Dragon Lord System

Dragon Lord System
S3 - Vael vs Lithos "1"


__ADS_3

Saat itu juga, anak panah [Divine Shot] yang memancarkan aura hitam-keemasan melesat menuju Lithos, boss dungeon serigala kristal raksasa.


Namun, dengan kecepatan luar biasa, Lithos merespons serangan tersebut dengan membentuk perisai kristal yang tajam di sekitarnya, seolah-olah memanipulasi kristal-kristal di sekitarnya untuk melindungi dirinya.


BAMM!


Suara keras bergema ketika anak panah Vael bertabrakan dengan perisai kristal Lithos.


Namun, tidak hanya sekedar benturan, suara retakan perisai kristal juga terdengar ketika panah suci tersebut berhasil merusak pertahanan kristal yang dibentuk oleh Lithos.


KRAK...


Perisai kristal raksasa itu semakin retak, memberi jalan kepada serangan [Divine Shot] untuk melanjutkan perjalanannya menuju tujuannya.


Meskipun serangan anak panah itu berhasil merusak perisai kristal, Lithos tidak terlihat terlalu terpengaruh oleh serangan tersebut.


Kedua sisi terus saling berhadapan, aura pertempuran semakin kental di ruangan besar boss dungeon tersebut.


Dan seketika itu Lithos melihat jelas, siapa yang menyerangnya secara tiba-tiba.


"Malaikat?!" Lithos menyahut dengan kebingungan yang nyata, tatapannya tertuju pada Vael yang terlihat terkejut oleh reaksinya.


Kemudian, dengan nada tanya, Lithos melanjutkan, "Kenapa engkau, malaikat, datang kemari? Dan apa urusanmu di sini? Siapa namamu? Apakah kau malaikat jatuh?" Tanya-tanya itu dilemparkan kepada Vael, mencari jawaban atas kehadiran Vael yang tak terduga .


Namun, tanpa merasa terintimidasi, Vael melepaskan jawabannya dengan keras dan tegas, "Bukan urusanmu, anjing rendahan!"


Lithos yang mendengar respons itu justru tertawa terbahak-bahak, mengolok-olok jawaban sombong Vael.


"Hahaha, jadi begitulah jawabanmu? Baiklah, jika engkau ingin mati, aku rela memenuhi permintaanmu. Padahal, sebenarnya aku merasa cukup murah hati untuk memberimu kesempatan untuk hidup," ujar Lithos dengan nada sinis, sambil masih menatap Vael dengan tatapan yang tajam.


Lithos meneruskan dengan nada sinis, "Hmm, seharusnya aku ingin menjadikanmu pelayanku. Namun, sepertinya kau tidak begitu menghargai hasratku. Terpaksa aku akan mengakhirimu."


Tapi Vael tidak tinggal diam.


Dengan nada tegas dan penuh penolakan serta kejijikan, dia membalas, "Apa Kau bercanda? Menjadi pelayan makhluk rendahan dan lemah seperti dirimu? Aku telah melayani tuanku yang agung dan kuat. Menjadi pelayanmu? Lebih baik aku mati daripada merendahkan diriku menjadi pelayan anjing berbentuk kristal murahan dan rendahan seperti dirimu!"


Kata-kata ejekan Vael seakan melontarkan cemohan yang langsung menuju Lithos, dan saat itu juga Vael langsung meludah penuh dengan penghinaan kehadapan Lithos.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan respons dari monster kristal itu.


Dengan raungan marah yang memenuhi ruangan, Lithos melepaskan seruan kemarahannya, "APA KAU BILANG?!"


Raungannya menggetarkan udara dan tanah, memenuhi seluruh sudut dungeon dengan emosi yang membara.


ROAR!!


ROARR!!!


Dan dengan cepat Lithos mengeluarkan banyak tembakan peluru tajamnya kepada vael.


Tembakan-tembakan peluru kristal Lithos menerjang Vael dengan cepat, seperti hujan kristal yang mematikan.


Namun, Vael tidak tinggal diam. Dengan kecepatan dan ketangkasannya sebagai seorang ranger, dia terbang melintasi serangkaian tembakan itu dengan gerakan yang mengesankan.


*Shusshhh...*


*Shushhh...*


Vael mampu menghindari serangan-serangan tersebut dengan sekuat tenaga, terbang melingkari ruangan dengan sigap.


Namun, dalam hati, Vael merasa tertekan. Dia menyadari bahwa sebagai seorang ranger, ada keterbatasan dalam menyerang musuh secara langsung seperti ini.


Dia harus mempersiapkan serangannya dengan waktu yang cukup, sementara Lithos terus melepaskan tembakan tanpa henti.


Vael berharap dia memiliki kemampuan seperti magic caster, yang bisa langsung melontarkan sihir tanpa harus melibatkan panah atau senjata.


"Sungguh merepotkan," gumam Vael dalam hati sambil berfokus pada manuvernya untuk menghindari serangan peluru kristal yang terus mengincarnya.


*Shoot...* (Tembakan peluru kristal yang mendekat ke arah Vael)


*Shoott...*


*Shoottt...*


Saat itulah Vael mengambil inisiatif untuk mengatasi tekanan serangan Lithos.

__ADS_1


Dalam sekejap, dia meluncurkan skill pertahanannya, "[Heavenly Shield]!" dengan penuh keyakinan.


Perisai suci yang berwarna putih-keemasan segera muncul, membentuk lapisan pelindung di sekitar Vael seperti bola pelindung yang kokoh.


Serangkaian peluru kristal yang mematikan, yang tadinya mengancam Vael dari berbagai arah, mendekat dengan cepat.


Namun, begitu peluru-peluru tersebut menyentuh perisai suci tersebut, mereka secara ajaib terblokir.


Perisai itu bergetar hebat, mengeluarkan cahaya putih gemerlap yang menunjukkan kekuatannya yang luar biasa.


Lithos, si boss dungeon serigala kristal raksasa, terlihat kaget melihat bagaimana serangannya yang kuat bisa dengan mudah diblokir oleh perisai suci Vael.


Meskipun tampak terkejut, Lithos tidak menyerah begitu saja. Dia melihat Vael dengan tatapan tajam yang dipenuhi dengan kemarahan.


"Menarik baru pertama kali aku melawan malaikat sepertimu..." gumam Lithos dengan suara penuh penasaran.


Namun, Vael tidak akan begitu saja mundur. Dia dengan cepat merespons dengan serangan balik yang tak kalah mematikan.


Dengan panah terpancang di busurnya, dia merapal mantra dan melepaskan serangan khususnya, "[Celestial Arrow]!"


Panah itu memancarkan cahaya yang mempesona, seolah-olah datang dari alam surgawi.


"tidak akan kubiarkan!" ucap Lithos sembari memanipulasi kristal disekitarnya.


Namun, Lithos tidak begitu saja terpana oleh keindahan serangan tersebut.


Dalam sekejap, dia memanipulasi kristal di sekitarnya untuk membentuk perisai kristal raksasa, siap memblokir serangan Vael.


Suara retakan kristal terdengar saat perisai itu dengan cepat terbentuk, menjadi pelindung kokoh yang menghadang serangan panah [Celestial Arrow].


Krakk...


Krak...


Serangkaian suara retakan mengiringi pembentukan perisai kristal raksasa yang kembali.


Dengan lincah, perisai tersebut muncul di depan Lithos, si boss dungeon serigala kristal raksasa.

__ADS_1


Serangan panah [Celestial Arrow] yang mempesona dengan cahayanya yang memukau bertabrakan dengan perisai kristal raksasa.


Ledakan cahaya dan kekuatan benturan antara keduanya mengguncang ruangan dan menciptakan gelombang kejut yang terasa sangat kuat.


__ADS_2