Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.145- Bab.16 ( naluri lelaki)


__ADS_3

"Sepertinya otak mu juga ikut bermasalah karena terjatuh tadi, untuk apa aku memandikan bayi besar seperti mu," ucap Niana lalu melangkah pergi dari kamar itu.


King bisa melihat wajah Niana yang berubah menjadi kemerahan, pertanda Jika Niana sedang malu, karena ucapanya tadi. King tertawa kecil saat mengingat ucapanya tadi. padahal ia tidak berniat untuk mengatakannya, tapi lagi-lagi tingkah jahilnya berhasil membuat Niana salah tingkah.


~


Saat pergi kelantai bawah, Niana melihat Raya sedang mengobrol dengan dokter haris di kursi ruang keluarga. Niana masih ingat, mamanya pernah berkata, jika dokter haris adalah salah satu orang yang paling dekat dengan keluarga HARDIANSYAH.


Melihat Niana terdiam di ambang tangga, Raya langsung memanggilnya untuk ikut bergabung. Haris menoleh kearah Niana. Sepertinya dokter Haris sudah tau tentang pernikahan King dan Niana.


"Bagaimana dengan King?" tanya Raya pada Niana.


"Dia sedang beristirahat di kamar ma," jawab Niana.


"Paman baru melihat kamu dengan jelas, wajah kamu persis sekali dengan mama kamu, sewaktu muda dulu, hanya saja kamu lebih kalem, haha," ujar dokter haris lalu terkekeh sendiri.


"Benar sekali, tapi Niana ini sangat cerdas loh sama seperti kak Ben," ujar Raya.


"Mama bisa saja," ucap Niana tersipu malu.


Obrolan itu berlangsung dengan hangat hingga tanpa sadar malam mulai menjelang. Setelah kepegian Dokter Haris, Niana beranjak kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Di lihatnya King yang sedang tertidur di atas ranjang. Niana hanya memandanginya sebentar lalu kembali berjalan menuju kamar mandi.


Saat selesai mandi, ia tak sengaja menyenggol pakaiannya yang ia pakai tadi hingga jatuh ke lantai yang basah. Niana pun baru ingat jika ia lupa membawa pakaian saat kemari, lalu ia akan memakai apa nanti, ia memperhatikan kesekeliling kamar dan tidak ada jubah mandi seperti di apartement.

__ADS_1


Hanya ada handuk yang berukuran tidak terlalu kecil, cukup untuk menutupi hingga sebagian paha saja. Niana menggerutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia seteledor ini. Hari ini ia benar-benar sial pikirnya.


Dengan tubuh terbalut handuk, Niana keluar dengan perlahan dari kamar mandi. Jangan sampai King terbangun dari tidurnya. Karena ia berjalan sambil terus melihat King, tanpa sadar Niana menabrak sebuah guci besar hingga guci itu jatuh dan langsung pecah.


Prangggg.


Niana panik bukan main, matanya membulat seketika, dan di saat bersamaan, mata King langsung terbuka. Perlahan King mengubah posisinya menjadi duduk.


"Pejamkan matamu!" hardik Niana panik, ia tidak rela King melihat sebagian dari tubuhnya.


Namun sepertinya sudah terlambat, mata King sampai tak berkedip melihat keindahan yang saat ini berada di hadapannya, ia bahkan sudah tidak memperdulikan lagi guci langka miliknya yang di pecahkan oleh Niana. King sempat berpikir jika ia sedang berhalusinasi, tapi saat ia mengusap matanya, dan kembali melihat kedepan, ternyata yang di hadapannya ini benar-benar Niana.


Niana buru-buru beranjak masuk ke dalam Walk in closet (ruangan pakain dan aksesoris). Ia menutup pintu rapat-rapat dan langsung menyadarkan tubuhnya di pintu. Niana menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia begitu malu saat tubuhnya di lihat oleh seorang laki-laki, meskipun tidak keseluruhan, tapi tetap saja Niana merasa malu.


King masih terdiam dalam posisinya. Ia mulai tersadar saat tak sengaja menyenggol lengannya yang terkilir. Ia turun dari tempat tidurnya lalu beranjak masuk kedalam toilet. King membasuh wajahnya di wastafel, meski kesusahan karena tangan kanannya terkilir, King tetap berusaha untuk membasuh wajahnya dengan tangan kirinya. Bayangan tubuh Niana yang setengah polos, masih membayangi pikiran King.


King keluar dari toilet sembari mengusap wajahnya dengan handuk kecil. Bertepatan dengan itu Niana juga keluar dari Walk in closet. Mata mereka saling beradu satu sama lain, suasana tiba-tiba menjadi canggung, baik itu Niana ataupun King keduanya hanya bisa diam tanpa kata.


King menjadi salah fokus saat melihat baju kaos over size-nya di pakai oleh Niana, jadilah Niana seperti memakai daster, karena baju itu sebatas lutut Niana.


"Ehm, aku tidak membawa pakaian saat kemari, jadi aku meminjam baju ini dulu," ujar Niana.


"Apa hanya itu yang ingin kamu katakan? Apa kamu ingin lari dari tanggung jawab?" tanya King sambil terus berjalan mendekati Niana.

__ADS_1


Niana memundurkan langkahnya hingga ia menabrak pintu. Namun King belum juga menghentikan langkahnya, hingga jarak keduanya begitu dekat. Niana pikir ini pasti gara-gara ia memecahkan guci milik King. Wajah Niana langsung berubah menjadi pucat, apa King akan marah kepadanya. Berdasarkan pengelihatan Niana, guci itu adalah barang antik, sudah pasti King akan marah.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja memecahkan guci itu, aku tahu mungkin uang sebanyak apapun tidak akan mampu menggantikan guci itu, jadi aku akan mencarikan kamu guci yang baru, aku berjanji," ucap Niana sambil memejamkan matanya.


King hanya tersenyum melihat tingkah Niana yang begitu menggemaskan. King memposisikan tangan kirinya bertumpu pada dinding. ia menatap Niana dengan lekat, jantungnya berdebar-debar tak karuan, hatinya berdesir hebat, apa itu cinta atau hanya sebuah ketertarikan berdasarkan hasratnya sebagai seorang laki-laki.


Niana membuka matanya perlahan saat ia tidak mendengarkan respon dari King. Hal pertama yang Niana lihat adalah netra coklat King yang begitu terlihat jelas dengan jarak yang begitu dekat.


Deg deg deg.


Jantung Niana bisa melompat dari rongga dadanya jika King terus menatapnya seperti ini.


Tidak, tidak boleh, aku tidak ingin melewati batas ku, aku tidak boleh terkecoh hanya karena jantung sialan ini berdegup tak karuan karena berada di dekatnya," batin Niana.


Niana hendak meninggalkan posisinya, namun King segera mencegahnya dengan tangan kirinya, "Kamu pikir, kamu bisa pergi begitu saja, kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mu," tutur King dengan tangan kiri yang memegang lengan Niana.


Niana menghembuskan nafasnya dengan berat, "Aku sudah bilang aku akan menggantinya dengan guci yang baru," sahut Niana kesal.


"Kamu benar-benar polos ... kamu harus bertanggung jawab karena sudah membangkitkan naluri seorang King Raysaka."


Dengan gerakan cepat King langsung meraih tekuk leher Niana dan satu kecupan mendarat di bibir merah muda milik Niana. Mata Niana langsung membulat sempurna, tubuhnya terasa kaku hingga tidak bisa memberikan perlawanan apapun. Jika bisa di lihat mungkin saat ini jantung Niana sudah meledak tanpa ia sadari.


King tidak berhenti di situ saja, kecupan itu kini berubah menjadi *******. Tanpa Niana sadari tubuhnya mulai melemah, ia memejamkan matanya, mengikuti alur yang kini di ciptakan oleh King. Baik itu King ataupun Niana, masih sama-sama kaku karena ini sama-sama pengalaman pertama mereka, tapi percayalah bukan hanya King tapi Niana juga menikmati sensasi ketika bibir mereka saling bertubrukan.

__ADS_1


Bersambung 💓


Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2