Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.122 ( Aruni cemburu)


__ADS_3

Ben berlari mengejar Miska dan Haikal yang sudah jauh melampauinya.


"Berhenti kalian!" seru Ben.


Namun tiba-tiba saja haikal menembakkan peluru panas tepat di bagian perut Ben. Ben duduk bersimpuh sambil memegangi bagian perutnya yang terkena peluru tadi. darah segar mulai bercucuran keluar. Sementara itu,.miska dan Haikal Sudah masuk kedalam mobil hendak beranjak pergi. Tapi sepertinya mereka tidak bisa berkutik karena pihak dari kepolisian tiba-tiba saja datang dengan lima puluh personelnya, kini mereka sudah terkepung.


"Sial!!!" pekik Miska dari dalam mobil, sementara Haikal tak mampu lagi berkata apa-apa.


beberapa dari anggota kepolisian tadi menghapiri Ben yang sudah kehabisan banyak darah.


"Apa tuan tidak apa-apa?" Tanyanya


"To ... tolong, se ... selamatkan, Nona Raya, dan Tuan Reyhan, mereka berada di atas gedung," ucap Ben yang semakin lemas dan sedetik kemudian, ia mulai kehilangan kesadarannya.


Sepuluh orang personel kepolisian, beranjak masuk kedalam gedung , sementara dua lainnya membawa ben masuk kedalam mobil, untuk segera di bawah ke rumah sakit.


~~


Reyhan masih diam mematung di tempatnya,. menggenggam tangan Raya erat, ia tidak akan pernah meninggalkan Raya sendirian disini, ia yakin mereka akan selamat. meski timer b*m itu tak henti-hentinya menghitung mundur.


Waktu yang tersisa tinggal dua puluh menit lagi, Raya yang tadinya hanya diam kini, kembali merasa panik.


"Pergilah dari sini, aku mohon, hiks hiks," Ucapanya sambil terisak-isak


"Tidak akan pernah, percayalah kita pasti selamat," ucap Reyhan Mencoba meyakinkan Raya.


Tak lama suara langkah kaki bergemuruh, Mendekat, Raya dan Reyhan secara serentak menoleh kesamping.


Personel dari pihak kepolisian sudah datang, namun Reyhan belum bisa bernafas lega karena b*m di tubuh istrinya masih aktif, dan tersisa waktu Lima belas menit lagi.


Para personel kepolisian itu cukup kaget saat melihat B*m yang melekat di tubuh raya. Untung saja salah satu dari mereka merupakan penjinak b*m yang sudah berpengalaman.


"Tuan silahkan menyingkir, kami akan mencoba menjinakkan b*m itu," ucap salah satu polisi itu.


"Aku akan terus berada di samping istriku," Tegas Reyhan.


Karena tetap ingin berada di samping raya, akhirnya para personel kepolisian itu mengalah dan membiarkan Reyhan tetap di posisinya.


Salah satu dari personel kepolisian itu, mendekati Raya, duduk bersimpuh di hadapan raya, mencoba untuk menganalisis jenis b*m yang melekat di perut Raya sekarang. untung saja b*m itu adalah jenis b*m yang mudah di jinakkan, tinggal tersisa waktu lima menit lagi, Raya memejamkan matanya, karena ketakutan yang ia alami sekarang tubuhnya bergetar, keringat dingin mulai membasahi keningnya. Reyhan tetap mencoba untuk menenangkan Raya agar bisa bersikap tenang.

__ADS_1


Dalam hitungan menit, b* m berhasil di jinakkan, timer itu sudah berhenti menghitung mundur. Akhirnya Raya dan Reyhan bisa bernafas lega.


"Sudah selesai, b*m nya sudah tidak aktif lagi," ucap salah satu personel kepolisian itu.


Dengan di bantu para petugas kepolisian, Reyhan melepaskan rantai yang melilit tubuh Raya. Reyhan langsung menggendong tubuh istrinya, untuk turun ke lantai bawah.


~~


Sementara itu Ben yang sudah tiba di rumah sakit, masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Aruni baru saja keluar dari ruang perawatan pak dimas, ia hendak pergi untuk mencari makanan di swalayan yang ada di samping rumah sakit ini.


Namun tiba-tiba saja langkahnya terhentinya saat secara tidak sengaja berpapasan dengan Ben yang sedang terbaring tak berdaya, sambil di dorong masuk kedalam UGD untuk mendapatkan penanganan.


"Tuan Ben," ucap Aruni.


Aruni beranjak menghampiri, Ben yang di bawa masuk ke dalam UGD, ia tidak sempat untuk melihat ben, karena keburu di bawa masuk, dan tidak ada yang boleh ikut masuk kedalam kecuali pihak dari rumah sakit. Akhirnya Aruni mencoba menanyakan kondisi Ben Kepada seorang pria berseragam polisi yang ikut mendorong Ben masuk, " Apa yang terjadi dengan tuan Ben pak?."


"Tuan Ben, mengalami luka tembak yang cukup bserius di bagian perutnya, apa Nona Mengenal tuan Ben?" tanya polisi itu.


"Saya adalah asisten, tuan Ben pak," ucap Aruni.


"Baik pak," ucap Aruni


Aruni mulai berfikir, siapa yang harus ia hubungi. setelah berfikir sejenak, ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi Jihan, karena jihan adalah pacar Ben dan ia pun hanya memiliki kontak Ben saja.


~


Karena kondisi yang lemah, akhirnya Raya di bawa menngunakan ambulans, kini jarum infus sudah menancap di tangannya, kondisi Raya yang lemah karena selama dua hari, ia tidak di beri makan dan minum oleh Miska.


Reyhan mengelus lembut pucuk kepala Raya, sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Raya terus saja tertidur, karena sejak penculikan, Raya begitu setres dan tidak pernah tidur.


Sesampainya di rumah sakit, Raya langsung di bawa masuk oleh para perawat dan juga Reyhan yang tak pernah sekalipun Melepaskan genggaman tangannya.


Sesampainya di ruang pemeriksaan, Reyhan tidak di perbolehkan masuk oleh perawat itu dan hanya boleh menunggu di luar. Selang beberapa saat, jihan datang dan mendapati Reyhan duduk di kursi tunggu.


"Kak Rey ... dimana kak Ben?" tanya Jihan


"Ben?" ucap Reyhan bingung, ia sampai lupa dengan Ben karena terlalu fokus pada Raya.

__ADS_1


"Iya kak Ben ... tadi Aruni menelpon ku, dia bilang kak Ben sedang berada di sini, karena mengalami luka tembak di bagian perutnya" jelas jihan.


"Astaga .... aku sampai lupa dengannya, ini pasti gara-gara wanita setres itu," ucap Reyhan sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Wanita stres ... sebenarnya apa yang terjadi, kalau kak Rey baru tahu kondisi kak Ben, lalu untuk apa kak Rey di sini?"


"Raya di culik ... dan sekarang Raya dalam kondisi syok dan lemah, Ben terluka juga pasti karena Wanita steres itu," ujar Reyhan


"Nona disini," ucap aruni yang baru saja tiba, sejak tadi ia menunggu kedatangan jihan.


"Aruni dimana kak Ben?" tanya Jihan panik.


"Tuan Ben sudah di pindahkan ke ruang perawatan, nona," ucap Aruni.


"Kamu temui Ben, setelah Raya selesai di tangani, aku akan menyusul," ucap Reyhan


"Iya kak," ucap Jihan.


Jihan mengikuti langkah aruni Menuju ruang rawat Ben. Sesampainya di ruang perawatan, Jihan langsung masuk dan memeluk kekasihnya yang sudah sadar namun masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Kak Ben, kenapa kakak bisa terluka Seperti ini, hiks hiks," ucap Jihan sambil terisak.


"Ahkk ... sakit," ucap Ben saat merasakan luka tusuk di perutnya di timpa jihan yang tiba-tiba saja memeluknya.


"Ma .. maaf, aku terlalu panik, bagaimana bisa kakak tidak memberi tahu aku tentang masalah ini, aku Sangat syok saat aruni tiba-tiba saja Menelpon, hiks hiks," ucap Jihan yang masih saja menangis


Ben menghapus air mata yang membasahi wajah cantik kekasihnya itu, " Terlalu berbahaya, makanya aku tidak memberitahu kamu, sudahlah jangan Menangis ... aku tidak apa-apa.


Aruni yang berdiri di ambang pintu, merasakan sesak di dadanya saat melihat keromantisan yang terpampang nyata di hadapannya.


Tanpa ia sadari air matanya, mengalir, cepat-cepat ia keluar dari ruangan itu, dan duduk di kursi tunggu, duduk, diam menunduk dan terus menangis. Di tengah kesedihannya tiba-tiba saja seorang pria berdiri di hadapannya, sontak ia langsung mendongak untuk melihat pria yang ternyata adalah dokter Haris.


"Cinta bertepuk sebelah tangan ya," ucap haris tiba-tiba, membuat Aruni membulatkan matanya seketika.


Dokter haris memperhatikan bagaimana Aruni begitu mengkhawatirkan Ben, dan bagaimana Aruni cemburu saat Jihan datang tadi, sejak tadi ia memang sudah berdiri di belakang Aruni saat Aruni berdiri di ambang pintu.


Bersambung 💓


Jangan lupa like+Komen+ vote ya readers.

__ADS_1


__ADS_2