
King baru saja akan masuk ke ruangan produser, namun suara getar ponsel menghentikan langkahnya. Di lihatnya layar ponselnya yang tertera nama Niana.
"Siapa?" tanya Joshua saat melihat King melihat layar ponselnya.
"Haha, Nia, pasti dia akan memprotes ku sekarang," ucap King sambil terkekeh sendiri.
"Maksudnya?" tanya Joshua bingung.
King tidak menjawab pertanyaan Joshua, ia langsung mengangkat telepon dari Niana. King sengaja menyuruh Niana untuk pergi ke Apartement itu terlebih dahulu, padahal apartement itu masih berantakan karena lama tidak di tempati. Entah kenapa ia sangat senang mengerjai Niana belakangan ini.
[Hallo?]
[Hey! Kamu sengaja ingin mengerjai ku ya, Apartement ini sangat berantakan.]
King berusaha menahan tawanya saat mendengar ocehan Niana, ia tidak menyangka, jika rencana dadakannya akan berhasil.
[Kamu bersihkan saja, nanti saat urusanku selesai, aku akan pulang dan membatu mu.]
[Kapan kamu pulang? Jangan bilang, kamu pulang malam.]
[Aku belum tahu, selamat bekerja keras, istri ku.]
King mematikan panggilan telepon itu, lalu kembali tertawa terbahak-bahak. Joshua heran melihat tingkah jahil King yang tidak pernah berubah sejak dulu, ia pun sering kali di jahili oleh King. Dan sekarang malah giliran Niana.
"Kamu mengerjainya?" tanya Joshua.
"Haha, iya ... aduh dia benar-benar lucu sekali," jawab King yang masih tetawa sendiri.
"Kamu keterlaluan, walau bagaimanapun dia itu istri kamu," sahut Joshua yang terlihat kesal.
__ADS_1
Joshua melangkah masuk mendahului King, ia kesal melihat tingkah jahil King yang kadang tidak pada tempatnya. King masih berdiri dalam posisinya sendiri, "Kenapa dia ikut-ikutan marah."
...****...
Kini Niana berada di sebuah kamar yang ada di apartment itu, ia mengerang kesal saat King mematikan panggilan teleponya begitu saja. Namun ia juga tidak suka melihat ruangan yang berantakan seperti ini. Sejak kecil ia sudah biasa merapikan kamarnya sendiri tanpa harus menyuruh pelayan terlebih dahulu. Ia berpikir jika menunggu King pulang, bisa-bisa ia tidak bisa tidur karena seisi apartement yang begitu berdebu.
Ingin menghubungi jasa pembersih, tapi ia baru di Indonesia, jadi belum tahu apa-apa. Menghubungi mama mertuanya, Niana masih merasa tidak enak, karena kesannya seperti ia sedang mengadu dan terkesan tidak mandiri. Pilihan satu-satunya, adalah bersih-bersih sendiri.
Niana beranjak keluar dari kamar untuk mencari fakum cleaner dan alat-alat bersih-bersih lainnya. Untung saja di dapur semua tersedia dengan lengkap. Niana menggulung lengan kemejanya dan mulai bersih-bersih, ia mulai dari ruang tamu, dan seterusnya.
Niana terlihat sangat cekatan saat membersihkan setiap sudut ruangan yang ada di apartment itu. sesekali ia mengelap keringatnya yang bercucuran dari dahinya. Niana beralih membersihkan kamar, mengganti bad cover dan juga membuka jendela agar udara segar dapat masuk. Ia melakukan itu semua demi kenyamanannya sendiri, setidaknya sampai perjanjiannya dan King berakhir.
Rasa lelah kini mulai menghinggapi, ruangan pun sudah 70% bersih, hanya tinggal toilet dan dapur saja yang belum terjamah. Tenggorokan Niana terasa begitu kering, ia meninggalkan kamar untuk pergi ke dapur. Namun yang di dapati saat berada di dapur adalah kulkas kosong dan dispenser air juga kosong. Benar juga, apartement itu lama tidak di tempati tentu saja tidak ada makanan atau pun minuman di sana.
Niana pikir, ia harus berbelanja untuk mengisi kulkas. Ia kembali ke kamar untuk mengambil dompetnya dan juga jaketnya, karena situasi di luar yang sedang gerimis. Tapi baru saja ia akan keluar, suara bel tiba-tiba berbunyi, Niana membuka pintu dan mendapati dua orang yang berpakaian sama berdiri di depan pintu depan membawa dua troli besar bahan makanan dan juga air mineral.
"Permisi Nona, maaf mengganggu, kami berdua dari DD supermarket, yang ada di sebelah apartement ini. Kami mengantarkan pesanan atas nama Tuan saka Hardiansyah, apa benar unitnnya di sini?"tanya salah satu pria itu.
"Ah iya benar, silahkan masuk," ucap Niana sambil membuka pintu lebar-lebar, agar kedua orang itu bisa memasukkan dua troli besar itu dengan mudah.
Niana menunjukkan lokasi dapur di apartement itu. Ia juga membatu kedua pegawai supermarket itu menurunkan barang-barang dari dalam troli menuju Meja makan yang memang berukuran cukup besar.
Setelah selesai kedua orang itu berpamitan dengan Niana, tak lupa Niana mengucapkan terimakasih kepada kedua orang itu. Niana kembali menutup pintu saat kedua orang itu sudah pergi, ia beranjak pergi ke dapur.
Saat ini di atas meja makan semua yang tadinya ia ingin beli sudah tersedia mulai dari bahan makanan pokok, susu, air, beras, sayur, daging, roti, minyak, sabun, dan masih banyak lagi.
"Ternyata dia beguna juga," ucap Niana sambil memandangi barang-barang yang ada di hadapannya itu tentu saja dengan senyuman terukir jelas di wajahnya.
Niana kembali beraksi dan menata semua barang belanjaan itu di dalam kulkas dan lemari dapur. Setelah semua selesai ia memasak untuk makan siang dan pergi mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
__ADS_1
...****...
Sekitar pukul tujuh malam, king yang di antar oleh Joshua sudah sampai di basement apartement. King beranjak turun dari mobil lalu di ikuti oleh Joshua setelannya.
"Ingat besok pagi aku akan menjemputmu pagi-pagi sekali," ujar Joshua.
"Iya aku tahu."
"Apa kamu tidak mengajak ku mampir?" tanya Joshua tiba-tiba.
"Aku belum menerima tamu untuk saat ini, aku mau langsung tidur saja sekarang," ujar King yang memang terlihat sangat lelah.
"Ahaha aku hanya bercanda ... kalau begitu aku pulang dulu," ucap Joshua yang sebenarnya memang berharap King akan mengajaknya masuk.
"Iya," ucap King singkat.
King menaiki lift menuju unit apartment miliknya. Tubuhnya benar-benar lelah hari ini dan rasa kantuknya pun mulai datang, belum lagi jika ia harus menghadapi Niana saat masuk nanti.
Saat masuk ke dalam, lampu ruang tamu sudah mati, King menyalakan lampu dan langsung terpana melihat ruangan itu sudah rapi dan bersih. Ia beranjak untuk mencari Niana, saat melewati ruang keluarga, ia melihat TV yang masih menyala, di lihatnya Niana yang sedang tertidur pulas di atas sofa dengan memegangi remot TV.
King melangkah mendekat, ia memandangi Niana sambil tersenyum tipis, ia pikir Niana pasti sangat lelah karena bersih-bersih sendirian. Karena melihat posisi tidur Niana yang terlihat kurang nyaman, King mengangkat tubuh Niana untuk ia pindahkan ke dalam kamar.
Sesampainya di depan pintu kamar, ia bingung kamar di mana yang di pilih oleh Niana, karena tak mau berpikir terlalu lama, langsung saja, ia masuk kesalah satu kamar yang itu. Sepertinya pilihannya tepat, karena ia melihat koper Niana ada di dalam kamar itu.
Di letakkan Niana dengan perlahan di atas tempat tidur, Niana mengeluh pelan. King sempat panik, kalau-kalau saja Niana terbangun. Akhirnya ia bisa merasa lega setelah Niana kembali bernafas dengan teratur.
Di selimutinya tubuh Niana sampai sebatas leher, kemudian ia beranjak keluar dari dalam kamar itu. Baru saja King hendak pergi ke dapur, suara bel tiba-tiba berbunyi. King berjalan dengan cepat dan langsung membuka pintu.
"Mama, papa," ucap King saat melihat kedua orang tuanya bediri di depan pintu depan raut wajah yang nampak sangat serius.
__ADS_1
Bersambung 💓
Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊