Dragon Lord System

Dragon Lord System
S2 - Rencana Untuk Kembali Ke Dungeon Kuno


__ADS_3

Setelah mengumpulkan informasi lebih lanjut, aku mengetahui bahwa tempat tinggalku, Yakni Hutan Elysian, berdekatan dengan wilayah Kerajaan Arvandor.


Rupanya, nama negara tersebut sama seperti yang ada di peta yang Sebas berikan. Ini cukup mengejutkan bagiku karena wilayah ini tampaknya menjadi pusat peradaban dan kegiatan pertambangan di dunia ini.


Sebas menjelaskan bahwa kota manusia yang ia masuki adalah kota kerajaan Arvandor, dekat dengan pertambangan bernama, Arbandir, dengan populasi mencapai 50 ribu orang. Ini cukup besar untuk ukuran dunia ini.


Selain itu, kota ini merupakan bagian dari kerajaan Arvandor dan merupakan kota kerajaan yang makmur berkat sektor pertambangan batu sihir yang maju. Pertambangan ini menghasilkan batu sihir yang sangat berharga yang berasal dari tambang Elysian di dekat Hutan Elysian tempatku tinggal.


Hmm, Aku membayangkan para petualang yang akan pergi ke tambang dan berjuang melawan monster untuk mendapatkan batu sihir yang sebenarnya aku berikan kepada Sebas.


Semoga saja mereka tidak menemukan identifikasi batu sihir yang telah kuberikan pada mereka sebelumnya, atau hal-hal bisa menjadi rumit.


Tentu saja, aku akan tetap berhati-hati dan berpegang teguh pada peran yang telah kumainkan di dunia ini. Aku tidak ingin terjebak dalam masalah yang rumit karena hal yang konyol.


Namun, akan menyenangkan untuk melihat bagaimana petualang-petualang itu akan menghadapi tantangan di tambang dan menghadapi monster-monster yang mungkin mereka temui di dalamnya.


Sementara itu, aku juga tertarik untuk menjelajahi lebih lanjut tentang wilayah Kerajaan Arvandor, dan bagaimana kehidupan di kota pertambangan tersebut. Aku berharap dapat menemukan lebih banyak hal.


Dan aku juga menerima informasi Mengenai para petualang petualang peringkat tertinggi di negara ini, yaitu Peringkat Master, aku merasa sedikit terkejut.


Ternyata ada lima orang petualang hebat yang mencapai peringkat ini, dan salah satunya bahkan pernah berhasil memburu naga dan makhluk buas yang kuat. Tentu saja, hal ini membuatku terkesan dan membuatku bertanya-tanya tentang seberapa kuat mereka sebenarnya.


Apakah mereka sungguh kuat?, Bagaimana suatu hari mereka masuk Ke dungeonku?


Ah sepertinya tidak perlu khawatir, karena aku memiliki bawahan yang lumayan kuat dan kedua aku sekarang sudah lumayan kuat, mengapa aku harus takut kepada para petualang?


Hmm...


Aku menyadari bahwa menghadapi mereka dengan gegabah tidak akan menjadi pilihan yang bijaksana. Aku harus tetap tenang dan waspada, mengingat bahwa aku belum tahu secara pasti seberapa kuat mereka dibandingkan denganku, dan Walaupun aku memiliki bawahan yang sepertinya kuat, sepertinya Aku tidak boleh meremehkan mereka.


Namun, rasa penasaran di dalam diriku mulai bergelora. Aku merasa tertantang untuk menyelidiki lebih lanjut tentang petualang peringkat atas tersebut. Aku ingin tahu lebih banyak tentang mereka, kekuatan dan keterampilan mereka, serta apa yang membuat mereka begitu kuat sehingga bisa mencapai peringkat Master.


Aku sudah memberi instruksi kepada Sebas dan yang lainnya untuk juga menyelidiki petualang peringkat atas tersebut. Aku percaya pada kemampuan mereka untuk mencari informasi petualang peringkat atas tersebut.


Nah, sepertinya hanya itu saja. Aku pikir aku sudah mendapatkan gambaran umum tentang pengetahuan dunia ini.

__ADS_1


Setelah mendapatkan gambaran umum tentang dunia ini dan menyelidiki petualang peringkat atas, aku memberikan perintah kepada Sebas melalui [Message].


"Sebas, aku ingin kalian terus mengumpulkan lebih banyak informasi di Kerajaan Arvandor. Bertindaklah sebagai petualang dan tingkatkan peringkatmu. Sepertinya Peringkat Master dan Diamond akan memberikanmu akses ke informasi yang lebih baik. Tapi, tingkatkan peringkatmu dengan bijak. Dan ingat jangan buat keributan mengerti?!" ucapku dengan tegas memberikan perintah.


Sebas, Hades, dan Aleister mengangguk hormat sebagai tanda penghormatan terhadap perintah ayah mereka, namun ada satu yang berbeda. Luna, sang adik yang tidak mengikuti anggukan mereka, malah memasang wajah cemberut.


"Papa, kenapa aku harus ikut-ikutan mereka menjadi petualang? Aku ingin pulang dan menetap di rumah saja." keluh Luna. Dan luna melanjutkan "Papa, Luna lelah dan bosan, Luna ingin pulang," ucap Luna dengan nada manja kepadaku.


"Oi Pendek! Dasar Manja! Kau merengek ingin ikut kami dan sekarang Kau ingin pulang dan menyusahkan kami? DASAR MANJA!" ucap Hades dengan kesal kepada Luna.


"Luna, Kau benar-benar menyebalkan," tambah Hades dengan ekspresi kesal.


Sebas pun ikut merespon situasi, "Luna, bisakah Kau tidak pulang terlebih dahulu, karena akan merepotkan kami semua, Luna."


Namun, Luna tampaknya tidak menggubris perkataan kakak-kakaknya. Dia dengan gigih menegaskan keinginannya, "TIDAK! Aku tidak mau! AKU BOSAN! Dan aku mau pulang sekarang juga! SEKARANG! SEKARANG! SEKARANG!" ucap Luna dengan tantrum dan merengek marah manja.


Hades menggeleng-gelengkan kepalanya, sementara Sebas mencoba menenangkan adiknya dengan sabar, "Tenanglah, Luna. Mari kita cari cara yang baik untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana kalau kita istirahat sebentar dan kemudian melanjutkan petualangan bersama? Aku yakin kita akan menemukan sesuatu yang menyenangkan."


Luna masih kesal. Dia memandangi kakak-kakaknya yang mencoba menghiburnya, dan akhirnya dia tetap tidak mau.


Hades menggelengkan kepalanya lagi, "Dasar manja!"


"Papa plis mohon, Aku Mau pulang," ucap Luna dengan merengek memohon pulang kepadaku.


Ketiga saudaranya, Sebas, Aleister, dan Hades pun tahu dan pasrah jika Luna sedang tantrum seperti ini. Tidak ada yang mau mendengarkannya kecuali ayah mereka.


Sebas pun menghela nafas melihat adiknya yang egois.


"PEN-DE! (Pendek!)," ucap Hades kesal, tapi aku memutuskan untuk menghentikan Hades sebelum ia berteriak marah kepada Luna.


Aku mendengarkan percakapan mereka berempat yang nampaknya Luna merengek ingin pulang karena sudah bosan.


Namun, aku memaklumi dia masih bocah kecil yang lelah setelah petualangan panjang ini. Ah, tapi melihatnya melalui [Remote Viewing], Luna sangat menggemaskan. Sungguh gadis manja ini memang egois. Sepertinya saat dia sudah besar, aku harus mengomelinya nanti.


Mau tidak mau, Aku mengizinkan-nya untuk pulang.

__ADS_1


"Hmm, Luna bisa pulang sekarang. Sebas dan Hades, lanjutkan penyelidikannya," ucapku, memberikan izin kepada Luna untuk pulang.


Aku mendengar jeritan kegembiraan dari Luna setelah aku mengizinkannya pulang. Dia cepat-cepat berlari Ke arah Aleister.


Setelah mengizinkan Luna pulang, aku meminta Sebas dan Hades untuk melanjutkan penyelidikan mereka. Sementara itu, aku memanggil Aleister untuk berbicara sebentar.


"Ah, ada apa, Ayah?" tanya Aleister dengan nada kebingungan karena dipanggil.


"Aku ingin Kau mengantar Luna pulang ke rumah terlebih dahulu, dan setelah itu, kau bisa kembali bergabung dengan kedua saudaramu. Apakah Kau keberatan dengan itu, Nak?, Jika ya, ayah akan menyuruh kakak-mu sebas, menggantikanmu" tanyaku padanya.


"Oh, tidak masalah Ayah! Baik, sesuai perintah Ayah, aku akan mengantar Luna pulang," jawab Aleister dengan hormat dan semangat.


"Dengar, Aleister, hati-hati di jalan dan jangan biarkan siapa pun melihatmu, mengerti?" pesanku serius.


"Baik, Ayah!" ucap Aleister dengan mantap.


Aku tahu Aleister bisa dipercaya untuk menjalankan tugas ini dengan baik. Dia adalah salah satu dari anak-anakku yang paling tangguh dan cerdas. Meskipun kadang-kadang terlihat cuek dan dingin, dia selalu setia dan bertanggung jawab.


Aleister menghampiri Luna dan memberitahunya bahwa dia akan mengantarnya pulang. Luna pun senang mendengarnya dan mereka berdua berjalan pergi dari mereka berada.


Nah, sekarang ada sesuatu yang perlu aku lakukan.


"Sebas, lanjutkan apa yang kalian lakukan. Aku akan keluar sebentar," ucapku memberitahukan rencanaku.


"Eh? Ayah akan keluar?" tanya Sebas dengan wajah terkejut.


Mereka semua agak terkejut dengan keputusanku. Tampaknya mereka memperlakukanku seolah-olah aku adalah barang antik yang selalu dijaga dengan pengawasan ketat! Aku sama sekali tidak seperti itu!


"Bukan keluar ke luar, hanya ke tempat lain, Nak," ucapku, mencoba menjelaskan.


"Ke mana Ayah?" tanya Sebas dengan rasa penasaran.


Tanpa ragu, aku langsung memberitahu mereka.


"Hmm, Aku ingin pergi ke sebuah dungeon, Sebas..."

__ADS_1


Sebuah dungeon kuno yang pernah kujelajahi sebelumnya. Di sana, ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk melengkapi bagian terakhir dari dungeonku.


__ADS_2