
Jihan melangkahkan kakinya menuju kamar Niana. Sudah beberapa hari ini Niana jarang sekali keluar dari kamar. Ia masih terjebak di fase terpuruknya.
Saat membuka pintu, Jihan melihat Niana sedang sibuk di depan laptop, mengerjakan tugas akhir yang harus segera selesai secepatnya.
Niana menoleh saat mengetahui kedatangan sang mama, ia mengerutkan kening karena mamanya seperti orang yang baru saja mengikuti lomba Lari estafet.
"Kenapa ma?" tanya Niana heran.
Jihan menghapiri Niana dengan semangat yang membara. Jihan menyodorkan ponselnya kepada Niana. Di ponsel itu terpampang sebuah video dari aplikasi YouTube.
"Video apa ini ma?" tanya Niana sambil meraih ponsel sang mama.
"Kamu lihat saja sendiri, kamu pasti akan sangat senang," ujar Jihan yang saat ini sudah duduk di samping Niana.
Niana memutar video itu, ia kaget saat melihat wajah Kinan dira di dalam video itu. Wajah Niana nampak sangat serius menonton video itu. Ia akhirnya paham jika itu adalah sebuah konfrensi pers yang di adakan oleh pihak agensi untuk Kinan.
Setelah selesai menonton video itu, Niana mengembalikan ponsel sang mama. Bukannya nampak senang karena mendengar penjelasan Kinan di Video itu, wajah Niana malah nampak semakin sendu.
"Kamu kenapa malah murung, wanita itu sudah menjelaskan jika ia dan King tidak punya hubungan apapun," ujar Jihan merasa heran dengan reaksi Niana.
Niana hanya diam lalu menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi. Ia kembali mengingat kejadian di rumah sakit waktu itu. Saat ia memergoki King dan Kinan sedang berpelukan.
Sebagai seorang yang sudah telanjur sakit hati, Niana berpikir jika Kinan bisa saja mengarang cerita di hadapan media. bagi Niana video itu belum cukup untuk membuat ia percaya.
Jika semua itu benar, kenapa kamu tidak datang, apa kamu tidak merindukan ku," batin Niana.
Melihat ekspresi wajah Niana, Jihan tidak mengatakan apapun lagi. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepalanya, ia diam-diam memotret Niana yang sedang termenung dan akan ia kirimkan foto itu kepada King.
__ADS_1
~
Hari ini adalah hari penayangan perdana film terbaru King, sebagai seorang profesional, ia tetap datang ke bioskop tempat penayangan perdana film itu di gelar. Meski segudang kesibukan di perusahaan sudah menunggu.
Bukan hanya King namun seluruh pemain, sutradara, kru dan juga para fans setianya berkerumun untuk menonton bersama.
Antusias pengunjung di luar ekspektasi, sang sutradara yang awalnya ragu jika film ini akan sukses karena berbagai masalah yang menghadang, namun nyatanya di penayangan perdana tiket ludes terjual di seluruh bioskop yang ada di tanah air.
King duduk bersama dengan para pemain lain, sambil menatap layar besar yang saat ini terpampang wajahnya sediri. Ia melirik kursi yang ada di sebelahnya, kursi yang saat ini di duduki oleh Joshua adalah kursi yang ia siapakan untuk Niana di saat penayangan perdana film terbarunya.
Namun takdir berkata lain, di saat hari H telah tiba, Niana sudah tidak di sisinya lagi. King menjadi tidak fokus menonton film karena memikirkan Niana. Ingin rasanya ia terbang saat ini juga, namun saat mengingat ucapan sang papa, ia kembali mengurungkan niatnya.
Setelah semua urusan ku selesai, aku pasti akan membawamu kembali," batin King.
~
Setelah kurang lebih dua jam, akhirnya penayangan perdana film itu telah selesai. Masih berada di ruang bioskop King melangkahkan kakinya maju ke depan sambil memegang sebuah mic di tangannya.
King menghebuskan nafasnya dengan berat, saat rasa sesak di dada terasa amat menyiksa. Rasanya benar-benar berat untuk mengatakan hal itu kepada para fansnya.
Dari arah bangku penonton, Kinan, Joshua dan sutradara yang sudah mengetahui jika King akan hengkang dari dunia perfilman, tidak kuasa menahan air matanya, meskipun tanpa suara, namun air mata yang keluar seakan menjelaskan jika mereka pun tidak rela.
"Baiklah, sebelumnya, saya ingin mengucapkan rasa terimakasih saya untuk kalian yang selalu setia mendukung karir saya selama tiga tahun belakangan ini ... namun karena suatu keadaan saya harus mundur dari dunia yang telah membesarkan nama saya, dan film ini akan menjadi film terakhir saya, meskipun saya tidak bermain film lagi, saya akan tetap mengingat kalian sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya," tutur King dengan suara bergetar, menahan air mata yang sudah hampir keluar.
Seketika suasana ruangan itu menjadi heboh, para fans King menangis, bahkan ada yang sampai histeris dan pingsan. Petugas keamanan kewalahan menahan para penonton yang hendak menghampiri King.
Karena keadaan yang tidak memungkinkan King untuk berlama-lama di sana, akhirnya Joshua mengajak King untuk keluar.
__ADS_1
~
Joshua dan King sedang dalam perjalanan menuju kantor menuju gedung utama HRY group, karena akan ada rapat yang akan di pimpin langsung oleh King.
King melamun sepanjang perjalanan, entah apa yang ia pikirkan, Joshua mengerti pasti sangat berat bagi King melewati masa-masa seperti ini tanpa kehadiran Niana di sisinya.
"Kalau sudah tidak kuat, kamu bisa angkat tangan," ucap Joshua sambil melirik kesamping.
"Apa maksudmu?" tanya King tanpa menoleh ke arah Joshua.
"Kamu meridukan Niana kan?" tanya Joshua.
"Sangat, tapi ini belum saatnya, aku tidak ingin muncul di hadapannya dengan kondisi menyedihkan seperti ini," tutur King.
"Kamu memang terlihat sangat menyedihkan sekali sekarang, karir yang di bangun bertahun-tahun akhirnya harus di lepas juga, aku sangat mengerti posisimu saat ini."
King hanya tersenyum getir, jika ada penghargaan untuk aktor paling menyedihkan tahun ini, pasti King adalah pemenangnya. King menatap nanar ke arah jendela, mulai hari ini tidak akan ada lagi skrip naskah film yang memenuhi otaknya dan akan berganti dengan berkas-berkas perusahaan yang akan segera menumpuk di atas meja kerjanya.
Suara pesan masuk membuyarkan lamunan King. King menatap layar ponselnya yang tertera pesan masuk dari ibu mertuanya.
King membuka pesan yang di kirimkan oleh ibu mertuanya, ia semakin merasa galau karena ternyata ibu mertuanya mengirimkan foto Niana yang sedang nampak murung.
Bukan hanya foto, namun Jihan juga menyertakan pesan teks yang bertuliskan " Niana sedang memikirkan kamu, dia sangat merindukan kamu."
Rasa rindu itu semakin bergejolak, namun King berusaha untuk tetap pada pendiriannya, akhirnya ia pun mengetikkan pesan untuk di kirimkan ke ibu mertuanya.
"Dua minggu lagi, setelah urusan King di perusahaan selesai, King akan datang ke Singapura, bertepatan dengan hari wisuda Niana, tolong jaga Niana untuk King ya ma, karena King sangat mencintainya, jangan katakan pada Nia, bahwa King akan datang di hari wisudanya, King ingin memberikan surprise untuk Nia." Isi pesan King.
__ADS_1
Bersambung 💓
Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊