
Aku tiba di lantai 1 dengan menggunakan skill [Teleportation] ku.
Pemandangan yang menyambutku adalah lantai yang dipenuhi dengan telur-telur yang tersebar di sekitarnya.
Tidak hanya itu, aku juga melihat banyak anak-anak kumbang yang berukuran bervariasi, dari yang kecil hingga yang besar, berkeliling dengan bebas di lantai tersebut.
Hmm, sepertinya aku berada di tengah-tengah "Pesta Kumbang" di sini.
Tampaknya para kumbang telah mengambil alih lantai ini dan membuatnya menjadi sarang mereka.
Aku tahu pasti ini perbuatan zara, aku teringat kejadian sebelumnya. Namun sekarang jumlahnya meningkat sangat drastis.
Aku bengong dan melongo melihat pemandangan yang mengerikan ini.
Tubuhku langsung merinding dan aku merasakan sensasi yang tak terlukiskan.
"T-tempat... apa ini..." ucapku dengan suara gemetar, rasa jijik melingkupi diriku.
Serangga-serangga itu begitu menjijikkan, dan aku tidak bisa menahan rasa takutku.
Aku masih memiliki sifat manusia yang melekat padaku yaitu takut akan serangga, dan saat ini takutku terhadap mereka semakin menjadi-jadi.
Beberapa anak kumbang mulai merayap di tubuhku, dan sensasi geli dan panik menyelimuti seluruh diriku.
Aku melihat mereka terbang dan merayap ke arahku, dan itu membuatku panik dan kaget.
"KYAAAAAA!" Teriakku melengking seperti wanita, sambil berlari secepat mungkin menuju lantai dua.
Aku benar-benar tidak tahan dengan serangga menjijikan ini, dan aku pun tanpa berpikir panjang berlari menuju kelantai bawah untuk kabur dari kumpulan serangga.
"Sial! Sial! Aku benci serangga! Ibu, tolong aku!" ucapku dengan histeris, meratap dan memohon bantuan.
Yah seperti yang kalian ketahui ibuku sudah tiada, namun aku selalu menyebutkan nya saat ku ketakutan.
Karena aku berlari begitu cepat, suara hentakan kakiku terdengar keras dan bergema hingga ke lantai bawah.
Kedubrak...
Kedubrakkk...
Brakk...
Dubrakk...
Aku terus berlari dengan kecepatan penuh, tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Aku hanya ingin menjauh dari serangga-serangga itu sejauh mungkin.
Aku hanya ingin kabur dari sini , karena saat ini aku merasa seperti berada dalam neraka serangga!
Kedubrak...
Kedubrakkk...
Brakk...
Dubrakk...
...
...***POV Zara***...
__ADS_1
Saat itu, aku berada di lantai 4 dan sedang menikmati hidangan yang dibawa oleh anak-anakku.
Mereka berhasil mendapatkan banyak makanan enak, terutama bangkai snake worm.
"Ah, betapa lezatnya," ucapku dengan penuh kenikmatan sambil menyantap daging yang tersisa.
Namun, tiba-tiba terdengar suara keras yang mengguncang seluruh dungeon.
Kedubrak...
Brakk...
Duar...
Brak...
Aku menghentikan makananku dan mendengarkan suara itu dengan hati-hati. Sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.
"Suara apa itu?" gumamku dengan kecurigaan.
Aku segera menyadari bahwa ada kemungkinan penyusup kuat yang telah berani menerobos masuk ke dalam dungeon yang kukasihi ini.
"Tidak akan kusia-siakan kesempatan ini!
Jangan berharap kau bisa keluar hidup-hidup di sini!" ucapku dengan menyeringai, sembari tersenyum jahat.
Aku segera terbang dengan cepat menuju lantai 1 untuk menghadapi penyusup yang berani memasuki domain tuan yang ku cintai ini.
Tidak ada yang bisa melanggar kedamaian dungeon tuanku tanpa mendapatkan balasan yang setimpal!
Dengan langkah yang pasti dan niat yang kuat, aku terbang dan melangkah maju untuk menghadapi penyusup.
Ssrrrttt..... (bunyi kepakan sayap)
Ssrrttt....
Dan saat aku hendak menuju ke lantai 1, aku melewati lantai 2 terlebih dahulu.
Tiba-tiba, terdengar suara berat dan berwibawa yang membuatku penasaran.
"Suara... siapa itu?" gumamku dengan keingintahuan.
Namun, ketika aku melangkah ke lantai 2, mataku terperangah melihat seorang naga dengan corak campuran 4 warna yang sedang berlari dengan cepat, mengakibatkan getaran hentakan di tanah.
Brak...
Kedubrak...
Dubrak...
"Apa ini penyusup?" tanyaku dengan skeptis, mencoba memahami situasi.
"Tapi... dari aura yang dia keluarkan..." aku berhenti sejenak, merasa bahwa ada yang tidak biasa.
"Eeehh?? Tuan Calliga?" seruku dengan terkejut saat menyadari identitas makhluk yang sedang berlari itu.
"Yah, tidak ada yang salah lagi. Aku mengenali aura yang kuat yang hanya dimiliki oleh Tuan Calliga yang agung."
Sungguh mengejutkan melihat Tuan Calliga berada di lantai atas.
Tapi apa yang membuatnya berada di sini? Aku merasa ada sesuatu yang menarik perhatiannya dan aku harus mencari tahu.
__ADS_1
"Eh?"
"Mengapa Tiba-tiba tubuh Tuan Calliga berubah secara drastis?" gumamku dengan penasaran.
Tubuhnya menjadi lebih besar dan indah, dengan perpaduan empat corak warna yang memukau.
Aku takjub melihat sepasang sayap yang muncul di punggungnya. Sungguh, betapa indahnya tubuh sang Tuan Calliga yang agung.
Tentu saja, dengan perubahan ini, Tuan Calliga semakin kuat!
Aku merasa semakin mencintainya.
Aku akan menjadi lebih kuat demi cintaku!
Aku menatap wajah Tuan Calliga dengan tegas dan penuh penghormatan yang semakin tampan...
"KYAAAAA... Betapa tampannya cintaku ini!!!" jeritanku yang penuh kebahagiaan dan cinta tidak terbendung.
Dan tiba-tiba, Tuan Calliga berlari ke arahku, tampaknya dia sedang berteriak dan berlari?
"hmm" gumamku
"Sepertinya tidak, sang tuan agung tidak mungkin melakukan hal memalukan seperti itu," gumamku dengan yakin, meyakini bahwa Tuan Calliga tidak akan pernah melakukan tindakan yang memalukan merendahkan martabatnya.
Sementara itu, aku merasa rendah diri karena kesadaran akan ketidaktepatan dan kebodohan diriku sendiri.
Aku sadar bahwa aku hanya makhluk bodoh yang tidak mampu mencapai kepintaran dan kejeniusan Tuanku.
Tuan Calliga adalah sosok yang penuh dengan kecerdasan dan kehebatan, sedangkan aku hanya berada di ujung spektrum yang berlawanan.
Aku yakin bahwa Tuan Calliga pasti memiliki alasan penting di balik setiap tindakannya yang mungkin sulit untuk dipahami oleh pikiran bodohku ini.
"Ah, maafkan aku, Tuan Calliga. Aku tidak bisa mendekati kejeniusanmu sedikit pun," ucapku dengan rasa sedih dalam hati.
Aku menghormati dan mengagumi Tuan Calliga dalam segala hal, dan aku merasa rendah diri karena ketidakmampuanku untuk menyamai kecerdasannya.
Namun, tiba-tiba Tuan Calliga berhenti di dekatku dan memperhatikanku.
Matanya terfokus padaku dengan penuh keheranan.
"Eh, Zara?" ucap Tuan Calliga dengan suara terkejut.
Ketika aku mendengar suaranya memanggil namaku, kejutan dan kegembiraan memenuhi diriku.
Aku tidak bisa mempercayai bahwa Tuan Calliga benar-benar mengingat namaku.
Tapi, apa yang akan dia katakan selanjutnya? Apakah ada sesuatu yang penting yang dia ingin sampaikan padaku?
Apakah Tuanku jatuh cinta kepadaku?
apakah Tuanku ingin menyatakan cinta nya kepadaku?
Apakah Tuanku ingin menikahiku?
Apakah tuan ingin memiliki anak denganku?
Otak-ku pun dipenuhi banyak pertanyaan mengenai tuan calliga.
Aku pun menunggu dengan penuh antusiasme untuk mendengarkan apa yang akan diucapkannya.
"KYAAA.... CINTAKU!!!" gumam didalam hatiku.
__ADS_1