
Setelah mengantarkan mereka berempat dan berpisah dengan anak-anakku dilantai 1, aku segera berteleportasi ke lantai 10, ke ruanganku yang telah diciptakan oleh mereka.
Saat aku berpamitan di lantai 1 dengan anak-anakku, aku tidak bisa tidak memperhatikan perubahan yang terjadi di sana. Lantai 1 dungeonku sekarang menjadi lebih luas dan mengerikan.
Aku penasaran dan bertanya kepada mereka mengapa mereka tidak merenovasi lantai 1 ini. Sebas menjawab dengan percaya diri bahwa mereka sengaja mempertahankan nuansa dungeon yang menyeramkan di lantai ini.
Mereka ingin menjaga aura mistis dan kejutan bagi para penyusup dungeon. Ah, Mereka benar-benar memiliki kecerdasan dan pemahaman yang luar biasa.
Di lantai 1, aku juga bertemu dengan Zara. Tapi entah kenapa, dia sepertinya mengabaikanku atau mungkin itu hanya perasaanku saja. Mungkin dia sedang sibuk atau memikirkan hal lain. Entahlah..
Aku pun melanjutkan perjalanan menuju ruanganku yang ada di lantai 10. Ruangan ini adalah tempat yang nyaman dan aman bagiku. Di sini, aku bisa merenung dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya.
Oh yah, Proyek ekspansi dan renovasi dungeonku akhirnya aku hentikan, karena aku merasa sudah cukup. Aku tidak ingin anak-anakku bekerja terlalu keras. Mereka memprotes keputusanku, karena mereka ingin berguna dan merasa bahwa menjadi berguna bagiku adalah arti hidup mereka. Namun, aku meyakinkan mereka bahwa mereka sudah sangat berguna dan aku tidak ingin mereka terbebani.
Vael dan Karina pun menjadi penuh semangat dalam memperebutkan siapa yang akan menjaga dan melindungiku kemanapun aku pergi hari ini.
Kemarin, aku memutuskan untuk tidak membiarkan mereka selalu menemaniku. Mereka menangis, mengira mereka membuat kesalahan dan membuatku kecewa. Namun, mau tidak mau, salah satu dari mereka harus ikut denganku.
Dengan proyek ekspansi dungeon berhenti, keenam anakku pun menganggur. Karina memintaku untuk memberikan tugas di dungeon agar dia memiliki kegiatan yang berguna dan berarti bagiku.
Aku meyakinkannya bahwa nanti mereka akan memiliki tugas masing-masing. Aku juga menyuruh mereka untuk beristirahat terlebih dahulu, karena mereka juga butuh waktu untuk menikmati waktu luang mereka.
__ADS_1
Setelah aku memutuskan untuk membawa Karina menemaniku, Vael terlihat menahan tangisannya. Aku dapat melihat dari ekspresinya bahwa matanya berkaca-kaca dan dia berusaha menahan tangisannya.
Haiz, ini sedikit merepotkan, tapi aku tahu bahwa mereka berdua peduli dan mencintai aku. Mau tidak mau, mereka berdua akan menemaniku.
Namun, harus kuakui, diawasi selama 24 jam ini melelahkan. Rasanya aku tidak memiliki privasi sama sekali, dan terkadang mereka terlalu berlebihan dalam menjaga dan melindungiku seperti bodyguard kerajaan. Mungkin aku harus mencari kesempatan untuk memberi tahu mereka bahwa aku juga butuh sedikit waktu untuk sendirian. Ah, Tapi sepertinya tidak bisa...
Namun, setelah mengamati mereka selama 3 hari ini, aku menemukan fakta bahwa Karina dan Sebas adalah jenius.
Mereka memiliki kecerdasan yang luar biasa. Keenam anakku memang cerdas, tapi Karina dan Sebas benar-benar di level yang berbeda. Dengan kehadiran dua jenius seperti mereka di dungeonku, aku tidak perlu khawatir tentang banyak hal.
Aku harus mengakui bahwa Karina dan Sebas adalah puncak kecerdasan di dungeonku. Mereka berpikir bahwa aku lebih pintar daripada mereka dan menganggap setiap langkah yang aku ambil selalu memiliki makna yang mendalam. Yah, mungkin aku perlu berperan sebagai jenius agar mereka menganggapku sebagai sosok yang bijaksana. Setidaknya, hal itu membuat mereka merasa aman dan percaya.
Aku tersenyum getir saat mengingat masa laluku sebagai manusia. Kemaren kami berdiskusi dan Mereka berkata aku adalah dewa kepintaran dan kebijaksanaan, tapi itu hanya lelucon belaka bagiku. Aku tidak pernah menjadi siswa yang pintar di sekolah, bahkan nilaiku selalu berada di peringkat rata-rata di kelas. Matematika? Jangan ditanya, nilaiku selalu anjlok.
Pada awalnya, bosku selalu baik kepadaku. Namun seiring berjalannya waktu, pekerjaan semakin menumpuk dan aku mulai merasa gila bekerja di sana. Bayangkan saja, bosku selalu memberikan tumpukan pekerjaan yang tidak ada habisnya setiap harinya. Aku bisa dikatakan sebagai budak korporat. Sejujurnya, aku ingin berhenti dari pekerjaan itu, tapi apa dayaku? Aku hanya lulusan SMA, tak ada yang mau menerimaku. Akhirnya, aku terpaksa bertahan di tempat bosku.
Ah, aku tidak ingin mengingat masa laluku itu lagi. Aku sekarang bukan manusia lagi, melainkan seorang naga. Dunia ini begitu berbeda daripada yang pernah aku bayangkan. Aku harus fokus pada peran baruku sebagai penguasa dungeon dan melindungi anak-ku.
Mereka mungkin menganggapku sebagai sosok yang bijaksana dan pintar, tapi dalam hatiku, aku tahu bahwa itu hanyalah gambaran palsu. Aku hanya berusaha menjadi yang terbaik bagi mereka dan menjalani peran baruku sebagai penguasa dungeon.
Oh yah, Kemaren aku merasa seperti berada dalam cerita komedi saat mereka menanyakan sesuatu yang aku sama sekali tidak mengerti. Aku berkeringat dingin, mencoba mencari cara untuk menjawab pertanyaan mereka dengan meyakinkan. Untungnya, aku bisa menyusun jawaban yang terdengar logis, meskipun sebenarnya aku sama sekali tidak memiliki pengetahuan yang cukup.
__ADS_1
Namun, keanehan terjadi. Mereka percaya pada jawabanku yang asal-asalan itu. Mereka selalu mengira aku memiliki pengetahuan yang tak terbatas, seolah-olah aku adalah sumber segala kebijaksanaan.
Melihat mereka memandangku dengan hormat dan kekaguman membuatku Lega. Aku bukanlah dewa yang penuh pengetahuan, tapi aku adalah seorang ayah yang mencoba sebaik mungkin untuk menjaga dan melindungi mereka.
Mereka melihatku sebagai pencipta mereka yang agung, sumber kebijaksanaan, dan ayah yang mereka cintai. Meskipun aku tidak bisa memenuhi harapan mereka sepenuhnya, aku akan terus berusaha menjadi sosok yang mereka butuhkan.
Dan mungkin, dengan sedikit keberuntungan dan tipuan cerdas, aku dapat mempertahankan citraku sebagai seorang ayah yang perkasa dan penuh pengetahuan.
Kini, aku berada di kamarku yang terletak di lantai 10, ditemani oleh Karina dan Vael yang setia berada di sisiku.
Ngomong-ngomong, Kemaren aku baru saja membeli skill baru dari Poin Shop System, yaitu skill [Remote Viewing]. Meskipun poinku sudah habis, aku tidak menyesal karena skill ini sangat berguna bagiku.
Dengan [Remote Viewing], aku dapat mengakses gambar dan informasi dari lokasi terpencil atau jarak jauh. Aku seakan memiliki CCTV yang dapat memantau anak-anakku dengan mudah. Bagaimana pun keadaan mereka, aku bisa terus memantau mereka tanpa harus khawatir.
Tidak hanya itu, skill [Message] juga menjadi senjata rahasiaku. Dengan kemampuan ini, aku bisa berkomunikasi dengan anak-anakku tanpa harus mengganggu mereka secara langsung.
Selama tiga hari ini, aku benar-benar merasakan bagaimana menjadi seorang orang tua yang protektif terhadap anak-anakku. Mereka begitu menggemaskan dan penuh dengan kebaikan, terutama Luna yang selalu manja padaku. Aku merasa sangat menyayangi mereka semua.
Mereka memberikan arti baru dalam hidupku sebagai seorang naga. Setiap kali melihat wajah imut mereka dan keinginan mereka untuk membuatku bahagia, hatiku luluh.
Mereka adalah sumber keceriaan dan kehangatan dalam hidupku. Aku tidak bisa membayangkan kehidupan tanpa mereka lagi.
__ADS_1
Aku akan terus berusaha menjadi seorang ayah yang baik dan memberikan yang terbaik untuk mereka.
Dan sekarang, saat nya untuk memantau mereka menggunakan skill [Remote Viewing]ku.