
Nyammm...
Krunchh...
Telann...
Aku terus menerus makan banyak prasasti. Sepertinya aku mulai mengembangkan kecanduan makan prasasti, bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan, tapi juga sensasi kenikmatan saat mengunyah dan menelannya.
Aku sudah bisa membayangkan diriku sebagai "Naga Pemakan Prasasti" dalam daftar kelas dunia ini. Siapa sangka, itu mungkin bisa menjadi kelas eksklusifku, Hehehe.
Informasi pun terus masuk ke dalam otakku. Kali ini, tentang awal mula dungeon.
Ah, dungeon lagi? Sepertinya Zara sudah pernah menyebutkannya sebelumnya, tapi saat itu aku tidak terlalu memperhatikannya. Mungkin aku terlalu sibuk dengan rencana makan prasasti.
Baiklah, mari kita ulas lagi tentang dungeon. Di dunia ini, ada sesuatu yang disebut dungeon. Sebagian besar dungeon berbentuk gua atau sarang yang penuh dengan monster.
Hmm, monster-monster itu pasti memiliki batu sihir yang sangat berharga. Ternyata batu sihir yang terbentuk di dalam dungeon memiliki kemurnian tinggi karena energi sihir yang padat di lingkungan mereka.
Mereka sangat berharga dan menjadi objek perdagangan manusia. Mungkin aku bisa membuka jasa penjualan batu sihir dengan makan prasasti ini.
Ada yang disebut petualang yang suka menantang dungeon untuk mengumpulkan batu sihir tersebut.
Mereka masuk ke dalam dungeon untuk melawan monster dan mencari inti dungeon, yang bisa jadi Dungeon Master yang mengendalikan dungeon atau inti yang mengontrol dungeon itu sendiri.
"Eeeh? Jadi, di dunia ini ada petualang?"
Apakah berarti mereka akan masuk ke dalam rumahku? Zara menyebut rumahku sebagai dungeon.
Aku tidak akan membiarkan orang-orang asing dengan kaki kotor mereka masuk ke dalam rumahku!
Aku menggeram dengan gigi-gigi bergemerincing.
"Grrrrrrr"
"Grrrrraaarrr"
"Eeh?"
Apa yang sedang terjadi dengan diriku?
FOKUS! TENANG!!
Aku harus mengendalikan emosiku.
"Fiuuu"
Akhirnya, aku menyadari bahwa aku sedang marah. Tapi sebelumnya, aku tidak pernah merasa marah seperti ini.
Mungkin ini adalah insting naga yang terbangun setelah ber-evolusi, rasa benci terhadap manusia, atau mungkin ini adalah insting untuk melindungi teritoriku.
"Entahlah, aku tidak tahu pasti"
Mungkin aku perlu mengendalikan emosiku dengan lebih baik dan memahami perasaan ini.
Lanjut mengenai dungeon...
Inti dungeon, yang merupakan batu sihir pembentuk dungeon itu sendiri, berbeda dengan batu sihir yang dikumpulkan oleh para petualang di dalam dungeon. Batu sihir ini memiliki kehendak sendiri dan mampu menciptakan dungeon.
Wah, tidak heran banyak petualang yang tergoda untuk mendapatkan inti dungeon tersebut.
tunggu dulu, jika begitu banyak petualang yang masuk ke dalam dungeon untuk mendapatkan inti dungeon, apa artinya?
Mereka hanya memikirkan kekayaan dan kekuasaan, sungguh manusia yang ampas dan menjijikan!
"Grrrr"
Tapi aku harus tetap tenang.
Fiuu...
Kembali ke topik.
Menarik sekali, sebuah batu yang memiliki keinginan untuk menciptakan dungeon sendiri. Sepertinya itu batu yang jahat...
Hehe, mungkin aku bisa menyebutnya "Batu Dungeon Lord" yang penuh kejahatan dan misteri.
Selanjutnya, tentang struktur dungeon. Kekuatan sebuah dungeon dikatakan sebanding dengan jumlah lantai yang dimilikinya.
Semakin dalam dungeon, semakin banyak lantai dan sihir yang terdapat di dalamnya. Meskipun monster-monster di dalamnya lebih kuat, tapi keuntungan bagi para petualang juga lebih besar.
Ada dua jenis monster yang mendiami dungeon, yaitu monster yang datang dari luar dan menetap di dalam dungeon, serta monster yang diciptakan oleh dungeon itu sendiri.
Haha, jadi bisa disebut sebagai "pop-up monster" seperti di dalam game, ya? Sepertinya aku benar-benar bereinkarnasi ke dalam dunia fantasi game.
Ah entahlah
Nyammm...
Hmmm...
Terlihat seperti inti dungeon di dalam dungeon akan selalu menghasilkan monster, ya? Apakah itu semacam insting pertahanan dari inti dungeon?
Meskipun jenis monster yang dihasilkan secara acak, mereka dengan sigap menyerang semua penyerbu tanpa pandang bulu, sebagai upaya untuk menghentikan mereka.
Tampaknya inti dungeon ini benar-benar mempertahankan wilayahnya dengan ganas!
Hei, tapi tunggu dulu, apakah artinya rumah yang telah aku bangun ini juga merupakan sebuah dungeon?
__ADS_1
Maksudku, jika dungeon adalah tempat berburu bagi para petualang, apakah itu berarti rumahku juga jadi tempat berburu?
Hmm, itu membuatku teringat pada Zara.
Dia pernah mengatakan sesuatu tentang rumahku yang mirip dengan dungeon.
Apakah aku sekarang menjadi seorang "penguasa dungeon"?
Hehehe, sepertinya ini menjadi semakin menarik!
Dungeon memang menjadi tempat yang menarik bagi para petualang untuk menguji kemampuan mereka.
Meskipun dungeon-dungeon yang telah bertahan selama bertahun-tahun jauh lebih sulit untuk ditaklukkan, tetap saja para petualang melihatnya sebagai mangsa yang cocok untuk ditaklukkan.
Dungeon-dungeon ini seolah memiliki kehendak bebasnya sendiri, tapi sebenarnya itu semua berkat inti dungeon yang memiliki kehendaknya sendiri.
Nyammm...
Nyom...
Krunchh...
Lalu, bagaimana dengan dungeon yang dibuat oleh monster, seperti yang aku ciptakan secara tidak sadar?
Hmm, jika rumahku salah dianggap sebagai dungeon, apakah para petualang akan berbondong-bondong datang ke sini?
Aku sebenarnya hanya ingin tidur dengan tenang dan tidak terlibat dalam konflik apa pun. Tapi sepertinya hal ini berkaitan dengan kebijakan di masa depan.
Aku takut menjadi incaran para petualang, karena di mata mereka, aku hanya merupakan "materi yang bagus".
Eeh?, Mengapa aku harus takut?
Hmm...
Tapi ketika aku membaca penjelasan lebih lanjut, tampaknya dungeon ini mengeluarkan sihir hanya dengan keberadaannya.
Jadi, rumahku sekarang benar-benar menjadi sebuah dungeon, ya? Pada tingkat ini, kemungkinan besar para petualang akan menemukan jalannya ke sini.
Hmm, apa yang seharusnya aku lakukan?
Hehehe, sebenarnya aku tidak peduli terlalu banyak. Aku memiliki zara yang menjaga lantai atas, ia sudah memaksaku untuk tinggal di rumah ini, jadi sekarang dia harus membayar dengan menjaga lantai atas sebagai penghalang para petualang.
Aku memberinya tugas untuk melindungi dungeon dan dia sudah bersumpah untuk menjalankannya.
Jadi jika para petualang datang, dia akan melawannya dengan segala kemampuannya. Dan aku bisa bersantai di lantai bawah, menikmati kedamaian dan ketenangan.
Yah, setidaknya ada satu hal yang bisa membuatku santai dalam situasi ini.
Hmm, jangan salah berprasangka buruk tentang zara!
Beberapa waktu yang lalu, setelah terbangun dari tidur panjangku, aku memutuskan untuk mengunjungi Zara untuk membawa batu sihir.
Entahlah aku tidak melihat dengan jelas.
Saat itu juga aku melihat banyak telur.
Oh tidak, itu menjadi lebih buruk!
Ya Tuhan, lantai atas sekarang dipenuhi dengan telur-telur aneh yang entah sudah menetas atau belum.
Aku merasa sangat jijik melihatnya, eeww! Tanpa sadar, aku melemparkan banyak batu sihir yang ada di tanganku dan berlari secepat mungkin menjauh dari situ.
Aku memang memiliki fobia terhadap serangga, tapi jangan bilang aku penakut.
Siapa pun pasti akan terkejut jika melihat sekumpulan telur serangga sebesar bola basket dengan berbagai macam bentuk dan warna.
Fiuu...
setidaknya sekarang Zara memiliki pasukan serangga yang menakutkan.
Hei, semoga saja para petualang bajingan itu memiliki fobia serangga juga, hehehe!
Aku bisa membayangkan wajah mereka yang ketakutan saat mereka masuk ke lantai atas yang penuh dengan serangga mengerikan.
Itu akan menjadi balasan yang tepat untuk mereka yang mencoba mengganggu kedamaian dungeonku yang berharga!
Huahuahua...
Biarkan serangga-serangga itu menjadi pelindung setia yang membuat para petualang berpikir dua kali sebelum memasuki wilayahku yang menakutkan!
Fuhahaha!
Mari kita lihat siapa yang akan tertaklukkan oleh tentara serangga mengerikan ini!
FOKUSS!!
Pada saat ini, aku hampir telah memakan semua reruntuhan kuil di sekitarku.
Aku melihat sebuah bola hitam melayang di udara, berukuran sebesar bola basket, dengan sedikit aura putih mengelilinginya.
Aku heran, sejak kapan ada benda aneh seperti itu di sini? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Apakah itu merupakan suatu perangkap?
Tapi aku tidak terlalu peduli karena sebagai naga, kulitku tebal dan regenerasiku cepat.
Tertarik dengan bola hitam tersebut, aku mendekatinya dan mencoba menyentuhnya.
Tidak terjadi apa-apa pada saat itu, namun tiba-tiba bola hitam itu terjatuh ke lantai dengan suara kedebuk.
__ADS_1
Aku merasa aneh, mengapa hanya dengan menyentuhnya saja bola hitam itu jatuh begitu saja?
Aku mencoba mengangkatnya dan melemparkannya ke udara seperti semula, namun setelah aku melepaskannya, bola hitam tersebut malah terjatuh lagi ke lantai dan memantul seperti bola basket.
Aku bingung, mengapa bola hitam itu malah memantul?
Mumpung aku sedang bosan, aku memutuskan untuk bermain-main sebentar dengan bola hitam tersebut.
Aku mencoba melakukan dribble dengan bola hitam itu, seolah-olah sedang bermain bola basket.
Hehe, meskipun aku telah menjadi naga, ternyata aku masih pandai bermain basket. Aneh, bukan?
Boing... Boingg...
Tiba-tiba, aku teringat akan seorang karakter dalam sebuah anime yang sering melakukan dribble bola, yakni Op*ai.
Hahaha, pikiran ini membuatku tertawa kecil. Aku terus bermain dengan bola hitam tersebut, semakin lama semakin seru.
Namun, tanpa sengaja, aku melepaskan tenaga asliku saat bermain.
Boingg..... Sshootttt......
Bola hitam itu mulai memantul dengan sangat cepat dan setiap pantulannya semakin kuat.
Aku mulai kesulitan menangkapnya karena kecepatannya yang semakin tinggi. Hingga akhirnya, bola hitam itu terpental ke atas dan mengenai kepalaku dengan cepat.
Duarr...
Sakit sekali...
Aku merasakan rasa sakit yang menusuk.
Tiba-tiba, terdengar suara retakan dari lantai. Aku menatap ke langit-langit dengan mulut terbuka mencari sumber suara aneh tersebut.
Dan pada saat itu, bola hitam tersebut masuk ke dalam mulutku dan terjatuh ke tenggorokanku.
Aku terjebak dan tersedak bola hitam tersebut dengan sangat kencang.
"Aaaaggghhh: suara tersedak)
"Aaaaghhh"
"Aaaurghhhh"
"Ghhiiaaauugghull" (sial)
"Aaaauuughhhhaugggaaahhh" (aku tersedak)
Seketika itu juga, suara retakan semakin membesar. Ternyata, retakan itu berada di bawah kakiku dan semakin melebar dengan cepat.
Kretekk...
Duarrrr...
Lantai di bawahku pun longsor dan hancur. Aku terjatuh sambil masih tersedak.
"Aaaughhh" (sial)
"Aaaghhhhhh" (mengapa hidupku)
"Aaaaggghhhhhhh" (selalu sial)
Aku tidak tahu berapa lantai yang sudah aku lewati saat jatuh, tapi yang pasti aku merasakan sakit yang luar biasa.
Setiap kali aku jatuh ke permukaan lantai bawah, lantai itu hancur berkeping-keping. Ini sepertinya karena berat badanku sebagai naga yang terlalu besar.
Duar...
Duarrr..
Duarr....
Aku hampir kehilangan nafas karena masih tersedak dengan bola hitam tersebut. Aku berusaha keras untuk mengeluarkannya, tetapi tidak berhasil.
Aku merasakan keputusasaan.
Dan tiba-tiba, terdengar suara notifikasi dari sistem.
...[DING DONG!]...
...[SELAMAT HOST CALLIGA BERHASIL MEMBUKA SYSTEM POIN SHOP!]...
Aku mendengar suara sistem dengan penuh emosi, sambil masih tersedak dan hampir ingin mati rasanya.
Aku merasa sangat marah dan berteriak dengan suara tercekik.
"AAAAAAUUUGHITTEEGHMMMM!" (SISTEM)
"AAAUUGHHMMP" ( SAMP....)
Namun, sebelum aku selesai berbicara, emosi dan suara tercekikku menghentikan kata-kataku.
Aku terjatuh ke lantai dasar bangunan ini, dan lantai dasar itu menimpa kepalaku.
DUUAARR
Bola hitam itu tertelan dan masuk ke perutku, akhirnya aku bebas dari tersedak.
__ADS_1
Entah mengapa, hidupku selalu dipenuhi dengan kesialan.