
Raya sudah berada di depan pintu rumahnya,Saat membuka pintu dan melihat ke dalam, Rumah nampak sepi,sepertinya Pamanya masih pergi bekerja.
Karena merasa lelah,Raya masuk ke dalam kamarnya, membaringkan Tubuhnya sejenak,ia melihat sekeliling kamar yang sangat ia rindukan, karena di rumah tempatnya bekerja ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Raya beranjak dari kasurnya dan menuju dapur,di sana sangat berantakan,piring kotor yang menumpuk,dan plastik kemasan mie instan yang ada di mana-mana.
"Baru satu Minggu aku tidak pulang, dan paman hanya makan mie instan"
Pamanya memang sangat suka memakan mie instan, Selain murah,mie instan juga enak dan praktis, Tapi Raya tetap tidak mengijinkan pamanya untuk sering-sering memakan mie instan karena tidak baik untuk kesehatan pamannya.
Raya membuka kulkas dan tidak menemukan apa-apa,ia pun memutuskan untuk pergi ke pasar yang tidak jauh dari rumahnya
Raya mengambil Sepeda yang biasa ia pakai untuk berbelanja,lalu mengayuhnya pergi menuju pasar.
Sesampainya di pasar,ia Membeli ayam, ikan dan bermacam sayur-sayuran, untuk persediaan di kulkas, setelah selesai ia mampir ke apotek untuk membeli obat Pamanya,Raya berbelanja cukup Banyak, untung saja ia masih punya sedikit tabungan.
Raya begegas pulang, sesampainya di rumah,ia mulai menyusun belanjaan di kulkas dan memasak untuk pamanya, sekitar dua jam ia bergelut di dapur,ia menata masakannya di atas meja, semua sudah selesai ia bergegas mandi, setelah selesai mandi,ia duduk di sofa depan menunggu pamanya.
Tak berapa lama Pamanya pun pulang,
"kenapa kamu baru pulang"tanya paman
"Kemarin ada sedikit masalah,jadi Raya tidak bisa pulang"
"Owh begitu, bagaimana pekerjaan mu,apa menyenangkan?"tanya paman, yang sudah duduk di samping Raya
"Cukup menyenangkan,owh iya Raya sudah bilang paman jangan makan makanan instan terus,"
"itu lebih praktis,"
"Tapi itu sangat tidak baik untuk kesehatan paman,"
"iya maaf, Paman tidak akan memakannya lagi"
"Baik lah ayo kita makan malam, Aku sudah memasak sup kesukaan paman"
"Benarkah,Paman memang sudah sangat merindukan masakan mu"
Raya dan pamanya sudah berada di meja makan, Raya sangat senang melihat pamanya makan dengan lahap,ada rasa lega di hatinya melihat orang yang sangat ia sayangi dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah selesai makan Raya mencuci piring bekas makanan tadi, Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu, Raya bergegas membuka pintu,ia terkejut melihat Ben sudah ada di sana, Raya baru ingat jika Reyhan mengatakan Ben akan Menjemputnya malam ini,
"Nona, silahkan ikut saya"
"Sebentar,saya ambil tas saya dulu, Silahkan masuk dulu Tuan ben"
"Tidak perlu nona, saya akan menunggu di mobil"
"baiklah kalau begitu"
kenapa tiba-tiba dia memanggilku Nona, aneh sekali"gumam Raya dalam hati
__ADS_1
Raya masuk ke dalam kamar untuk mengambil Tasnya,lalu berpamitan kepada pamanya yang sedang Tertidur di kamar.
"Paman,aku harus kembali bekerja sekarang,ini tadi aku belikan obat, Minumlah dan makanlah dengan teratur, Minggu depan aku akan kembali lagi"
"kenapa buru-buru Sekali"
"Ada yang harus Raya kerjakan,paman istirahat saja, aku akan menutup pintu"
"Kalau begitu berhati-hati lah"
"iya paman"
Raya mengunci pintu dari luar, karena memang ia dan Pamanya sama-sama memegang kunci,Ia bergegas menghampiri Ben yang sudah menunggu di dalam mobil.
~
Di dalam perjalanan, Raya terus bertanya kemana Ben akan membawanya dan Ben hanya mengatakan "Sebentar lagi kita akan sampai"Jawaban Ben membuat Raya sedikit kesal.
Setelah Setengah jam perjalanan, akhirnya sampailah mereka di sebuah butik sekaligus salon yg sangat mewah, membuat Raya semakin bertanya-tanya.
"Untuk apa Tuan membawa saya kemari?"
"Tuan muda sudah menunggu anda di dalam, silahkan ikuti saya"
Raya mengikuti langkah Ben masuk ke dalam butik, sesampainya di dalam, mereka di sambut oleh para karyawan.
"Lakukan yang di perintahkan tuan muda tadi"perintah Ben kenapa salah satu karyawan
"Baiklah"ucap Raya singkat,ia sudah merasa lelah karena terus bertanya tanpa mendapatkan jawaban,jadi ia pasarah saja
Ben melangkah pergi ke ruang VIP Tempat Reyhan berada, disana Nampak Reyhan yang sudah sangat Tampan dengan setelan Jasnya
"Nona Raya sekarang sudah di Tangani oleh make up artis dan disaigner terbaik di sini"
"Bagus, pastikan mereka melakukan tugasnya dengan baik"
"Baik Tuan muda"
~
Raya sudah selesai di make up,ia melihat pantulan dirinya di cermin, Sangat berbeda dengan penampilan biasanya, sekarang ia terlihat lebih cantik dengan Gaun panjang dengan bagian punggung yang terbuka.
"Anda benar-benar cantik Nona,Tuan muda Memang tidak salah pilih"puji Salah satu karyawan
"Ini hanya karena make up,"ucap Raya
"Tidak Nona,anda memang sudah cantik dan hanya membutuhkan sedikit polesan untuk terlihat sempurna"ucap si Make up artis
Pintu tiba-tiba terbuka membuat Raya kaget,dan ternyata orang yang Membukanya adalah Ben,Ben tersenyum tipis melihat penampilan Raya
Tuan muda memang sangat pintar memilih wanita, seorang pelayan di sulap menjadi Cinderella,bahkan ia lebih cantik dari Nona Keysa"ucap Ben dalam hati
__ADS_1
"Nona Raya, silahkan ikuti saya,Tuan muda sudah menunggu anda"
"Baik lah"
Raya mengikuti langkah Ben,ia sedikit Kesulitan karena sepatu yang ia pakai sangat tinggi
"Hey tuan,apa tidak bisa jalan pelan-pelan saja,kaki saya sakit tau'"
"Maaf Nona,"
"memangnya dia akan membawa ku kemana dengan penampilan seperti ini"
Ben menjelaskan kepada Raya kemana mereka akan pergi dan tugasnya untuk mendampingi Reyhan Sebagai pacar pura-pura Rayhan di pesta ulang tahun keysa,Mau tidak mau Raya harus melakukannya karena ia memiliki hutang kepada Reyhan yang harus ia Lunasi dengan cara gila seperti ini.
Raya dan Ben masuk kedalam Ruangan tempat Reyhan berada
"Tuan muda Nona Raya sudah Siap"
Reyhan membalikkan badannya,dan melihat sosok wanita yang ada di depannya, Sempurna, itulah kata pertama yang Terucap dari mulutnya,ia berjalan mendekati Raya dan membisikkan sesuatu di telinganya
"Lakukan tugas mu dengan baik,maka aku akan menganggap Hutang mu Lunas"Bisik Reyhan
"Baik Tuan muda"
~
di dalam perjalanan menuju pesta Reyhan hanya terdiam, sementara Raya terus melirik ke arah Reyhan, Raya merasa harus mengatakan sesuatu kepada Reyhan,ia pun memberanikan diri untuk bertanya.
Maaf Tuan muda,Apa saya harus mengikuti anda terus Saat berada di sana?"
"Hmm"
"Apa saya harus.."ucapan Raya mengantung karena tiba-tiba Reyhan memotong kata-katanya
"Kamu ini banyak Tanya sekali, Lakukan seperti yang biasa pasangan kekasih lakukan,"
"Tapi tuan muda,Saya belum pernah berpacaran jadi saya tidak tahu,apa yang bisanya pasangan kekasih lakukan saat berada di pesta"
"bhahahah,kau ini benar-benar berbeda,Baik lah aku Akan mebgajarimu nanti, Cukup ikuti apa yang aku perintahkan"ucap Reyhan sambil tertawa terbahak-bahak, begitu pula dengan Ben yang sedang menyetir juga ikut tertawa
Ada apa dengan ke dua orang ini, tertawanya kencang sekali,apa mereka sedang mengejekku, memang apa salahnya jika aku belum pernah pacaran, dasar sekertaris dan majikan tidak ada bedanya"ucap Raya dalam hati
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG