
Namun, kepanikannya segera tergantikan dengan lega ketika dia melihat Zara memasuki ruangan.
Zara tampak canggung saat melihat banyak golem yang hidup berlutut di ruang takhta dan berniat ingin bergabung dengan mereka.
Karina dengan cepat menghentikan Zara dan memanggilnya mendekat, ingin tahu alasan kedatangannya.
Zara menjawab dengan tergesa-gesa, "Nona Karina, aku datang ingin memberitahu tentang penyusup yang kalian cari."
"Tunggu, dia tahu tentang penyusup? Apakah dia tahu bahwa manusia itu menghilang secara misterius juga? Oh tidak, pasti dia akan memberi tahu ayah," gumam Karina khawatir.
Karina kemudian bertanya dengan hati-hati, "Apa maksudmu, Zara?" Zara segera menjawab, "Nona, aku bertanya kepada salah satu golem yang sedang berkeliaran, dan mereka memberitahu aku bahwa mereka sedang mencari manusia yang menghilang, sepertinya aku tahu tentang manusia yang nona cari."
Zara meminta izin untuk sebentar meninggalkan ruang takhta untuk mengambil sesuatu, dan Karina memberikan persetujuan.
Setelah beberapa saat, Zara kembali dengan membawa dua mayat manusia. Ia kembali berlutut di hadapan Karina dan berkata sopan, "Apakah ini manusia yang nona cari? Aku menemukan mereka saat mereka tak sengaja masuk ke ruanganku, dan aku segera menghabisinya."
Karina melihat dua mayat manusia yang dibawa oleh Zara, yaitu tubuh Viona dan Alex. Tetapi tidak ada tubuh rio. Karina masih merasa khawatir, sebab yang ia cari, Rio belom ditemukan. Namun, tampaknya Zara sama sekali tidak mengetahui mengenai hilangnya Rio secara misterius.
Karina dengan cepat memberikan pujian untuk menutupi kehilangan misterius manusia bernama rio, "Kerja bagus, Zara! Kau telah menemukan serangga yang kucari. Sebagai hadiah, terimalah pedang ini."
Karina mengambil pedang Rio dari dalam penyimpanan dimensinya, [Void Storage], dan memberikannya kepada Zara.
Namun, kekhawatiran mengenai hilangnya Rio masih menghantuinya. "Ayah pasti akan senang mendengar aku berhasil menghabisi para serangga ini," gumam Karina dalam hati sambil merenungkan hilangnya Rio dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi.
Tapi untuk saat ini, ia harus menyembunyikan kenyataan dari ayahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Zara kaget dengan pemberian pedang oleh Karina, ia sebenarnya ingin menolak namun Karina memaksa dan akhirnya Zara menerimanya dengan rasa terkejut.
"Terima kasih, Nona," balas Zara.
Karina hanya mengangguk dan segera memberi perintah kepada Gameciel, sang golem malaikat raksasa, untuk menyerap ketiga mayat manusia itu yang tergeletak di lantai dengan banyak darah.
__ADS_1
Tampaknya Zara dan Gameciel sama-sama terkejut dengan permintaan tersebut.
"Eh?" ucap keduanya hampir bersamaan.
Karina menjawab dengan cepat, "Apakah ada masalah dengan itu?"
Gameciel bertanya dengan ragu, "Apakah Pelayanmu ini, Gameciel, benar-benar bisa melakukannya, Nona?"
Karina bergumam, "Apakah dia tidak tahu tentang ini? Beberapa golem, terutama yang memiliki batu sihir untuk dekorasi, memiliki kesadaran individu. Dan alasan kedua ini, mereka bisa melakukannya karena ayahku yang agung yang menciptakan mereka."
Dengan cepat, Karina menjawab dengan antusias, "Ya, tentu saja kalian bisa menyerapnya, terutama jiwanya dan kekuatan magisnya. Ini hanya mungkin karena ayahku menciptakan kalian dengan begitu sempurna. Jadi, kalian seharusnya berterima kasih padanya!"
"Sungguh?" ucap Gameciel dengan suara lirih yang penuh kagum terhadap pencipta mereka.
Seluruh golem yang berkumpul di ruang takhta mendengar penjelasan dari Karina dengan mata yang terkagum-kagum akan kehebatan pencipta mereka. Mereka merasa bangga memiliki seorang pencipta yang luar biasa.
Dengan penuh semangat dan kekaguman, Gameciel menjawab, "Tentu saja, Nona! Aku, maksudku, kami semua merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada ayah Nona, Tuan Calliga. Kami akan melindungi Tuan Pencipta kami yang agung sampai akhir hidup kami, Nona!" ujar Gameciel dengan penuh pengabdian.
Mereka telah melihat betapa jenius dan bijaksana tuan mereka dalam menciptakan mereka dengan beragam.
Karina dengan cepat memerintahkan Gameciel untuk menyerap ketiga mayat yang tergeletak di lantai.
"Baik, Nona!" jawab Gameciel kepada Karina dan perlahan berdiri dari posisi berlututnya menuju ketiga tubuh: Viona, Alex, dan Tigris.
Dengan mantap, Gameciel mengangkat tubuh-tubuh itu dengan tangannya yang besar dan mulai menyerapnya. Seluruh golem dan Zara melihat tindakan Gameciel.
Saat menyerap tubuh-tubuh tersebut, Gameciel merasakan kekuatan segar mengalir ke dalam tubuh raksasanya.
"Luar biasa! Aku tidak tahu bahwa aku bisa melakukan ini! Ah, suatu saat aku harus berterima kasih kepada tuanku," gumam Gameciel sembari menyerap ketiga manusia itu.
Kulit golem Gameciel semakin mengkilap, dan sayap-sayap besarnya yang hancur akibat serangan para penyusup dengan cepat tumbuh kembali. Tubuhnya kembali menjadi sempurna tanpa goresan sedikit pun.
__ADS_1
Dengan penuh prestasi, ketiga tubuh kering terletak di dekat kakinya. Tampaknya Gameciel berhasil menyerap mereka dengan sukses.
Setelah menyelesaikan tugasnya dengan sukses, Gameciel tampaknya melupakan kehadiran anak tuannya, Karina, dan berpose memamerkan otot bisepnya yang besar dan perkasa.
Ia menunjukkan gerakan-gerakan pamer yang agak konyol, dengan wajah yang serius dan ekspresi bangga.
Karina melihat aksi Gameciel yang konyol itu dan bergumam dengan heran, "Eeh? Apa yang dilakukannya?"
"Ahek.. Ahemm," batuk Karina sebagai isyarat untuk Gameciel berhenti berpose aneh.
Tampaknya malaikat golem raksasa itu baru tersadar bahwa selama ini ia berpose memamerkan otot di depan Karina.
Dengan seketika, ia merasa malu karena telah melupakan kehadiran sang tuan, dan segera berlutut meminta maaf.
"Ah maafkan aku, Nona! Aku terlalu senang dan bergembira sehingga melupakan kehadiranmu nona," ucap Gameciel dengan sangat malu.
Karina hanya tersenyum dan mengangguk pengertiannya. Ia tahu Gameciel tak bermaksud buruk dan hanya menunjukkan kegembiraannya setelah berhasil menyerap ketiga manusia penyusup.
Karina kemudian berniat memerintahkan para golem untuk membersihkan ruangan takhta yang kini berantakan, terutama dari cairan lendir dan darah yang bersimbah di lantai, serta membuang jasad-jasad manusia yang telah mengering.
"Itu tidak apa, Gameciel," ucap Karina dengan tenang sebelum ia berniat memberikan perintah pada para golem.
Namun, sebelum dia sempat melanjutkan, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang menggelegar tampaknya dari lantai atas dungeon, yaitu pintu masuk dungeon.
BOOOOMM!!!
"Hah?"
Semua golem, termasuk Zara dan Gameciel, terkejut mendengar suara ledakan yang begitu besar itu. Mereka saling bertatapan, bingung dengan apa yang baru saja terjadi.
"Apa yang terjadi?! Mungkinkah itu bala bantuan dari para petualang manusia yang hilang secara misterius? MANUSIA BAJINGAN! PASTI AYAH AKAN MEMARAHIKU!" gumam Karina dengan penuh ketakutan.
__ADS_1