Dragon Lord System

Dragon Lord System
S3 - Gacha


__ADS_3

*KLIK*


...[DING DING DING!]...


...[ HOST MENDAPTAKAN ITEM/BARANG TINGKAT Z: (KOTORAN MANUSIA) - Dapat disimpan, dipajang sebagai hiasan maupun dibuang, kotoran langka yang terdapat dalam manusia didalam kotorannya terdapat emas 2 gram.] ...


Aku hampir tidak percaya pada mata dan telingaku sendiri.


"Kotoran manusia? Tingkatan Z? Ini adalah lelucon, bukan?"


Aku memegangi kepala dengan tangan dan merasa sepertinya dunia sedang bermain-main denganku.


Item ini tiba-tiba muncul di depanku, seberkas "cahaya" yang sangat aneh.


Dan seperti mimpi buruk yang tidak bisa kutolak, kotoran manusia tersebut terjatuh tepat di tanganku.


*PLOK*


Saat aku melihatnya, bau tajam kotoran langsung menusuk hidungku.


Aku melihat kotoran ditanganku itu dengan hati-hati, dan melihat warna cokelat yang menjijikkan serta bau yang begitu menyengat.


Aku merasakan campuran emosi antara keheranan dan kemarahan.


Baunya langsung menusuk hidungku, dan warnanya cukup mewakili reputasinya.


"APA?! APA INI?!!!" Aku berteriak tanpa bisa mengendalikan emosi yang memuncak.


Tanganku tercemar oleh kotoran yang menjijikkan.


Aku mengamuk dan mencoba menghapusnya dengan benda apa pun yang aku temukan di sekitarku.


"SIAL! 5 POIN TERBUANG PERGI UNTUK INI?! DAN EMAS 2 GRAM DIDALAM KOTORAN INI?! SIAPA PEDULI SIALAN! SISTEM SAMPAH!" Teriakan marahku bergema dalam kamarku, mencerminkan ketidakpuasanku yang mendalam.


Aku merasa seperti menjadi korban penipuan yang pahit dan absurd dari sistem ini.


Aku melanjutkan Teriakan marahku seolah memicu gelombang kekuatan yang mengguncangkan kamarku.


Gempa mini tampaknya hanya mencerminkan betapa besar emosi yang melanda diriku.


Namun, ironisnya, dalam tengah-tengah amarah yang meledak-ledak, aku tidak sengaja melibatkan skill baruku, [Savage Roar], yang mengeluarkan raungan menggetarkan jiwa.


Suaraku yang mencapai level super kencang itu membuat kamar berguncang seperti tengah gempa.


Namun, dalam sekejap, cahaya putih menyelubungi tubuhku, dan sensasi itu datang—perlahan tapi pasti, ketenangan kembali padaku.


Aku melihat kepalaku yang masih dihinggapi sedikit butiran debu dari langit-langit kamar. Tiba-tiba, rasa emosi yang tadinya membara seolah terhisap keluar.


Apakah ini adalah efek dari skill pasif baruku, [Emotion Surpress]? Ternyata, akhirnya aku menemukan cara untuk melawan emosiku yang berlebihan.


Sebuah senyuman kecil menghias bibirku.


"Aku memang harus berterima kasih pada system untuk memberikanku kemampuan ini. Tidak hanya kekuatan fisik, tetapi juga kendali atas emosiku sendiri."

__ADS_1


Aku berpikir, sambil merenungkan keajaiban yang tersembunyi dalam kemarahan dan ketenangan.


Aku menatap kotoran manusia yang masih bersemayam di tanganku, walaupun rasa kesal masih menyala di dalam hatiku, tapi entah mengapa ada keajaiban ketenangan yang tiba-tiba menghampiri.


Aku seperti mendapat dorongan aneh untuk tetap tenang.


Tanpa membuang banyak waktu, aku segera mengaktifkan skill [Acid Manipulation] yang baru kubeli tadi.


Cairan asam korosif mengalir dari tubuhku dan dengan cepat membersihkan tanganku dari sisa-sisa kotoran manusia itu.


Lihatlah, dalam sekejap, kotoran itu lenyap seperti ditelan oleh kegelapan. Tangan kembali bersih, meski masih bisa merasakan sensasi yang agak aneh.


"Ah, betapa menjijikkan. Memanggilnya sampah adalah suatu pujian." Aku mendesah sambil menggelengkan kepala, seakan mengekspresikan ketidakpercayaan terhadap apa yang baru saja terjadi.


Hmm.....


Tampaknya rasa ingin tahu dan hasrat petualangan dalam diriku masih begitu kuat.


Meskipun masih membawa luka dari "kotoran manusia langka" sebelumnya, tak bisa aku menahan diri untuk tidak mencoba gacha lagi.


Setidaknya masih ada beberapa poin yang tersisa dalam Systemku. Baiklah ini akan menjadi yang terakhir.


*KLIK*


Saat aku mengklik gacha lagi, terdengar suara familiar seperti mesin slot yang berputar.


Sinar harapanku masih coba terus menjaga asa, meskipun rasa takut juga mengintai.


Suara itu semakin dekat, dan akhirnya...


Ada rasa harap yang tertahan dalam dadaku, aku menatap layar hologram dengan ketegangan.


Dan saat itu juga aku melihat pesan yang muncul:


...[ HOST MENDAPATKAN SKILL TINGKAT A : [Death Grip] (Cengkeraman Kematian) - Mencengkramkan tangan ke arah musuh dan menarik mereka ke dekat pengguna.] ...


Tersenyum lega, aku hampir bersorak. Setidaknya, kali ini aku tidak mendapatkan barang aneh atau tak berguna.


Aku mendapatkan skill tingkat A yang benar-benar berguna.


Mencengkram musuh dan menariknya ke arahku, membuat mereka menjadi mudah diatasi.


Aku merasa seolah-olah aku telah mendapatkan hadiah yang berarti dari gacha ini.


"Sial, akhirnya aku mendapatkan sesuatu yang layak dari gacha ini," gumamku dengan ringan.


Dengan 20 System poin terpakai untuk gacha, hanya tersisa 10 poin. Mungkin sebaiknya aku menyimpannya untuk saat-saat mendesak.


Namun, penasaran dengan kekuatan skill yang baru kudapatkan membuatku tak tahan.


"Yosh! Waktunya untuk mengetesnya!" gumamku penuh semangat.


Namun, ada beberapa skill target yang tidak cocok untuk diuji di dalam kamarku, seperti [Poison Nova] yang dapat merusak segalanya. Akhirnya, aku hanya punya 2 pilihan: [Reality Phasing] dan [Savage Roar].

__ADS_1


Tanpa berlama-lama, aku memutuskan untuk menguji kemampuan [Reality Phasing] yang memungkinkanku menembus objek padat.


Aku melangkah perlahan menuju tembok besar yang mengisi salah satu sisi kamarku. Dengan mata tertutup, aku membayangkan diriku menembus tembok ini.


Tak terasa, aku merasakan diriku melewati tembok seperti hantu. Namun, saat aku berada di sisi lain, hanya kegelapan yang menyapuku. Aku mencoba melihat, tapi tidak ada cahaya sama sekali.


Dengan langkah hati-hati, aku kembali memasuki kamar dan menonaktifkan [Reality Phasing].


Sensasi tadi memang luar biasa.


Ternyata berhasil! Meski akhirnya hanya berakhir dengan kegelapan, setidaknya aku telah berhasil menembus objek padat.


Yosh! Waktunya untuk menguji [Savage Roar].


Aku memusatkan pikiranku dan berteriak semaksimal mungkin, seolah ingin membuat dunia berguncang.


Tiba-tiba, kamarku bergoncang hebat. Gempa yang cukup besar terjadi, dan teriakan ku menjadi gema yang mengerikan, sepuluh kali lebih keras dan menggemparkan dari biasanya.


Barang-barang di kamar raksasaku mulai berjatuhan akibat guncangan kuat akibat [Savage Roar] yang baru kutest.


Ternyata, saat aku mengeluarkan teriakan emosional setelah mendapatkan kotoran manusia tadi, tanpa sadar aku juga memicu skill [Savage Roar] yang baru kudapatkan.


Aku terkejut menyadari hal ini.


"Ahhh... Pantas saja," gumamku sambil menggaruk kepalaku dengan rasa malu.


"Ternyata ini yang terjadi saat aku berteriak karena kotoran menjijikan.. ."


Aku dengan cepat menghentikan [Savage Roar] dan perlahan gempa yang terjadi mereda.


Kamarku kembali tenang, namun barang-barang di sekelilingku berantakan.


"Hehe, sepertinya aku harus lebih berhati-hati dengan skill ini di masa depan," ujarku sambil tertawa ringan pada diriku sendiri.


"Tidak ada lagi teriakan berlebihan saat aku dihadapkan kemarahanku."


Dan kamarku kembali menjadi tenang dan hening kembali. Saat aku menatap kamarku, mataku membulat seolah tidak percaya pada apa yang kulihat.


Aku melongo memandang kamarku yang kini tampak lebih hancur dari sebelumnya.


Kamar yang sudah terlihat hancur semakin menjadi hancur. Pintu besar kamarku sekarang menganga dengan bolongan besar mulai terdapat retakan yang besar seakan ingin roboh kapan saja.


Dan sebagian besar perabotan kamarku berjatuhan berserakan di lantai yang rusak. Aku merasa seperti berada di tengah-tengah reruntuhan setelah badai besar.


"Apa... apa yang baru saja kulakukan?" gumamku dengan wajah terheran-heran sambil memandangi kekacauan di sekelilingku.


Rasanya seperti kamarku telah diserang oleh kekuatan alam yang dahsyat.


Ah, sungguh ironis.


Aku baru saja mendapatkan kekuatan-kekuatan baru yang luar biasa, tapi malah menggunakannya untuk menghancurkan kamarku sendiri.


Sial......

__ADS_1


seharusnya aku tidak menguji skill-skil ini di tempat yang begitu rapuh seperti kamarku...


__ADS_2