Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.163-Bab.34 (Kecurigaan Niana)


__ADS_3

Karena mahasiswa yang mengikuti gladi resik di bagi menjadi beberapa kelompok, Niana bisa selesai lebih awal dan memutuskan untuk pulang ke rumah.


Saat sampai di rumah, ia heran karena suasana di dalam begitu sepi, tidak ada Pelayan yang biasanya berlalu-lalang membersihkan rumah. Niana juga tidak menemukan mamanya di mana-mana, ia pikir, mungkin sang mama sedang pergi arisan atau semacamnya.


Akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar, sambil menunggu kedua orang tuanya pulang. Sesampainya di depan pintu kamar, ia membuka pintu dan langsung masuk kedalam.


Niana tidak menyadari jika King sedang berada di bawah tempat tidurnya. Ia duduk di atas tempat tidur dengan kaki mengantung di pinggir ranjang. Saat hendak mengikat rambutnya ke atas, kuncir rambutnya tiba-tiba saja terjatuh ke lantai.


Seketika King langsung Membulatkan matanya dengan sempurna, saat Niana beranjak dari tempat tidur lalu membungkukkan badannya untuk meraih ikat rambut itu. Untung saja Niana tidak melihatnya, sepertinya King sedang beruntung hari ini, karena Niana tidak menoleh ke arah kolong tempat tidur.


Karena merasa gerah sehabis pergi, Niana hendak mandi untuk menyegarkan tubuhnya, ia membuka kancing kemejanya satu persatu, lalu membuka baju itu dan ia letakkan di tempat pakaian kotor di samping lemari.


Tidak sampai di situ saja, Niana juga membuka rok yang ia pakai. Hingga saat ini yang tersisa di tubuh Niana hanya bra dan ****** ******** saja. Bisa di bayangkan bagaimana ekspresi wajah King saat ini, saat ia bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh indah Niana dari balik kolong tempat tidur, bahkan matanya sampai tidak berkedip sama sekali.


Ah sial, kenapa tubuhnya indah sekali," umpat King dalam hati.


Bersembunyi di bawah kolong tempat tidur sudah membuat tubuh King terasa gerah, dan sekarang semakin bertambah gerah karena pemandangan yang terpampang nyata di hadapannya. Kalau saja Niana membuka seluruh pakaiannya, mungkin King tidak bisa menahan diri untuk tidak keluar dari persembunyiannya.


Niana Melangkahkan kaki masuk kedalam kamar mandi, dan di saat itulah, King bergerak dengan cepat keluar dari kolong tempat tidur. Dengan langkah yang sangat hati-hati, King melangkah keluar dari kamar. Akhirnya ia bisa benafas lega karena bisa keluar dengan selamat tanpa ketahuan oleh Niana.


~


Saat kembali ke rumah sebelah, King mengahampiri kedua orangtuanya yang masih asik mengobrol dengan orang tua Niana.


"Loh, King sudah balik," ucap Raya pada King.


King menjatuhkan tubuh tepat di samping sang mama, ia duduk sambil bersandar di sandaran kursi, " Hampir saja aku ketahuan ma, Niana tiba-tiba saja datang saat aku berada di dalam kamarnya.


"Terus bagaimana cara kamu bisa lolos?" tanya Ben.


"Aku bersembunyi di bawah kolong tempat tidur," jawab King.


Seketika tawa Ben, Reyhan, Raya dan juga Jihan pecah, mendengar penuturan King. King langsung menegakkan posisinya, ia heran kenapa mereka malah tertawa, padahal King sungguh tersiksa.


"Itu namanya bagian dari perjuangan, untung saja kamu tidak ketahuan," ucap Jihan lalu kembali tekekeh.

__ADS_1


"Huh, benar-benar menyiksa," ucap King.


"Tersiksa kenapa?" tanya Raya yang duduk di samping King.


"Ah bukan apa-apa ma," ucap King berbohong, padahal ia benar-benar tersiksa karena hanya bisa memandangi tubuh indah Niana dari bawah kolong tempat tidur, tanpa bisa menyentuh, apalagi merasakan manisnya.


~


Niana keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono dan handuk kecil di atas kepala. Rasanya ia begitu malas untuk memakai pakaian, ia langsung melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Indra penciuman Niana tiba-tiba saja mendeteksi sebuah aroma yang tidak asing di bantal yang ia pakai. Ia mengedus bantal yang saat ini menyangga kepalanya, "Aroma ini ...."


King memang sempat berbaring di atas tempat tidur Niana, wajar saja jika aroma parfum King sempat menempel di bantal itu.


"Apa dia datang kemari ... ah tidak mungkin, ini pasti karena aku terlalu memikirkannya, padahal dia sendiri belum tentu memikirkan ku," gumam Niana.


Niana memeluk bantal itu dan menghirup aroma di bantal itu berkali-kali. Hatinya berdesir saat lagi-lagi rindu mengapa hati yang sudah lama terasa kosong. Ia rindu, ia ingin memeluk King secara nyata, namun pada kenyataannya, Niana hanya sendiri di sana tanpa adanya King yang selalu ia harapkan kedatangannya.


Mata Niana mulai terpejam, seiring rasa nyaman yang datang karena ia bisa merasakan kehadiran King dari aroma parfum yang tiba-tiba saja menempel di bantalnya. Sebelum Niana terlelap, ia selalu memohon dalam hati, saat ia bangun nanti, King sudah berada di sampingnya, tersenyum padanya kemudian berkata, I love you.


Seorang wanita terkadang juga membutuhkan sebuah pengakuan, bukan hanya dari tindakan. Perhatian King memang sudah menunjukkan jika ia mencintai Niana, tapi tetap saja pengakuan cinta itu di perlukan.


...***...


Jam menunjukkan pukul tujuh malam waktu Singapura, Niana baru saja membuka mata saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Ia langsung bangkit dan berjalan menuju pintu kamar. Saat pintu sudah terbuka, seorang pelayan wanita paruh baya sedang berdiri di sana.


"Maaf nona, Tuan dan nyonya meminta Nona turun untuk makan malam bersama," ujar pelayan wanita itu.


"Baiklah, katakan pada mama dan Daddy jika aku akan segera turun," tutur Niana.


"Baik nona, kalau begitu saya permisi," ucap pelayan itu.


"Iya bi, terimakasih ya," ucap Niana lalu tersenyum kepada pelayannya itu.


Setelah kepegian pelayan itu, Niana kembali menutup pintu kamarnya. Sebelum turun, ia harus berganti pakaian dulu, karena saat ini ia hanya memakai handuk Kimono saja.

__ADS_1


Sekitar sepuluh menit, Niana akhirnya keluar dari kamar dengan setelan piyama panjangnya. Perutnya benar-benar lapar karena tidak sempat makan siang sepulang dari kampus tadi.


Langkah kaki Niana terhenti saat dari arah jendela besar yang ada di dekat tangga ia melihat lampu rumah sebelah, menyala. Seingatnya rumah itu sudah di beli oleh Daddy beberapa bulan yang lalu.


"Apa Daddy menjual rumah itu ya," gumam Niana sambil terus menatap kearah jendela.


~


Ben dan Jihan sudah duduk di kursi meja makan, Jihan menyendokkan nasi dan berbagai macam lauk di atas piring sang suami.


"Sayang sekali kita tidak bisa makan malam bersama dengan kak Rey dan Raya," ucap Jihan dengan wajah yang cemberut.


"Kan masih bisa besok," ucap Ben lalu tersenyum kepada Jihan.


Wajah yang tadinya nampak cemberut Kini berganti dengan senyuman, saat melihat Niana yang sudah ikut bergabung di meja makan.


"Kamu baru bangun?" tanya Jihan.


"Iya ma, siang tadi setelah pulang dari kampus, aku langsung tidur, sampai tidak sempat makan siang," tutur Niana.


"Jangan di biasakan lupa makan, itu bisa membuat kamu jadi lemah tidak berenergi," ujar Ben pada Niana.


"Iya Dad ... oh iya, rumah sebelah sudah Daddy jual? aku lihat lampu rumah itu menyala," tanya Niana tiba-tiba.


Ben dan Jihan saling melirik, mereka bingung harus menjawab seperti apa, "Ehm, itu hanya di sewa oleh seorang turis yang datang ke Singapura untuk berlibur bersama dengan keluarganya, mereka hanya akan beberapa hari saja di sini," ucap Ben pada akhirnya.


"Oh di sewa, kalau begitu aku akan menyapa mereka nanti."


"Jangan!" seru Ben dan Jihan secara bersamaan.


Niana sampai menjatuhkan sedok yang ada di tangannya, karena kaget mendengar ucapan kedua orangtuanya.


Bersambung 💓


Terimakasih untuk apresiasinya, dan selalu setia menunggu kelanjutan kisah Niana dan King, komentar-komentar kalian benar-benar membuat author semakin semangat untuk belajar membuat cerita yang menarik. Saya masih baru dalam dunia perhaluan jadi mohon maaf jika masih ada banyak kesalahan dalam penulisan dan alur cerita. Kisah mereka hanya akan sampai 60 bab saja ya readers, tungguin terus update terbarunya, saranghae 😘❤️

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote ya readers 🙏😊😊😍


__ADS_2