Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.119 ( Raya menghilang)


__ADS_3

Setelah sampai di jalanan yang cukup sepi, satu mobil tetap berada di belakang sementara mobil hitam yang di kendarai dua orang bertubuh kekar itu melaju dengan kecepatan tinggi, hingga berhasil melewati mobil raya. Mobil itu berhenti tepat di depan mobil raya, hingga membuat pak dimas mengerem mendadak.


Sriiittt.


Raya sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba tubuhnya terbanting kedepan dan ponselnya jatuh ke lantai mobil. kepala raya terbentur cukup keras, Membuat ia meringis kesakitan.


"Nona tidak apa-apa?" tanya pak dimas panik.


"Tidak apa-apa pak, kenapa bapak ngerem mendadak?" Tanya Raya sambil memegangi jidatnya.


"Maaf nona ... tapi mobil di depan tiba-tiba saja masuk dan berhenti tepat di depan mobil ini," ucap pak dimas.


Dua orang bertubuh kekar keluar dari mobil hitam dengan membawa senjata api di tangan mereka masing-masing.


Raya nampak semakin panik melihat kedua orang itu semakin mendekat. Pak dimas tak bisa berkutik, ia ingin mundur namun satu mobil lagi berada di belakang mereka, kini mereka terjebak.


"Pak, mereka siapa?" tanya Raya semakin panik.


"Sa ... saya juga tidak tahu nona?" ucap pak dimas yang semakin gemetaran


"Cepat buka pintunya!" ucap salah seorang dari pria bertubuh kekar itu, sambil mengarahkan senjata api ke arah pak dimas, sementara pria yang satunya mengarahkan senjata apinya ke arah raya.


Pak dimas tidak punya pilihan lain, selain menuruti perintah kedua orang itu. pak dimas mengangkat kedua tangannya tanda menyerah, namun salah satu dari pria itu malah menghajarnya habis-habisan hingga pak dimas tergeletak tak berdaya di atas aspal.


Raya berteriak saat melihat pak dimas tergeletak di atas aspal. Salah satu pria bertubuh kekar itu, masuk kedalam mobil yang di tumpangi Raya dan duduk di kursi kemudi. Sementara yang satunya lagi kembali ke mobil yang ada di depan mobil Raya.


"Siapa kamu! .... keluar atau saya teriak!" pekik Raya.


Pria itu berbalik menatap raya dengan tajam, pria itu kembali mengarahkan senjata apinya ke arah Raya," Diam!, jika kamu tidak ingin peluru panas ini menembus kepalamu."


Tubuh Raya bergetar hebat, mendengar ancaman pria itu, ia pun kini hanya bisa diam membisu tanpa perlawanan.


Mobil yang membawa raya beranjak pergi, di susul dua mobil lain, meninggalkan pak dimas yang tergeletak tak sadarkan diri di tengah jalan.


"Akhirnya aku mendapatkannya," ucap Miska sambil menyeringai licik.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Haikal yang sedang fokus menyetir.


"Seperti rencana semula, aku akan meledakkannya, tapi sebelum itu, aku ingin bermain-main dengannya terlebih dulu, jika langsung mati, bukannya itu tidak terlalu mudah untuknya," ucap Miska.


"Hahaha .... aku suka kau yang seperti ini, kita sudah hancur, setidaknya bocah tengik itu harus merasakan seperti apa kehilangan, aku yakin dia akan menjadi gila," ujar Haikal dengan tawa jahatnya.

__ADS_1


~~


Reyhan baru saja tiba di rumah, namun ia sedikit heran karena Raya tidak menyambut kedatangannya seperti biasa padahal ini sudah malam, seharusnya raya sudah pulang sejak tadi, hanya ada pak mus saja yang menyambut kedatangannya.


"Nona muda dimana?" tanya reyhan


"Nona muda belum pulang tuan," ucap pak mus


"Coba hubungi pak dimas" ujar Reyhan


"Nomor nya aktif tapi tidak ada jawaban tuan," ucap pak mus yang sejak tadi sudah berusaha menghubungi pak dimas.


Karena Khwatir, akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi sang istri, Panggilan masuk namun tidak di angkat.


Akhirnya ia mencoba menghubungi paman raya, siapa tahu saja raya masih berada di sana.


"Hallo paman."


"Iya Reyhan, ada apa?"


"Apa Raya masih berada di pabrik?"


"Belum paman."


"Sebaiknya kamu cari dia sekarang, paman takut terjadi sesuatu padanya, jika Raya sudah ketemu, jangan lupa hubungi paman."


"Baik paman."


Reyhan mengakhiri panggilan telepon itu. ia melemparkan jasnya kesembarangan arah, Rasa cemas mulai menyelimutinya, ia punya firasat buruk kali ini. akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Ben. Pak mus yang berada di sampingnya hanya tertunduk diam, ia pun merasakan kecemasan yang sama dengan tuan mudanya.


"Ben, kerahkan semua anak buah mu, untuk mencari Istriku, dia belum tiba dirumah sejak tadi sore, aku punya firasat buruk tentang ini."


Reyhan segera mengakhiri panggilan telepon


itu, kini ia kembali beralih menatap pak mus yang sejak tadi hanya diam.


"Jangan katakan masalah ini pada ayah ku, aku takut Ia akan syok," ucap Reyhan.


"Baik tuan."


Reyhan beranjak dari tempatnya berdiri,ia berjalan dengan cepat menuju halaman depan.

__ADS_1


"Berikan kunci mobil," ucap Reyhan pada sang supir yang masih bediri di samping mobil.


Tanpa fikir panjang dan bertanya, sang supir memberikan kunci mobil itu kepada Reyhan. Reyhan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, hingga ia hilang dari balik pagar.


"Semoga Nona muda baik-baik saja," ucap pak mus yang kini berdiri di ambang pintu.


~~


Ben yang tadinya akan bekerja lembur bersama dengan Aruni, harus menunda pekerjaan mereka demi sebuah kabar yang membuat ben menjadi panik. Ia menelpon pun kini sudah beranjak dari tempat duduknya untuk menelpon seseorang.


"Kerahkan semua anggota mu, telusuri setiap sudut jalan xx, untuk mencari nona muda, sekarang!!" ucap ben pada seseorang di balik telepon


Aruni yang menarasa penasaran beranjak dari tempat duduknya, untuk menghampiri ben yang sedang menelepon di depan jendela ruangan itu.


"Apa yang brerjadi tuan?" tanya aruni bingung, karena ekspresi wajah ben yang tiba-tiba saja berubah cemas.


"Nona muda menghilang," ucap ben sambil memasang jasnya.


"Apa! ... bagaimana mungkin tuan?" ucap aruni cemas.


"Aku juga belum tahu, aku akan pergi mencarinya sekarang, sebaiknya kamu juga pulang," ucap ben.


"Saya ikut," ucap Aruni.


"Tapi ini terlalu berbahaya, sebaiknya kamu pulang saja," ujar Ben.


"Saya mohon tuan, biarkan saya ikut, saya sangat Mengkhawatirkan Nona muda," ucap Aruni, memohon.


Ben menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Baiklah, ayo."


~~


Reyhan menyuri jalanan Menuju pabrik, dan terus mencoba untuk menghubungi ponsel raya tapi tetap saja tak ada jawaban.


Saat berada di sebuah jalanan yang cukup sepi,ia melihat seseorang tergeletak di tengah jalan, tanpa fikir panjang, ia langsung menghentikan mobilnya. Reyhan turun dari mobil dengan perasaan campur aduk, bagaimana tidak ia tahu betul seragam yang di pakai oleh orang yang sedang terbaring tak berdaya di tengah jalan itu, seragam berwarna Dongker milik para pelayan dan supir di kediaman hardiansyah.


Reyhan duduk bersimpuh, pelahan ia membalikkan tubuh orang yang ada di hadapannya sekarang. Matanya membulat seketika, saat mendapati orang yang sedang tidak sadarkan diri di hadapannya sekarang adalah pak dimas.


Bersambung 💓


jangan lupa like+Komen+vote ya readers 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2