Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.8(Melunasi hutang)


__ADS_3

Gerbang kediaman keluarga HARDIANSYAH telah terlihat, Raya meminta untuk di turunkan,ia Tidak ingin ikut Masuk ke dalam menggunakan Mobil yang Sama dengan Tuan mudanya,Apa kata orang jika melihatnya turun dari mobil Reyhan, Mungkin mereka akan berfikir Negatif tentang Raya.


Raya bergegas Turun,dan Reyhan nampak tidak terlalu menanggapi keputusan Raya ia hanya diam seperti biasanya,Ben kembali melajukan mobil memasuki gerbang dan Tinggal Raya yang masih diam di posisinya.


Raya Masih penasaran dengan permintaan Reyhan,ia Khawatir jika Reyhan akan meminta yang Tidak-tidak darinya, Walaupun di sisi lain ia merasa lega karena Hutangnya sudah lunas.


"Hutang yang lama sudah lunas,Tapi sekarang malah muncul hutang yang lain,ini sama saja gali lubang tutup lubang, Dan hari ini pun aku gagal pulang menemui paman,"pikir Raya dalam hati


~


Tadinya,Raya berencana untuk pulang ke rumah Pamanya,Tapi karena di jalan ia di cegat oleh preman lalu Reyhan yang menolongnya malah membawanya pulang ke mari,ia pun hanya pasrah dan tidak berani meminta ke pada Reyhan untuk di antara ke rumah Pamanya.


Setelah beberapa saat berdiri di sana,Raya melangkahkan kaki memasuki gerbang,ia berjalan dengan lemas karena merasa sangat lelah hari ini, di tambah Lagi Fikiran yang sedang kacau.


~


Raya sudah selesai membersihkan diri,ia berganti pakaian dengan pakaian kerjanya,Tika yang melihat Raya sudah datang merasa heran, karena Seharusnya Raya libur Hari ini.


"Loh Ray, kok kamu udah Balik,inikan masih sore,kamu bisa kembali bekerja besok pagi"


"Nggak kenapa-napa mbak,Raya sudah bertemu paman, Lagi pula kalau raya kembali besok pagi,Raya takut kesiangan"ucap Raya berusaha mencari alasan


~

__ADS_1


Pagi ini semua Sibuk seperti biasa,Raya dan pak mus Menaiki tangga menuju lantai Atas,Raya membawa Pakaian Reyhan dan Pak mus membawa Sarapan, karena Reyhan merasa malas untuk sarapan di meja makan bersama ayah dan Ibu tirinya.


Sesampainya di depan pintu kamar,Pak mus mengetuk pintu,dan langsung di tanggapi oleh Reyhan, Nampak Reyhan sedang duduk di sofa sambil memaikan ponselnya,Raya bergegas pergi ke ruang ganti untuk menggantung pakaian Reyhan, sementara Pak mus meletakkan nampan yang berisi sarapan di atas meja di depan Reyhan.


"Pak mus,"


"Iya Tuan muda,"


"Hari ini biarkan, Pelayan yang bernama Raya itu pulang ke rumahnya"


"Baiklah tuan muda"


"kamu boleh pergi"


Pak mus berbalik dan melangkah dengan ekspresi wajah yang sedikit bingung, karena tidak biasanya Tuan mudanya itu perduli dengan seseorang, apalagi seorang pelayan.


Raya sudah keluar dari ruang ganti,ia Kaget karena tidak lagi melihat keberadaan pak mus,hanya ada Reyhan di sana,ia berjalan mendekati Reyhan.


"Maaf tuan muda,apa masih ada yang anda butuhkan, kalau tidak Saya pemisi untuk kembali ke bawah"


"Pulanglah ke Rumah mu hari ini,aku sudah mengatakan pada pak mus untuk meliburkan mu dan nanti malam bersiap-siaplah Ben akan menjemputmu"


"Maaf tuan muda,Tapi saya sudah mengambil jatah libur saya kemarin dan untuk apa Tuan ben menjemput saya"

__ADS_1


"Apa kau sedang membatah ku,ini perintah, kerjakan dan turuti saja, Tidak perlu banyak bertanya, mengerti"


"Baik Tuan muda, saya mengerti"


"Keluar lah"


"Baik Tuan muda"


Raya melangkahkan kakinya keluar dari kamar


kenapa dia menyuruh ku pulang dan untuk apa Tuan ben menjemput ku, memangnya dia tau alamat rumah ku? jangan-jangan ini yang dia maksud kemarin, kalau aku harus melunasi hutangku kepadanya dengan cara lain bukan uang,Tapi kemana dia akan membawa ku"pikir Raya dalam hati


~


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2