
Satu minggu berlalu, hari ini aruni masih sanggup untuk bernafas meski harus terus bersama dengan ben di satu ruangan yang sama.
Pagi ini mereka akan menghadiri rapat di perusahaan cabang untuk mewakili Tuan muda mereka yang masih sibuk dengan proses mengidam sang istri yang semakin hari ada saja yang ia minta.
Reyhan yang baru saja akan berangkat ke kantor, harus kembali berganti pakaian karena Raya tiba-tiba menginginkan agar reyhan memanjat pohon Mangga yang ada di taman belakang. Jangankan pohon mangga, pohon tauge saja ia tak pernah naiki.
Alhasil, ia harus menggunakan tangga agar bisa meraih buah mangga muda yang cukup tinggi itu. Reyhan masih di posisinya, tepatnya ia sedang berdiri di samping tangga, mendongak ke atas, menatap nanar buah mangga yang menjadi biang kerok.
"Apa anda yakin tuan?" tanya pak mus yang berdiri di sampingnya.
Reyhan beralih menatap sang istri yang sedang duduk di kursi taman yang berjarak sepuluh meter dari tempatnya berdiri, raya di temani Tika,ayu dan para pelayan lain, seakan-akan sedang menyaksikan pertunjukan. Raya melambaikan tangannya pada suaminya, memberikan semangat untuk suami yang sedang dalam mode diam, tepatnya diam di tempat. Reyhan hanya bisa melemparkan Senyumnya pada sang istri yang terlihat sangat senang pagi ini.
"Apa aku punya pilihan lain ... selain menuruti keinginannya," Ucap reyhan beralih Melihat pak mus.
"Tidak ada tuan muda ... nona menginginkannya dan anda yang harus mengambilnya sendiri," Ucap pak mus
"Panggil dua orang lagi, mereka harus memegang tangga ini, jika aku jatuh sama saja harga diriku yang jatuh ... Cepat Panggil mereka!" gerutu Reyhan
"Baik tuan muda," Pak mus Melangkah pergi untuk memanggil para pengawal yang biasa mengawal anwar saat bepergian.
Setelah beberapa saat, dua orang bertubuh kekar itu memasuki halaman belakang di mana Reyhan Berada. Empat orang pengawal itu memegang kaki tangga itu dengan erat.
"Silahkan naik tuan, Nona sudah menunggu," Ucap pak mus
"Diamlah .... aku sedang berkonsentrasi Tahu!" gerutu Reyhan kesal.
Reyhan memejamkan matanya sejenak, memcoba untuk fokus, baginya menaiki tangga untuk mengambil buah mangga ini lebih sulit di banding memenangkan tender ratusan milyar. Ia menarik nafas yang cukup panjang hingga akhirnya memberanikan diri untuk memengang kedua sisi tangga dan mulai menaikkan kakinya satu persatu.
Satu langkah, dua Langkah , hingga mencapai puncak. Reyhan memetik buah mangga muda yang berukuran cukup besar itu lalu memasukkannya kedalam plastik yang ia bawa tadi.
"Sayang .... satu saja cukup!" teriak Raya dari bawah
" I .... iya sayang," Ucap reyhan tanpa.melihat sang istri yang berada dibawah.
Setelah selesai memetik mangga itu, reyhan Melangkah turun dengan perlahan dengan tangan gemetar dan berkeringat. Ia bisa bernafas lega karena ia bisa turun dengan selamat seperti yang ia harapkan.
"Huh! ... akhirnya aku dapat juga," Ucap reyhan sembari melihat mangga yang ada di genggaman tangannya.
Reyhan berjalan dengan cepat menghampiri sang istri yang sudah menunggu sejak tadi.
"Ini sayang," reyhan memberikan plastik berisi mangga yang ia petik tadi.
"Terimakasih sayang," Raya meraih kantong plastik itu dari tangan Reyhan.
"Biar saya kupaskan nona," Ucap ayu
"Iya yu, Terimakasih,"Ucap Raya
__ADS_1
Ayu mulai mengupas mangga muda itu. Setelah selesai mengupas dan mencucinya dengan bersih,ia memotong mangga itu dengan ukuran sedang dan memberikannya kepada Raya. Tanpa aba-aba raya langsung melahap mangga muda itu.
"Bagaimana ... kamu suka?" tanya reyhan penuh harap
"Emm .... iya enak sayang," Ucap Raya
"Syukurlah kalau kamu suka sayang," ucap reyhan
"Hehe ... iya sayang, yuk ke kamar, kamu kan harus bersiap-siap ke kantor," Ucap Raya yang sudah berdiri dari duduknya, membuat Reyhan mengerenyit bingung.
"Sudah selesai makan mangganya ...kamu baru makan satu potong kecil sayang," Ujar reyhan
"Iya sayang ... aku kan hanya ingin mencicipinya, dan aku sudah selesai," Ucap Raya lalu tersenyum kepada sang suami
Ya ampun, hanya satu gigitan saja ... tidak sesuai dengan persiapan mental ku untuk meraihnya" Batin Reyhan
~~
Ben sedang fokus menyetir dengan Aruni yang sedang duduk di sampingnya, mereka sedang menuju kantor cabang HRY group.
Selama perjalanan, suasana di dalam mobil terpantau sunyi, senyap dan membosankan, tak ada obrolan antara mereka. Ingin rasanya Aruni mengajak Ben bicara namun saat melirik Ben yang ada di sampingnya sedang fokus menyetir akhirnya ia memilih untuk diam saja.
Ben memang orang yang susah untuk menyesuaikan diri dengan orang yang baru ia kenal, jika bukan hal yang penting, ia akan memilih untuk diam.
Satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Ben turun dari mobil, disusul oleh aruni yang berjalan mengikuti langkahnya.
"Pastikan presentasi kamu hari ini berjalan lancar, jika tidak kamu akan langsung saya pecat," Ujar Ben yang masih terus berjalan
Jujur ini kali pertamanya melakukan presentasi yang sesungguhnya, biasanya ia hanya melakukan presentasi di kampus saja. Namun bukan Aruni namanya jika tidak mempersiapkan mental untuk hari ini, Meski ini tugas mendadak namun ia akan berusaha melakukan yang terbaik.
~
Sekarang aruni sudah berada di hadapan dua puluh orang peserta rapat, ia mengedarkan pandangannya sejenak sebelum Ben memberikan instruksi untuk ia memulai presentasinya. Ia berdiri di samping layar besar yang memperlihatkan detail-detail data pembahasan rapat kali ini.
Aruni Membuka presentasi itu dengan cukup baik membuat para peserta rapat terfokus padanya. Hingga di akhir rapat semua berjalan dengan lancar.
"Baiklah, presentasi saya kali ini cukup sampai di sini. Terimakasih untuk waktu dan perhatiannya," ucap Aruni terseyum lega karena bisa melewati ini semua dengan lancar, ia menatap ben yang sedang duduk di samping, ia cukup kaget saat ben mengacungkan jempol kepadanya.
~~
Setelah rapat Selesai, Ben dan aruni meninggal Kantor cabang itu. namun saat Setengah perjalanan Aruni merasakan perutnya lapar, ia memang tidak sempat Sarapan tadi, dan saat di kantor cabang,ia tidak sempat untuk mencicipi hidangan yang tersedia di atas meja karena telalu fokus.
Kriuuuk kruukk " bunyi perut aruni, dan sialnya di dengar oleh Ben.
"Kamu lapar?" Tanya Ben
"Maaf tuan ... sepertinya begitu tuan," Ucap aruni
__ADS_1
Ben langsung menghentikan mobilnya,ia langsung turun dari mobil dan disusul oleh aruni.
"Tuan mau kemana?" tanya aruni
"Di sebrang sana ada restaurant cepat saji, kamu tunggu di sini aku belikan makanan, lebih baik kamu makan di mobil saja, untuk menghemat waktu, masuk kedalam mobil, di sini cukup rawan kejahatan," Ucap ben
Aruni tak bisa menolak atau pun merasa sungkan lagi, karena ia memang sangat lapar.
"Baik tuan" Ucap Aruni lalu kembali masuk kedalam mobil
Ben melangkah pergi menuju restaurant cepat saji yang berada di seberang jalan.
Setelah sepuluh menit, Ben belum juga muncul, Aruni memutuskan untuk turun lagi dari mobil.
Saat ia turun tiba-tiba ada dua orang preman yang menghampirinya.
" Hy Cantik ... sendirian aja nih " Ucap preman-preman itu
"Kalian siapa, pergi sana!" Teriak aruni
"jangan gitu dong, sayang ayo ikut kita yuk " preman itu menarik tangan aruni
Aruni berterik histeris, "Tolong! ..... tolong!" Pekiknya
Bug bug
tendangan beruntun dari Ben Membuat preman-preman itu tergeletak tak berdaya sambil meringis kesakitan.
"Pergi kalian, sebelum aku mematahkan tulang-tulang kalian," Umpat Ben
Dua orang preman itu lari kocar-kacir karena takut. Ben Berbalik Melihat Aruni yang terlihat sangat syok, ia menutup kedua telinganya dengan tangan dan memajamkan matanya.
Ben meletakkan kedua tangannya di kedua sisi pundak Aruni, menatap Aruni lekat, ia tahu jika aruni sedang ketakutan "Aruni kamu baik-baik saja."
Tak ada jawaban, Ben kembali berucap " Aruni, lihat saya!" Ucap ben
Aruni Membuka matanya perlahan, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah seketaris ben yang sangat dekat dengannya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Ben lagi
Bukannya Menjawab, aruni malah fokus Menatap Ben, hatinya berdesir saat kedua tangan kekar ben menyentuh pundaknya, entah mengapa perasaannya semakin tak karuan Seperti ini.
kenapa kamu harus melakukan ini, menyelamatkan aku, Mengkhawatirkan ku, bagaimana jika aku semakin menginginkan kamu " Batin Aruni
.
Bersambung 💓
__ADS_1
Jangan lupa like+komen+Vote ya readers 🙏😊
kalian adalah mood booster ku ❤️😘