
Dua mobil ambulans memasuki halaman rumah sakit, para perawat dan beberapa dokter sudah menunggu di depan pintu UGD.
Setelah peristiwa itu, Niana dan Joshua langsung di larikan kerumah sakit, sementara wanita gila itu di bawa oleh pihak kepolisian untuk di periksa lebih lanjut.
Seketika breaking news di semua saluran televisi menayangkan berita tentang penyanderaan Niana yang di lakukan oleh fans fanatik king. media online pun, seperti Instagram, Facebook, Twitter di penuhi dengan tagar Niana dan fans gila itu.
Bisa di pastikan pagi nanti, para wartawan akan memenuhi halaman rumah sakit, hotel tempat kejadian, kediaman hardiansyah dan juga kantor kepolisian, untuk mengulik informasi yang lebih dalam lagi.
Jam menunjukkan pukul sebelas malam, Niana dan Joshua di turunkan secara bersamaan dari dua mobil ambulans yang berbeda. mereka di pindahkan ke atas brankar rumah sakit. King terlihat sangat panik, khawatir dan juga lemas.
Dua orang yang sangat penting di hidupnya, kini harus menanggung akibat dari ke populeran-nya di industri hiburan. King tak henti-hentinya menggenggam tangan Niana saat di bawa ke unit gawat darurat RS Cendana.
Langkah King terhenti saat sampai di depan pintu UGD, ia di larang untuk masuk. Niana dan Joshua di bawa masuk ke UGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Mungkin Niana akan merasakan trauma dari peristiwa ini, tapi Joshua, ia banyak kehilangan darah karena tusukan pisau itu. Tak lama, kedua orang tua King dan Niana datang mengahampiri King yang masih berdiri di depan pintu UGD.
"King bagaimana keadaan Niana?" ucap Jihan yang terus saja menangis. Ben merangkul sang istri, mencoba menguatkan meskipun ia juga sangat khawatir.
"Sedang di tangani dokter ma," jawab King.
"Lalu bagaimana dengan Joshua, tapi dia banyak Kehilangan darah?" tanya Reyhan
"Joshua juga sedang berada di dalam pa, luka di perutnya cukup dalam," jawabnya lagi.
"Astaga, bagaimana ini bisa terjadi, setelah ini mama tidak mau kamu menjadi aktor lagi, mama trauma Saka," ucap Raya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
King dan sang papa, memeluk sang mama. Malam yang seharusnya menjadi malam yang penuh kebahagiaan untuk sepasang suami istri yang baru saja menggelar pesta pernikahan mewah, kini malah berubah menjadi tragedi.
King, kedua orangtuanya dan juga kedua orangtua Niana beranjak duduk di kursi tunggu ya adalah di samping pintu UGD. Lama menunggu, rasa cemas pun terus saja menyinggahi dan tak mau pergi, sampai nanti bisa melihat dua orang yang ada di dalam ruangan sana keluar dalam keadaan baik-baik saja.
King duduk bersandar di kursi tunggu itu, kemeja putihnya kini di penuhi berdecak darah, karena saat Niana sudah masuk kedalam ambulans, ia membatu petugas untuk menaikkan Joshua ke dalam Ambulans lainnya. Entah kenapa King sangat mengkhawatirkan Joshua, belasan tahun menjadi sahabat dan hari ini adalah pengorbanan terbesar Joshua untuknya.
~
Setelah lebih satu jam menunggu, Niana keluar dari dalam UGD dengan kondisi masih berbaring di atas brankar. Ia masih belum sadarkan diri, karena peristiwa itu, ia mengalami syok yang cukup berat.
King dan keluarga, mengahampiri Niana. Jihan menahan berusaha menahan tangisnya, saat melihat sang putri yang tadinya menggunakan gaun pengantin kini telah berganti dengan pakain rumah sakit.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya King pada dokter wanita itu.
"Nona Niana baik-baik saja, saya hanya memberikannya obat penenang untuk menekan syok yang baru saja di alaminya. esok pagi saat ia bangun, kondisinya akan lebih tenang," tutur dokter itu.
Akhirnya King dan keluarga bisa merasa lega, tapi kekhwatiran mereka belum sampai di situ saja, karena Joshua masih belum keluar dari ruangan itu.
"Lalu bagaimana dengan teman saya dok?" tanya King.
"Masih di tangani, kemungkinan besar akan segera di lakukan tindakan operasi," tutur dokter itu.
King kembali memejamkan mata sebentar, ia benar-benar tidak bisa tenang sekarang.
"Maaf tuan, nyonya, kami harus memindahkan Nona ke ruangan perawatan," sahut salah satu perawat yang bertugas.
"Baik sus, silahkan." King melepaskan genggaman tangannya dari Niana dan kedua perawat itu mendorong Nian yang terbaring di atas berankar.
"Ma, aku titip Nia ya, aku harus menunggu Joshua disini," ucap King pada mama mertuanya.
"Iya King, kamu di sini saja, Niana juga sudah baik-baik saja sekarang," ucap Jihan yang sudah mulai tenang.
"Kabarkan kami jika Joshua sudah sadar ya," ucap Ben.
"Baik pa."
"Saka, papa dan mama pergi ke ruang rawat Niana dulu, nanti kami akan kembali kemari," ujar Reyhan.
__ADS_1
"Iya pa, ma."
Kedua orang tuanya dan orang tua Niana berjalan beriringan menyusul Niana ke ruangan perawatan, Kini tinggallah King sendirian di sana. Karena dokter itu juga sudah kembali masuk kedalam UGD.
~
Sekitar sepuluh menit menunggu, dokter itu kembali keluar dan langsung menghampiri King yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya King yang sudah berdiri dari posisinya.
"Tuan Joshua, harus segera di operasi karena luka tusuk yang cukup dalam, tapi kami tidak mempunyai stok darah AB negatif, karena golongan darah itu cukup langka," tutur dokter itu.
"Golongan darah AB negatif ...."
"Iya tuan, setidaknya kita harus menemukan pendonor yang cocok satu jam lagi, jika tidak kami tidak bisa menjamin keselamatan Tuan Joshua."
King mengusap wajahnya dengan kasar, ia mencoba berfikir dengan keras, di mana ia bisa mendapatkan pendonor yang cocok dalam waktu sesingkat itu.
Tiba-tiba saja ia teringat dengan Kinan. Ia ingat dua tahun yang lalu Kinan pernah mengalami kecelakaan saat syuting dan juga membutuhkan donor darah saat itu, untung saja kedua orang Kinan sedang berada di Indonesia saat itu.
"Saya sudah tau orang yang bisa mendonorkan darah untuk Joshua dok, saya akan hubungi dia sekarang."
"Bagus kalau begitu, lebih cepat lebih baik Tuan."
"Iya Dok."
King meraih ponselnya yang ada di katong celananya. Semoga saja Kinan bisa membantunya kali ini, King benar-benar hanya bisa mengandalkan Kinan sekarang.
[Hallo, King?]
[Kinan, apa kamu bisa kerumah sakit sekarang, Joshua membutuhkan pertolongan kamu.]
[Apa maksud kamu?]
Kinan nampak kebingungan. karena setelah pulang dari tempat acara King ia langsung tidur karena merasa sangat lelah, ia belum mengetahui tentang kabar penyanderaan yang terjadi kepada Niana dan penusukan yang di alami Joshua. Ia baru saja terbangun saat mendapati ponselnya berdering dengan sangat kencang.
Selain King, salah satu orang yang selalu menolongnya adalah Joshua. Mendengar jika Joshua membutuhkan pertolongannya, tentu saja Kinan tidak berpikir panjang lagi.
...****...
Langkah kaki Kinan terlihat tergesa-gesa saat sampai di rumah sakit. Sesuai dengan instruksi King, ia beranjak menuju ke ruang UGD.
Kinan semakin mempercepat langkahnya, saat dari kejauhan ia melihat King sedang berbicara dengan salah seorang perawat yang sejak tadi mondar-mandir menanyainya soal pendonor untuk Joshua.
"Nah, itu orangnya," ucap King saat melihat Kinan sedang berjalan kearahnya.
"Maaf, aku terjebak macet tadi."
"Tidak apa-apa Ki, terimakasih karena sudah mau datang."
"Kalau begitu, Nona ikut saya untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu," ucap perawat itu.
"Baik sus."
"Kinan, aku titip Joshua ya, aku harus melihat Nia sekarang," ujar King.
"Ah iya, kamu tenang saja, aku yang akan menunggu Joshua, kamu temani istri kamu ya."
"Iya terimakasih."
"Sama-sama."
Kinan mengikuti langkah perawat itu, sementara King pergi untuk menemui Niana yang sudah di pindahkan ke ruangan perawatan.
__ADS_1
~
Saat memasuki ruangan sang istri, terlihat kedua orangtuanya dan mertuanya,.sedang duduk di atas sofa, mereka terlihat sangat lelah karena hari ini cukup menguras tenaga.
"Saka, bagaimana keadaan Joshua?" tanya Raya yang sudah berdiri dari duduknya.
"Joshua harus di operasi ma, dan dia membutuhkan donor darah, untung saja Kinan mau membantu, karena golongan darah mereka sama," tutur King.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Jihan.
"Aku yang akan menunggu Niana di sini, papa, mama pulang lah dulu," ucap King pada kedua orangtuanya dan juga kedua orang tua Niana.
"Tapi bagaimana dengan Joshua, siapa yang akan menjaganya?" tanya Ben.
"Daddy tenang saja, teman ku yang akan menunggu Joshua," jawab King.
"Saka benar, lebih baik kita pulang dulu, pagi nanti kita akan kesini lagi," ucap Reyhan.
Akhirnya kedua orang King dan Niana memutuskan untuk kembali ke kediaman Hardiansyah. Umur yang tak lagi muda, membuat tubuh gampang sekali lelah. Lagi pula sudah ada King yang siap siaga menjaga Niana.
...***...
Pukul setengah dua dini hari, Joshua memasuki ruang operasi, setelah selesai melakukan transfusi darah yang di donor-kan oleh Kinan. Kinan menunggu di samping pintu ruang operasi, wajahnya nampak sangat tegang, ia berharap Joshua akan baik-baik saja.
~
Satu jam kemudian, dokter keluar dari balik pintu ruangan operasi itu. Dengan cepat Kinan menghapiri sang dokter.
"Bagaimana keadaan teman saya dok?"
"Operasi tuan Joshua berjalan dengan lancar, setelah selesai di mejahit luka di bagian perut luarnya, perawat akan segera membawa Tuan Joshua ke ruang perawatan," tutur dokter itu.
"Syukurlah," ucap Kinan yang merasa sangat lega karena Joshua baik-baik saja.
~
King sedang duduk di samping istrinya. Ia terus saja memandangi wajah sang istri yang nampak pucat. Rasa penyesalan kembali menghinggapi karena die hari paling bahagia mereka, Niana harus melalui hal yang sangat mengerikan seperti tadi.
"Maafkan aku sayang, setelah ini, aku akan berusaha lebih keras lagi, untuk membuat kamu bahagia, hingga kamu melupakan kejadian hari ini," gumam King lalu mencium pucuk kepala sang istri.
Treett treeet.
Suara getar ponsel mengalihkan fokus King, yang langsung menoleh kearah nakas yang ada di samping ranjang rumah sakit. Saat melihat layar ponselnya, ternyata pesan itu dari Kinan. Kinan mengabarkan jika operasi Joshua berjalan dengan lancar, dan King tidak perlu khawatir karena Kinan yang akan menjaga Joshua malam ini.
Akhirnya beban pikiran King berangsur hilang juga, ia sudah tidak sabar menunggu besok pagi, ia ingin melihat Niana membuka mata dan tersenyum kepadanya.
...****...
Pagi menjelang, di sebuah ruangan perawatan kelas VVIP.
Joshua mengerjapkan matanya perlahan, setelah operasi jam dua dini hari tadi, akhirnya ia sadar juga. Tapi lain dengan sang penjaga yang nampak masih setia tertidur dengan posisi duduk di kursi yang ada di samping Joshua.
Saat kesadaran Joshua sudah kembali seratus persen. Ia baru menyadari jika ada seseorang yang sedang tertidur dengan posisi duduk di sebuah kursi yang ada di sampingnya, bukan King tapi Kinan. Ya, Joshua hafal betul meski hanya melihat rambut yang menutupi wajah Kinan.
"Ki-kinan," ucap Joshua yang masih nampak lemah.
Perlahan Kinan kembali keposisi tegapnya, saat samar-samar ia seperti medengar seseorang menyebut namanya. Ia mengucek-ngucek matanya sebentar lalu memandang kearah Joshua. Senyumnya langsung mengembang saat melihat kedua mata Joshua yang sudah terbuka.
"Syukurlah, kamu sudah sadar," ucap Kinan, dengan senyum penuh kelegaan.
Joshua tak menjawab apapun, ia tak henti-hentinya memadangi Kinan. Ia masih nampak sangat bingung dengan kondisi ini.
Ingatan terakhir ku, aku terjatuh dia atas tubuh wanita gila itu lalu aku mulai tidak ingat apapun lagi, dan Kenapa saat aku bangun, yang aku lihat pertama kali adalah senyuman mu," Batin Joshua.
__ADS_1
Bersambung 💓
Jangan lupa like+kome+vote ya readers 🙏😊😍