Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.140-Bab.12 ( Apa boleh aku menyukainya?)


__ADS_3

Pesawat yang membawa King dan Niana, akhirnya sampai di kawasan bandara internasional Soekarno Hatta, tepat pukul sembilan pagi waktu Indonesia barat. Di depan pintu kedatangan, Joshua dan supir pribadi King sudah berada di sana untuk menyambut kedatangan keduanya.


"Hy bro," ucap Joshua sambil merangkul King, rasanya sudah lama ia tidak begitu sahabatnya itu, padahal King hanya pergi tiga hari saja.


Joshua melepaskan rangkulannya saat melihat Niana mendekat, Joshua langsung tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Niana, " Apa kabar Nia." Niana langsung menyambut uluran tangan Joshua.


"Baik, siapa nama ...."


"Aku Joshua," ucap Joshua memotong ucapan Niana.


"Ah iya, maaf aku lupa," ujar Niana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Pak Diman, akan mengantar kamu ke Apartement sekalian kamu bisa langsung memilih kamar mana yang kamu pilih, dan siapa tahu kamu mau beres-beres. Aku ada sedikit urusan bersama Joshua, malam nanti baru kita pergi ke kediaman Hardiansyah," tutur King pada Niana.


"Dan satu lagi, aku akan mengirimkan kode pintu, melalui pesan singkat nanti," ucap King lagi


"Ya baiklah," ucapnya singkat.


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran bandara, saat keluar dari pintu utama bandara, ada saja orang yang meminta foto dengan King, Niana tahu jika King begitu terkenal di Indonesia, tapi ia tidak tahu jika mayoritas fans King adalah gadis-gadis remaja. Niana dan Joshua hanya bisa memandangi King yang sedang meladeni para fansnya, sementara pak diman membawa barang-barang mereka ke dalam mobil.


"Kamu harus terbiasa mulai sekarang, ini hanya sebagian kecilnya saja," ucap Joshua berbisik pada Niana.


Niana menoleh ke arah Joshua yang saat ini berada di sampingnya, "Kenapa aku harus terbiasa, lagi pula pernikahan ini juga tidak di ketahui oleh mereka kan," sahut Niana pelan.


"Benar juga ... kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa menelepon ku, jika mengandalkan King, dia akan sangat sibuk seminggu ke depan karena ia mengambil cuti selama tiga hari," tutur Joshua.


"Boleh, aku baru di Indonesia, sepertinya aku akan membutuhkan bantuan mu," ujar Niana sambil menyodorkan ponselnya kepada Joshua, agar Joshua menyimpan nomornya di ponsel Niana.

__ADS_1


"Ini, kamu bisa menghubungi ku kapan saja, kecuali jika aku dan King pergi ke luar kota untuk syuting," ucap Joshua sambil mengembalikan ponsel Niana.


Niana meraih ponselnya dari tangan Joshua, ia mengerutkan keningnya saat melihat informasi kontak dan tertera nama Kak Jo, "Kak Jo?"


"Hehe, iya orang biasa memanggil ku seperti itu, lagi pula aku memang lebih tua dari kamu kan, aku seumuran dengan King," tutur Joshua.


"Ah iya, benar juga, terimakasih ya kak Jo."


"Hey apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya King yang tiba-tiba saja berada di hadapan Niana dan Joshua.


Niana dan Joshua beralih melihat kearah King, "Tidak ada apa-apa," ucap Joshua pada King.


"Kita berangkat sekarang? Sudah hampir siang si produser cerewet itu pasti sudah menunggu," ujar Joshua mengalihkan pembicaraan.


King dan Joshua masuk kedalam mobil yang berbeda dengan Niana. Pak Diman yang akan mengantarkan Niana pergi ke Apartement. Niana duduk di kursi belakang mobil, ia menyadarkan tubuhnya yang masih terasa lelah. Ia meraih ponsel yang ada di dalam tas tangan miliknya.


Niana mengirimkan pesan untuk mamanya, ia mengabarkan jika dirinya dan King sudah sampai dengan selamat di Indonesia. Tak lupa ia juga mengirimkan pesan yang sama kepada Daddy-nya. Niana tahu pasti saat ini Daddy-nya sedang berada di kantor.


Joshua melajukan mobilnya munuju kantor angesi bersama dengan King. King hanya mengambil cuti selama tiga hari dan jadwalnya pun semakin menumpuk, belum lagi ia harus pergi ke HRY grup besok. King baru saja tiba di Indonesia dan ia kembali merindukan liburannya di Marina bay sands.


"Bagaimana bulan madu mu dan Niana, lancar?" tanya Joshua yang tetap fokus menyetir.


"Haha, kau ini lupa atau apa, aku dan dia itu hanya bersandiwara saja," ujar King sambil memainkan ponselnya.


"Iya aku tahu, tapi ... apa kamu tidak mau mempertimbangkan untuk benar-benar menerima Niana sebagai istri kamu, dia terlihat baik, pintar dan dia juga cantik," ujar Joshua pada king.


"Kamu tahu kan perasaan ku ini hanya untuk siapa, dan Niana itu hanya wanita polos yang tiba-tiba datang dalam kehidupan ku, aku tidak mau menyakiti dia hanya karena dia adalah istri ku sekarang," tutur King pada Joshua.

__ADS_1


"King-king, aku masih tidak habis pikir, untuk apa kamu masih menyimpan perasaan kepada Kinan, yang jelas-jelas sudah milik pria lain, bahkan mereka sekarang tinggal bersama, sudah jelas jika Kinan sudah tidak suci lagi," tutur Joshua kesal.


"Aku tidak lagi mengharapkan dia, tapi untuk menghapus sebuah rasa yang sudah sejak lama menetap itu tidak semudah yang dibayangkan ... makanya kamu jatuh cinta, biar kamu tau sakitnya," tutur King kesal.


Joshua hanya tertawa kecil mendengar ocehan sahabatnya itu. Jauh di relung hati Joshua yang paling dalam, untuk pertama kalinya ia tertarik kepada seorang wanita pada pandangan pertama, wanita yang benar-benar menjadi tipe idealnya sejak dulu dan baru ia temukan sekarang, wanita yang cerdas, berkepribadian sederhana dan tentunya cantik luar dalam, dan sepertinya Joshua tertarik kepada Niana, istri dari sahabatnya sendiri.


"King," panggil Joshua.


"Hm, apa?" tanya King sambil melihat kearah Joshua.


"Jika ada seorang pria yang mendekati Niana, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Joshua tiba-tiba.


King tidak langsung menjawab, ia terdiam sesaat, bergelut dengan pikirannya sendiri, entah kenapa hatinya menjadi ragu, namun lagi-lagi iya mengikuti egonya kali ini, ketimbang mendengarkan kata hatinya.


"Ya, te-terserah dia saja, selama tidak secara terang-terangan saja, dia berhak atas hidupnya sendiri, kami sudah berjanji untuk saling menghargai privasi masing-masing," ucap King dengan rasa ragu yang tidak ia perdulikan.


Joshua terseyum mendengar ucapan King, itu berarti ia punya kesempatan dan saat perjanjian King dan Niana berakhir, dia bisa langsung menyatakan perasaannya kepada Niana, untuk saat ini Joshua hanya ingin mendekati Niana sambil mencari tahu, sedalam apa iya menyukai istri dari sahabatnya itu.


...****...


Akhirnya mobil yang mengantarkan Niana sampai juga di basement apartement, Pak Diman membantu Niana menurunkan dua buah koper besar miliknya dan King. Niana dan pak Diman naik kelantai dua puluh empat, tempat unit apartment milik King berada.


Sesampainya di depan pintu unit apartement itu, pak diman pamit pulang ke kediaman Hardiansyah, Niana tak lupa mengucapkan terimakasih kepada mang Diman karena sudah mengatakannya sampai ke atas.


"Hati-hati di jalan pak," ucap Niana.


Niana mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan yang di kirim oleh King tadi dan mulai memasukkan kata sandi pintu apartement mewah itu. Saat Niana masuk kedalam, ia tercengang melihat semua furniture, sofa dan barang-barang di sana masih terbungkus kain, sepertinya apartement itu sudah lama tidak di tempati. Niana berteriak dalam hati, pantas saja King menyuruhnya datang terlebih dulu ke Apartement ini dan tadi King sempat berucap, " Siapa tahu kamu mau beres-beres disana." Akhirnya kini Niana mengerti maksud dari ucapan King tadi.

__ADS_1


Bersambung 💓


Jangan lupa like+Komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2