
Setelah beberapa waktu, beberapa orang suruhan Raja Theovilus tiba untuk memindahkan Rio menuju istana, dimana ia akan dirawat.
Namun, sementara itu, pria yang menyamar sebagai Evelyn telah pergi dengan cepat, meninggalkan Rio sendirian.
Seiring dengan kepergiannya, sihir ilusi yang ia gunakan untuk menyamar juga hilang, dan Rio akhirnya menyadari identitas pria itu.
Dia adalah seorang bawahan terkenal dari organisasi kejahatan yang dikenal dengan nama Nightmare Syndicate, atau Sindikat Mimpi Buruk.
Nightmare Syndicate adalah sebuah organisasi kejahatan yang dikenal dengan reputasinya yang gelap dan kejam.
Terdiri dari tujuh anggota yang masing-masing memiliki keahlian dalam berbagai bidang kriminal seperti narkoba, perbudakan, perampokan, dan banyak lagi.
Mereka telah menciptakan ketakutan dan kengerian di kerajaan Arvandor dengan tindakan mereka yang kejam dan tak terduga.
Melihat jejak Sindikat Mimpi Buruk dalam peristiwa ini, Rio merasa semakin tertekan.
Ia tahu bahwa masalahnya tidak hanya sebatas mencari Evelyn, tetapi juga harus berhadapan
dengan kekuatan yang lebih besar dan jahat.
Rio sekarang harus berhadapan dengan Nightmare Syndicate, organisasi kejahatan yang sepertinya disewa oleh bangsawan untuk menculik Evelyn.
Tujuannya jelas: membuat Rio berhenti berbicara dan menjaga rahasia ketidakikutsertaan mereka dalam misi menuju Hutan Kematian Elysian.
Pria yang telah menyamar sebagai Evelyn sebelumnya adalah seorang ahli sihir ilusi bernama Kernel.
Kernel terkenal karena kemampuannya dalam mengelabui orang, dan ia adalah salah satu kriminal yang dicari di Kerajaan Arvandor.
Namun, Kernel hanyalah salah satu anggota Nightmare Syndicate, dan organisasi ini dikenal dengan anggotanya yang memiliki keahlian kriminal yang sangat beragam.
Mereka bekerja dalam bayangan dan misterius, membuat banyak orang tidak tahu keberadaan mereka. Misi mereka yang kotor dan licik yang bekerja dibalik kerajaan.
Rio merasa amarah membara di dalam dirinya, dan tekadnya semakin kuat untuk menghadapi organisasi kejahatan ini dan menyelamatkan Evelyn.
Dan pastinya organisasi kejahatan tersebut pasti bekerja sama dengan bangsawan kelas atas untuk mendapatkan akses yang luas didalam kerajaan arvandor, namun sayangnya Raja theovilus tidak tahu akan hal tersebut.
Saat ini, Rio sedang tidur diranjangnya yang didorongi dan diiringi oleh suruhan Raja Theovilus.
Semua tampak tenang di permukaan, tetapi dalam hatinya, Rio merasa hancur oleh kehilangan Evelyn, sang istri yang sekarang hilang.
Air matanya tidak dapat ia tahan lagi, dan dalam keheningan perjalanan itu, ia meratap dalam hati, "Mengapa ini harus terjadi padaku dan apa salahku sehingga aku mengalami ini?"
Tidak dapat menahan emosinya, air mata perlahan mengalir dari matanya.
__ADS_1
Rio ingin tetap kuat, terutama di depan orang-orang suruhan raja, tetapi rasa kehilangan dan rindu kepada istrinya yang hamil besar begitu mendalam.
Namun, ia cepat mengelap air matanya dengan tangannya, tidak ingin mereka melihat kerentanannya.
Saat itu juga, Rio bangkit dari kasurnya dengan tekad bulat. Ia memandang kepada orang-orang yang diutus oleh Raja Theovilus, berkata dengan tegas bahwa ia akan pergi menuju istana sendirian.
Mereka semua awalnya ragu dan cemas akan amarah sang raja, tetapi Rio dengan penuh keyakinan meyakinkan mereka bahwa Raja Theovilus tidak akan marah.
Setelah sedikit perdebatan dan dorongan dari Rio, akhirnya mereka setuju untuk memberikan info kepada sang raja dan memutuskan untuk pulang.
Ruang itu penuh dengan suasana hening, dan Rio segera meninggalkannya. Dia melangkah dengan langkah cepat menuju pintu keluar ruangan tersebut.
Di dalam hatinya, tekadnya semakin kuat. Dia merasa tidak dapat lagi membiarkan istrinya dalam bahaya.
Sampai di luar ruangan yang berada dikuil dewa artemis, Rio mencari priest bernama Rufus.
Dengan cepat, ia membuka setiap pintu ruangan dalam kuil, mencari dan berharap bisa menemukan petunjuk atau informasi yang bisa membantunya menemukan Evelyn.
Ia berjalan dengan perasaan hati yang bercampur aduk, perasaan cemas dan amarah yang terus berkobar dalam dirinya.
Pencarian Rio dalam kuil Dewa Artemis terasa sia-sia. Setiap pintu yang ia buka hanya mengungkapkan ruangan-ruangan biasa, kamar-kamar yang kosong, dan beberapa ruangan doa yang sunyi.
Kekhawatiran dan frustrasinya semakin bertambah saat ia semakin mendekati ruangan terakhir.
Rio dengan cepat menemukan perlengkapannya, perlengkapan yang ia gunakan sebelumnya.
Tanpa ragu, ia mulai mengganti pakaiannya dengan set perlengkapannya yang dulu.
Armor, sepatu, dan jubah merahnya segera melengkapi tubuhnya. Ia memasang saku perlengkapannya dengan teliti, memastikan bahwa semua yang ia butuhkan berada dalam genggamannya.
Rio memasukkan belati kesakunya dengan hati-hati, tetapi ia merasa ada yang kurang. Pedangnya, senjata berharga yang terbuat dari sisik naga, hilang begitu saja saat ia menjelajahi dungeon misterius di hutan kematian.
Rio merasa kehilangan, tetapi saat ini ia tidak bisa membuang waktu untuk meratapi kehilangan tersebut.
Dalam dirinya, Rio merasa yakin bahwa belati yang ia pegang sudah cukup sebagai perlindungannya.
Ia melangkah keluar dari kuil yang sekarang sepi, dengan langkah yang berat.
Saat berjalan, pandangannya tertuju pada sebuah patung besar Dewa Artemis yang tegak kokoh di kuil.
Wajahnya yang kesal memandang patung tersebut, dan tanpa sadar ia mulai berbicara, seolah-olah patung itu dapat memahami segala keluh kesahnya.
"Kau sebut dirimu Dewa?" gumam Rio dengan nada sinis, tatapannya tajam seperti menantang.
__ADS_1
"Jika kau benar-benar dewa, mengapa aku harus hidup dalam penderitaan ini? Dan jika kau memiliki kekuatan sehebat itu, kembalikan istriku padaku sekarang juga!"
Rio melanjutkan tatapannya kepada patung Dewa Artemis, seolah-olah menantangnya untuk memberikan jawaban.
Namun, saat itu juga, ia merasa dirinya seperti seorang tolol yang bicara dengan patung tanpa nyawa.
Rio keluar dari kuil yang dipenuhi dengan berbagai pertimbangan dan kekhawatiran.
Di tengah keramaian kota yang tampaknya telah malam, ia merasa betapa gelapnya keadaan saat ini.
Kecemasannya semakin dalam ketika ia memikirkan nasib istrinya, Evelyn, yang sepertinya telah diculik dan ditahan.
Namun, pikiran Rio adalah jelas: istrinya adalah prioritas utamanya.
Segala hal yang terjadi di sekitarnya dan berbagai intrik kerajaan sepertinya menjadi sekunder saat ini.
Ia membuka pintu keluar kuil dewa artemis.
Langkahnya melesat di jalanan yang sepi dan gelap, seperti seorang bayangan yang meluncur di tengah malam.
Dalam suasana malam yang gelap dan sepi, Rio merasa putus asa dan frustasi. Istrinya yang dicintainya sedang dalam bahaya, dan dia merasa tidak tahu arah untuk mencarinya.
Setelah berjam-jam mencari tanpa hasil, Rio merasakan keputusasaan yang mendalam dan amarah yang tumbuh di dalam dirinya.
Dengan nafas yang terengah-engah, Rio terus berjalan melewati lorong-lorong gelap kota Arbandir.
Pikirannya penuh dengan kemarahan dan dendam terhadap bangsawan-bangsawan bajingan yang mungkin terlibat dalam penculikan istrinya.
Tidak peduli dengan rasa sakit pada tangannya yang berdarah akibat pukulan ke tembok, Rio merasakan keinginan kuat untuk menghancurkan mereka.
"Sialan! Sialan! Sialan! Bangsawan bajingan akan kubunuh kalian semua!" teriak Rio dengan keras, suara kemarahannya memenuhi lorong yang gelap.
Dalam keputusasaan dan amarahnya, Rio merasa telah menemukan suatu tujuan yang lebih besar.
Dia telah mengambil keputusan bulat, bahwa setelah berhasil menemukan istrinya Evelyn, dia akan mengabaikan segala hal yang pernah membelenggunyanya di kerajaan Arvandor.
Tidak peduli lagi pada raja Theovilus, pekerjaannya, sebagai tangan kanannya, yang terpenting bagi Rio hanyalah istrinya.
Di dalam hatinya, tekad telah menggema dengan kuat. Ia bertekad untuk membantai para bangsawan bajingan yang bertanggung jawab atas penculikan istrinya.
Ia tidak akan lagi membiarkan dirinya terikat oleh hirarki atau tuntutan para bangsawan yang tidak memiliki belas kasihan.
Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana menyelamatkan Evelyn dan membawa dia pergi dari kerajaan ini.
__ADS_1
Dengan langkah tegar, Rio melanjutkan kembali berdiri dan melanjutkan pencariannya.