Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.152-Bab.23 (Temani aku malam ini)


__ADS_3

King menghentikan langkahnya sejenak, saat melihat Niana dan Joshua sedang duduk di sebuah batang pohon kelapa. Ia bisa melihat Joshua dan Niana sedang asik mengobrol sambil tertawa bersama.


"Sepertinya dugaan ku benar, dia menyukai Niana," ucap King sambil terus memperhatikan tingkah Joshua.


Sebagai seorang sahabat yang sudah mengenal lama Joshua, King tau betul saat Joshua sedang menyukai seseorang, ia pun semakin yakin jika Joshua sahabatnya itu, menyukai Niana. Dengan tangan yang mengepal erat King menghapiri Niana dan Joshua.


"Nia, ayo pulang," sahut King dari arah belakang.


Niana dan Joshua menoleh ke belakang. raut wajah King saat ini benar-benar terlihat kurang baik, tapi ia berusaha menahan emosinya.


"syuting nya sudah selesai?" tanya Joshua.


"Iya," ucap King singkat.


"Nia ... kamu tunggu di mobil sekarang, ini kuncinya, aku ingin bicara sebentar dengan Joshua," ucap King sambil meletakkan kunci mobil di telapak tangan Niana.


Niana terdiam sebentar, sambil menatap wajah King yang begitu serius saat ini. Tanpa bicara apapun Niana kembali melanjutkan langkahnya menuju parkiran dimana mobil King berada.


Kini tinggallah King dan Joshua yang berdiri saling berhadapan. King melangkah mendekati Joshua, Joshua pun dengan berani menatap mata King. Mereka sudah lama berteman dan ini untuk pertama kalinya King dan Joshua menyukai wanita yang sama dalam waktu yang bersamaan pula.


"Aku mau kamu jujur dengan ku ... kamu menyukai Niana kan?" tanya King dengan sorot mata tajamnya.


Joshua menyunggingkan senyumnya, saat mendengar ucapan King. Ia tak menyangka King akan menyadarinya secepat itu. Semua sudah terlanjur terjadi, apa mau di kata, Joshua juga menginginkan Niana.


"Sekarang kamu terlihat seperti seorang suami yang benar-benar mencintai Niana," ucap Joshua.


"Sepertinya dugaan ku benar, lebih baik kamu berhenti mencari perhatiannya, dia itu istriku," tegas King.


"Jika kamu berkata seperti ini sejak awal, mungkin aku tidak akan pernah menyukainya. Kamu tenang saja, aku tidak akan merebut dia selama kamu bisa menjaganya dengan baik, tapi jika itu besok, lusa, atau kapan pun, dia tersakiti karena kamu, aku adalah orang pertama yang akan merebutnya darimu," tutur Joshua lalu beranjak pergi meninggalkan King.


King mengepalkan erat tangannya, ini kali pertama ia melihat Joshua seserius itu saat berbicara tentang wanita, King benci itu, karena itu berarti Joshua serius dalam ucapanya.

__ADS_1


~


King masuk kedalam mobil dan mendapati Niana sedang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. King semakin kesal karena Niana bahkan tidak menghiraukan kedatangannya.


"Kamu terlihat akrab sekali dengan Joshua, suka kamu sama dia," ucap King yang masih dalam mode siaga satu.


Niana mematikan ponselnya dan menoleh kepada king, "Apa sih, seharusnya aku yang berkata seperti itu, kamu dan Kinan benar-benar terlihat mesra sekali, kamu suka kan, bisa peluk dan mencium keningnya segala," tutur Niana tak kalah kesal.


"Hah, kamu berusaha mengalihkan pembicaraan ya. Wah, ternyata kamu licik juga," kata King sambil mengarahkan jari telunjuknya kehadapan wajah Niana.


Niana tidak habis pikir, bagaimana King bisa mengatakan jika ia licik. Karena merasa geram melihat jari King yang menunjuk ke depan wajahnya, Niana dengan gerakkan cepat menggigit jari telunjuk king.


"Aaakkkk, sakit." King dengan cepat melepaskan dengan paksa jari telunjuknya dari mulut Niana.


"Rasakan itu," ucap Niana lalu kembali duduk bersandar sambil membuang muka ke arah jendela.


"Kalau jari ku putus bagaimana, apa kamu mau punya suami cacat, semakin kesini sifat aslimu mulai terlihat semua," ujar King sambil memperhatikan jari telunjuknya yang memerah kebiruan.


~


Niana masuk kedalam unit apartment itu dan langsung berjalan menuju kamarnya. Ia melemparkan tubuhnya keatas tempat tidur. Niana memikirkan sifatnya yang akhir-akhir ini begitu berubah, apa karena ia sedang jatuh cinta kepada King, pikirnya.


Kamu adalah cinta pertama ku, tapi kenapa cinta pertama kamu harus wanita lain," batin Niana.


~


Menjelang malam King dan Niana makan malam bersama seperti biasa, namun kali ini suasana begitu hening, hanya ada suara dari sendok dan garpu saja yang terdengar. Sesekali mereka saling melirik satu sama lain, tak ada yang mau bicara, ataupun meminta maaf terlebih dahulu.


Niana sudah selesai dengan makan malamnya, ia beranjak dari duduknya dan mencuci piring kotor miliknya, King hanya bisa memandangi Niana, mulutnya begitu kaku untuk meminta maaf terlebih dulu kepada Niana.


Masih tanpa suara, Niana berjalan melewati meja makan tanpa menoleh kepada King. King sudah tidak tahan karena Niana terus mengabaikannya sejak tadi. Ia berjalan menyusul Niana yang hendak masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Nia," ucap King sambil menarik tangan Niana.


"Apa?"


"Aku minta maaf untuk masalah siang tadi, aku hanya tidak suka melihat kamu dekat dengan Joshua," tutur King penuh penyesalan.


"Aku ingin istirahat, pemisi," ucap Niana lalu membuka handel pintu kemudian buru-buru ia masuk kedalam kamar dan menutupnya kembali.


King masih berdiri di depan pintu kamar Niana, rasanya benar-benar tidak nyaman jika terus seperti ini, tapi apa boleh buat, sebuah hubungan memang selalu di warnai dengan pertengkaran kecil dan tentunya akan memulih dengan sendirinya.


~


Hujan di luar semakin deras dengan suara petir menggelegar. Sudah pukul sepuluh malam dan mata King belum juga terpejam. Ia berguling ke kiri dan kanan dengan rasa gelisah yang menghinggapinya sejak tadi. King melangkah menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya untuk kesekian kali. Namun baru saja ia akan membuka pintu kamar mandi, listrik tiba-tiba saja padam.


Aaaakkkkkk.


King mendengar suara teriakkan Niana, ia berusaha meraba-raba di mana ia meletakkan ponselnya, setelah beberapa saat ia berhasil menemukan ponselnya dan segera ia menyalakan senter yang ada di ponselnya lalu berjalan dengan cepat menuju kamar Niana.


King membuka pintu kamar itu,di arahkanya senter itu ke tempat tidur, ia bisa melihat Niana yang meringkuk dengan kedua tangan menutupi wajahnya. King beranjak naik keatas tempat tidur, ia khawatir terjadi sesuatu dengan Niana.


"Nia, kamu baik-baik saja," ucap King sambil menepuk pundak Niana pelan.


Niana yang mengetahui jika King berada di dekatnya, sontak berbalik dan langsung memeluk perut King dengan erat. Sejak kecil ia benar-benar takut dengan kegelapan dan sampai saat ini pun begitu.


"Aku takut, aku mohon temani aku tidur malam ini," ucap Niana dengan suara bergetar.


King mengubah posisinya berbaring di samping Niana. Ia membawa Niana kedalam dekapannya, " tenanglah, aku tidak akan meninggalkan kamu, kamu bisa tidur sekarang."


Hujan terdengar semakin lebat dengan kilat yang menyambar kemana-mana. Nafas Niana mulai terdengar beraturan. Berbeda dengan King, karena tidak adanya jarak di antara keduanya, dan suasana yang sangat mendukung, King kembali merasakan naluri lelakinya bangkit, apalagi saat ini posisi kepala Niana yang berada di dadanya, deru nafas yang begitu terasa menerpa kulitnya, tangan Niana pun beberapa kali meraba dada King. sepertinya King tidak akan bisa tidur malam ini.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊


__ADS_2