Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.142-Bab.13 ( Pengakuan King)


__ADS_3

Belum sempat King mengajak kedua orang tuanya masuk, mereka sudah masuk terlebih dahulu. King pun menyusul kedua orang tuanya masuk kedalam.


"Mama, papa kok tidak menelpon jika akan datang?" tanya King yang kini sudah duduk di hadapan kedua orangtuanya.


"Kamu itu bagaimana sih Saka, kenapa kalian langsung ke Apartement ini bukannya kerumah," sahut Raya.


"Maaf ma, siang tadi Saka bertemu dengan produser, jadi Saka membawa Niana kesini, sekalian untuk membereskan barang-barang kami," tutur King.


"Lalu dimana Niana?" tanya Reyhan.


"Niana sudah tidur pa, mungkin dia kelelahan," jawab King.


"Besok kamu antar Niana ke rumah, kasian dia di sini sendiri," ujar Raya.


"Iya ma," kata King singkat.


"Karena Niana sedang tidur dan kamu juga terlihat lelah, papa dan mama pamit pulang dulu," ujar Reyhan kepada King.


"Iya Pa."


Raya dan Reyhan beranjak pergi dari apartement itu. Setelah kepegian kedua orang tuanya, king pergi menuju dapur untuk mengambil air minum di dalam kulkas. Saat membuka kulkas, King tersenyum saat semua barang yang ia pesan siang tadi sudah tertata rapi di dalam kulkas dua pintu itu.


Saat melewati meja makan, King melihat makanan yang tersaji di atas meja makan. Sepertinya makanan itu sudah dingin. Di atas meja itu juga ada sebuah kertas kecil bertuliskan, Jangan lupa makan malam, panaskan di microwave. King tersenyum membaca pesan yang Niana tulis itu. Meski Niana nampak galak, tapi ia begitu perhatian.


King duduk di kursi meja makan, membuka penutup makanan itu dan langsung memakannya tanpa di panaskan terlebih dahulu. King merasa senang karena untuk pertama kalinya, seorang wanita tulus perhatian kepadanya tanpa ada embel-embel apapun. Mungkin sekarang ia belum sadar rasa apa yang mulai menggelitik hatinya. Tapi semoga saja ia tidak terlambat menyadari jika itu adalah cinta.


Jika bicara tentang wanita, banyak sekali wanita yang mencari perhatian King, bukan tanpa alasan, tapi mendekati King karena mereka tahu, King Adalah pewaris HRY group dan juga seorang aktor terkenal.


"Enak juga," katanya sambil mengunyah makanan yang di buat Niana.


Tidak sesuai ekspektasinya, tadinya ia pikir Niana hanya seorang gadis yang tidak tahu memasak, seperti kebanyakan anak orang kaya lainnya. Sedikit demi sedikit, akhirnya ia tahu, jika tidak semua wanita yang terlahir dari keluarga kaya seperti itu.


~


Pagi hari menjelang, King baru saja bangun dari tidurnya, ia beranjak menuju kamar mandi lalu setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke lokasi syuting. Ia tidak mau Joshua mengoceh lagi jika ia terlambat bangun. Kini king sudah sangat tampan dengan setelan kasual seperti biasanya.


King keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Langkah terhenti saat melihat Niana dan Joshua sedang berada di ruang makan, menikmati sarapan pagi bersama. Matanya menatap tajam kearah Joshua dan Niana yang sedang bersenda gurau bersama.


"Hy bro," sapa Joshua saat melihat kedatangan King.


King melanjutkan langkahnya memdekati mereka. Ia merasa paginya terganggu saat melihat Joshua berada di ruang makannya bersama Niana. Apa ini adalah bagian dari rasa cemburu yang mulai hadir di antara hubungannya dan Niana.

__ADS_1


"Kenapa kamu disini?" tanya King penasaran.


"Untuk menjemput kamu lah, karena kamu belum bangun, jadi aku ikut sarapan saja dengan Niana," tutur Joshua lalu tersenyum kepada Niana.


King melihat cara pandang Joshua kepada Niana yang mengisyaratkan sesuatu yang tidak biasa. King tahu betul sifat sahabatnya itu, entah kenapa tapi King terlihat tidak rela saat sesuatu yang sudah menjadi miliknya, di usik oleh orang lain.


"Kamu mau sandwich?" tanya Niana kepada King.


King yang tadinya fokus memperhatikan Joshua Kini beralih melihat Niana yang duduk di sampingnya, "Iya, aku mau semuanya, aku sangat lapar."


"Kamu yakin mau semuanya? Ini masih banyak lo, nanti perut kamu sakit," ujar Niana yang nampak khawatir.


"Itu masih banyak, bagi aku juga," ujar Joshua.


"Tidak, aku bisa menghabiskannya," ucap King sambil menarik lalu menutup piring itu dengan kedua tangannya.


Niana hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku keduanya yang seperti anak-anak sedang memperebutkan makanan. King mulai melahap sandwich yang ada di hadapannya, entah bagaimana caranya untuk menghabiskan semua itu, yang jelas jika tidak habis ia akan merasa malu.


Setelah selesai sarapan Niana mengantarkan King dan Jsohua sampai ke depan pintu. Joshua tidak henti-hentinya melihat Niana dan King memperhatikan itu.


"Nia, nanti mang diman akan menjemputmu, malam tadi mama dan papa ku datang, karena kamu tidur, mama hanya berpesan, agar kamu pergi ke ke rumah hari ini," jelas King.


"Apa! Mama dan papa kamu datang, kenapa tidak membangunkan aku?" tanya Niana.


"Sampai jumpa lagi Nia," ucap Joshua sambil melambaikan tangannya kepada Niana.


"Iya kak Jo, sampai jumpa," ucap Niana.


King terlihat tidak suka melihat Niana memanggil Joshua dengan sebutan Kakak, sementara dirinya hanya di panggil King saja.


~


Dalam perjalanan menuju lokasi, King duduk di samping Joshua dengan raut wajah cemberutnya, rasanya ia tidak tahan jika tidak bertanya langsung kepada Joshua, tentang bagaimana perasaan Joshua kepada Niana.


"Kamu terlihat akrab sekali dengan Nia," ucap King tiba-tiba.


"Benarkah ... mungkin karena dia sefrekuensi dengan ku, jadi nyambung saja di ajak ngobrol," tutur Joshua.


"Apa kamu menyukainya?" tanya King lagi.


Joshua melihat ke arah King sebentar lalu kemudian kembali fokus ke depan. Ia terdiam sebentar berusaha mencari jawaban yang tepat. Walau bagaimanapun, Niana adalah istri king.

__ADS_1


"Apa boleh?" tanya Joshua balik.


King menatap Joshua dengan serius, tanganya mencengkeram erat kedua lututnya. Ada perasaan kesal yang tiba-tiba datang saat Joshua bertanya seperti itu padanya. Ia seakan tidak rela tapi egonya terlalu tinggi untuk mengakui perasaannya kembali.


"Apa kamu ... serius dengan ucapan mu barusan?" tanya king ragu-ragu.


Joshua melirik kearah King yang nampak sangat serius, ia tahu ini bukan waktu yang tepat untuknya mengatakan tentang perasaannya yang sebenarnya kepada King.


"Hahaha, kenapa kamu serius sekali, aku hanya bercanda," ucap Joshua sambil tertawa untuk menyembunyikan perasaannya.


"Huh, aku pikir kamu serius," ucap King merasa lega.


"Kamu cemburu?" tanya Joshua.


"Apa, cemburu tidak mungkin lah," ucap King yang berlawanan dengan kata hatinya.


~


Sesampainya di lokasi syuting, ia dan Joshua turun dari mobil. Baru saja King melangkahkan kakinya, tiba-tiba Kinan yang memang menjadi salah satu pemain dalam film itu datang menghampiri King.


"King, bisa kita bicara sebentar?" tanya Kinan.


King menoleh kearah Joshua dan memberi kode agar Joshua pergi terlebih dahulu. Sebenarnya King sudah mulai lelah menghadapi Kinan, tapi ia tidak tahu bagaimana untuk menghindari Kinan, karena mereka selalu saja bertemu di lokasi. Jalan untuk move on pun menjadi sulit, jika Kinan tidak berhenti mendekatinya dan terus mencari perhatiannya, meski selama ini yang King dapatkan hanyalah harapan palsu.


Saat ini King dan Kinan duduk di dalam mobil Kinan. King hanya diam sambil menunggu Kinan untuk mulai bicara.


"King ... aku tahu kamu pasti marah karena aku kembali lagi dengan Alex," ucap Kinan pada akhirnya.


"Untuk apa aku marah ... Ki, aku sudah lelah untuk ikut campur dalam hubungan kamu dan Alex, aku memberikan kamu saran pun kamu tidak mendengarnya, jadi sekarang terserah kamu saja!" ujar King kesal.


"Apa perasaan mu kepada ku sudah berubah sekarang?" tanya Kinan tiba-tiba.


"Apa kamu berharap aku masih pria yang dulu mengemis-ngemis cinta kepada mu, kamu salah Ki, aku tidak lagi mengharapkan itu. Jangan menjadi wanita yang egois, kamu mencintai dia tapi juga menginginkan aku!" bentak King yang sudah tidak bisa menahan emosinya, ia ingin lepas dari jeratan Kinan yang selalu menjadikannya pelampiasan.


"King, aku tidak bermaksud seperti itu aku hanya ...."


"Hanya apa! Aku akan mulai melupakan perasaan ku kepada mu mulai sekarang, dan asal kamu tahu, aku ... aku sudah menikah," tegas King pada Kinan.


"Apa, menikah?" ucap Kinan tak percaya.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like+Komen+vote ya readers 🙏😊


Jangan lupa Follow author ya, Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2