Dragon Lord System

Dragon Lord System
S1 END - HOME


__ADS_3

"Fuuuaaaa..."


Aku membuka mata dan terbangun, terheran-heran dengan sekelilingku.


Di mana aku berada?


Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?


Aku melihat langit di atasku, dan terlihat banyak lobang berlapis-lapis dari lantai ke lantai, akibat berat badan nagaku saat jatuh dari ketinggian.


"Eeeh?"


Ah, jadi aku pingsan karena jatuh dari dungeon yang memiliki 50 lantai dan tepat mengenai kepalaku.


Tidak heran aku kehilangan kesadaran. Tapi tunggu, mengapa aku bisa tahu bahwa tempat ini adalah dungeon dengan 50 lantai?


Setelah aku berpikir sejenak, aku mengingat bahwa aku telah memakan bola hitam aneh tadi.


Yap, mungkin karena itu aku memiliki pengetahuan tentang dungeon ini sekarang. Aneh juga, efek bola hitam tersebut begitu kuat.


Aku pun mulai melihat sekeliling dengan lebih cermat. Ada runtuhan dan reruntuhan di sekitarku, sisa-sisa lantai dan tembok yang hancur akibat kejatuhan ku.


Aku merasa campur aduk antara kegembiraan dan kebingungan. Aku berhasil sampai ke dasar dungeon ini, tapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan selanjutnya.


Hmm...


Dikejauhan, Aku menatap gerbang yang besar dengan rasa ingin tahu dan keraguan.


"Apakah aku seharusnya masuk ke dalamnya?" gumamku dengan penasaran.


Tapi tunggu dulu!


Tiba-tiba aku teringat bahwa tempat ini adalah sebuah dungeon. Jika itu benar, maka gerbang besar ini mungkin menuju ke tempat bos terakhir, bukan?

__ADS_1


Ah, sial. Sebaiknya aku tidak membukanya. Aku tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu. Boss terakhir bisa sangat kuat, dan aku belum yakin apakah aku siap untuk menghadapinya.


Setelah beberapa saat berpikir, aku mulai mempertanyakan mengapa ada sebuah dungeon tersembunyi di bawah tanah goa ini.


Lokasinya begitu tersembunyi, ditutupi oleh perairan yang tersambung dengan lautan di bawah goa ini. Aneh sekali, bukan?


Aku merenung sejenak, mencoba memahami alasan di balik keberadaan dungeon ini.


Apakah ada tujuan khusus? Atau apakah ini hanya kebetulan semata? Ah, mungkin akan lebih baik jika aku tidak terlalu memikirkan hal itu dan fokus pada langkah-langkah selanjutnya.


Dengan langkah hati-hati, aku melanjutkan penjelajahanku di sekitar lantai dasar dungeon ini.


Siapa tahu, mungkin aku akan menemukan petunjuk atau harta karun yang berguna untukku di perjalanan ini.


Aku sudah berkeliling di lantai dasar ini, namun tidak menemukan apapun, tetapi seperti yang aku duga, ternyata tidak ada jalan keluar lain selain gerbang besar yang menuju bos terakhir.


Aku memutuskan untuk melewatkan gerbang tersebut, tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu.


Namun, saat aku sedang dalam pemikiran, tiba-tiba aku menginjak suatu lantai yang membuat suara berdecit, seakan sebuah perangkap terpicu.


Namun, setelah melihat keadaan lebih jauh, aku menyadari bahwa perangkap tersebut sudah usang dan tidak aktif. Aku merasa lega karena berhasil menghindari jebakan yang mungkin mengancam keselamatanku.


Namun, kejadian berikutnya membuatku terkejut. Tanpa peringatan, dari segala arah muncul serangan anak panah yang terarah ke arahku.


Panah-panah itu melesat cepat, tapi beruntunglah sisik-sisik ku yang keras melindungi tubuhku. Aku tidak merasakan sakit sedikit pun dari serangan tersebut.


Selama lima menit lamanya, anak panah-panah terus menerus menghujani tubuhku.


Aku berdiri tegak, menghadapinya dengan kesabaran dan ketenangan. Tidak ada rasa sakit yang kurasakan, hanya suara anak panah yang berdentum saat mengenai sisik-sisikku.


Akhirnya, serangan anak panah pun berhenti. Aku menghela napas lega.


"Hmm, akhirnya berhenti juga," gumamku dengan sedikit kekesalan.

__ADS_1


Memang menyebalkan harus menghadapi serangan seperti ini, tapi setidaknya sisikku yang keras melindungiku dengan baik.


Aku berjalan dengan hati-hati menuju gerbang raksasa yang kemungkinan menuju ke ruang tempat bos terakhir berada.


Rasa penasaran melanda diriku, ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Namun, pikiran rasionalku mengatakan bahwa membuka gerbang tersebut sekarang sangat berisiko.


Melihat sekeliling, aku menyadari bahwa dungeon ini telah terbengkalai dalam waktu yang lama.


Apakah masih ada bos yang menunggu di dalam ruangan tersebut? Aku tidak dapat memastikannya, tapi tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu.


Dalam ruangan ini, tidak ada yang menarik untuk dimakan. Hanya terdapat ruang yang luas dengan gerbang besar yang menjulang tinggi. Rasa bosan mulai menyelimuti diriku.


"Ah, betapa membosankannya di sini," gumamku dengan sedikit kekesalan.


"Sebaiknya aku pulang sekarang!" pikiranku berkecamuk.


Aku tidak ingin terus-menerus diburu oleh para petualang, jadi aku perlu merenovasi dungeon ini dengan segala cara yang aku punya.


Pengetahuan yang sudah kudapatkan dengan susah payah akan aku manfaatkan sebaik mungkin, demi keselamatan dan keamananku sendiri.


Selain itu, ada beberapa eksperimen yang ingin kucoba. Dengan mengubah arah langkahku, aku memutuskan untuk kembali ke rumah dungeonku.


"Yosh, saatnya pulang!" seruku semangat.


Namun, saat aku berada di depan gerbang besar itu, aku menyadari satu hal yang membuatku frustasi.


Bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini? Rasa frustrasi memenuhi pikiranku, aku merasa terjebak di dalam dungeon ini.


Namun, tiba-tiba aku teringat bahwa aku memiliki sayap! Aku tertawa pada diriku sendiri yang lupa akan kemampuanku sendiri. Dengan cepat, aku melebarkan kedua sayapku.


Shuushhh...


Shuushh...

__ADS_1


Aku mulai mengayuh sayap-sayapku perlahan-lahan.


Tubuhku terangkat dari tanah dan aku terbang di atas langit, meninggalkan dungeon misterius ini dan menuju ke rumah dungeonku.


__ADS_2