Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.134-Bab.8 ( Aku, kau dan dia)


__ADS_3

Wanita yang memeluk King saat ini adalah teman sekolah sekaligus teman seprofesi King, bernama Kinan Dira, atau lebih di kenal dengan nama Kinan. Kinan adalah salah satu model yang pernah bekerja sama dengan King di salah satu projek iklan.


Sialnya Kinan adalah cinta pertama King sejak masa SMA. Namun entah tahu atau pura-pura tidak tahu Kinan seolah buta jika perhatian dan waktu yang selama ini King luangkan di tengah kesibukannya adalah salah satu bukti jika King mempunyai perasaan kepada Kinan.


Hingga sampai pada suatu hari, King mengungkapkan perasaannya kepada Kinan. Namun langsung di tolak oleh Kinan, dengan alasan ia hanya menganggap King sebagai teman.


Sudah enam tahun mereka berteman, namun King hanya menjadi tempat curhat, tempat pelampiasan Kinan saat putus dari pacar-pacarnya. Kinan seakan hanya membutuhkan King di saat terpuruknya saja.


King seolah buta jika cintanya bertepuk sebelah tangan, ia selalu berlapang dada dan merentangkan tangannya saat Kinan membutuhkan bantuannya. Mereka teman tapi King tahu jika Kinan tidak menyukainya lebih dari itu, untuk itu King hanya diam tanpa bisa mengungkapkan perasaannya lagi.


Kinan melepaskan pelukannya dari King. Niana bisa melihat jika mimik wajah hingga tatapan mata King langsung berubah saat berhadapan dengan Kinan.


"Hy king, kamu sedang apa disini?" tanya Kinan pada King, "lalu gadis ini siapa?" tanya Kinan lagi.


Niana melangkahkan kakinya berdiri di samping King dan langsung mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan saya Niana, adik sepupu King, kami sedang liburan keluarga di sini," ucap Niana dengan tangan terulur ke depan.


"Oh hy, aku Kinan teman King, salam kenal ya," sahut Kinan ramah.


Jadi wanita ini hanya temannya, lalu kenapa tatapanya seperti itu," batin Niana.


"Kamu sedang apa di sini?" tanya King dengan suara lembutnya, tak seperti saat ia bicara dengan Niana yang menggunakan frekuensi tinggi.


"Aku sedang ada pemotretan di sini, besok aku sudah harus pulang ke Indonesia," jelas Kinan pada King.


"Kamu sendiri?" tanya King lagi.


"Oh itu, aku tidak sendiri ... aku di temani alex kemari," ucap Kinan ragu-ragu.

__ADS_1


"Apa, Alex?" tanya King memastikan.


"I-iya ... kami sudah balikan, dia berjanji akan berubah," jawab Kinan.


King mengepalkan tangannya dengan erat, saat mendengar nama Alex keluar dari mulut Kinan. Pria itu adalah pacar Kinan selama tiga tahun belakangan ini. Alex pria yang temperamental dan suka main tangan, tapi Kinan sangat mencintai Alex.


Sudah sering kali Kinan pergi mengadu pada King tentang Alex dan mereka juga sudah sering putus nyambung. Sebenarnya King begitu kecewa dan marah, saat Kinan lagi-lagi kembali kepada Alex, tapi sebagai teman, King tak bisa berbuat banyak. Meskipun hatinya begitu sakit saat Kinan lebih memilih Alex dari pada mempertimbangkan perasaannya.


"Dan kamu percaya?" tanya King lalu tersenyum sinis kepada Kinan.


"Why not ... aku percaya semua orang bisa berubah," ujar Kinan.


Niana hanya bisa mendengar obrolan kedua orang yang ada di hadapannya ini. Sedikit-sedikit Niana bisa mengerti situasi yang di hadapi King saat ini. Semua tergambar jelas di wajah King.


Saat mendengar jawaban Kinan, King hanya bisa mendengus kesal, sambil berkacak pinggang. Apa seperti ini jika seseorang di butakan cinta. King tidak bisa menyalahkan Kinan jika kinan bertingkah bodoh karena terlalu mencintai Alex, karena ia pun berada di situasi yang sama, karena masih saja menyimpan perasaan kepada Kinan.


Dari arah belakang Kinan, tiba-tiba Alex muncul dan langsung merangkul Kinan lalu mencium Kinan di depan King. Alex sengaja melakukan itu, karena ia tahu jika King mempunyai perasaan kepada Kinan.


King hanya diam terpaku dengan kedua tangan mengepal erat. Dadanya bergemuruh, karena melihat wajah Alex yang tersenyum bahagia seolah tak pernah melakukan kesalahan apapun.


"King, kami pergi dulu ya, sampai jumpa di Indonesia," ujar Kinan lalu melangkah pergi bersama Alex, meninggalkan King dan Niana yang masih diam terpaku di tempatnya.


Niana melihat wajah King yang memerah seperti udang rebus. Ia bahkan tak berani untuk berbicara apapun saat ini. Ia tahu King masih dalam mode siaga 1. Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya King melanjutkan langkahnya masuk kedalam Toko barang-barang branded itu dan tentunya Niana menyusul dari belakang.


Sesampainya di dalam, King berjalan dengan cepat menuju tempat barang-barang branded itu tertata dengan rapi. Ia mengambil sepatu, tas, kacamata, jam tangan, baju, jaket dan semua yang ada di hadapannya kemudian ia berikan kepada pelayan toko yang mengikutinya untuk di bawa semua barang itu kemeja kasir, semua pelayan toko diam dan menurut, meskipun sebenarnya mereka bingung.


King membeli semua itu bukan karena butuh, namun karena dirinya sedang marah dan kesal, ia hanya ingin meluapkan kekesalannya. Ia bisa memberikan apapun kepada Kinan. Tapi kenapa Kinan tidak pernah sekalipun melihat ke arahnya.


Tidak sampai di situ saja, King masih saja menambah barang belanjaannya. Niana mulai terlihat khwatir. Ia menghampiri King untuk menghentikan tingkah kekanak-kanakan King yang sedang ia saksikan saat ini.

__ADS_1


"Hey hentikan!" tegas Niana sambil menahan lengan King dengan tangannya, saat King hendak mengambil beberapa pasang baju dan celana berharga puluhan dan mugkin ratusan juta itu.


"Kenapa? Aku membeli semuanya dengan uangku sendiri, lalu kenapa kamu melarang ku ... kamu lupa aku ini siapa!" sahut king dengan nada suara yang lain dari biasanya.


"Kamu yang lupa dengan dirimu sendiri ... tingkahmu sekarang ini, benar-benar tidak mencerminkan siapa kamu," tukas Niana kesal.


Nafas King tersengal-sengal karena menahan gejolak yang membelenggu hatinya saat ini. Niana seolah mengingatkannya untuk tidak hilang kendali atas dirinya.


Niana masih memadangi King dengan tajam, ia tidak pernah merasa emosi seperti ini, baru King yang mampu membuatnya perduli, dan entah kenapa melihat King bertingkah seperti ini karena wanita lain, membuat Niana semakin sadar jika pernikahan yang mereka jalani saat ini hanya sebuah hubungan asing yang tak bertepi.


Setelah merasa lebih tenang, King mengeluarkan dompetnya, dan memberikan sebuah kartu berwarna hitam kepada Niana. Niana melihat kartu yang kini ada di tangannya dengan persaan bingung.


"Bayar semua barang yang aku beli dengan itu, aku akan kembali ke kamar lebih dulu," ujar King dan langsung hengkang dari toko barang branded itu. Niana masih merasa tercengang dengan tingkah King saat ini.


Niana berjalan dengan lemas menuju kasir, ia membelalakkan matanya melihat tumpukkan paper bag yang kini berada di hadapannya, jika di hitung kira-kira ada sekitar tiga puluh paper bag berukuran besar.


Sebagai anak dari pengusaha yang cukup tersohor di Singapura, Niana tidak pernah menghamburkan uang untuk berbelanja barang-barang mewah seperti kebanyakan anak orang kaya lakukan di sana. Ia lebih memilih menyalurkan uangnya untuk kepentingan sosial.


Meskipun Jihan dan Ben sudah memberikan wewenang penuh kepada Niana untuk kartu ATM tanpa batas yang mereka berikan. Tapi Niana lebih memilih hidup sederhana, berbaur dengan teman-teman yang bukan dari kalangan atas sepertinya.


Niana mencoba menormalkan dirinya, lalu kembali berjalan melewati paper bag-paper bag itu untuk melakukan transaksi pembayaran.


"Berapa total untuk semua barang-barang itu?" tanya Niana pada kasir yang bertugas.


"Silahkan Nona," ucap salah seorang pelayan toko yang menghampiri Niana sambil memberikan Niana sebuah kertas nota. Niana membulatkan kedua matanya saat melihat total belanjaan King yang menyentuh angka jutaan dollar Singapura, yang jika di rupiahkan berkisar Milyaran rupiah.


Bersambung 💓


lanjut nanti siang ya kakak-kakak readers 🙏😊

__ADS_1


jagoan lupa+like+komen+vote ya readers 🙏😊😊


__ADS_2