya," Ucap Raya
"Iya ... kamu hati-hati di jalan ya, sampaikan salam paman kepada Reyhan dan ayahnya," Ucap paman
Raya masuk kedalam mobil,dan langsung berlalu pergi dari pabrik, dan pada saat itu juga dua buah mobil Hitam mengikuti mereka.
"Ikuti dia ... kita harus mendapatkannya hari ini juga, jangan sampai lolos," ucap miska pada dua orang bertubuh kekar yang sedang berada di mobil yang berbeda denganya.
Miska menghabiskan tabungannya yang tersisa untuk menjalankan balas dendam. meski harus mati sekalipun, ia akan tetap menjalankan misinya, baginya untuk inilah ia bertahan untuk tetap hidup di tengah kehancurannya.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
kemarin tidak up karena saya lagi kurang enak badan.
__ADS_1
Jangan lupa like+komen+ votenya ya readers 🙏😊