
Reyhan mendorong Ayahnya yang sedang duduk di kursi Roda memasuki area pemakaman.
Anwar Menatap nanar ke arah depan, sesampainya di depan pusara sang istri pelahan ia turun dari kursi rodanya lalu duduk bersimpuh di samping makam istrinya.
Reyhan beranjak pergi meninggalkan Ayahnya,ia pun Tahu ayahnya butuh waktu untuk bersama ibunya setelah sekian lama.
Perasaan bersalah Kembali Membuat hati Anwar berkecamuk, Momen-momen saat kematian istrinya begitu menyesakkan,ia merasa gagal menjadi seorang suami dan seorang Ayah.
Sejak Dulu,ibu Reyhan selalu memperingatkan Anwar tentang kebusukan Sukmawan, Tapi Anwar tak pernah mendengarkan,Anwar berfikir ibu Reyhan hanya tak suka karena ia selalu sibuk berkeja dengan Sukmawan dan tak pernah memperhatikannya.
Semenjak kematian ibu Reyhan, Hidup Anwar Terasa kosong,Rumah megah yang dulu penuh Canda tawa istrinya kini terasa suram,ia Fikir dengan menikah lagi hidupnya yang dulu akan kembali,tapi ternyata tidak, kehadiran Miska malah membuat Reyhan Menjadi anak yang dingin dan pemarah.
Akhirnya Anwar Mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaan, hingga akhirnya HRY Group berkembang pesat dan menjadi perusahaan besar.
Anwar mengusap batu nisan istrinya lalu meletakkan bunga mawar putih kesukaan istrinya dulu.
"Maafkan aku karena datang terlambat,Kamu pasti Sangat marah kepada ku,Aku sungguh menyesal karena Tak mendengarkan ucapanmu dulu...dan aku hampir Saja menghancurkan hidup Reyhan dengan menjodohkannya dengan wanita yang tidak ia Cintai....aku gagal menjadi suami yang baik Tapi sekarang aku sudah sadar dan aku tak ingin gagal menjadi Ayah yang baik untuk putra kita"Ucap Anwar yang sudah terisak
Dari arah belakang Reyhan menepuk Pundak ayahnya,Lalu ikut duduk di samping Ayahnya.
"Ibu pasti sudah memaafkan Ayah, ayah Tahu sendiri ibu orang yang Sangat baik kan"Ucap Reyhan
"Kamu benar... Maafkan ayah ya Rey, Sekarang kamu tak perlu lagi menyembunyikan hubungan mu dengan gadis itu,Ayah sudah merestui Kalian"Ucap Anwar sambil menepuk pundak Reyhan
Reyhan tercengang mendengar ucapan Ayahnya,Anwar pun Kembali Tersenyum kepada reyhan.
"Ayah Tahu kamu sangat mencintai gadis itu,Ayah hanya ingin kamu bahagia"Ucap Anwar lagi
Reyhan Begitu bahagia,ia langsung memeluk ayahnya "Terimakasih Ayah.. Terimakasih banyak"Ucap reyhan dengan mata yang sudah berkaca-kaca
~~
Di Bandara internasional XX
Niko sedang menunggu pesawat yang Akan membawanya keluar negeri.
Sembari menunggu,ia menatap layar ponselnya yang terpampang Foto Raya, sebelum pergi ingin Rasanya ia menemui Raya, Tapi ia begitu malu untuk menemui gadis pujaannya itu.
Akhirnya Niko memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat.
~~
Raya sedang menunggu bus,ia langsung Terkesiap saat mendengar dering Ponselnya, Raya mengambil ponselnya yang ada di dalam Tas,Saat membaca isi pesan yang di kirim Niko ia begit kaget dan tak percaya, bagaimana bisa Niko pergi tanpa berpamitan.
__ADS_1
"Aku sedang di bandara sekarang,Aku akan berangkat ke paris, mungkin aku tak akan kembali..Aku terlalu malu untuk bertemu kamu..jaga dirimu baik-baik dan hiduplah dengan bahagia"(isi pesan Niko)
Dengan cepat Raya beranjak dari duduknya dan memanggil Taksi yang lewat di depannya.
"Antar saya ke bandara XX.. Cepat ya pak,"Ucap Raya ke supir taksi itu
Mobil taksi itu melaju dengan cepat menyusuri jalanan,Raya Mencoba Menghubungi Niko tapi tak ada jawaban,Raya pun semakin panik, bagaimana jika Niko sudah berangkat.
Kebaikan Niko padanya tak bisa ia lupakan begitu saja,di situasi terburuknya Niko lah yang selalu ada dan mendampinginya,Meski tak bisa membalas Cinta Niko,Raya berharap setidaknya ia bisa menjadi adik untuknya.
Karena terlalu panik, Akhirnya Raya memutuskan untuk menghubungi Reyhan, Tapi tak ada jawaban juga,ia pun memutuskan untuk mengirimkan Reyhan pesan Singkat.
~
Setelah setengah jam perjalanan, Akhirnya Raya Sampai di bandara, ia membayar ongkos Taksi lalu dengan cepat berlari memasuki bandara.
Sesampainya di dalam,ia langsung menuju ruang tunggu keberangkatan, Tapi tak juga ia menemukan orang yang ia cari.
Raya duduk di sebuah kursi dengan perasaan yang campur aduk,ia mengusap wajahnya dengan kasar,Ia Begitu menyesal karena terlambat datang, bulir-bulir air mata kembali membasahi pipinya.
"Hiks...Hikss, Kenapa kak Niko tidak menunggu aku..Hiks..Hiks"tangis Raya sambil menunduk
"Raya..."
"Kak Niko"Ucap Raya lalu berdiri dari duduknya
"Kenapa kamu kem..."Belum sempat Niko melanjutkan Ucapannya,Raya sudah berhambur memeluknya
"Kak Niko kenapa jahat sekali, Pergi seperti ini,tanpa memberitahu ku...apa kak Niko Tahu betapa paniknya aku, Setidaknya berikan Ucapan Selamat tinggal"Ucap Raya sambil terisak di pelukan Niko
Niko Tersenyum mendengar ucapan Raya,ia menepuk-nepuk pundak Raya pelahan "Iya maafkan aku... Terimakasih sudah datang"Ucap Niko
Raya Melepaskan Pelukannya,Niko kembali tersenyum lalu menyeka air mata yang membasahi wajah cantik Raya.
Tiba-tiba pandangan Niko teralihkan pada sosok pria yang berdiri tak jauh dari tempat ia dan Raya.
"Hy Rey...Apa yang kamu lakukan di situ..kemari lah"Panggil Niko
Raya berbalik melihat Reyhan,"Kamu..."ucap Raya
Reyhan yang sejak tadi berdiri di sana dan menyaksikan saat-saat Raya memeluk Niko berusaha bersikap senormal mungkin,ia tak ingin terlihat jika ia sedang Cemburu,ia berjalan menghampiri Raya dan Niko.
"Dari mana kamu tahu aku disini?"Tanya Niko
__ADS_1
"Dari dia.."Ucap Reyhan sambil melirik kearah Raya
"Kenapa pergi Tanpa Memberi Tahu,Jika kamu pergi seperti ini,aku akan sangat merasa bersalah..."Ucap Reyhan lagi
"Aku pergi Karena keinginan ku sendiri,jadi santai saja... berjanjilah untuk terus membuat Raya Bahagia"Ucap Niko sambil menatap Raya yang masih terus menangis
"Tentu Saja...aku akan membuat dia menjadi wanita paling bahagia... Hey sudahlah jangan menangis lagi"Ucap Reyhan sambil merangkul Raya
Niko Tersenyum mendengar ucapan Reyhan,meski sampai saat ini perasaan itu belum hilang tapi ia bersyukur karena orang yang menjaga Raya adalah Reyhan.
~~
Setelah Niko pergi,Reyhan mengantarkan Raya pulang, dalam perjalanan Raya terus saja diam dan tak bersemangat.
Sesekali Reyhan Melirik kearah Raya,ia bingung harus mengatakan apa di saat seperti ini, Tapi jika ia terus diam,Raya akan terus bersedih dan tak mengatakan apapun.
"Kamu masih sedih karena Niko Pergi..?"Tanya Reyhan
"Iya..Aku belum sempat membalas semua kebaikannya"Ucap Raya dengan lemas
"Aku lihat tadi kamu memeluknya,Apa kamu begitu menyukainya?"pertanyaan yang sejak tadi Reyhan ingin tanyakan
Raya yang sejak tadi Melihat kearah jendela, berbalik melihat Reyhan yang sedang menyetir di sampingnya.
"Kamu melihatnya.."Ucap Raya terbata-bata
"Tentu Saja...kamu melompat dan memeluknya...ya aku Tahu kamu sedih, Tapi Melihat kamu memeluknya Seperti itu,Aku agak cemburu.."Ujar Reyhan
"Maaf,Aku Terlalu emosional... Jangan salah paham,Aku memeluk kak Niko karena aku Sudah menganggapnya sebagai kakak ku sendiri.."Ucap Raya
"Ia aku Tahu dan aku mengerti.. jangan bersedih lagi,Aku tidak bisa melihat mu seperti ini"Ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Raya
Raya pun mengembangkan senyumnya "Iya.."UcapRaya
.
.
.
.
.
__ADS_1
. Bersambung 💓