
Udara malam ini Terasa Dingin,Raya sedang berdiri di depan Rumah Sakit dengan kotak bekal yang ia bawa dari rumah, ia melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul tujuh malam,Entah kenapa ada Rasa keraguan untuk melangkah masuk.
Raya mengambil Ponsel yang ada di tasnya,iya mengirim pesan kepada Reyhan.
Raya:Aku Sudah di depan
Reyhan:Maafkan Aku, Ayah ku sedang berada di sini,Tapi tenang Saja,Ben Akan segera menghampiri mu,
Raya Terlihat sedih membaca isi pesan Reyhan,Tapi iya berusaha untuk tidak memikirkan hal yang bisa membuatnya terpuruk.
Setelah beberapa Saat Ben muncul,ia berlari kecil untuk menghampiri Raya.
"Di luar sangat dingin, Kenapa kamu tidak menunggu di dalam"Ucap Ben
"Tidak apa-apa ,Apa Tuan besar masih berada di ruang Rawat Tuan Muda?"Tanya Raya
"Iya, Tapi Sebentar lagi Tuan besar akan pulang, Sebaiknya kamu menunggu di Ruang kerja dokter Haris"Jawab Ben
"Baiklah"Ucap Raya
Raya berjalan beriringan dengan Ben,Tak lama mereka sudah sampai di ruang kerja Dokter Haris.
"Masuklah, Dokter haris Sedang melakukan Operasi,Aku sudah memberitahukan kepadanya,jika kamu akan berada di Ruangannya,Aku harus kembali keruang Rawat,Akan ku Hubungi Nanti jika situasi sudah Aman,"Ujar Ben
"Baiklah,Terimakasih"Ucap Raya
Ben beranjak pergi, Sementara Raya masuk kedalam ruangan itu.
Sesampainya di dalam,ia langsung duduk di sofa yang berada di ruangan itu.
Setelah beberapa saat menunggu, Dokter haris datang dengan membawa paper bag di tangannya,ia berjalan menghampiri Raya dan duduk di sofa berhadapan dengan Raya.
"Hey,Apa kamu merasa bosan"Ucap dokter haris
"Tidak Dok,Maaf karena merepotkan dokter untuk kesekian kalinya"Ucap Raya
"Sudahlah,aku lebih baik di repotkan oleh mu,Dari pada Reyhan,"Ucap dokter Haris
"Kenapa?"Tanya Raya
"Apa kamu tidak pernah melihatnya mengamuk?"Tanya dokter Haris
"Tidak"Ucap Raya
"Kamu harus melihatnya lain kali, Mungkin jika kamu melihatnya kamu akan berfikir ratusan kali untuk bersamanya,haha"Ucap Dokter Haris lalu terkekeh
"Maksudnya"Ucap Raya merasa bingung
"Sudahlah lupakan,O iya ini baju perawat seperti kemarin,kamu bisa berganti pakaian di Ruang ganti ku"Ucap Dokter Haris
"Terimakasih dok"Ucap Raya
~
Anwar sudah pergi meninggalkan rumah sakit.
Ben berada di depan pintu ruangan bersama para pengawal-pengawal yang sedang berjaga.
"Kalian boleh pergi untuk makan malam,Aku yang akan berjaga di sini,kembalilah sebelum jam 10 malam"Ucap Ben
"Baik Tuan,Terimakasih"ucap pengawal-pengawal itu bersamaan
__ADS_1
Para pengawal itu bergegas pergi, Mereka sangat senang karena Ben memberikan mereka Waktu istirahat.
Ben segera menghubungi Raya, untuk memberitahukan jika situasi sudah Aman.
~
Tak berapa lama Raya muncul dengan seragam perawat dan masker.
"Masuklah,kamu harus keluar sebelum jam sepuluh,aku akan berjaga di sini"Ucap Ben
"Terimakasih,"
Raya bergegas Masuk kedalam, sesampainya di dalam ia langsung menghampiri Reyhan yang sedang duduk di atas Ranjang, sambil tersenyum kearahnya.
"Bagaimana keadaan mu?"tanya Raya sambil duduk di samping Reyhan
"Sudah lebih baik, Terimakasih sudah datang, dan Maaf karena Membuat mu menunggu"Jawab Reyhan
"Tidak apa-apa,Aku senang bisa menjengukmu,Ini aku bawakan kamu bubur Ayam,Apa kamu mau"Ucap Raya
"Aku mau jika kamu menyuapi ku"Ucap Reyhan
"Iya,Aku suapin"Ucap Raya
Raya Membuka kotak bekal yang ia bawa,ia Menyuapi Reyhan dengan perlahan sampai buburnya habis.
"Bubur buatanmu sangat Enak,Pasti kamu pandai memasak"Ucap Reyhan
"Tidak juga,hanya menu sederhana Saja"Ucap Raya
"Aku ingin Baring,bisa bantu aku"Ucap Reyhan
Raya berdiri dari duduknya untuk membantu Reyhan ,Tapi Reyhan malah, Menariknya naik ke Atas Ranjang rumah Sakit itu hingga Raya ikut terbaring
"Apa yang kamu lakukan, kamu bisa Sakit Nanti,Aku akan turun sekarang"Ucap Raya
Reyhan langsung mencegah Raya agar tidak turun, posisi mereka sekarang TerBaring Saling berhadapan.
"Semakin dekat kamu Cantik, Bagaimana aku tidak tergila-gila pada mu"Ucap Reyhan sambil menatap Raya lekat
"Apa kamu selalu seperti ini kepada wanita"Ucap Raya
Reyhan menggelengkan kepalanya "Tidak,Aku juga bingung kenapa aku seperti ini, Yang aku Tahu aku Hanya ingin terus bersama mu"Ucap Reyhan
"Bagaimana mungkin, Menemui kamu saja aku harus main kucing-kucingan dengan para pengawal mu itu,dan Tentang Tunangan mu,Aku merasa bersalah dengannya dan aku merasa seperti orang jahat sekarang "Ucap Raya
"Aku Sudah Mencintaimu sebelum aku bertemu dengannya dan Dia Tahu aku mencintai wanita lain dan asal kamu Tahu sejak Awal pertunagan ini atas dasar bisnis,Jadi jangan merasa bersalah"Ucap Reyhan
"Iya aku Tahu Kak Niko sudah mengatakannya"Ucap Raya
"Kenapa kamu memanggil Niko dengan sebutan Kak"Ucap Reyhan
"Memangnya kenapa"Ucap Raya
"Kamu Memanggil ku dengan sebutan Kamu,Tuan muda...."Ucap Reyhan
"Jadi mau di panggil Kakak juga"Ucap Raya
"Tidak,Aku tidak mau sama dengannya, Panggil aku Mas Reyhan"Ucap Reyhan
Raya terkekeh geli mendengar ucapan Reyhan "Apa, Mas?Tidak mau,aku akan panggil Tuan muda Galak Saja"Ucap Raya
__ADS_1
"Benar tidak Mau?"Tanya Reyhan
Raya mengangguk "Iya tidak Mau lalu kenapa" Ucap Raya
Dengan Cepat Reyhan medekatkan Wajahnya ke wajah Raya dan Cup,Satu kecupan singkat mendarat di bibir Raya.
"Itu Hukumannya"Ucap Reyhan
Raya tidak bisa berkata apa-apa,ia jadi tersipu malu karena Tindakan Reyhan.
"Aku ingin kita segera Menikah,Jadi Sabarlah Sebentar lagi "Ucap Reyhan
Raya hanya mengangguk dan tersenyum kepada Reyhan.
Truudd truudd..Suara getaran ponsel Raya memecah suasana Romantis itu.
Raya membuka pesan yang di kirimkan oleh Ben.
Ben:Cepat keluar, para pengawal sudah kembali
Raya langsung turun dari Ranjang, "Aku harus pergi sekarang"Ucap Raya sambil merapikan pakaian dan memakai Maskernya.
"Kenapa cepat sekali,Aku masih merindukanmu"Ucap Reyhan
"Para pengawal itu sudah datang,Kita bisa bertemu di luar saat kamu sudah pulih"Ucap Raya
"Mungkin akan susah karena Ayahku Menyuruh orang untuk memata-matai ku, Tapi percaya lah, aku akan mencari Cara untuk kita bisa bertemu"Ucap Reyhan
"Iya aku percaya,Aku pulang dulu"Ucap Raya lalu beranjak pergi
Raya Membuka pintu,Saat berada di luar,ia cukup kaget karena melihat para pengawal itu sudah berdiri di depan pintu.
Ben dengan cepat menghampiri Raya.
"Bagaimana sus, keadaan Tuan muda"Ucap Ben bersandiwara
"i itu.. Kondisi Tuan muda sudah lebih Baik dan besok beliau sudah bisa pulang"Ucap Raya gugup ikut bersandiwara
"Syukurlah"Ucap Ben
"Kalau begitu saya permisi dulu"Ucap Raya lalu melangkah pergi meninggalkan Tempat itu
Raya berjalan dengan cepat, Setelah cukup Jauh berjalan,ia berhenti untuk mengatur nafasnya.
Syukurlah, Kenapa para pengawal itu seram-seram sekali, Membuat aku Takut Saja"Batin Raya
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung 💓
__ADS_1