
Lithos tertawa dengan gempuran keputusasaan, "HAHAHA, kau pikir aku bisa mati sepenuhnya?! Apakah kau lihat aku dapat meregenerasi tubuhku sekehendak yang kuinginkan?! Coba lah kalau bisa, Kadal Cabul!"
Aku menjawab dengan serius, "Kau pikir aku tidak bisa? Bukankah sebelumnya aku sudah katakan aku bisa menghancurkanmu sepenuhnya?" Sambil mengamati tubuh raksasa Lithos yang kini terdiam tak berdaya, seperti patung beku.
Lithos tampaknya mulai mendengarkan dengan lebih serius, mencerna kata-kata ancamanku.
Pandangannya penuh dengan kepanikan yang tak terbendung, menyadari bahwa ambisinya untuk menjadi tak terkalahkan bisa berakhir di sini.
Seketika itu, kepercayaan dirinya tampaknya terkikis oleh ketakutan.
Aku bersiap untuk menyerang Lithos, dan dengan cepat aku memerintahkan Vael yang berada di kejauhan, "VAEL, KAU PERGILAH DARI TEMPAT INI DAN TUNGGULAH AKU DI DANAU GOA DI LUAR DUNGEON INI! PERGILAH SEKARANG!"
Aku melihat Vael merespons dengan cepat, sayapnya menggepak untuk keluar dari ruangan boss dungeon ini dan perlahan menuju ke atas bolongan.
Nampaknya ia sudah pergi dari dungeon ini.
Dengan Vael aman, sekarang saatnya untuk melancarkan seranganku.
Tanpa ragu, aku mengeluarkan raungan liar sekeras mungkin. Skill [Savage Roar] terpanggil.
"GROAAARRR!"
Raungan besarku itu memenuhi ruangan dan tanah bergetar akibat kekuatan raunganku yang dahsyat.
Wajah Lithos berubah menjadi satu ekspresi terkejut dan terganggu.
Semakin kuat intensitas raunganku, semakin hebat juga gempa yang terjadi.
Suara retakan kristal memenuhi udara, dan pecahan kristal meluncur di sekitar ruangan boss dungeon Lithos.
Namun, tiba-tiba suara teriakan panik Lithos memecah hening. "TUNGGU! TUNGGU! BERHENTI! BAIKLAH AKU AKAN MENJADI BAWAHANMU! TUNGGU! JANGAN HABISI AKU!" Dia berteriak dan meratap, memohon agar nyawanya diampuni.
Aku memutuskan untuk mengabaikannya dan terus memperkuat raunganku.
"GROOOOOOAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR!"
Gempa semakin dahsyat, dan retakan di tubuh kristal raksasa Lithos semakin meluas. Dia mencoba menjadikan dirinya bawahan, tapi penawarannya datang terlambat.
Aku melihatnya hancur perlahan oleh kekuatan raunganku yang semakin kuat.
"BERHENTI! AKU BERJANJI AKAN MENJADI BAWAHANMU, KADAL CABUL! AH, TIDAK, MAKSUDKU TUAN NAGA!" teriak Lithos, namun aku tetap fokus pada tujuan.
Pecahan kristal semakin banyak berterbangan di sekitar, dan aku tahu saat ini tidak ada jalan kembali.
Aku melanjutkan raunganku yang mengguncang ruangan, mengabaikan ancaman dan rayuan dari Lithos. Kali ini, aku harus mengakhiri pertempuran ini dengan keputusan yang kuat.
Aku tidak mengendurkan teriakanku, meskipun tenggorokanku terasa seperti tertusuk ribuan jarum saat kekuatan raunganku diperkuat hingga batas maksimal.
__ADS_1
"GROAAAAARRRRRRRRRRRRRR!"
Suara retakan besar menggelegar di seluruh ruangan boss dungeon Lithos, dan struktur bangunannya seakan ingin runtuh.
Krakk... krakk.. ptak...
Bunyi retakan kristal bergema seiring dengan gempa yang semakin hebat, dan dalam sekejap, seluruh kristal di ruangan itu hancur menjadi serpihan abu.
Tubuh raksasa Lithos tak kuasa menahan kekuatan raunganku.
Retakan-retakan merambat dengan cepat, dan akhirnya tubuhnya hancur berkeping-keping, seperti abu yang tertiup angin, meninggalkan bekas yang suram di lantai.
Puing-puing kristal terhambur di udara, menandai akhir pertempuran yang intens ini.
Aku bernapas berat, tenggorokanku terasa sakit, namun perasaan kemenangan yang mendalam mengisi hatiku. Aku berhasil mengalahkan Lithos, musuh yang begitu kuat.
Namun, tiba-tiba, sebuah cahaya aneh muncul dari abu Lithos yang hancur.
Aku mengamatinya dengan hati-hati, tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya.
Saat itu terdengar, suara dari sistem.
...[DING DONG!] ...
...[SELAMAT HOST CALLIGA BERHASIL MENGALAHKAN BOSS DUNGEON!] ...
...[1. 200 SYSTEM POIN] ...
...[2. SYSTEM EKSPANSI DUNGEON] ...
...[3. SYSTEM EKSPANSI NPC TELAH TERBUKA!] ...
...[DING DONG!] ...
...[SELAMAT HOST NAIK LEVEL MENJADI 90!] ...
...[HOST BERHASIL MEMBUKA FORM/BENTUK BARU!]: ...
...[FORM: DRAGONOID. DIPEROLEH OLEH HOST!] ...
...Skill: [Dragonoid Form] ...
...Deskripsi: Dragonoid Form adalah kemampuan unik yang memungkinkan penggunanya untuk mengubah bentuk tubuh mereka menjadi bentuk setengah manusia setengah naga yang kuat, yang dikenal sebagai Dragonoid. Saat skill ini diaktifkan, pengguna akan mengalami perubahan fisik yang dramatis, menciptakan perpaduan antara kekuatan naga dan kemampuan manusia. ...
Suaranya terdengar berulang kali, notifikasi-notifikasi yang menggemakan melalui sistem, sementara panel status hologram muncul di depan mataku.
Tubuhku terasa melemah, dan kesadaranku mengambang seperti awan yang semakin tipis. Kugeliatkan pandangan mataku dalam upaya untuk menemukan tangan kananku yang tak lagi ada.
__ADS_1
Namun, di tengah upaya tersebut, sinar terang tiba-tiba memenuhi ruangan dungeon.
Dalam cahaya itu, sebuah permata inti dungeon muncul dan mengambang mendekatiku. Keterangannya memancar di pikiranku, mengisyaratkan keberadaannya yang penting dan berharga.
Kesadaranku terus menipis, tetapi tekadku kuat untuk memastikan bahwa permata itu menjadi milikku.
Dengan sisa-sisa kekuatanku, tanganku bergerak ragu-ragu menuju permata itu. Terasa seperti upaya terakhirku untuk mengejar harta yang amat berarti.
Rasanya seakan-akan waktu melambat, dan aku bisa merasakan setiap detik yang berlalu dengan begitu intens.
Akhirnya, jari-jariku berhasil menyentuh permata inti dungeon tersebut.
Sebuah sensasi hangat mengalir dari jari-jariku, dan dengan usaha terakhir, aku mampu mengambil permata itu dan memasukkannya ke dalam penyimpanan dimensiku.
Mataku terasa semakin berat, dan perlahan-lahan aku merasakan diriku merosot ke dalam kegelapan.
Tidak ada lagi kekuatan untuk menahan penurunan kesadaranku, dan mataku pun tertutup dengan sendirinya.
Aku merasa seperti tenggelam dalam lautan tidur yang tenang, kehilangan kendali atas tubuh dan pikiranku yang semakin lemah.
Namun, di tengah ketidak sadaranku, aku merasakan guncangan hebat yang merambat melalui tanah di bawahku.
Bunyi retakan pelan-pelan meningkat, menciptakan rasa ketidakstabilan yang menggelitik di dalam diri.
Lalu, tiba-tiba, suara ledakan yang mendalam memenuhi udara, dan aku terasa terangkat dari tempatku.
DUAR!!
BAM!!
Dalam keadaan bingung, aku merasa terlempar ke udara. Bunyi ledakan terus menggema, menggabungkan dengan retakan-retakan yang semakin besar.
Aku mengamati puing-puing dungeon yang mengelilingiku, sementara air dari danau di luar mulai memasuki ruangan dengan cepat.
Puing-puing dan reruntuhan jatuh di sekelilingku, dan aku merasa lemah tanpa daya.
Entah apa yang terjadi, mungkin penggunaan berlebihan dari skill [Savage Roar] atau akibat banyak kehilangan darah akibat tangan kananku yang putus, aku tidak memiliki cukup kekuatan untuk menghindari nasib ini.
Aku akhirnya terhantam oleh puing-puing dan reruntuhan, tak berdaya di tengah kekacauan.
Suara ledakan kembali menggema, dan akhirnya kesadaranku pun lenyap sepenuhnya.
Terdengar gemuruh berkepanjangan, dan tanpa sadar aku terseret dalam aliran peristiwa yang tak bisa kumengerti.
Di antara suara gemuruh, terasa dinginnya kelelahan yang mendalam, dan akhirnya, semuanya menghilang dalam kegelapan yang tak terbatas.
Aku tak sadarkan diri, ditinggalkan dalam keadaan ruang dan waktu yang terputus-putus, dalam dungeon yang hancur dan diruntuhkan.
__ADS_1