Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.148-Bab.19 ( Kinan vs Niana)


__ADS_3

Hari ini Niana menjadi supir pribadi untuk King, padahal ada banyak supir dan King malah bersikeras agar Niana yang mengantarkannya ke lokasi syuting.


Karena tidak terbiasa dengan jalanan Jakarta yang macet, Niana cukup kesulitan untuk mengemudi, belum lagi jika tiba-tiba ada ibu-ibu yang menghidupkan lampu send ke kiri tapi malah belok ke kanan.


King sedikit menyesal karena membiarkan Niana menyetir, Ini sudah seperti uji nyali baginya. sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke lokasi tepat waktu.


Sebenarnya King sudah menghubungi Joshua untuk memberitahu sutradara jika ia tidak bisa melakukan proses syuting untuk beberapa hari kedepan karena ia mengalami cidera di bagian tangannya.


Karena hal yang tidak di duga ini terjadi begitu cepat, sang sutradara mulai kelabakan dan memutar otak untuk sedikit mengubah alur cerita, untuk itu lah, secara mendadak King di panggil oleh sutradara untuk melakukan diskusi dan mencari jalan keluarnya.


Akhirnya setelah perjalanan panjang yang begitu lama, Niana dan King akhirnya sampai di lokasi syuting. Nampak Joshua sudah menunggu di sana. King turun terlebih dulu menghapiri Joshua, sementara Niana masih berada di dalam mobil, ia pikir lebih baik menunggu King di dalam mobil saja.


"Kenapa lama sekali? Haha kamu keren sekali dengan tangan seperti itu" ledek Joshua.


"Jangan meledek ku, jantungku hampir copot gara-gara, Nia yang menyetir mobil," jawab King.


"Apa, Nia, dimana dia?" tanya Joshua penasaran.


"Masih di sana, dia bilang akan menunggu di dalam mobil saja," ujar King sambil menunjuk kearah mobilnya.


Tanpa menunggu waktu lebih lama, Joshua meninggalkan King dan pergi menghapiri Niana. Joshua mengetuk kaca mobil dan langsung di buka oleh Niana.


"Eh, kak Jo." Niana langsung turun dari mobil, saat mengetahui orang itu adalah Joshua.


"Nia, kenapa menunggu di sini, lebih baik kamu menunggu di dalam saja, mungkin diskusinya akan lama," tutur Joshua.


"Aku akan menunggu di sini saja kak," ujar Niana.


"Joshua benar, sebaiknya kamu ikut masuk kedalam saja," ucap King yang tiba-tiba saja datang.

__ADS_1


"Ya baiklah, jika kamu memaksa," ucap Niana pasrah.


Niana mengikuti langkah King dan Joshua dari belakang, ia melihat ke sekeliling lokasi syuting film itu di sebuah gedung perkantoran. Mereka masuk ke sebuah ruangan yang memang khusus untuk King.


"Kamu tunggu di sini, aku dan Joshua akan menemui sutradara sebentar, jika kamu butuh sesuatu, kamu bisa menghubungi ku," tutur King lalu tersenyum kepada Niana.


"Iya pergilah," ucap Niana tersipu malu.


Joshua memperhatikan tingkah King dan Niana yang tidak biasa. Ia bisa melihat jika King lebih perhatian kepada Niana dan sorot matanya juga berbeda.


King dan Joshua meninggalkan Niana sendirian di ruangan itu. Untuk mengusir rasa jenuhnya Niana memainkan game yang ada di ponselnya. Baru saja ia mengayunkan ponselnya pintu kembali terbuka, sontak Niana langsung memandang kearah pintu. Pandangannya langsung terkunci kepada seorang wanita yang sedang berdiri di ambang pintu, siapa lagi jika bukan Kinan.


Kinan baru saja tiba di lokasi, ia membelikan makanan kesukaan King, bermaksud untuk memperbaiki hubungannya dengan King yang merenggang beberapa hari ini. Mungkin kini ia baru sadar jika ia tidak bisa kehilangan King dalam hidupnya. Lalu bagaimana dengan Alex? Sudah beberapa hari ini, ia tidak pulang ke Apartement Alex karena lagi-lagi mereka bertengkar.


Tidak Kinan sangka, niatnya untuk menemui King, malah membawanya untuk bertemu dengan Niana. Kinan dan Niana saling memandang dalam diam, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Dua wanita yang kini berada di dalam hidup King, dua-duanya sama cantiknya namun tentu saja dengan kepribadian yang sangat berbeda. Bukan kinan namanya jika tidak pandai bermuka dua. Di dalam hatinya ia begitu membenci keberadaan Niana yang membuat King mulai menjauhinya. Namun lihatlah sekarang, apa yang ia lakukan saat berada di depan Niana.


Niana yang tadinya hanya diam, kini berdiri dari duduknya dan terseyum kepada Kinan, jujur ia begitu canggung karena bertemu lagi dengan Kinan dalam situasi yang sudah jauh berbeda dari sebelumnya.


"Iya, kita bertemu di Marina bay waktu itu," ucap Niana, yang terlihat kaku. Jujur ia minder melihat Kinan yang begitu cantik dan fashionable.


Wajar, jika King menyukainya," batin Niana.


"Nia," panggil Kinan saat memperhatikan Niana yang malah melamun.


"Ah iya," ucap Niana yang terkesiap.


"Bisa kita bicara sebentar?" pinta Kinan.

__ADS_1


"Oh iya boleh."


~


Kinan dan Niana sekarang berada di sebuah cafe yang terletak di samping gedung perkantoran tempatnya lokasi syuting itu berada. mereka duduk saling berhadapan dengan cemilan dan minuman sebagai pelengkap.


"Aku sudah mendengar semua dari King, jika kamu dan dia sudah menikah, apa itu benar?" tanya Kinan tiba-tiba.


"Ehm, itu memang benar, lebih tepatnya kami di jodohkan," jawab Niana lalu kembali meneguk minumannya, entah kenapa obrolan ini membuatnya sedikit tegang.


"Lalu kenapa King tidak mempublikasikan pernikahan kalian?" tanya Kinan lagi.


"Kami punya alasan tersendiri yang tidak bisa aku jelaskan sendiri, namun kedua orang tua kami mendukung semua keputusan kami," jawab Niana lagi.


"Aku dan King sudah berteman sejak SMA, aku sudah menganggapnya sebagai dewa pelindungku, ia pernah bersumpah akan memperjuangkan aku hingga akhir. Aku tidak menyangka jika dia akan melupakan janjinya dan menikah dengan mu .... Ya, aku sudah bisa menebak jika kalian pasti di jodohkan dan dia pasti terpaksa menerima pernikahan ini," tutur Kinan dengan kata-kata yang mengandung sindiran keras untuk Niana.


Niana mencengkram erat gelas yang ada di tangannya. Dadanya bergemuruh ingin rasanya ia berteriak di depan Kinan, namun ia bukanlah orang yang bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya.


"Lalu bagaimana dengan kamu, bukannya kamu sudah memiliki pacar yang bernama Alex, namun kamu masih menginginkan seorang pria yang sudah menikah, apa itu wajar?" tanya Niana menatap sinis kearah Kinan.


Kinan memadangi Niana dengan senyuman sinis yang terukir jelas di wajahnya. Sepertinya genderang perang sedang berlangsung antara kedua wanita yang saat ini sama-sama berada di kehidupan King.


Niana tidak selemah yang Kinan pikirkan, Ia pikir dengan berkata seperti itu Niana akan langsung jatuh mental, namun nyatanya, ia malah di serang balik.


"Jika aku meninggalkan Alex, apa kamu bisa memberi jaminan King tidak akan berpaling kepada ku?"


Niana hanya bisa diam tanpa bisa menjawab pertanyaan Kinan yang satu itu. Iya pun masih ragu apa King benar-benar bisa melupakan Kinan atau tidak.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa+like+komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2