Cinta Pelayan Setia Tuan Muda

Cinta Pelayan Setia Tuan Muda
Eps.167-Bab.38 ( Nasi goreng buatan Daddy)


__ADS_3

Niana sudah selesai mandi, dengan menggunakan handuk kimono seperti biasa. Ia berjalan keluar dari kamar mandi, di lihatnya King yang sedang tertidur dengan sangat lelap di atas tempat tidur.


Niana jadi merasa bersalah, karena King sudah melakukan yang terbaik untuknya sementara dirinya tidak bisa berbuat apapun untuk menyenangkan sang suami.


Setelah terdiam sesaat, akhirnya ia kembali melanjutkan langkahnya menuju lemari pakaian yang ada di sudut ruangan. Ia membuka lemari dan langsung mengambil sepasang piayama tidur lengan panjang miliknya.


Saat sudah selesai berpakaian, mengeringkan rambut dan menyisirnya, ia naik keatas tempat tidur, terberingsut ke dekat King, lalu menjadikan lengan King sebagai penyangga kepalanya. Ia memeluk King dengan erat, deru nafas King yang teratur, membuat Niana ikut mengantuk, perlahan namun pasti, mata Niana mulai terpejam.


~


Jam tujuh malam waktu Singapura, Raya, Reyhan, Jihan dan juga Ben baru saja pulang dari pertemuan dengan Kolega bisnis mereka.


"Bi, Niana dan King mana?" tanya Jihan pada pelayannya.


"Semenjak pulang, nona dan tuan belum pernah keluar dari kamar nyonya,"jawab Pelayan itu.


Mendengar hal itu, Jihan,Raya, Ben dan Reyhan saling melirik satu sama lain. Dibayangan mereka, Niana dan King pasti baru saja melalui pergelutan panas yang penuh gairah. Karena mereka tahu pasangan pengantin itu sudah lama tidak bertemu.


"Biarkan saja, nanti juga turun sendiri," ucap Reyhan.


"Aku setuju," sahut Ben.


"Iya aku paham kok, haha," ucap Jihan lalu terkekeh sendiri.


"Kami kembali ke rumah sebelah dulu ya," ucap Raya.


"Tidak usah, barang-barang kamu dan Kak Rey sudah di pindahkan ke kamar tamu yang ada di rumah ini, sejak semalam rasanya aneh sekali makan malam tanpa ada kalian," ujar Jihan.


...***...


King mulai tersadar dari tidurnya, perlahan ia mulai membuka mata. Ia merasakan tubuhnya di belenggu sesuatu, ia tersenyum saat mendapati Niana sedang tidur sambil memeluknya.


Perlahan King menggeser tubuhnya dari Niana, lalu turun dari ranjang, dengan langkah yang sangat berhati-hati, ia keluar dari dalam kamar karena ia merasa begitu haus.


Di lihatnya jam besar yang tergantung di dinding dekat tangga. Ia cukup kaget karena ternyata sudah larut malam,pantas saja ia merasa haus dan juga perutnya mulai keroncongan.


Suasana lantai dasar sudah sepi, sepertinya semua orang sudah tidur pikirnya. Ia kembali melangkah mencari letak dapur di rumah itu, setelah belok kanan dan kiri, akhirnya ia menemukan dapur juga.


King terperanjat kaget saat masuk ke dapur, ia menemukan Papa mertuanya sedang berdiri di depan kulkas.


"Eh King, baru bangun?" tanya Ben yang baru saja selesai meneguk air mineral yang ia ambil dari dalam kulkas.


"I-iya Dad," jawab King .


"Kamu pasti haus ya, ini ambil," ucap Ben lalu menyodorkan sebotol air mineral kepada King.

__ADS_1


"Terimakasih, Daddy tau saja jika aku sangat haus," ucap King lalu mulai meneguk air mineral itu.


"Tentu saja Daddy tau, kamu kan baru selesai berolahraga," ucap Ben.


"Uhuk, uhuk." King sampai tersedak air, karena mendengar ucapan papa mertuanya. Ia mengerti maksud dari ucapan Ben padanya. Padahal hal yang terjadi sebenarnya di luar ekspektasi.


"Olahraga apanya Dad, yang ada gagal total, karena Nia ... ternyata sedang datang bulan," ucap. King ragu-ragu.


"Hahaha." Seketika juga tawa Ben langsung pecah mendengar penuturan dari King. King hanya bisa diam sambil memperhatikan papa mertuanya yang jarang sekali ia lihat tertawa, namun kali ini, tawanya terdengar begitu renyah.


"Kamu yang sabar ya, hal seperti itu memang biasa terjadi," ucap Ben sambil menepuk pundak King.


"Iya Dad."


"Oh iya, kamu dan Niana pasti belum makan malam kan, ini sudah hampir tengah malam," ujar Ben.


"Aku berencana akan membangunkan Nia setelah ini," ucap King.


"Sudah, kamu makan di kamar saja bersama Nia. Nia itu sangat suka dengan nasi goreng, kamu bisa kan?" tanya Ben.


"Bisa apa?"


"Bisa memasak nasi goreng."


King menggelengkan kepalanya perlahan, jangankan nasi goreng, cara menghidupkan kompor saja ia tidak tahu.


"Daddy bisa masak?" tanya King.


"Tentu saja bisa, mau papa ajarkan?"


"Boleh," ucap King yang terlihat sangat antusias.


Ben kembali membuka kulkas, ia mengambil telur, sawi, wortel dan juga sosis. King sangat antusias saat melihat kelihaian tangan papa mertuanya itu saat memotong bahan kemudian memasukkannya ke dalam wajan satu persatu. Pada akhirnya, bukanya King yang memasak, tapi ia hanya sibuk memperhatikan Ben.


~


Setelah selesai memasak dan menatanya di atas piring, King melangkah dengan sangat hati-hati Menaiki tangga dengan membawa nampan berisi satu piring nasi goreng. Sesuai saran dari papa mertuanya, makan dalam satu piring berdua, akan terasa lebih nikmat dan tentunya lebih romantis.


Sesampainya di ujung tangga, ia kembali melirik jam besar yang ada di sana. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, ia pun mempercepat langkahnya masuk kedalam kamar Niana.


Saat King membuka pintu, ia mengerutkan keningnya karena tidak melihat keberadaan Niana di atas tempat tidur.


"Kemana dia" gumam King.


Cklek.

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka, dan King langsung tersenyum karena ternyata Niana baru saja keluar dari sana.


"Kamu dari mana? Terus itu apa?" tanya Niana saat melihat King berdiri sambil memegang sebuah nampan di tangannya.


"Aku dari dapur, dan aku membuat ini untuk kita makan bersama,"jawab King sambil meletakkan nampan itu ke atas meja sofa.


Niana bisa mencium bau harum dari nasi goreng yang King bawa. Cepat-cepat ia duduk di hadapan nasi goreng itu. King melangkahkan kakinya duduk di samping Niana.


"Boleh aku coba?" tanya Niana.


"Tentu saja, makanlah," jawab King.


Niana mulai menyendokkan nasi goreng kedalam mulutnya. Ia merasa tidak asing dengan rasa nasi goreng itu, dan akhirnya ia tahu, rasanya seperti nasi goreng yang sering di buat oleh Daddy-nya.


"Rasanya seperti buatan Daddy," ucap Niana sambil menoleh kearah King.


"Sebentar ini memang buatan Daddy kamu," ucap King ragu-ragu.


"Sudah ku duga ... tapi terimakasih karena sudah sangat perhatian dengan ku, tadinya aku pikir kamu marah kepada ku," tutur Niana lirih.


"Untuk apa aku marah, sebentar lagi juga tamu bulanannya bakal pergi, setelah itu lihat saja, kamu tidak akan aku biarkan tidur," tutur King sambil mencubit pipi istrinya.


"Apaan sih ... ayo buka mulutnya." Niana menyodorkan sendok berisi nasi goreng kehadapan mulut King. Tentu saja King dengan senang hati membuka mulut lalu melahapnya.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu" ucap Niana tiba-tiba.


"Boleh, tanyakan saja."


"Aku penasaran, kenapa kamu berhenti bermain film, bukannya itu sudah menjadi cita-cita kamu sejak dulu?" tanya Niana.


"Aku memilih untuk fokus mengurus perusahaan papa, sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga Hardiyanyah, aku mulai sadar jika papa sangat menaruh harapan pada ku," tutur King.


"Apa kamu baik-baik saja," ucap Niana memastikan.


King tersdiam sesaat. Karena jika di tanya apakah ia baik-baik saja, maka jawabannya adalah, tentu saja tidak. King sangat berat melepaskan dunianya demi sebuah dunia baru yang sudah ditakdirkan untuknya sejak ia terlahir ke dunia.


"Ya, tentu saja, aku hanya belum terbiasa," ucap King.


Niana menatap King sedang seksama, ia tahu jika jawaban yang keluar dari mulut King bukanlah jawaban yang sebenarnya.


Akhirnya makanan mereka habis juga, Niana dan King beranjak menuju kamar mandi bersama untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Tingkah King begitu manja dengan Niana, sampai-sampai ia meminta Niana menggosokkan giginya.


King dan Niana kembali ke tempat tidur mereka, namun karena sudah telanjur terbangun, akhirnya Niana dan King tidak bisa tidur lagi. Jadilah malam itu mereka saling bercerita tentang kehidupan mereka selama satu bulan belakangan ini.


Bersambung 💓

__ADS_1


Jangan lupa+like+komen+vote ya readers 🙏😊


__ADS_2