
Niana, King pulang dari acara wisuda, sekitar pukul empat sore mereka sudah sampai di rumah. King tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Niana bahkan saat mereka sudah turun dari mobil.
Sementara itu kedua orang tua mereka, pergi ke sebuah restaurant di pusat kota Singapura, untuk bertemu salah seorang kolega bisnis mereka. Petemuan itu begitu mendadak hingga mereka tidak sempat lagi untuk pulang berganti pakaian.
Niana hendak turun dari mobil, namun King masih saja tidak mau melepaskan tangannya. Ia pun kembali ke posisinya sambil menoleh kearah King.
"Kalau kamu tidak melepaskan tangan ku, bagaimana aku akan turun," ujar Niana.
"Ah iya maaf, aku sampai lupa," ucap King lalu melepaskan genggamannya.
King dan Niana turun dari mobil, dengan gerakan cepat King kembali menggenggam tangan Niana. Niana sampai kaget karena tindakan tiba-tiba yang di lakukan oleh suaminya itu.
Mereka saling menatap sesaat, lalu kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah. Layaknya pasangan pengantin baru, King tidak mau menjauh darinya dari Niana meski hanya sebentar.
~
Sesampainya di dalam kamar, Niana melepaskan pakaian toganya. Kini yang terlihat adalah dres model mermaid yang terlihat sangat pas di tubuh Niana.
King mendekati Niana yang sedang berdiri di depan cermin besar yang ada di kamar itu. Ia memeluknya dari belakang, menenggelamkan wajah di ceruk leher jenjang milik Niana.
"Kamu kenapa?" tanya Niana yang sudah benar-benar gugup.
Niana merasakan tubuhnya merinding saat wajah King menyetuh bagian lehernya. Sentuhan itu, begitu ia rindukan meski rasanya belum terbiasa, namun ia tidak akan bisa menolak lagi.
"Aku sangat merindukan kamu," ucap King yang sambil menciumi bagian leher Niana.
Niana melepaskan pelukan King, lalu berbalik menatapnya, "Aku mau mandi dulu." Niana hendak hendak Melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun King langsung menghadangnya.
"Bukannya jika kamu mau mandi, kamu akan membuka pakaianmu di sini," tutur King.
"Maksudnya?" tanya Niana.
"Kamu tau, kemarin aku masuk kedalam kamar ini, bertepatan dengan itu kamu datang, jadi aku langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur, aku sudah melihat semuanya yang ada pada dirimu, jadi kamu tidak perlu membuka pakaian di kamar mandi," tutur King dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"Benarkah, jadi kamu mengintip?" tanya Niana kesal.
"Memang salah melihat tubuh istri sendiri?" tanya King balik.
"Tidak sih, tapi tetap saja ... aku kan malu," ucap Niana
"Haha, untuk apa malu, kamu harus terbiasa mulai sekarang, aku kan suami kamu" ucap King sambil mencubit pipi Niana gemas.
Niana hanya terdiam tanpa menimpali ucapan King. Ia menatap King dengan dalam, tatapan mata mereka saling beradu. King bisa melihat masih ada sebersik keraguan dari mata Niana.
"Kamu kenapa?" tanya King.
"Apa kamu benar-benar sudah melupakan Kinan?" tanya Niana ragu-ragu.
King terseyum kepada Niana, lalu menganggukkan kepalanya dengan mantap. Saat ini King benar-benar sudah melupakan cintanya kepada Kinan. Yang ada di hati dan pikirannya hanyalah Niana seorang.
"Aku hanya mencintai kamu, istriku," kata King dengan mata yang berkaca-kaca.
Niana pun ikut merasa haru, ia masih tidak menyangka jika saat ini King benar-benar berada di hadapannya. Tadinya ia pikir hubungannya dan King akan berakhir di depan meja pengadilan.
"Hadiah? Apa," katanya bingung.
Niana melangkah dengan ragu, tatapan matanya tak pernah lepas dari King, saat jarak mereka hanya beberapa centimeter saja, Niana mengalungkan tangannya di leher King. Dengan kakinya yang sedikit menjinjit Niana menyatukan bibir mereka.
Jantung King berdegup kencang, karena tindakan Niana yang tiba-tiba. Ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Niana., dan mulai mengikuti alur yang di ciptakan oleh Niana.
C*umana itu kian dalam hingga tubuh keduanya terasa begitu panas, nafas pun kian memeburu karena rasa yang menginginkan lebih mulai menggebu-gebu.
Tanpa melepaskan penautan mereka, tangan King meraih resleting gaun Niana yang berada di belakang, ia manarik resleting gaun itu hingga kebawah.
Karena merasakan kehabisan nafas, Niana mengakhiri c*uman mereka. Ia baru sadar jika kini gaun itu hampir terlepas dari tubuhnya karena ulah King.
Perlahan King menarik turun gaun itu. Hingga kini tinggal tersisa bra dan celana da*am saja yang melekat di tubuh Niana. Pandangan King terpaku saat bukan hanya memandangi namun ia juga bisa menyentuhnya sekarang, King sampai menelan ludahnya karena melihat keindahan yang sudah ia dambakan sejak lama.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kita gagal lagi, melakukan ini," ucap King dengan nafas yang terdengar begitu berat, matanya pun nampak penuh gairah.
"King aku ...."
"Kamu kenapa? Malu, tadi kamu bilang mau mandi kan, kalau begitu Kita mandi bersama." King menggedong tubuh Niana ala bridal style, lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi King menurunkan Niana perlahan, baru saja ia hendak kembali mencium Niana, Niana langsung memundurkan tubuhnya.
"Aku belum selesai bicara, dengarkan aku dulu," ucap Niana sambil melepaskan tangan King dari lengannya.
"Oke, aku dengar kan, kami mau bilang apa?" tanya King.
"Aku ... aku sedang datang bulan," ucap Niana ragu-ragu.
"Apa! Kamu serius?" tanya King tak percaya.
"Iya aku serius," ucap Niana.
King mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, lagi dan lagi ia harus menahan hasratnya yang sudah lama ia pendam. Padahal ia sudah merencanakan berbagai hal yang akan ia lakukan bersama dengan Niana saat sedang berdua seperti ini.
"Maafkan aku, kamu tidak marah dengan aku kan," ucap Niana khawatir.
"Tidak, aku hanya sedikit tersiksa saja, kalau begitu kamu mandi sendiri ya, aku mau berbaring sebentar," ucap King lalu melangkah keluar dari dalam kamar mandi itu.
Sesampainya di tempat tidur ia langsung membaringkan tubuhnya dengan posisi tengkurap, menenggelamkan wajahnya dengan bantal.
Adik kecilnya yang tadinya tegap perkasa kini beransur menciut. King membalikkan posisinya jadi terlentang, lalu mulai memejamkan matanya agar ia tidak lagi memilikirkan kegagalannya yang terjadi untuk kesekian kalinya.
~
Sementara itu, di dalam kamar mandi Niana membasuh wajahnya di depan wastafel, ia sedih melihat ekspresi wajah King yang nampak sangat kecewa.
Sebagai seorang istri yang baru saja bertemu suaminya setelah puluhan hari, ia juga menginginkan hal yang sama, namun apa daya, tamu bulanan tiba-tiba saja datang di saat yang tidak tepat. Ini adalah hari ke tiga Niana melalui masa haidnya, jika seperti biasa maka itu akan berlangsung selama satu minggu.
__ADS_1
Bersambung 💓
Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊