
Acara Pembukaan Hotel sudah selesai, semua Tamu Satu persatu Pulang,dan Para investor dari dalam dan luar negeri akan menginap di hotel ini sampai besok.
Jam menunjukkan pukul delapan malam Reyhan pergi menuju ruang kerjanya di lantai 15,ia berharap Raya berada di sana.
Dan benar saja saat membuka pintu sudah ada Raya di sana Sedang sibuk menyelesaikan tugasnya yang kemarin belum selesai.
"Sejak kapan kamu di sini"Tanya Reyhan
"sejak tadi siang Tuan"Ucap Raya sambil menunduk
"Apa kamu yang menggantikan penari itu?"ucap Reyhan berusaha mencari kebenaran
"Saya,Tidak tuan,Mana mungkin itu saya,"Ucap Raya terbata-bata sambil menunduk
"Benarkah"ucap Reyhan sambil memajukan langkahnya mendekati Reyhan
"Maaf Tuan muda,Saya harus pulang sekarang, tugas yang anda berikan sudah saya selesaikan, Permisi"
Baru saja Raya akan beranjak, Reyhan sudah menarik tangan Raya hingga Tatapan mata mereka saling beradu.
Reyhan Melihat mata Raya lekat, Reyhan bisa melihat tatapan mata Raya sama persis dengan Penari itu.
"Ternyata benar kamu,beraninya Membohongi ku"Ucap Reyhan
"Maafkan saya tuan,Saya Hanya"
Belum sempat Raya melanjutkan kata-katanya, Tiba-tiba
__ADS_1
Reyhan sudah Menempelkan bibirnya ke bibir Raya.
Satu kecupan singkat dari Reyhan,Tapi berhasil membuat Raya diam mematung dengan mata yang membulat karena Kaget.
"Itu Hukuman untuk mu"ucap Reyhan
"Dan terimakasih, Karena kamu acara ini berjalan lancar,Kamu boleh pulang,Supir sudah menunggu di depan,"ucap Reyhan lagi
Raya masih diam mematung tanpa mengatakan apapun, Sementara Reyhan sudah pergi meninggalkan ruangan itu.
~
Pagi ini Raya sudah kembali bekerja seperti semula,Ben Mempercepat kepulangannya karena tugasnya sudah selesai.
Raya berjalan Menuju Tangga menuju lantai Atas,Saat akan Naik ia melihat Ben yang sedang menaiki tangga,ia pun segera menyusul.
"Hey Tuan, Kapan anda kembali dari luar kota?"
"Iya,Saya bekerja sangat keras selama menggantikan anda,Anda harus membalas Atas semua pengorbanan saya ini"
"Memangnya apa yang kamu inginkan?"
"Bebaskan saya dari tugas saya hari ini saja"
"Kenapa?,Apa kamu membuat masalah yang membuat Tuan muda marah?"
"Tentu saja tidak,Ayo lah hari ini saja"
__ADS_1
"Tidak, Lakukan tugasmu Seperti biasa"
Ben berjalan mendahului Raya,Lalu Ben masuk ke Ruang kerja Reyhan yang berada tidak jauh dari kamar Reyhan.
Raya mendengus kesal karena Ben mengabaikan permintaannya,Raya benar-benar tidak siap untuk bertemu Reyhan Sekarang.
~
Di dalam Kamar Reyhan
Reyhan sudah selesai mengganti pakaian di ruang ganti, Seperti biasa ia merintahkan Raya untuk memakaikan dasi.
Walau gugup setengah mati,Raya tetap harus melaksanakan Tugasnya,Ia mendekati Reyhan dan mulai memakaikan dasi itu.
Reyhan menatap Raya lekat, Membuat Raya semakin salah tingkah, Setelah selesai Raya memundurkan tubuhnya lalu pamit kepada Reyhan beralasan ada pekerjaan yang Harus ia selesaikan.
Reyhan Tau kalau Raya sedang menghindarinya, karena kejadian kemarin, Reyhan Menatap kepergian Raya sambil tersenyum tipis, menurutnya sikap Raya tadi sangat menggemaskan.
~
Raya sedang mengepel Lantai bersama Tika,Tak sengaja ia melihat Reyhan yang sedang menuruni tangga.
Tiba-tiba dari arah Pintu utama,Ada suara wanita memanggil nama Reyhan,sontak Raya langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber Suara,ia Melihat seorang Wanita Cantik berlari kecil menghampiri Reyhan lalu mencium pipi Reyhan dan Memeluk nya.
Raya terkejut melihat pemandangan itu,ada Rasa Sakit yang tidak bisa di jelaskan,Tika yang melihat Raya memandangi Reyhan dan wanita itu langsung menegur Raya.
"Raya, tundukkan pandangan mu,Kita Hanya pelayan di rumah ini,Kalau sampai pak mus melihat kamu menatap Tuan muda seperti itu,kamu akan di pecat"Bisik Tika
__ADS_1
"Iya Mbak,Maaf"ucap Raya Sambil menunduk
Mbak tika benar,aku hanyalah seorang pelayan dan dia adalah majikan ku,dia terlalu tinggi di atas sana, Sedang aku hanyalah rakyat jelata,Siapa wanita itu,apa dia pacar tuan muda, kalau benar begitu,kenapa tuan muda bersikap seolah menyukai aku,apa mungkin di matanya aku hanyalah seorang Wanita rendahan , yang bisa di perlakukan seenaknya, bodohnya aku berfikir dia menyukai ku, Sadarlah Raya sebelum kamu semakin menyakiti dirimu sendiri."batin Raya