
Setelah insiden memalukan yang telah mengungkapkan betapa bodohnya aku yang telah melukai putraku sendiri, aku menggendong lembut Sebas pulang ke rumah dungeon kami.
Teleportasi membuat perjalanan pulang lebih singkat, menghemat waktu berharga.
Aku berniat, menuju ke NPC yang berada di dalam dungeonku.
Untuk mengobati luka dalam Sebas, terutama tulang bahu yang hancur dan patah akibat tindakanku yang sangat bodoh.
Sementara itu, untuk Lithos, aku memerintahkannya untuk menunggu sebentar di kota manusia.
Aku meminta padanya agar tidak membuat keributan selama aku pergi.
Lithos menurut, mungkin karena dia tidak ingin melihat kemarahan hebatku lagi, seperti yang aku tunjukkan kepada Sebas. Dia hanya mengangguk patuh.
Sekarang, aku merenung tentang betapa bodohnya keputusan yang telah kubuat dalam menghabiskan semua sistem poinku hanya untuk kekuatan tanpa mempertimbangkan kemungkinan mendatang.
Aku tidak pernah memikirkan untuk membeli skill penyembuh yang sangat berguna, yang akan memungkinkanku untuk menyembuhkan Sebas atau siapa pun dalam situasi darurat.
Kini aku menyesal karena aku tidak memiliki sistem poinku yang cukup untuk membeli skill seperti itu.
Keputusanku hanya untuk memfokuskan diri pada kekuatan tampak sangat bodoh. Aku bertanya-tanya bagaimana hidupku akan berbeda jika aku memilih skill yang berbeda dengan bijak.
Akan tetapi, aku berusaha untuk tidak sepenuhnya menyesali semuanya.
Beberapa pilihan yang kubuat ternyata tidak sia-sia.
Salah satunya adalah menciptakan beberapa NPC penyembuh di rumah dungeonku. Meskipun aku tidak memiliki kemampuan penyembuhan, setidaknya aku memiliki aset berharga yang dapat membantu dalam mengatasi cedera dan luka yang mungkin timbul di masa depan.
Ini adalah pelajaran berharga yang kuharapkan bisa membantu aku menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengambil keputusan di masa mendatang.
Sebas telah pulih sepenuhnya, luka-lukanya sudah sembuh dengan sangat cepat.
Memar, pembengkakan, dan bahkan tulang yang patah sudah kembali normal. Ini semua berkat bantuan dari NPC baru yang beberapa minggu lalu kuciptakan, yang bernama Sariel.
Ia adalah vampire dengan fokus keahlian yang sangat unik: sebagai seorang penyembuh.
Sariel adalah penciptaan acak dari sistem, menggunakan sisa sistem poinku yang tersisa.
Sariel bukanlah nama yang kuberikan kepadanya, melainkan nama acak dari system.
Sariel memiliki Keunikan dalam kemampuannya sebagai vampir.
Biasanya, vampir dikenal sebagai makhluk yang berperan dalam serangan dan pemangsaan, namun Sariel memilih jalan yang berbeda.
Dia memiliki tingkat kehebatan dalam penyembuhan yang sangat tinggi, sehingga Sebas bisa pulih dengan sangat cepat.
Dan sosok sariel pun memukau dengan rambut merah, wajah cantik ala orang Asia, dan kulit putih pucat yang khas bagi vampir.
__ADS_1
Ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih kehitaman yang membingungkan, membuatnya terlihat seperti kombinasi yang aneh antara kecantikan dan keangkeran.
Taring tajamnya yang menonjol, sebagai ciri khas vampir, tidak bisa disembunyikan saat ia membuka mulut.
Tugas utama Sariel adalah menjaga lantai 7 dari rumah dungeonku, yang baru saja kumodifikasi.
Dahulu, lantai ini hanyalah sebuah ruangan bawah tanah biasa yang membosankan.
Namun, setelah ku modifikasi dengan bantuan sistem ekspansi dungeonku, lantai 7 ini telah berubah drastis bukan lagi ruang besar yang membosankan.
Sekarang lantai ini menjadi sebuah koloseum megah yang mengingatkan pada era kuno. Bangunan ini dirancang untuk pertarungan hebat dan menyajikan suasana yang mendebarkan.
Dan Sariel adalah salah satu npc yang memegang peran penting dalam menjaga dan mengelola lantai 7 ini, yang disebut sebagai, Area guardian.
Lantai 7 ini bukan sekadar sebuah koloseum biasa, melainkan sebuah simulasi dunia nyata.
Di sini, langit bisa berubah dari siang ke malam dan sebaliknya, menciptakan suasana yang mendalam.
Bahkan Malam di lantai ini dipenuhi dengan bintang-bintang bercahaya yang meskipun hanya efek visual, memberikan pesona tersendiri.
Terdapat matahari palsu yang, meskipun hanya efek visual, mampu memberikan kehangatan sebagaimana matahari yang sesungguhnya.
Lantai ini tidak hanya sebatas koloseum, tetapi diluar arena koloseum, juga menampilkan padang rumput hijau yang luas dan hutan pohon-pohon besar yang menjulang, menciptakan pemandangan yang memukau yang tampak tak berujung.
Di luar koloseum, terdapat peternakan yang menyediakan berbagai sumber makanan seperti hewan ternak, sayuran, dan masih banyak lagi.
Meskipun lantai 7 ini sangat luas, ada barrier yang tidak terlihat yang membatasi wilayahnya.
Aku bisa memperluasnya dengan system poin, tetapi saat ini aku tidak memiliki cukup poin untuk melakukannya. Meski begitu, ukurannya sudah cukup besar, dan itu sudah memadai.
Dengan berbagai fitur yang ada di lantai 7 ini, rumah dungeonku semakin menarik dan beragam.
Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya membangun dunia alternatif yang lebih hidup dan menarik.
Dan sekarang aku berada di Rumah bawah tanah Sariel yang berada di lantai 7 ini.
Di dalamnya, terdapat fasilitas lengkap yang mencakup kamar mandi, ruangan kamar, meja, dapur, tempat makan, dan tempat tidur Sariel yang berbentuk seperti peti mati besar, sesuai dengan sifat vampirnya.
Beberapa kasur besar kosong juga tersedia, mungkin untuk tamu seperti sebas yang tengah terluka.
Sebelum aku kemari untuk menemui sariel, Aku telah memerintahkan Vael dan Gameciel, kedua malaikat penyembuh yang memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa, untuk menyembuhkan luka parah Sebas dengan sihir penyembuh mereka.
Namun, sangat tak terduga, upaya penyembuhan mereka sama sekali tidak mempan, bahkan setelah berulang kali mencoba.
Hal ini menunjukkan betapa luar biasanya kondisi Sebas dan tingkat kerusakan yang dia alami oleh cengkramanku, sehingga sihir penyembuh dari malaikat sekaliber Vael dan Gameciel pun tidak mampu mengatasi luka-lukanya.
Aku duduk di kursi dekat kasur sebas, memperhatikan putraku yang berbaring.
__ADS_1
Sebas tampak menahan sakit akibat luka yang kuterima.
Sementara itu, Sariel mendekati sebas dengan langkah lembut.
Gaun pengantinnya memiliki sentuhan kelelawar, yang ternyata tidak hanya sebagai gambar dekorasi, melainkan kelelawar tersebut dapat keluar dari gaun yang ia kenakan.
Kelelawar tersebut bertindak sebagai familiarnya untuk menyerang, tetapi juga sebagai asisten dalam penyembuhan.
Khususnya saat ia menyembuhkan luka parah di bahu sebas yang disebabkan oleh tindakan bodohku.
Kelelawar kecil yang menjadi familiarnya bekerja dengan cepat dalam proses penyembuhan yang agak aneh.
Mereka menggigit bahu sebas dengan gigi tajam mereka, membelak belak dengan cermat, sehingga daging sebas terlihat jelas dan mereka menempatkan tulang selangka bahu sebas yang semula menonjol keluar dari kulitnya kembali ke posisinya yang benar.
Sebas menjerit kesakitan saat mereka melakukan ini, wajahnya mencerminkan rasa sakit yang luar biasa.
Tetapi apa yang terjadi selanjutnya membuatku tercengang. Kelelawar-kelelawar ini, yang tampaknya menyeramkan, tampaknya menyuntikkan darah mereka ke dalam bahu sebas setelah mereka memperbaiki tulang selangkanya.
Tulang yang retak dan hancur mulai meregenerasi dengan lambat.
Aku bisa melihat proses ini dengan jelas, bahkan dalam belekan familiarnya.
Sariel, dengan familiarnya yang unik, membawa proses penyembuhan yang tidak biasa tetapi sangat efektif untuk sebas.
Sariel tampaknya tidak tinggal diam saat familiarnya agak lamban dalam menyembuhkan tulang patah Sebas.
Dengan tangan putih pucatnya yang terbungkus dalam gaun pengantin, dia memberikan bantuan dengan sihir penyembuh yang cepat.
Dalam sekejap, tulang yang patah kembali menyatu dengan cepat, memar dan luka-luka di bahu Sebas pun menghilang perlahan.
Tidak hanya itu, bahkan bekas luka belekan oleh kelelawar familliarnya yang membekas di kulitnya perlahan merapat sehingga daging-daging sebas sudah terutup rapat oleh kulit baru.
Sariel benar-benar menunjukkan keahliannya dalam penyembuhan.
Aku juga meminta agar ia menyembuhkan benjolan di kepala Sebas.
Setelah selesai memyembuhkan, Kelelawar familiarnya menjauh dari Sebas dan kembali bersarang di gaun pengantin Sariel dan kembali menjadi gambar, sementara beberapa kelelawar terbang di langit-langit di atas.
Perhatian dan kemampuan penyembuhan Sariel sangat mengesankan, dan aku merasa lega melihat Sebas pulih sepenuhnya berkat bantuan vampir cantik ini.
Sariel, setelah menyelesaikan penyembuhan Sebas, perlahan menjauh dari pemuda itu dan mendekatiku yang masih duduk di bangku.
Dengan hormat, ia menundukkan kepalanya dan menempatkan tangan kanannya di atas dadanya sembari berlutut di hadapanku.
"Dengan senang hati, tuanku. Permintaan tuan telah kulakukan segenap hatiku," ucap Sariel dengan penuh hormat, dan aku segera memberinya perintah untuk berdiri kembali.
Adegan ini memperlihatkan betapa Sariel patuh dan penuh pengabdian kepada diriku sebagai pencipta mereka.
__ADS_1