Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Despair Begins "3"


__ADS_3

Sementara Rio bergegas menyerang Golem dan teman-temannya berjuang untuk membuka pintu raksasa, suara misterius seorang wanita terdengar di ruangan takhta tersebut.


"Ah, betapa indahnya melihat wajah serangga lemah (manusia lemah) dalam keadaan putus asa, HAHAHAHAHAHAHA," suara itu bergema menyeramkan di seluruh ruangan, membuat bulu kuduk mereka merinding.


Malaikat Golem juga tampak penasaran dengan suara tersebut dan menoleh ke arah sumbernya. Namun, Rio dan Golem malaikat pun dengan cepat menoleh ke arah suara misterius itu.


Tapi tanpa memandang, Alex, Tigris, dan Viona tetap fokus berusaha mendorong gerbang raksasa agar mereka bisa kabur.


Suara misterius itu semakin dekat dan misterius, seolah disembunyikan oleh kegelapan.


Dan saat itu juga, Rio menoleh ke arah takhta raksasa, di mana suara misterius itu berasal. Dan di hadapannya, ia melihat seorang wanita yang sangat cantik sekali.


Kulitnya putih merona, rambut hitamnya menjuntai hingga ke tanah, dan wajahnya begitu memesona sehingga siapa pun pasti jatuh cinta padanya.


Namun, ketenangan Rio seketika itu saja sirna ketika ia melihat sesuatu yang tidak wajar. Wanita cantik tersebut memiliki satu pasang sayap berwarna hitam dan tanduk melengkung di atas jidatnya.


Mengenakan gaun panjang hitam-putih keemasan dengan belahan dada yang besar dan jubah merah-keemasan yang indah, Rio semakin yakin bahwa wanita ini bukanlah makhluk biasa.


"Iblis?!!" ucap Rio dengan nada terkejut dan wajah penuh kebingungan.


"Bukankah iblis sudah punah 2000 tahun lalu?! INI MUSTAHIL!" gumam Rio penuh dengan pertanyaan dan kebingungan.


Saat itu, Rio melihat dengan takjub bagaimana Golem malaikat berlutut hormat di hadapan wanita iblis. Golem malaikat itu tampak patuh dan menghormati wanita cantik tersebut.


"Mohon maafkan aku, Lady(Nona) Karina. Aku tidak menyadari kehadiranmu, dan selamat datang, Lady Karina," ucap Golem malaikat dengan hormat, tangannya raksasa diletakkan di dadanya dengan lembut.


Rio segera menyimpulkan bahwa wanita iblis ini adalah penguasa sekaligus pencipta dari dungeon kuno ini, termasuk menciptakan Golem malaikat raksasa yang begitu kuat.


Kekuatan magis yang ia rasakan dari wanita iblis itu jauh lebih menakutkan daripada Golem malaikat itu sendiri.


Dari sikap Golem malaikat yang patuh dan hormat, sudah pasti wanita iblis ini memiliki pengaruh besar di dungeon ini. Dia adalah tuan dan pencipta dari semua kekacauan dan bahaya yang ada di sini.


Sementara itu, wanita iblis bernama, Karina. tersenyum sinis melihat ketegangan di wajah Rio dan kawan-kawannya.


Ia menikmati momen ini, mengetahui bahwa mereka adalah para tamu tak diundang di domain kegelapannya. Dia pun bersiap-siap untuk menghadapi para manusia lemah ini dengan senyuman jahatnya yang mempesona.


Kretek... Kretek...


Saat itulah, terdengar suara krek yang menandakan bahwa Alex, Viona, dan Tigris telah berhasil membuka sedikit celah pintu raksasa itu.


Mereka berusaha untuk kabur secepat mungkin dari tempat yang mengerikan ini.


Namun, wanita iblis itu tidak berniat membiarkan mereka pergi begitu saja. Dengan tangan-nya yang memanipulasi energi gelap, ia menciptakan lubang hitam kecil dan memasukkan tangan-nya ke dalamnya.


Ketika tangannya keluar dari lubang hitam itu, ia membawa sebuah senjata kapak hammer besar.


Tanpa ragu, wanita iblis itu melemparkan kapak hammer raksasanya ke arah pintu raksasa yang hendak digunakan oleh teman-teman Rio untuk kabur.


Sadar bahwa serangan itu ditujukan kepada teman-temannya, Rio dengan cepat berteriak memperingatkan mereka, "AWAS! DI BELAKANG KALIAN!"


Dengan peringatan dari Rio, teman-teman itu segera memperhatikan ke belakang dan melihat kapak hammer besar yang terbang ke arah mereka.


Tigris dengan cepat mengeluarkan skill pertahanan-nya tanpa ragu, "[Aegis]!" dan seketika itu, muncul perisai berwarna kuning-keemasan yang kuat.


Kapak besar tersebut menghantam perisai Aegis dari Tigris, tapi perisai itu berhasil menahan serangan itu dengan kokoh.

__ADS_1


Dengan ketenangan dan keberanian, Tigris memerintahkan teman-temannya, "Viona, Alex, PERGILAH DARI TEMPAT INI CEPAT!"


Pintu raksasa itu pun terbuka sedikit, memberi kesempatan bagi Viona dan Alex untuk kabur dari tempat itu. Namun, mereka enggan meninggalkan Tigris sendirian dalam bahaya.


Tigris berkeringat dingin, merasa marah dan putus asa, tapi ia tetap berusaha untuk bertahan.


Dengan suara lantang, ia berteriak, "CEPAT PERGI, AKU TIDAK BISA MENAHANNYA LAGI! AKU MOHON KALIAN PERGILAH DAN BERITAHU DUNIA TENTANG DUNGEON MENGERIKAN INI!"


Viona dan Alex tahu betapa beratnya keputusan Tigris, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus menyelamatkan diri untuk memberitahukan kejadian ini ke guild dan Raja Theovilus. Dengan berat hati, Viona dan Alex bergegas keluar dari gerbang raksasa tersebut.


Viona tidak bisa menahan air matanya saat ia memeluk Tigris untuk terakhir kalinya. "Terima kasih, Tigris, atas segalanya," katanya dengan suara serak.


Dengan penuh rasa syukur, Tigris menjawab, "Aku yang seharusnya berterima kasih dengan kalian setelah 15 tahun ini," ucapnya dengan senyuman meskipun dia tahu bahwa saat ini adalah momen perpisahan yang tak terduga.


Dalam keadaan putus asa, Tigris berusaha dengan sekuat tenaga untuk menahan serangan kapak Hammer besar tersebut dengan perisai [Aegis]-nya.


Namun, anehnya, kapak Hammer tersebut tidak jatuh atau terpental jauh seperti yang seharusnya terjadi.


Kapak Hammer tersebut malah bergesekan dengan perisai keemasan Tigris, dan saat itu terdengar suara retakan dari perisai [Aegis]-nya.


Kretek.. Kretek...


Tigris terkejut karena perisai [Aegis]nya yang seharusnya tak tertembus mulai pecah dan retak. Dia merasa cemas dan khawatir bahwa dia mungkin tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


Dalam sekejap, perisai [Aegis] yang sebelumnya kuat dan tak tertembus telah hancur berkeping-keping. Tigris kini tanpa perlindungan apa pun dan harus menghadapi serangan kapak Hammer besar itu dengan badannya yang lemah.


Wanita iblis tersebut tertawa gembira melihat perisai Tigris hancur, dan Golem malaikat tampaknya semakin bergairah untuk menyerangnya.


Saat itu juga kapak Hammer besar tersebut mengenai tubuhnya Tigris dengan kencang.


Ptok... (suara hantaman)


Saat itu juga ia menjerit keras kesakita.


"AAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH" Suara jeritan kesakitan nya terdengar menggema diruang takhta.


Tubuh Tigris pun terbelah menjadi dua bagian, terkena bagian tajam kapak yang melayang padanya.


Jeritan kesakitan Tigris menggema dengan keras, mencerminkan betapa pedihnya luka yang dideritanya.


Dengan cepat, Rio berlari mendekati Tigris yang berbaring lemas dan tampaknya sekarat.


Air mata mengalir dari mata Rio, dan dia merasa sangat menyesal karena telah membawa teman-temannya ke tempat berbahaya ini.


"Maafkan aku... Maafkan aku... Ini salahku karena mengajak kalian kesini... Harusnya aku yang mati... Bukan kalian..." ucap Rio dengan penuh penyesalan.


Banyak darah mengalir di lantai sekitar tubuh Tigris yang terbagi dua. Tigris yang masih sedikit sadar berusaha menjawab Rio meskipun mulutnya mengeluarkan darah.


"Ah, Rio... Kawan-kam... ahh...ku... Ini bukan... salahmu..." balas Tigris perlahan dengan susah payah menjaga kesadarannya.


Namun, darah semakin banyak mengalir dari tubuhnya yang terluka parah. Tigris terkapar tanpa sadar, dan dalam sekejap, dia telah meninggalkan dunia ini dalam kematian yang tragis.


Rio menatap kepergian kawannya dengan kesedihan mendalam. Hatinya terpukul oleh kenyataan bahwa Tigris telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan mereka semua. Dia merasa bersalah dan berduka atas kepergian sahabatnya yang tak tergantikan.


Saat itu juga terdengar suara....

__ADS_1


"Haha, jeritan yang indah, bukan?" ucap wanita iblis, Karina, sambil tertawa keras yang tampaknya menghiburnya.


Tiba-tiba, terdengar suara Golem malaikat raksasa yang mengganggu kesenangan Karina, "Mohon maaf mengganggu kesenangan, Lady Karina, tapi apakah aku harus menghabisi para penyusup yang berhasil kabur dari ruangan ini?"


Karina berhenti tertawa mendengar ucapan Golem malaikat tersebut, tampaknya sedang memikirkan jawabannya. Dengan cepat, dia membalas, "Hmmm, sepertinya tidak usah."


Lalu Golem malaikat tersebut tampaknya tidak senang dengan jawaban wanita iblis bernama Karina.


Dengan cepat, ia mengangkatkan kepalanya menghadap Karina dan berkata, "Ta-pi Tuan Ca-"


Namun, perkataannya dipotong oleh Karina yang tampaknya marah. Dia menatap tajam Golem malaikat tersebut dan mengeluarkan aura pembunuh yang begitu kuat, mengancam nyawa Golem yang sedang berlutut dihadapannya.


Sementara itu, dari kejauhan, Rio yang masih meratapi kepergian kawannya, merasakan aura pembunuh yang begitu dahsyat. Tubuhnya gemetar tak terkendali karena ketakutan akan kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh wanita iblis bernama Karina.


Dengan cepat, Golem malaikat pun tampaknya gemetar dan langsung menjawab dengan menundukkan kepalanya, "Maafkan kelancangan aku, Nona(Lady) Karina!"


Saat itu juga, aura pembunuh Karina menghilang, dan kemarahannya mereda. Dia tampaknya telah mengampuni kesalahan Golem malaikat tersebut.


Dengan lembut, dia berbicara kepada Rio,


"Apakah Kau sudah selesai Meratapi Kepergian teman-mu yang lemah itu, serangga?, Hoammm" ucap Wanita iblis yang tampaknya kepada Rio dan menganggap Rio sebagai serangga, sambil menguap bosan.


Rio mendengar ucapan wanita iblis tersebut, dan kemarahan pun berkobar dalam dirinya. Dengan cepat, ia perlahan mengambil suatu barang dari tas perlengkapan Tigris yang ada di sisinya. Hatinya dipenuhi tekad untuk membunuh wanita iblis bernama Karina.


Dengan pandangan penuh kemarahan, Rio berdiri tegak dan tiba-tiba berteriak penuh keberanian, "MATI KAU, IBLIS SIALAN!" Seruannya bergema di seluruh ruang takhta.


Golem malaikat yang khawatir akan Tuan-nya, Karina, pun berusaha menenangkan situasi. "Apakah aku harus menyerangnya, Lady Karina?" tanya Golem malaikat dengan hati-hati.


Namun, Karina merasa sebal dan merendahkan Rio dengan kata-katanya.


"Ah, serangan dari serangga tidak dapat melukaiku, jadi jangan khawatir," balas Karina dengan nada sombong, seolah meremehkan kekuatan manusia.


Dalam keputusasaan, Golem malaikat pun patuh pada perintahnya. "Sesuai perintah Anda, Lady Karina," ucap Golem malaikat sambil menundukkan kepala dalam posisi berlututnya.


Tak gentar dengan ancaman, Karina malah menantang Rio dengan penuh kepercayaan diri, "Kemarilah, serangga! Aku ingin bermain-main denganmu!"


Rio, dengan cepat, mendekati Karina dan diam-diam mengambil botol gelas dari saku-nya.


Dengan cepat, ia melemparkan botol gelas tersebut ke arah wanita iblis itu, mengenainya dengan tepat. Suara pecahan botol bergema di ruangan itu, menandai keberhasilan serangan Rio.


Cairan berwarna bening dari air suci tersebut mengenai tubuh Karina, dan seketika itu dia berteriak kesakitan. "KYAAAAAA! SAKIT SEKALI!!!!!!!!!!!!" serunya sambil memegang mukanya yang terlihat kesakitan.


Botol yang dilemparkan Rio ternyata berisi air suci, yang terkenal ampuh melawan undead maupun iblis. Tampaknya, Rio berhasil menemukan kelemahan Karina.


Golem malaikat, yang melihat serangan dari manusia berhasil melukai tuannya, Karina, panik dan tidak tahu harus berbuat apa.


Dia melihat wanita iblis itu tersungkur kesakitan di lantai, dan tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu.


Rio sendiri terkejut dengan keberhasilan serangannya. Namun, dia tidak membuang kesempatan itu. Dengan langkah mantap, dia mendekati Karina yang sedang kesakitan, dengan niat untuk mengakhiri kekejaman iblis itu.


Dengan cepat, rio mengeluarkan pedang terkuatnya yang terbuat dari sisik naga.


Pedang itu berkilauan dalam cahaya ruangan, menandakan kekuatannya yang dahsyat.


Dia berniat menggunakan senjata ini untuk memenggal kepala wanita iblis bernama Karina sebagai tindakan balas dendam dan kekejatan yang telah ditunjukkannya.

__ADS_1


Sekaligus menghancurkan Boss dungeon dan menghancurkan dungeon misterius tersebut.


"MATILAH!" ucap Rio dengan penuh dendam, sambil mengayunkan pedangnya dengan kencang, kearah lehernya.


__ADS_2