Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Zara Vs Penyusup [Flashback]


__ADS_3

Ternyata penyusup yang muncul adalah monster, bukan manusia seperti yang kuduga sebelumnya.


Aku merasakan kehadiran monster yang menjijikkan, dan tampaknya itu adalah makhluk hybrid yang dikenal sebagai snake worm.


Mereka termasuk dalam golongan monster kelas menengah atau mid class, sama seperti diriku.


Aku tidak bisa menahan senyum kecilku saat menyadari bahwa kami berdua adalah makhluk dengan kekuatan sejajar.


Aku adalah Zara, monster dengan kemampuan tingkat menengah, dan sekarang aku dihadapkan pada para snake worm yang menjijikkan.


Tapi siapa bilang aku takut melawan mereka?


Namun, aku sadar bahwa aku tidak tahu berapa jumlah penyusup snake worm ini.


Jika mereka datang dalam jumlah yang banyak, aku mungkin tidak akan mampu melawan mereka sendirian.


Selain itu, anak-anakku masih berada di tingkat rendah atau low class. Mereka belum cukup kuat untuk menghadapi ancaman seperti ini.


Aku berhenti sejenak, memikirkan strategi yang tepat. Mungkin aku harus mencari bantuan atau menunggu waktu yang tepat untuk melawan mereka.


Melawan tanpa persiapan yang matang bisa menjadi bencana bagi kami.


Namun, sambil berpikir, aku tidak bisa menahan kegembiraanku.


Aku adalah Zara, monster yang setia kepada Tuan Calliga, dan ini adalah kesempatan bagiku untuk menunjukkan keberanian dan kekuatanku.


Aku mengingat kembali pengalaman kelamku di masa lalu, saat aku terluka oleh monster lain dan tidak melakukan apa-apa.


Rasa takut dan kelemahanku terasa begitu nyata. Tapi sekarang, aku telah menerima kekuatan dari Tuan Calliga sendiri.


Meskipun belum pernah bertarung sebelumnya dan selalu berlari dari pertempuran, aku tidak boleh menyerah begitu saja.


Aku mengingatkan diriku sendiri untuk diam dan fokus.


Aku harus memanfaatkan kekuatan yang diberikan Tuan Calliga dan tidak mengkhianati kepercayaannya.

__ADS_1


Suara Tuan Calliga terdengar dalam ingatanku, "Aku mempercayakan lantai atas kepadamu, Zara, jangan mengecewakanku"


Ya, itulah kata-kata Tuan Calliga.


Aku harus membuktikan bahwa aku layak memimpin para tentara dan melindungi dungeon ini.


Tidak ada lagi ruang untuk keraguan atau ketakutan. Aku adalah pelayan setia tuan calliga. yang siap menghadapi apa pun untuk tuanku.


Aku mengambil napas dalam-dalam, mengusir keraguan dan kelemahanku. Aku tidak akan lagi berlari atau mundur.


Aku akan membuktikan pada diriku sendiri dan pada Tuan Calliga bahwa aku layak menjadi pelayan setia dan pelindung yang tangguh.


Kami bergerak maju dengan hati-hati, membentuk formasi yang terkoordinasi untuk menghadapi monster snake worm tersebut.


Setelah melintasi lorong-lorong dungeon yang gelap, akhirnya kami tiba di ruangan tengah lantai atas pertama.


Monster itu terlihat di hadapan kami, menjulang dengan tubuhnya yang menjijikkan.


Tubuhnya merupakan hasil perpaduan antara ular dan ulat, menciptakan makhluk yang tak lazim.


Bagian yang paling mencolok adalah mulutnya yang besar dengan gigi-gigi yang tajam dan air liur yang mengalir deras.


Monster ini adalah snake worm, makhluk yang hidup di bawah tanah dan muncul ke permukaan terpikat oleh sihir yang dipancarkan oleh dungeon Tuan Calliga.


Jika hanya monster yang tidak berbahaya, mungkin aku bisa mengabaikannya.


Namun, snake worm ini berbeda. Ia adalah predator rakus yang mampu memakan apa pun yang ada di depannya, termasuk anak-anakku yang lemah.


Jika aku membiarkannya berada di dalam dungeon, tidak hanya anak-anakku yang akan menjadi mangsanya, tapi juga dungeon yang telah dipercayakan oleh Tuan Calliga.


Ketika aku memikirkannya, rasa kesal dan amarah menyala di dalam diriku.


Aku tidak bisa membiarkan makhluk menjijikkan ini menghancurkan segalanya yang telah tuanku bangun.


Maka dari itu, saat ini adalah saatnya untuk menghadapinya dengan keberanian dan tekad yang kuat.

__ADS_1


Aku akan menggunakan segala kekuatan dan strategi yang kami miliki untuk menghabisi monster ini dan melindungi dungeon tuan Calliga dari ancaman ini.


Aku memberikan perintah kepada anak-anakku untuk menyerang.


Formasi kami menyerang monster snake worm tersebut, mengeluarkan serangan andalan kami [HeadButt]-> Menyeruduk lawan dengan tanduk, [Tackle]->menggunakan tenaga fisiknya untuk menyerang lawan dengan cara menabrak atau menyeruduk lawan.


Walau takut dan gelisah, kami tetap berjuang dengan semangat yang menggebu untuk menyingkirkan ancaman ini.


Tentu saja, perjuangan melawan monster snake worm tidak akan mudah. Tapi aku percaya pada kekuatan kami yang bersatu.


Kami bergerak maju dengan hati-hati, membentuk formasi yang kuat dan siap menghadapi snake worm.


Serangan dilancarkan oleh anak-anakku yang berani. Mereka menyerbu dengan 2 skill andalan mereka sambil menggigit musuh kami.


Aku sendiri memimpin mereka, mengarahkan serangan dan memberikan instruksi dengan cepat mengeluarkan skill andalan kami para kumbang.


Pertempuran berlangsung dengan sengit. Kami menghindari serangan dari mulut tajam snake worm dan menyerang dengan kekuatan yang kami miliki.


Pertempuran berlangsung selama beberapa saat yang terasa seperti berjam-jam. Kami tidak memberikan kesempatan kepada snake worm untuk menghancurkan apa pun di sekitarnya.


Kami menyerang dengan strategi yang cerdik, mengeksploitasi kelemahan monster itu.


Dan akhirnya, dengan serangan terakhir yang mematikan, snake worm jatuh ke tanah, tak berdaya.


Aku berhasil mengalahkannya, walaupun banyak anak-anak ku yang mati berkorban.


Yah, akupun sebenarnya sedih, akan tetapi senang senang sekaligus karena sudah bisa menjaga dungeon tuanku.


Namun, perjuangan kami baru saja dimulai. Aku terlalu cepat merayakan kemenangan tanpa menyadari bahwa masih ada snake worm lain yang datang.


Dalam sekejap, snake worm melompat ke arahku dan menyerangku dengan gigi-gigi runcingnya yang tajam.


"Aaargh, sakit sekali!" Teriakku kesakitan sambil merasakan tusukan gigi snake worm yang menusuk kulitku.


Tidak ada kesalahan yang lebih besar daripada merayakan terlalu dini.

__ADS_1


Ini adalah kebodohanku yang seharusnya tidak aku lakukan.


Tapi sekarang bukan saatnya untuk menyesali, pertempuran yang sebenarnya baru saja dimulai...


__ADS_2