
Matahari pagi kembali menyinari bumi dengan cahayanya,Pagi ini ballroomHotel bintang lima milik HRY group sudah di sulap menjadi tempat ijab Kabul dan resepsi pernikahan antara reyhan dan Raya.
Raya yang baru saja selesai di Rias dengan mengenakan gaun kebaya modern berwarna putih.
Mata Raya tak henti-hentinya, mengeluarkan cairan bening yang membuat make nya berapa kali harus di perbaiki.
Yah saat ini Raya kembali mengingat kedua orang tuanya yang telah tiada,ia begitu sedih karena kedua orangtuanya tak berada di saat bahagianya ini.
"Kenapa nona menangis..make up nona jadi berantakan"Ucap lembut sang asisten Aruni
"Aku mengingat kedua almarhum ayah dan ibu ku Runi...andai mereka masih hidup, mereka pasti mendampingi ku di sini"Ucap Raya yang masih sesegukan
Aruni menepuk-nepuk lembut pundak majikannya yang beberapa hari ini sudah ia anggap seperti sahabatnya sendiri.
"Tenanglah Nona,orang tua nona pasti sudah tenang di sisinya,..Dan percayalah Orang tua nona pasti Melihat nona dari atas sana dan ikut bahagia melihat nona akan segera menikah"Ucap Aruni menenangkan Raya
"Raya..."Ucap paman lirih,ia sejak tadi berdiri di ambang pintu, menyaksikan kesedihan keponakannya itu
Raya berbalik melihat sosok pria paru baya yang telah merawatnya sejak kecil,ia berjalan menghampiri pamanya dan langsung memeluk pamannya erat
"Hiks hiks paman,Aku merindukan ayah dan ibu hiks hiks"Ucap Raya yang kembali terisak
"Sudah nak jangan Menangis,paman ada disini,ini hari bahagia mu, setelah ini kita akan mengunjungi ibu dan ayahmu..sudah jangan menagis lagi ya..."Ucap paman sambil menepuk-nepuk punggung Raya lembut
Raya melepaskan pelukannya,ia menatap pamanya "Terimakasih paman, untuk semuanya,aku tak akan pernah melupakan semua jasa di paman karena sudah membesarkan ku.
Raya kembali memeluk sang paman yang begitu berjasa Baginya.
~~
Saat ini Reyhan sudah duduk di hadapan penghulu,ia menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan,Rasa gugup lembali mendera,tinggal hitungan detik,ia kan resmi menjadi seorang suami dari Wanita yang sangat ia cintai.
Reyhan menjabat tangan pak Penghulu dan dengan satu tarikan nafas ia mengucapkan ijab Kabul dengan lancar jaya.
Para saksi mengucapkan kata SAH yang menandakan kini ia sudah resmi menjadi seorang suami.
Tika dan Ayu mengiring Raya memasuki tempat ijab kabul, Reyhan sampai tak berkedip melihat kecantikan wanita yang kini telah resmi mejadi istrinya itu.
Jihan yang duduk di samping Ben pun tak mampu menahan rasa harunya,ia berandai-andai jika ia dan Ben yang berada di moment seperti ini,pasti ia akan sangat bahagia seperti Raya dan reyhan.
"Kenapa kamu Menagis?"Tanya Ben
"Aku Hanya terharu, Melihat moment sakral ini, Sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri..ah irinya"Ujar jihan
Ben tak lagi menanggapi Jihan,ia hanya tersenyum lalu mengengam Tangan jihan erat.
Raya kini telah duduk di samping Reyhan,ia mecium tangan sang suami kemudian reyhan mencium kening istrinya,Lalu di lanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis keduanya secara bergantian.
~~
__ADS_1
Setelah acara ijab kabul selesai,Malam harinya di lanjutkan dengan Acara Resepsi di ballroom hotel bintang lima milik HRY group.
Semua Tamu mulai berdatangan, mulai dari pejabat, selebritis,dan kalangan pengusaha.
Di antara para tamu yang hadir, Milen bersama suaminya yang paling mencuri banyak perhatian,ya Milen sudah lebih dulu mengakhiri masa lajangnya dengan seorang politisi muda, begitulah milen ia begitu cepat menyukai seseorang dan begitu cepat pula melupakannya.
Milen yang sudah sangat anggun dengan gaun berwarna gold dengan punggung terbuka menggandeng Tangan sang suami memasuki tempat resepsi,di depan awak media ia berpose dengan sangat percaya diri sambil melingkarkan tangannya di lengan sang suami,ia menunjukkan jika ia baik-baik saja dan sudah move on dari reyhan.
Di tempat tak jauh dari sana,Jihan Memperhatikan milen dengan tatapan tak Suka.
"Wah dia sangat percaya diri sekali,jika aku jadi dia aku tidak akan datang kemari"Ucap milen
"Hus.. sudahlah,"Ucap Ben yang berada di samping Jihan
Milen berjalan sambil menggandeng tangan suaminya menuju pelaminan.
"Selamat ya..."Ucap milen malas sambil mengulurkan tangannya kepada Raya dan Reyhan
"Terimakasih"Ucap Raya sopan,Sementara Reyhan hanya diam
"seorang pelayan Menjadi seorang Nyonya,kamu pasti sangat bahagia ya,dasar jalang"sindir Milen
"Cukup Milen,jika kamu hanya ingin merusak suasana, lebih baik kamu pergi dari sini"Ucap Reyhan tak terima
"Ups..maaf , mulut ku memang tak bisa menetralisir orang rendahan"Ucap Milen lagi
"Kamu apa-apaan sih,ayo kita pergi...Raya, reyhan Selamat ya,maaf atas Ucapan Milen, permisi"Ucap suami milen lalu beranjak pergi sambil menarik paksa Milen
"Aw sakit..sayang lepaskan aku"pekik milen
Milen dan suami Meninggalkan tempat pesta , Sementara Jihan dan ben terkekeh melihat kejadian itu.
"Rasain tu..haha"Ucap jihan sambil terkekeh
~
"Kamu kenapa harus marah sih,kan kasian Milen sampai di tarik seperti itu sama suaminya"Protes Raya
"Dia memang pantas di perlakukan seperti itu, suaminya pun tahu jika istrinya salah"Ucap Reyhan
~~
Di tempat lain miska sedang duduk sambil menatap Benci kearah televisi di mana pesta pernikahan mewah Reyhan dan Raya sedang di siarkan.
"Aaakkkkk..Aku benci..aku benci kalian"Ucap miska lalu membanting gelas kearah TV
~~
Malam semakin larut, Pesta pun telah usai,kini Raya dan reyhan sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.
__ADS_1
"Sayang..kamu kenapa lama sekali di kamar Mandi"Seru Reyhan yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi
"Ia sebentar lagi"ucap Raya di balik pintu
Reyhan pun berjalan dengan Malas menuju tempat tidur,ia Merebahkan Tubuhnya sambil menunggu sang istri.
Tak lama Raya muncul dengan mengenakan Handuk kimono yang menutupi tubuh polosnya,ia berjalan menghampiri Reyhan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.
"Kamu kenapa teriak-teriak sih?"Tanya Raya
"Habisnya kamu lama sekali"Ucap Reyhan lalu menarik tangan Raya hingga raya berada di atas tubuh Reyhan
"Sa..sayang..kamu kenapa?"tanya raya yang mulai kikuk
"Aku sudah lama menunggu moment ini,"Reyhan meraih tengkuk leher raya dan ******* bibir manis milik sang istri
"Siap atau tidak,kamu milik ku malam ini"Ucap reyhan dengan suara yang mulai berat menahan gairahnya
Raya hanya diam dengan wajah yang sudah bersemu merah, sekarang posisnya sudah berada di bawah kungkungan Reyhan.
Reyhan kembali ******* bibir Raya dengan ganas, kemudian berpindah ke leher hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
"Ahh...emm,Sayang"Tanpa Raya sadari ia mulai memdesah, Reyhan pun semakin di buat bergairah
Tangan Reyhan mulai Membuka handuk milik sang istri hingga Tubuh Raya putih dan indah Raya terekspos,tak tinggal diam Reyhan pun menanggalkan semua pakaian yang menempel di tubuhnya, sekarang mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.
Reyhan bermain dengan gundukan berukuran besar dengan ganasnya.
Sa. sayang..geli...ahh..emm
Reyhan berpindah kebagian bawah perut Raya, Tatapan Reyhan kini di penuhi dengan gairah Melihat milik Raya yang sudah basah karena kenikamatan,ia membelai lembut milik Raya yang di tumbuhi bulu halus,tanpa aba-aba ia menelusuri milik raya dengan lidahnya,dan itu membuat Raya mendesah karena merasakan kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
Uhhh..ahhh..sa..sayang..emmm...ahh
Reyhan mengakhiri aktivitasnya di bawah perut Raya,ia mengecup kening Raya lembut"Apa kamu siap,Ini akan sedikit sakit namun akan nikmat setelahnya"ucap Reyhan penuh nafsu
Raya hanya mengangguk tanda setuju, Reyhan mulai memasukkan miliknya ke milik Raya, erangan kecil dari mulut Raya membuat Reyhan semakin bersemangat, untuk menjebol gawang milik Raya.
Malam itu menjadi malam panjang yang penuh dengan desahan sepasang suami istri yang di mabuk cinta.
.
.
.
.
BERSAMBUNG 💓
__ADS_1