
Sekitar pukul empat sore, Niana,dan Rachel sudah sampai di salah satu Mall terbesar yang ada di Jakarta. Rachel terlihat senang sekali, karena sudah beberapa bulan ini ia tidak pernah jalan-jalan ke Mall.
Tadinya Raya ingin ikut, namun karena ada urusan mendadak akhirnya hanya Niana saja yang menemani adik iparnya itu jalan-jalan. Niana tidak mau membuat Rachel kecewa, meskipun ia belum pernah ke Mall yang ada di Jakarta.
"Kak Nia, kita ke sana yuk," ajak Rachel sambil menunjuk time zone yang ada di lantai dua Mall itu.
"Boleh, ayo." Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, memasuki area time zone.
Sesampainya di dalam Niana menemani sekaligus ikut bermain bersama dengan Rachel. Ada banyak sekali permainan di sana, dan Rachel berkata ingin mencoba semuanya. Mendengar hal itu, Niana hanya mengangguk, mengiyakan permintaan Rachel. Meskipun akan merasa lelah, tapi Niana bersyukur Rachel sudah bisa menerimanya dengan baik.
...***...
Akhirnya King dan Joshua kembali juga ke ruangan kerja King, setelah melalui rapat panjang yang memakan waktu hingga tiga jam.
King langsung duduk bersandar di Sofa yang ada di ruangannya. tubuhnya benar-benar terasa sangat lelah. Saat rapat tadi ia sangat salut dengan papanya yang begitu cerdas, lugas dan tegas wajar jika papanya di bero gelar pengusaha terbaik.
"Ternyata menjadi seorang pebisnis itu tidak mudah," ucap Joshua yang sekarang sudah ikut duduk bersandar di samping King.
"Kamu benar, wajar jika papa ku, ingin aku memulainya dari sekarang, jika menunggu nanti-nanti, mungkin sampai tua pun aku tidak bisa menjadi pengusaha sehebat papa," ucap King sambil menatap sebuah bingkai besar berisi foto dirinya, papa, dan juga sang kakek.
"Kamu itu pewaris generasi ke tiga HRY group, jadi kamu harus serius," ujar Joshua.
"Kamu juga harus serius, Kesuksesan seorang pimpinan juga di pengaruhi oleh kinerja sekertarisnya," ujar King.
"Iya, aku juga masih belajar," ucap Joshua.
"Apa kamu sudah mengatur waktu untuk acara talk show itu?" tanya King tiba-tiba.
"Tentu saja belum, kita baru saja keluar dari ruangan rapat, lagi pula aku harus menyesuaikannya juga dengan jadwal kamu di Perusahaan."
"Benar juga, atur secepatnya, aku tidak mau beredar kabar lain," ujar King.
~
Setelah puas bermain di time zone, Niana mengajak Rachel pergi ke salah satu restaurant cepat saji yang ada di Mall itu.
"Kamu mau makan apa?" tanya Niana.
"Aku mau ice cream dan kentang goreng saja," jawabnya.
__ADS_1
"Oke, kamu tunggu di sini sebentar ya, kakak pesan dulu." Niana melangkah pergi untuk memesan makanan untuk dirinya dan juga Rachel.
Saat akan memesan makanan tiba-tiba saja, ia bertabrakan dengan seseorang wanita, hingga tas wanita itu terjatuh ke lantai.
"Maaf saya tidak sengaja." Niana meraih tas itu dari lantai, saat hendak memberikan tas itu kepada wanita yang ia tabrak, matanya langsung membulat melihat wanita yang ada di hadapannya adalah Kinan Dira.
"Ka-kamu," ucap Niana terbatabata.
"Niana, kamu sudah kembali dari Singapura," ucap Kinan.
Bagaimana dia bisa tahu, aku baru saja pulang dari Singapura, apa King menceritakan padanya ya," batin Niana.
"Ah iya, baru siang tadi aku sampai di Jakarta," ucap Niana.
"Apa kita bisa bicara sebentar?" pinta Kinan.
Niana menatap Kinan penuh selidik, akankah Kinan mengancamnya lagi seperti dulu, atau memang anda ada sesuatu yang penting.
"Boleh saja," ucap Niana.
~
"Selamat datang tuan muda," ucap pak Kus.
"Niana ada di dalam?" tanya King.
"Nona muda yang sedang pergi bersama Nona Rachel tuan, mungkin sebentar lagi mereka akan pulang," ucap Pak kus.
"Hanya berdua saja?" tanya King.
"Di antar Rian tuan, nyonya sedang pergi ke acara organisasi," tutur pak kus.
King melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah, ia mencoba menghubungi Niana namun tak ada jawaban, entah kenapa ia merasa sangat khawatir.
Karena tidak ada jawaban dari Niana, akhirnya ia mencoba menelpon supir yang mengantar Niana dan juga Rachel.
[Hallo, di mana posisi bapak sekarang?]
~
__ADS_1
Niana dan Kinan duduk saling berhadapan, sementara Rachel sedang menikmati makanannya di sebuah meaj yang ada di belakang mereka. Niana tidak mau Rachel mendengar obrolan yang ia juga tidak tahu apa yang akan di bicarakan oleh Kinan.
"Kamu dan King sudah baikan?" tanya Kinan tiba-tiba.
"Oh itu, ya begitulah," ucap Niana ragu-ragu.
"Kamu tau, video kamu dan King saat di Singapura viral di media sosial," ujar Kinan.
"Video? video apa," tanya Niana bingung.
"Kamu tidak tau, tunggu sebentar akan aku perlihatkan." Kinan mengambil ponselnya yang ada di dalam tas lalu kemudian ia mulai mencari di aplikasi you*ube video Niana dan King.
"Ini, coba kamu lihat." Kinan mengarahkan layar ponselnya kepada Niana. Niana memperhatikan video yang terputar itu, setelah beberapa detik akhirnya ia paham, video itu adalah video saat King datang memberikan kejutan untuknya.
"Kamu tau, orang-orang mengira King baru saja akan melamar kamu, padahalkan kalian sudah resmi menikah," tutur Kinan.
Niana hanya diam sambil menundukkan pandangannya. Sama seperti King, ia juga baru sadar jika hubungan pernikahan mereka belum pernah di publish, pesta pernikahan pun juga belum di gelar.
"Nia, kamu tidak apa-apa kan," ucap Kinan saat melihat Niana hanya diam tanpa memberikan respon.
"Ah aku, tidak apa-apa." Lamunan Niana langsung buyar dalam sekejap, ia kembali menatap Kinan dengan senyuman yang di paksakan.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan mengganggu King lagi, aku sangat mendukung hubungan kalian berdua," ujar Kinan penuh penyesalan.
"Terimakasih, tapi yang kamu ucapkan tadi itu benar, hubungan kami memang belum di publikasikan jadi wajar jika semua orang ber asumsi jika kami belum menikah," tutur Niana lemas.
"Nia, kamu tau King itu benar-benar sangat mencintai kamu, hanya saja untuk mempublikasikan sebuah hubungan, tidak bisa di lakukan secara tiba-tiba, King pasti sudah memikirkan hal itu, kamu tunggu saja ya," ucap Kinan sambil menepuk tangan Niana pelan.
~
Kinan pamit pergi terlebih dahulu kepada Niana dan juga Rachel. Setelah kepegian Kinan, Niana beranjak menghapiri Rachel yang nampak sangat bosan.
"Kak Nia dan Kak Kinan, bicara apa sih, kok lama," Ucapanya dengan wajah cemberutnya.
"Kamu kenal Kak Kinan?" tanya Niana.
"Ya tau lah, Kak King kan dulu sangat menyukai kak Kinan, semua orang juga tau ... Ups." Rachel langsung menutup mulutnya, ia tidak sengaja mengatakan hal itu.
Bersambung 💓
__ADS_1
Jangan lupa like+komen+vote ya readers 🙏😊