
Niko Sudah berada di apartement miliknya,ia sengaja tidak pulang ke rumah untuk menghindari banyak pertanyaan dari ibunya, Sekarang ia Sedang duduk di atas Ranjangnya Sambil Membersihkan Luka di wajahnya yang penuh memar dan bengkak,ia masih tidak Habis Fikir dengan Tindakan Reyhan Siang Tadi.
Bagaimana bisa Reyhan jatuh cinta dengan Raya,Tapi Melihat dari perkataan dan ekspresi wajah nya, Sepertinya dia benar-benar mencintai Raya,dia sudah membenci ku sejak lama tapi baru kali ini dia sampai mengajak aku berkelahi,huh.. ternyata kita memang banyak kesamaan dalam banyak hal, termasud urusan Wanita,Tapi aku tidak akan menyerah begitu Saja"pikir Niko
~~
Malam berganti Pagi,Raya sudah selesai menyiapkan Sarapan untuk ia dan juga Pamanya, Setelah selesai mandi Raya sarapan bersama dengan pamannya sebelum ia kembali bekerja.
"Siang ini aku harus kembali bekerja"Ucap Raya Sambil mengunyah makanannya
"Ia Paman juga harus pergi bekerja setelah sarapan,Kamu langsung Kunci saja pintunya"Ucap paman
"Baiklah,Owh iya Paman.. Menurut Paman Kalau Aku berhenti bekerja di Sana bagaimana"Ucap Raya Ragu-ragu
"Minggu lalu kamu bilang kamu sangat betah bekerja di sana, Kenapa sekarang kamu ingin berhenti"Tanya paman yang sudah selesai dengan sarapannya
"Emm..Itu, Sepertinya aku ingin mencari pekerjaan lain saja, Agar bisa pulang ke rumah setiap Hari,Aku tidak bisa tidur nyenyak di sana"Ucap Raya Mencoba mencari Alasan padahal ia ingin Menghindari Reyhan
"Pikirkan Baik-baik sebelum membuat keputusan, Paman akan mendukung Semua keputusan mu"Ucap paman Lalu terseyum kepada Raya
"Baiklah paman, Terimakasih"Ucap Raya
Raya merapikan meja makan dan pamannya begegas untuk pergi bekerja, Setelah selesai merapikan Meja makan Dan mencuci piring,ia pergi ke Kamarnya untuk merebahkan tubuhnya Kembali,ia menatap Langit-langit Kamarnya.
Fikiranya masih bergelut antara Berhenti dari pekerjaannya Atau tidak,Raya masih sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membeli obat untuk pamanya yang lumayan Mahal Tapi disisi lain ia ingin Menjauh dari Reyhan,Dan belajar melupakannya.
Sekeras Apapun Raya berfikir,Ia tidak menemukan Alasan untuk ia bertahan,Bukan karena Tak Cinta Tapi ia sadar jika mereka Sangat Jauh berbeda,Jika ia menuruti Ego mungkin ia akan menghacurkan Masa depan Reyhan Tanpa ia sadari.
~
Raya sudah selesai mandi dan berpakaian,ia bergegas keluar dari Rumah dan mengunci pintu,Tak lama Ojek online yang ia pesan sudah datang,Raya pun segera menghampiri ojek online itu.
Setelah Setengah Jam perjalanan, Akhirnya Raya sudah sampai di depan gerbang rumah besar itu,Ia turun dan membayar ongkos ojek lalu berjalan menghampiri security yang sedang berjaga.
__ADS_1
"Siang pak"Sapa Raya
"Siang juga Raya, semangat kerja Hari ini"Ucap pak security
"Sip pak, Kalau gitu saya masuk dulu ya"Ucap Raya
"Iya silahkan"Ucap pak security
Raya berjalan memasuki gerbang tinggi itu, Seperti biasa dia akan Langsung pergi kehalaman belakang, Karena Kamarnya berada di Sana.
Sesampainya di kamar,ia mengganti Pakaian dengan seragamnya lalu pergi menghapiri Tika yang sedang membersihkan Kolam Renang dari daun-daun yang berjatuhan.
"Mbak tika,Sini biar aku yang Gantiin,Mbak istirahat aja"Ucap Raya
"Makasih ya Ray,mbak memang udah pegel ini,Kalau gitu mbak mau istirahat dulu ya"Ucap tika
"Oke Mbak"Ucap Raya
Tika meberikan Tongkat telescopik yang di ujungnya ada Jaring untuk membersihkan daun-daun Terapung di kolam renang.
Karena terlalu Mendekat dan kondisi pinggir kolam yang licin, Raya terjatuh ke kolam renang yang cukup dalam itu dan sialnya dia tidak bisa berenang.
"To tolong...!! Teriak Raya yang dalam kondisi panik
Reyhan yang baru saja datang mendengar suara teriakan dari arah kolam renang,ia berjalan dengan cepat menuju kolam berenang.
Sesampainya di sana,Betapa terkejutnya Reyhan Saat Melihat Raya yang Panik dan sudah hampir tenggelam, dengan Cepat Reyhan melepaskan sepatu dan jasnya dan Lompat kedalam kolam.
Reyhan membawa Raya Naik ke pinggir kolam,Saat Reyhan Naik di sana sudah banyak pelayan dan juga ben yang Melihat aksi Reyhan menyelamatkan Raya.
Raya terbatuk-batuk karena telalu banyak menelan Air,
"Apa kamu Baik-baik Saja"Ucap Reyhan Khwatir
__ADS_1
"Iya Saya baik-baik Saja"Ucap Raya
Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu menjadi sedikit heran karena,Tidak biasanya Tuan muda mereka perduli Kepada seorang pelayan.
Reyhan yang baru saja ingin meraih jasnya untuk menyelimuti tubuh Raya yang sudah basah kuyup Langsung di cegah oleh Ben.
Ben memegang pergelangan tangan Reyhan,ia menggelengkan kepalanya,Memberi isyarat agar Reyhan tidak melakukan Hal-hal yang bisa menimbulkan Gosip di kediaman Hardiansyah.
Tak lama,Tika datang dengan membawa Handuk dan menyelimuti tubuh Raya.
"Raya, Apa kamu baik-baik Saja,Maafkan Mbak,Tidak seharusnya mbak meberikan tugas itu padamu"Ucap tika khawatir
"Aku baik-baik saja mbak"Ucap Raya
"Terimakasih Tuan muda, Karena sudah menyelamatkan Raya,"Ucap Tika kepada Reyhan sambil menunduk
Reyhan tak menjawab dan hanya terus diam sambil melihat Raya yang masih duduk di pinggir kolam dalam keadaan lemas, Ingin Rasanya Reyhan Memeluk Raya sekarang,Tapi keadaan tidak Mengizinkan.
Tika dan beberapa pelayan lain Membopong Raya masuk ke dalam, Sementara Reyhan Hanya diam mematung sambil melihat kepergian Raya.
Tinggallah Reyhan dan juga Ben di pinggir Kolam, Reyhan menatap Ben dengan kesal,Ia Menghela Nafas Panjang karena ia tidak bisa meluapkan kekesalannya, Karena Yang ben Lakukan untuk kebaikannya dan juga Raya.
"Pastikan dia dalam keadaan baik-baik saja, Jangan biarkan dia bekerja, Suruh dia untuk beristirahat saja"Ucap Reyhan lalu melangkah pergi meninggalkan Ben
Ben mengusap Wajahnya Kasar,ia Tau betapa tersiksanya Reyhan sekarang,Tapi Ben tetap harus mengingatkan Reyhan batasan yang harus ia patuhi sebagai Seorang pewaris HRY group.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung